Program Studi Manajemen UNMAL Gelar Management Expo 2025 sebagai Wujud Pembelajaran Berbasis OBE

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Universitas Malahayati (UNMAL) kembali menyelenggarakan agenda tahunan yang dinanti, yakni Management Expo 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Desember 2025, bertempat di lingkungan Universitas Malahayati.

Management Expo 2025 merupakan implementasi nyata Outcome-Based Education (OBE) dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan berskala besar.

Pembukaan kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB, diawali dengan persiapan panitia dan penayangan trailer bertema Leadership, Perilaku Organisasi, dan Etika Bisnis. Tayangan tersebut merepresentasikan integrasi antara materi akademik dan praktik nyata yang menjadi karakter utama Management Expo 2025.

Acara pembukaan dipandu oleh MC Nadya Ayu Pratiwi dan Muhammad Azzam Hilmitsani, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Alinamas, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Malahayati yang diikuti oleh seluruh hadirin.

Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu undangan, acara dimeriahkan dengan Persembahan Tari Sigeh Pengunten, tarian adat Lampung yang melambangkan penyambutan dan rasa hormat, yang dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., didampingi Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., serta Kepala Humas Universitas Malahayati Emil Tanhar, S.E.

Selain jajaran pimpinan universitas, pembukaan Management Expo 2025 turut dihadiri oleh berbagai mitra industri dan sponsor, antara lain PLN Nusantara Power, Pegadaian, Grab, Bank Mandiri, Wings Food, Siti Aminah Scaves, Yakult, Oppo, Kitty Hijab, Bukit Asam, BNI, Barenbliss, dan HB Beauty. Kehadiran para mitra ini menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Hadir pula tamu undangan eksternal, perwakilan instansi mitra, alumni, serta sivitas akademika Universitas Malahayati.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra industri dalam menciptakan lulusan yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor, tamu undangan, serta seluruh panitia atas terselenggaranya Management Expo 2025.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kaprodi Manajemen Dr. Febrianty, S.E., M.Si., yang menegaskan bahwa Management Expo 2025 merupakan bentuk implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE), di mana mahasiswa berperan aktif sebagai perencana, pelaksana, dan evaluator kegiatan. Hal ini diharapkan mampu mengasah kompetensi akademik maupun nonakademik mahasiswa secara seimbang.

Selanjutnya, Ketua Pelaksana Management Expo 2025, Amril Samosir, S.Kom., M.T.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah penguatan soft skills mahasiswa, meliputi kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta etika profesional, yang sejalan dengan capaian pembelajaran berbasis OBE.

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama jajaran pimpinan universitas, tamu undangan, sponsor, dosen, dan panitia. Rangkaian acara harian diisi dengan berbagai penampilan mahasiswa, seperti atraksi bela diri, pertunjukan vokal, serta seni musik, yang menunjukkan kreativitas dan potensi mahasiswa Program Studi Manajemen.

Pengunjung juga diajak mengikuti Expo Tour dengan mengunjungi berbagai stan yang menampilkan bazar makanan dan minuman, photobooth, serta karya kreatif dan inovatif mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana praktik kewirausahaan mahasiswa sekaligus media pembelajaran berbasis OBE.

Pada sesi siang hingga sore hari, acara dilanjutkan dengan penayangan iklan bertema Etika Bisnis, Podcast Career Path, serta presentasi sponsor dari PLN, Pegadaian, dan Grab yang memberikan wawasan seputar dunia kerja, industri, dan penerapan etika bisnis. Rangkaian hiburan dan jamming session menutup kegiatan harian Management Expo 2025 dengan penuh antusiasme.

Melalui pelaksanaan Management Expo 2025, Program Studi Manajemen Universitas Malahayati berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran komprehensif berbasis Outcome-Based Education, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, akademisi, alumni, mitra industri, dan masyarakat dalam membangun ekonomi kolaboratif.

