Benarkah AI Berasal dari Matematika? Ini Penjelasannya di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan tersebut menghadirkan para profesor dan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk berbagi gagasan serta hasil kajian ilmiah.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norihan Md Arifin dari Universiti Putra Malaysia (UPM), pakar di bidang Numerical Method, dengan topik “From Equations to Intelligence: Mathematical Modeling and AI Competitions.” Dalam paparannya, Prof. Noribah menjelaskan bahwa pemodelan matematika memiliki peran penting sebagai jembatan antara persamaan matematis dan pengembangan kecerdasan buatan.

Ia menguraikan bagaimana model matematika digunakan untuk memahami, memprediksi, dan mengoptimalkan berbagai fenomena kehidupan nyata. Selain itu, Prof. Norihan juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, ketika persamaan matematis tidak dapat dirumuskan secara eksplisit, pendekatan berbasis data dapat digunakan untuk membangun model yang representatif.

Lebih lanjut, Prof. Norihan memperkenalkan model cerdas seperti Artificial Neural Network (ANN) yang mampu mempelajari pola-pola kompleks dari data. Menurutnya, penguatan literasi matematika menjadi fondasi penting dalam pengembangan AI, termasuk dalam berbagai kompetisi sains dan teknologi yang mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda.

Dalam pernyataannya, Prof. Norihan menegaskan bahwa kecerdasan buatan pada hakikatnya merupakan matematika yang mampu belajar dari data. “Dengan membekali pelajar pemahaman pemodelan matematika sejak dini, mereka tidak hanya mampu memahami kehidupan secara kuantitatif, tetapi juga siap menghadapi tantangan teknologi masa depan melalui pemikiran yang logis, analitis, dan inovatif,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan teknologi masa depan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan literasi numerasi dan integrasi matematika dengan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi pendidikan berdaya saing global.(fkr)


Editor: Fadly KR

Mengapa Data Tak Pernah Berbohong? Peran Statistika Dibahas di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum akademik ini menjadi wadah diskusi strategis dalam membahas peran pendidikan matematika dan statistika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professor Summit menghadirkan para profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi gagasan, riset, dan pemikiran keilmuan berbasis data.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Mustopa Usman dari Universitas Lampung (UNILA) dengan topik “Peran Statistika dalam Komunikasi Pemikiran Keilmuan.” Dalam paparannya, Prof. Mustopa menjelaskan bahwa statistika memiliki peran penting sebagai sarana berpikir ilmiah sekaligus alat utama dalam mengomunikasikan pemikiran keilmuan secara objektif dan sistematis.

Ia menguraikan bahwa statistika berfungsi untuk menjelaskan fenomena alam dan sosial melalui proses penalaran induktif yang meliputi pengumpulan data, pemodelan, pengujian hipotesis, hingga interpretasi hasil. Melalui pendekatan tersebut, data mentah dapat diolah menjadi informasi ilmiah yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Sebagai contoh penerapan, Prof. Mustopa memaparkan pemodelan migrasi penduduk di Indonesia menggunakan pendekatan proses stokastik dan Markov Chain. Model tersebut menunjukkan bagaimana pola perpindahan penduduk dapat dianalisis secara matematis sehingga menghasilkan gambaran yang lebih jelas dan terukur mengenai dinamika sosial kependudukan.

Dalam pernyataannya, Prof. Mustopa menegaskan bahwa statistika bukan sekadar alat hitung, melainkan merupakan bahasa ilmiah yang menjembatani data dan pemahaman keilmuan. “Melalui statistika, fenomena yang kompleks dapat dikomunikasikan secara objektif, terstruktur, dan dapat diuji. Hal ini sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan ilmiah serta pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis data,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian peserta karena menegaskan pentingnya literasi statistika dalam dunia akademik dan penelitian. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus berkomitmen mendorong diskusi ilmiah berkualitas dan memperkuat peran matematika serta statistika dalam mendukung pembangunan ilmu pengetahuan dan peningkatan numerasi nasional.(fkr)


Editor: Fadly KR

Dari Matematika ke Forensik, Cara Baru Mengungkap Identitas Manusia

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menghadirkan diskusi akademik berskala internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Salah satu materi yang dipaparkan dalam forum ilmiah tersebut adalah “Mathematical Modeling in the Field of Odontology Forensic Identification (Detro-Malay Sub-Race)” yang disampaikan oleh Prof. Sudradjat Supian dari Universitas Padjadjaran (UNPAD). Materi ini menyoroti peran strategis pemodelan matematika dalam pengembangan ilmu odontologi forensik, khususnya dalam proses identifikasi individu.

Dalam pemaparannya, Prof. Sudradjat menjelaskan penerapan pemodelan matematika pada rugae palatina (lipatan langit-langit mulut) sebagai identitas biometrik alternatif pada sub-ras Deutero-Melayu. Penelitian ini mengadaptasi formulasi matematis yang selama ini digunakan dalam sistem identifikasi sidik jari, kemudian diterapkan untuk menyusun parameter unik rugae palatina setiap individu.

Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa peluang kesamaan pola rugae palatina antarindividu sangat kecil, sehingga metode ini dinilai efektif dan memiliki tingkat akurasi tinggi. Pendekatan ini menjadi sangat relevan, terutama dalam konteks identifikasi korban bencana, ketika metode identifikasi primer seperti sidik jari atau data gigi mengalami keterbatasan.

