Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 Farmasi UNMAL Bahas Optimalisasi Obat Herbal di Era Revolusi Industri 4.0

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Farmasi dan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Obat Herbal di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 24 November 2025 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dan diikuti oleh 390 peserta, baik secara luring maupun daring dari berbagai wilayah di Indonesia.
Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu:
- apt. Nely Suryani Nopi, S.Si., M.Farm. — Tim Sertifikasi Balai Besar POM Provinsi Lampung
- apt. Martianus Perangin Angin, M.Farm.Klin. — Dosen Program Studi Farmasi Universitas Malahayati, Ketua HISFARSI PD Lampung, sekaligus Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Immanuel Bandar Lampung
Kedua narasumber memaparkan perkembangan terkini obat herbal, regulasi, sertifikasi, hingga pemanfaatannya dalam konteks digital. Mereka menekankan bahwa pemanfaatan obat herbal tidak lagi hanya menyoal khasiat dan keamanan, tetapi juga integrasi dengan teknologi modern dalam proses penelitian, standardisasi, pengawasan, hingga edukasi publik.
Dalam penyampaiannya, para narasumber menjelaskan bahwa Revolusi Industri 4.0 membuka peluang besar dalam pengembangan fitofarmaka dan herbal terstandar berbasis bukti ilmiah. Penggunaan big data, digital monitoring, dan teknologi laboratorium modern memungkinkan proses penelitian herbal menjadi lebih akurat dan terukur.
Standarisasi mutu, keamanan pasien, serta sistem verifikasi digital menjadi aspek penting yang harus dioptimalkan oleh tenaga farmasi untuk menghadapi persaingan global.
Total 390 peserta yang mengikuti kegiatan ini, baik secara luring di Graha Bintang maupun daring, mencerminkan tingginya minat terhadap perkembangan teknologi obat herbal dan pemanfaatannya di era modern. Peserta terdiri dari mahasiswa farmasi, tenaga kesehatan, akademisi, serta praktisi industri obat tradisional.
Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, regulator, dan praktisi untuk memperkuat pengembangan produk herbal yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui Seminar Nasional Pharmacopi 2.0, diharapkan mahasiswa dan seluruh peserta dapat:
- Memperluas wawasan mengenai pengembangan obat herbal berbasis ilmiah
- Memahami regulasi dan standar sertifikasi obat herbal
- Meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan farmasi di era digital
- Mendorong inovasi dan kolaborasi dalam riset herbal modern
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen Program Studi Farmasi Universitas Malahayati dalam mendorong pengembangan ilmu farmasi yang adaptif, inovatif, dan sesuai tuntutan zaman.
Seminar Pharmacopi 2.0 tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka ruang diskusi ilmiah yang penting bagi mahasiswa farmasi. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memperkuat kontribusi dunia akademik dalam pengembangan obat herbal berbasis teknologi. (fkr)



BANDARLAMPUNG 
BANDARLAMPUNG
Presiden Mahasiswa Universitas Malahayati, Muhammad Kamal (22220213), turut memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Malahayati. Kali ini datang dari empat mahasiswa berbakat yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Tari Kreasi Tingkat Nasional, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, pada Sabtu (18/10/2025).
BANDARLAMPUNG
Selama ini kulit pisang sering dianggap tidak bernilai dan hanya berakhir sebagai limbah. Namun, melalui inovasi KUPIDOR, kulit pisang justru diolah menjadi bahan pangan bergizi tinggi ketika dipadukan dengan daun kelor yang kaya nutrisi. Hasil olahan ini dikembangkan menjadi dua produk unggulan: Stik KUPIDOR yang gurih dan renyah, serta Cookies KUPIDOR dengan cita rasa manis sehat yang disukai semua kalangan.
Acara yang berlangsung di UMKM Si Bintang Buah ini diikuti oleh para pelaku UMKM pangan beserta anggotanya. Peserta dibekali berbagai keterampilan, mulai dari: Teknik pengolahan kulit pisang agar aman dikonsumsi, Formulasi Stik dan Cookies KUPIDOR yang sehat, renyah, dan bernilai jual, Strategi manajemen usaha dan pemasaran melalui media sosial serta kemasan menarik.

BANDARLAMPUNG
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Ade Maria Ulfa menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengurangi timbulan sampah di Kelurahan Pesawahan. Dengan pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga dapat mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, disentri, dan malaria.
Kegiatan ditutup dengan uji coba produk sabun disinfektan ECORIND, demonstrasi cara pemakaian yang tepat, serta diskusi terbuka mengenai strategi pemasaran, termasuk melalui platform digital agar produk dapat dikenal lebih luas.