Management Expo 2025 menjadi cerminan keseriusan Program Studi Manajemen Universitas Malahayati dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada praktik nyata dan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini dinilai efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, kreatif, serta mampu berkolaborasi, sehingga selaras dengan semangat Outcome-Based Education dalam mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Bersama PERSADIA Lampung Gelar Peringatan Hari Diabetes Sedunia 2025

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati (UNMAL) bersama Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Provinsi Lampung menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia 2025 dengan mengusung tema “Diabetes and Well-Being”, Sabtu–Minggu (6–7 Desember 2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian diabetes, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan penyandang diabetes di Provinsi Lampung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan sesi ilmiah yang menghadirkan empat pembicara nasional dan internasional di bidang diabetes dan kesehatan. Salah satu pembicara internasional, Prof. Cheng Chin Kuo dari Institute of Cellular and System Medicine, National Health Research Institutes (NHRI), Taiwan, memaparkan perkembangan riset terkini terkait diabetes serta implikasinya terhadap kesejahteraan pasien.

Selanjutnya, Dwi Marlina Syukri, PhD, dosen UNMAL, menyampaikan materi mengenai peran riset dan inovasi, khususnya pengembangan biogenic silver nanoparticle, dalam mendukung penanganan luka dan pencegahan komplikasi diabetes. Perspektif diagnostik dan laboratorium klinik disampaikan oleh dr. Muhamad Nur, SpPK., MSc, selaku Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PDS Patklin) Lampung, sementara pendekatan klinis komprehensif diabetes dipaparkan oleh dr. Ira Laurentika, Sp.PD KEMD dari RS Hermina Lampung.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dengan kehadiran Ibu Gubernur Lampung, yang secara langsung membuka acara serta menyampaikan apresiasi kepada PERSADIA Lampung dan UNMAL atas inisiatif dan kontribusinya dalam mendukung upaya pengendalian diabetes di Provinsi Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungan terhadap penguatan kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menekan angka komplikasi diabetes.

Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, rangkaian kegiatan turut diisi dengan khitanan massal serta layanan perawatan luka pada pasien diabetes, termasuk perawatan luka menggunakan produk hasil penelitian biogenic silver nanoparticle karya Dwi Marlina Syukri, PhD. Layanan ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, mencegah infeksi, serta menurunkan risiko komplikasi lanjutan.

Rangkaian peringatan Hari Diabetes Sedunia 2025 ditutup dengan Senam Diabetes Bersama sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendorong penerapan gaya hidup aktif dan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 600 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UNMAL berharap peringatan Hari Diabetes Sedunia 2025 dapat menjadi sarana edukasi, pelayanan kesehatan, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pengendalian diabetes dan peningkatan well-being masyarakat Lampung.

Hari Diabetes Sedunia 2025 yang digelar UNMAL bersama PERSADIA Lampung ini mencerminkan peran strategis perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai motor penggerak edukasi kesehatan dan pelayanan nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan serta pengendalian diabetes secara berkelanjutan di Provinsi Lampung. (fkr)

Editor : Fadly KR

UNMAL Gelar Sosialisasi Peminatan Prodi S1 Kesehatan Masyarakat untuk Cetak Lulusan Unggul

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati (UNMAL) melalui Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat menggelar kegiatan Sosialisasi Peminatan bagi mahasiswa, Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kualitas akademik serta mempersiapkan mahasiswa agar mampu menentukan peminatan secara tepat sesuai minat, potensi, dan kebutuhan dunia kerja.

Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati, Nova Muhani, SST., MKM, menyampaikan bahwa sosialisasi peminatan menjadi langkah strategis dalam membantu mahasiswa merencanakan masa depan akademik dan profesional secara lebih terarah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat menentukan pilihan peminatan berdasarkan minat dan potensi yang dimiliki, sehingga ke depan mampu menjadi lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Malahayati tersebut dihadiri oleh seluruh dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan diikuti oleh 283 mahasiswa semester V yang akan memasuki tahap pemilihan peminatan pada semester VI. Acara dipandu oleh Sekretaris Program Studi, Dina Dwi Nuryani, serta dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat.

Dalam kegiatan ini, para dosen koordinator peminatan menyampaikan pemaparan komprehensif mengenai cakupan keilmuan, kompetensi lulusan, serta prospek karier di masing-masing bidang. Adapun peminatan yang disosialisasikan meliputi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistika, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kesehatan Reproduksi, serta Promosi Kesehatan.

Pemaparan materi berlangsung secara interaktif dengan mengulas aspek teoritis sekaligus gambaran praktis terkait kebutuhan tenaga kesehatan masyarakat di berbagai sektor. Antusiasme mahasiswa terlihat pada sesi diskusi terbuka, di mana berbagai pertanyaan diajukan terkait kurikulum, peluang magang, serta arah pengembangan karier sesuai peminatan yang diminati.

Melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Peminatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu proses pendidikan serta mencetak lulusan kesehatan masyarakat yang unggul, profesional, dan siap menjawab tantangan dunia kerja. (fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Gelar Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025 Lepas 894 Lulusan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025. Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan hari ini, Sabtu (13/12/2025), bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah menyelesaikan proses pendidikan tinggi pada berbagai jenjang dan program studi. Selain sebagai penanda keberhasilan akademik mahasiswa, prosesi wisuda juga mencerminkan peran institusi pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda yang dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan siang, diikuti oleh ratusan wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas. Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, orang tua dan keluarga wisudawan, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi titik balik penting dalam kehidupan para lulusan untuk memasuki babak baru yang lebih menantang.

Dr. H. Muhammad Kadafi menyampaikan bahwa ijazah yang diterima para wisudawan dan wisudawati merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya mencerminkan kecerdasan akademik, tetapi juga ketekunan, kesabaran, doa, serta dukungan orang tua dan keluarga. Oleh karena itu, pencapaian tersebut harus dimaknai sebagai amanah yang mengandung tanggung jawab moral, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

Rektor Universitas Malahayati juga menekankan bahwa di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, kemajuan teknologi, dan kompetisi global yang semakin terbuka, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan beriman. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya oleh orang-orang pintar, melainkan oleh generasi yang memiliki nilai moral dan akhlak yang kuat.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen Universitas Malahayati untuk tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi juga membentuk manusia seutuhnya, yakni lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam akhlak, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang jujur, disiplin, dan peduli di mana pun mereka mengabdikan diri.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah wisudawan dan wisudawati pada periode ini mencapai 894 peserta yang berasal dari lima fakultas di lingkungan Universitas Malahayati.

Rincian lulusan tersebut terdiri atas Fakultas Kedokteran sebanyak 116 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Kedokteran. Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan berbagai jenjang pendidikan, antara lain Magister Kesehatan Masyarakat 58 orang, Profesi Bidan 136 orang, Profesi Ners 35 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat 36 orang, Sarjana Psikologi 21 orang, Sarjana Farmasi 85 orang, DIII Analisis Farmasi dan Makanan 47 orang, Sarjana Keperawatan 70 orang, DIII Kebidanan 14 orang, serta Sarjana Kebidanan 126 orang.

Dari Fakultas Teknik, Universitas Malahayati mewisuda lulusan Sarjana Teknik Sipil 15 orang, Teknik Lingkungan 25 orang, Teknik Industri 8 orang, dan Teknik Mesin 8 orang. Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Manajemen meluluskan 2 orang Magister Akuntansi, 31 orang Sarjana Akuntansi, dan 37 orang Sarjana Manajemen. Adapun Fakultas Hukum meluluskan 24 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Ilmu Hukum.

Prof. Dessy Hermawan juga menyampaikan bahwa wisudawan termuda pada periode ini berusia 20 tahun atas nama Intan Fadilah dari Program Studi DIII Kebidanan, sedangkan wisudawan tertua berusia 68 tahun atas nama R. Eni Haryanti dari Program Studi Profesi Kebidanan. Dengan bertambahnya lulusan pada hari ini, Universitas Malahayati secara keseluruhan telah meluluskan 18.679 alumni yang kini telah tersebar dan terserap di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Malahayati Nomor: 3000.10.401.12.25, turut diumumkan para wisudawan dan wisudawati berprestasi dengan predikat cumlaude tingkat program studi, baik pada sesi pagi maupun sesi siang.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bandar Lampung, Drs. Sukarma Wijaya, menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Malahayati serta berharap para lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung.

Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili oleh Win Honaini, S.H., M.Si. Ia mengapresiasi Universitas Malahayati yang telah berhasil melahirkan banyak guru besar dan profesor serta terus menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah II akan terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan Universitas Malahayati dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Prosesi wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili Win Honaini, S.H., M.Si; Rektor Universitas Abulyatama Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D; Wakil Rektor IV Universitas Teknokrat Indonesia Lampung Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng; Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang diwakili dr. Edy Ramdani, M.H; Direktur RS Bintang Amin dr. Rachmawati, M.PH; Ketua KADIN Provinsi Lampung yang diwakili Romi Junanto Utama, S.E., M.Sos; Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Lampung H. Ardiansyah, S.H; Pimpinan Tribun Lampung Domi; serta Sekretaris Yayasan Alih Teknologi Eli Zuana, MARS.

Prosesi wisuda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para lulusan oleh Rektor Universitas Malahayati untuk Periode ke-39 Tahun 2025, sebagai penanda resmi kelulusan dan kesiapan para alumni untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Malahayati dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Gelar Yudisium dan Sumpah Profesi FIK Bertema “Serving With Heart, Inspiring With Integrity”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati resmi menggelar acara yudisium dan sumpah profesi bagi lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan. Acara berlangsung di di Gedung Graha Bintang, dihadiri oleh pimpinan universitas, jajaran dekanat FIK, dosen, tenaga kependidikan menandai titik puncak perjalanan akademik para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Kamis (25/12/2025)

Peserta yudisium berasal dari berbagai program studi di FIK — meliputi Sarjana, Diploma, dan Program Profesi — dan secara resmi diumumkan kelulusannya oleh senat akademik. Momen ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan, sekaligus sebagai awal pengabdian mereka di dunia kesehatan, untuk membawa ilmu dan tanggung jawab sosial ke tengah masyarakat.

Dalam sambutannyaWakil Rektor II, Drs. Nirwanto mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi para lulusan sekaligus menegaskan harapan besar universitas terhadap mereka:

“Selamat kepada seluruh lulusan. Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai tenaga kesehatan. Ilmu dan keterampilan yang kalian peroleh jangan berhenti di sini — teruslah asah dan perbarui pengetahuan kalian sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Jadilah profesional yang punya empati, integritas, dan siap melayani dengan hati.”

Beliau menekankan bahwa dunia kesehatan menuntut lebih dari sekadar pengetahuan — tetapi juga etika, dedikasi, dan rasa kemanusiaan. Di masa mendatang, lulusan FIK diharap mampu menjadi agen perubahan, membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan turut serta dalam pembangunan kesehatan di daerah maupun nasional.

Sementara itu, Dekan FIK, Dr. Lolita Sary, menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada seluruh wisudawan dan mengajak mereka untuk menjadikan momen ini sebagai awal pengabdian nyata:

“Ijazah dan gelar hanyalah awal; yang paling penting adalah bagaimana kalian dapat mengabdikan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat. Dunia kesehatan membutuhkan dedikasi, empati, dan komitmen. Semoga kalian bukan hanya sukses secara akademis, tapi juga menjadi individu yang bermanfaat, peduli, dan mampu memberikan kontribusi nyata — memperbaiki derajat kesehatan keluarga, komunitas, dan bangsa.”

Dengan penuh harapan, beliau menyerukan agar para lulusan menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai integritas dan profesionalisme, serta terus semangat berkontribusi dalam bidang kesehatan — baik melalui praktik klinis, edukasi masyarakat, maupun riset dan pengembangan kesehatan.

Acara yudisium dan sumpah profesi bukan sekadar seremoni — melainkan penegasan bahwa para mahasiswa telah melewati serangkaian proses akademik yang ketat: perkuliahan, praktik, modul profesi, hingga berbagai evaluasi.

Dalam sambutan dan prosesi resmi, pihak kampus juga mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir melainkan titik awal. Dunia kesehatan terus berubah, tantangan semakin kompleks — sehingga lulusan dituntut untuk terus belajar, meng-upgrade ilmu, serta responsif terhadap dinamika kebutuhan Masyarakat. (fkr)

Editor: Fadly KR

 

Seminar Nasional PIAKMI Ke-VIII Universitas Malahayati Perkuat Ketahanan Kesehatan Masyarakat di Era Digital

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Kesehatan Masyarakat bersama Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HIMA KESMAS) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Seminar Nasional PIAKMI (Pertemuan Ilmiah Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) Ke-VIII dengan tema “Membangun Ketahanan Kesehatan Masyarakat di Era Digital dengan Inovasi Teknologi dan Sinergi Multisektoral.” Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dan diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara luring maupun daring.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu:

  • Dr. Rico Kurniawan, S.K.M., M.K.M — Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

  • Dr. Noviansyah, S.T., M.Kes., AAK. — Ketua Umum Pengda IAKMI Lampung

  • Galih Aditya — Creative Director Refleksinema Cipta Visual

Dalam pemaparan materi, para narasumber menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, aplikasi kesehatan, dan sistem informasi terintegrasi untuk mempercepat pelayanan dan meningkatkan kualitas penanganan kesehatan masyarakat. Mereka juga menyoroti peran strategis media dalam memperkuat literasi kesehatan di masyarakat.

Selain itu, seminar ini menegaskan urgensi kolaborasi multisektoral antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat guna memperkuat ketahanan kesehatan nasional dalam menghadapi tantangan era digital.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap peserta dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai transformasi kesehatan digital, serta terdorong untuk terus berinovasi dan mendukung kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan maupun penanganan masalah kesehatan masyarakat.

Acara ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi wadah diskusi ilmiah yang mendorong lahirnya gagasan baru bagi pengembangan sistem kesehatan yang lebih adaptif, tanggap, dan mandiri di masa depan.

Melalui terselenggaranya Seminar Nasional PIAKMI Ke-VIII ini, mahasiswa Kesehatan Masyarakat dapat terus mengembangkan kemampuan akademik dan inovasi di bidang kesehatan digital, sehingga mampu berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di masa mendatang. (fkr)

Editor: Fadly KR

Prodi Kebidanan dan BKKBN Provinsi Lampung Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Pelayanan KB di Universitas Malahayati

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Kebidanan Universitas Malahayati bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Pelayanan KB, sebagai bagian dari implementasi kerja sama antara LPPM Universitas Malahayati dan BKKBN Provinsi Lampung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, mahasiswa, serta kualitas pelayanan KB di lingkungan akademik dan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Ruang 1.13 Gedung Rektorat Universitas Malahayati.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran BKKBN Provinsi Lampung, yaitu:
• Diana Puspitadewi, S.Sos. – Ketua Tim KBKR sekaligus Ketua Pelaksana dari Tim BKKBN
• Ni Gusti Putu Meiridha, S.E., M.M. – Sekretaris BKKBN Provinsi Lampung

Turut hadir dari Universitas Malahayati:
• Prof. Dessy Hermawan, Ns., M.Kes. – Wakil Rektor I
• Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D. – Ketua LPPM
• Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep. – Wakil Ketua LPPM

Workshop ini juga menghadirkan narasumber ahli dari dua institusi:
• dr. Fonda Octarianingsih Shariff, Sp.OG. – Perwakilan POGI dan BKKBN
• Anggraini, SST., M.Kes. – Dosen Prodi Kebidanan Universitas Malahayati

Pelaksanaan workshop dipimpin oleh Nurul Isnaini, SST., M.Kes. selaku Ketua Pelaksana dari Prodi Kebidanan.

Dalam sambutannya, Prof. Dessy Hermawan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara BKKBN Provinsi Lampung dan Universitas Malahayati.
“Kerja sama ini menjadi upaya nyata dalam peningkatan kualitas kompetensi mahasiswa dan tenaga kesehatan, khususnya dalam pelayanan KB dan kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Erna Listyaningsih menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi institusi pendidikan dalam mendukung program pemerintah.
“Ini adalah langkah strategis dalam membantu pengendalian angka kelahiran dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga melalui pelayanan KB yang unggul,” jelasnya.

Workshop berlangsung dengan pemaparan materi yang komprehensif meliputi kebijakan pelayanan KB, standar klinis, strategi pendampingan, serta penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendekatan berbasis bukti. Para peserta memperoleh ruang diskusi interaktif untuk memperdalam pemahaman sekaligus mengembangkan kemampuan teknis yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga pendidik, mahasiswa, dan praktisi kesehatan semakin memahami peran strategis pelayanan KB dalam peningkatan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat. Workshop ini juga menjadi bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang akan terus dikembangkan melalui kerja sama antara BKKBN Provinsi Lampung, LPPM Universitas Malahayati, dan Program Studi Kebidanan, guna memastikan kontribusi yang lebih luas dalam bidang kesehatan dan pengabdian masyarakat.

Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi di bidang kesehatan, serta siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya memperkuat pelayanan KB dan kesehatan keluarga di Indonesia.

Workshop ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memperkuat peran akademisi dan mahasiswa dalam praktik pelayanan KB yang berkualitas dan berkelanjutan. (fkr)

Editor: Fadly KR

Fakultas Hukum UNMAL dan KADIN Provinsi Lampung Tandatangani MoA, Perkuat Hubungan Kemitraan Strategis dalam Bidang Hukum Bisnis

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id): Fakultas Hukum Universitas Malahayati resmi menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Lampung melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa (25/11/2025).

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kemitraan antara kedua lembaga, serta mendukung pengembangan keilmuan dalam bidang hukum terkhususnya hukum bisnis dan kewirausahaan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terbuka peluang baru dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kualitas pendidikan hukum bisnis dan kewirausahaan di Indonesia.

Rommy J. Utama S.E, M.E.. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (KADIN) – Provinsi Lampung dalam hal ini mewakili Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (KADIN) – Provinsi Lampung dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Malahayati, Dr. (Can). Aditia Arief Firmanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi kesepahamanantara kedua pihak dan menekankan pentingnya implementasi nyata dari kerja sama ini, khususnya dalam memberikan ruang tempat pelaksanaan pengembangan pembelajaran hukum bisnis dan kewirausahaan secara langsung bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malahayati.

“Kerja sama ini adalah langkah nyata untuk mendekatkan mahasiswa dengan praktik teori-teori hukum bisnis dan kewirausahaan di lapangan. Kami berharap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malahayati dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat belajar langsung dari para profesional di Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (KADIN) – Provinsi Lampung. Ini menjadi bekal penting dalam pembentukan karakter dan pemahaman hukum bisnis dan kewirausahaan secara komprehensi.”

Penandatanganan MoA ini merupakan bagian dari komitmen kedua lembaga untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam rangka pelaksanaan program-program akademik kampus berdampak yang inovatif, serta memperluas jangkauan layanan pendidikan hukum bisnis dan kewirausahaan. Dengan adanya MoA ini, diharapkan sinergi antara kedua lembaga terus berkembang, memberikan kontribusi signifikan dalam dunia hukum bisnis dan kewirausahaan, serta memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat luas

Kuliah Pakar ini menjadi ruang aktualisasi ilmiah bagi mahasiswa hukum untuk memahami realitas hukum bisnis di era digital. Semoga kegiatan edukatif seperti ini dapat berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kualitas lulusan hukum Universitas Malahayati. (fkr)

Editor: Fadly KR

Fakultas Hukum UNMAL Selenggarakan Kuliah Pakar Hukum Bisnis dan Kewirausahaan

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id): Fakultas Hukum Universitas Malahayati (Unmal) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bertema “Membentuk Karakter Mahasiswa Berwawasan Hukum Bisnis dan Kewirausahaan” pada Selasa (25/11/2025) di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Romi J. Utama, S.E., M.E. yang hadir mewakili Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung. Turut hadir Wakil Rektor I Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Dekan Fakultas Hukum Dr. (Cand.) Aditia Arief Firmanto, S.H., M.H., Kepala Program Studi Ilmu Hukum, serta seluruh jajaran dosen Fakultas Hukum Universitas Malahayati.

Dalam sambutannya, Prof. Dessy Hermawan menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memiliki pemahaman komprehensif terkait aspek hukum, kebijakan, serta kelembagaan untuk mendukung terciptanya iklim bisnis yang sehat dan berdaya saing, khususnya di era digitalisasi ekonomi saat ini.

Sementara itu, Dr. (Cand.) Aditia Arief Firmanto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi transformasi bisnis digital.

“Kuliah pakar ini memberikan pemahaman praktis mengenai tantangan hukum dan ekonomi pada era digital serta membuka ruang akademik interaktif yang menghubungkan teori hukum bisnis dengan praktik dunia usaha,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan ahli di bidangnya, yaitu:

  • Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H., PIA. (Wakil Ketua Komite Advokasi Daerah Kamar Dagang dan Industri Lampung)
  • Riski Heber, S.H., M.H. (Hakim Pengadilan Negeri Kota Metro)
  • Dr. Rissa Afni Martinaufa, S.H., M.H. (Akademisi Hukum Bisnis Fakultas Hukum Unmal)

Dari paparan ketiga narasumber, disimpulkan beberapa poin penting:
Pertama, KADIN berperan sebagai jembatan antara pelaku usaha dan pemerintah dalam menghadapi transformasi digital serta meningkatkan daya saing mahasiswa Fakultas Hukum.
Kedua, Pengadilan Negeri tetap menjadi pilar penting penegakan hukum dalam penyelesaian sengketa bisnis meskipun dihadapkan pada tantangan era digital.
Ketiga, penyelesaian sengketa melalui alternatif (ADR) menjadi solusi lebih cepat dan efisien sekaligus membuka peluang praktik bagi mahasiswa.

Melalui agenda ini, Fakultas Hukum Universitas Malahayati terus berupaya memperkuat karakter dan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di dunia kerja serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis hukum yang berkeadilan. (fkr)

Editor: Fadly KR

 

Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 Farmasi UNMAL Bahas Optimalisasi Obat Herbal di Era Revolusi Industri 4.0

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Farmasi dan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Obat Herbal di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 24 November 2025 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dan diikuti oleh 390 peserta, baik secara luring maupun daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu:

  1. apt. Nely Suryani Nopi, S.Si., M.Farm. — Tim Sertifikasi Balai Besar POM Provinsi Lampung
  2. apt. Martianus Perangin Angin, M.Farm.Klin. — Dosen Program Studi Farmasi Universitas Malahayati, Ketua HISFARSI PD Lampung, sekaligus Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Immanuel Bandar Lampung

Kedua narasumber memaparkan perkembangan terkini obat herbal, regulasi, sertifikasi, hingga pemanfaatannya dalam konteks digital. Mereka menekankan bahwa pemanfaatan obat herbal tidak lagi hanya menyoal khasiat dan keamanan, tetapi juga integrasi dengan teknologi modern dalam proses penelitian, standardisasi, pengawasan, hingga edukasi publik.

Dalam penyampaiannya, para narasumber menjelaskan bahwa Revolusi Industri 4.0 membuka peluang besar dalam pengembangan fitofarmaka dan herbal terstandar berbasis bukti ilmiah. Penggunaan big data, digital monitoring, dan teknologi laboratorium modern memungkinkan proses penelitian herbal menjadi lebih akurat dan terukur.

Standarisasi mutu, keamanan pasien, serta sistem verifikasi digital menjadi aspek penting yang harus dioptimalkan oleh tenaga farmasi untuk menghadapi persaingan global.

Total 390 peserta yang mengikuti kegiatan ini, baik secara luring di Graha Bintang maupun daring, mencerminkan tingginya minat terhadap perkembangan teknologi obat herbal dan pemanfaatannya di era modern. Peserta terdiri dari mahasiswa farmasi, tenaga kesehatan, akademisi, serta praktisi industri obat tradisional.

Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, regulator, dan praktisi untuk memperkuat pengembangan produk herbal yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui Seminar Nasional Pharmacopi 2.0, diharapkan mahasiswa dan seluruh peserta dapat:

  • Memperluas wawasan mengenai pengembangan obat herbal berbasis ilmiah
  • Memahami regulasi dan standar sertifikasi obat herbal
  • Meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan farmasi di era digital
  • Mendorong inovasi dan kolaborasi dalam riset herbal modern

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen Program Studi Farmasi Universitas Malahayati dalam mendorong pengembangan ilmu farmasi yang adaptif, inovatif, dan sesuai tuntutan zaman.

Seminar Pharmacopi 2.0 tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka ruang diskusi ilmiah yang penting bagi mahasiswa farmasi. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memperkuat kontribusi dunia akademik dalam pengembangan obat herbal berbasis teknologi. (fkr)