Dalam pernyataan berita acara, para pemateri menegaskan bahwa rugae palatina memiliki potensi besar sebagai metode identifikasi forensik berbasis matematika yang akurat dan stabil. Metode ini dapat menjadi pelengkap yang kuat bagi teknik identifikasi forensik konvensional, sekaligus memperluas penerapan matematika dalam bidang kesehatan dan forensik.

Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis matematika yang aplikatif. Forum ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan riset dan solusi ilmiah terhadap tantangan global.(fkr)


Editor: Fadly KR

Rahasia Pembelajaran Efektif Matematika dan Sains Dibongkar di Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 kembali menghadirkan pemateri internasional. Salah satu materi disampaikan oleh Professor Ts. Dr. Mohd Rashid bin Abd Hamid dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMP), pakar di bidang Applied Mathematics, pada Rabu (7/1/2026) di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Dalam presentasinya yang berjudul “Multiple Intelligences: Transforming Statistical, Mathematics and Sciences Knowledge into Real World Breakthroughs”, Prof. Rashid memaparkan pentingnya penerapan Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang dikemukakan oleh Howard Gardner dalam dunia pendidikan, khususnya pada bidang matematika, statistika, dan sains.

Ia menjelaskan bahwa kecerdasan tidak bersifat tunggal, melainkan multidimensi. Teori tersebut mencakup kecerdasan linguistik, logis-matematis, visual-spasial, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, hingga naturalis. Menurutnya, pemahaman terhadap ragam kecerdasan ini menjadi kunci dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.

Prof. Rashid menekankan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan gaya belajar yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang selaras dengan kecerdasan dominan peserta didik akan membantu mereka memahami konsep-konsep sains dan matematika secara lebih mendalam dan aplikatif.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penerapan teori multiple intelligences mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia nyata. Melalui pendekatan ini, pembelajaran matematika dan sains tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta pemecahan masalah kontekstual.

“Penerapan teori multiple intelligences dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pendidikan dan membantu mentransformasikan pengetahuan matematika, statistika, dan sains menjadi solusi nyata bagi permasalahan di dunia nyata,” tegas Prof. Rashid.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian luas dari peserta karena menawarkan perspektif inovatif dalam pengembangan pendidikan matematika dan sains. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis riset dan praktik pembelajaran inovatif guna menjawab tantangan pendidikan di era global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Malahayati Yearfest 2026 Hadirkan Kompetisi SMA/MA/SMK, Pameran Prodi, dan UMKM

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas generasi muda melalui penyelenggaraan Malahayati Yearfest Competition 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 dan akan berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di lingkungan Universitas Malahayati.

Malahayati Yearfest Competition 2026 dirancang sebagai ajang perlombaan bergengsi bagi pelajar SMA/MA/SMK se-Provinsi Lampung, yang memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta kemampuan komunikasi dan seni. Selain berkompetisi, peserta juga berkesempatan mengenal lebih dekat dunia perkuliahan dan lingkungan akademik Universitas Malahayati.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan dalam Malahayati Yearfest Competition 2026 meliputi:

  • Solo Pop
  • Solo Dangdut
  • Baca Puisi
  • Speech
  • Story Telling
  • Video Promosi Universitas Malahayati

Selain kompetisi lomba, rangkaian kegiatan Malahayati Yearfest 2026 juga dimeriahkan dengan:

  • Bazar kuliner,
  • Pameran program studi, dan
  • Pameran produk UMKM.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan inspirasi bagi pelajar serta masyarakat umum.

Yang menjadi daya tarik utama Malahayati Yearfest Competition 2026 adalah hadiah istimewa berupa beasiswa pendidikan hingga 100 persen di Universitas Malahayati bagi para pemenang lomba. Beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi atas prestasi peserta sekaligus wujud nyata komitmen Universitas Malahayati dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang berprestasi dan berpotensi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati berharap dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, inovatif, dan berdaya saing, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan masyarakat.

Informasi lengkap mengenai pendaftaran, ketentuan lomba, persyaratan peserta, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme penilaian dapat diakses dengan memindai QR Code yang tersedia pada flayer resmi kegiatan. Panitia juga membuka layanan informasi melalui contact person Nurliyani, M.Kes di nomor +62 822-8295-9113.

Dengan cabang lomba yang variatif serta hadiah beasiswa 100 persen, Malahayati Yearfest Competition 2026 diharapkan menjadi salah satu ajang kompetisi pelajar paling diminati dan bergengsi di Provinsi Lampung.(fkr)

Editor: Fadly KR

Usai International Professors Summit, Universitas Malahayati Hadirkan Profesor Internasional ke 3 Sekolah Unggulan Di Bandar Lampung

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Setelah sukses menyelenggarakan International Professors Summit pada 7 Januari 2026 dengan tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, Universitas Malahayati melanjutkan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-32 melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Professors Go to School” pada Kamis, 8 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di tiga sekolah menengah atas di Kota Bandar Lampung, yakni SMAN 5 Bandar Lampung, SMAN 2 Bandar Lampung, dan SMAN 9 Bandar Lampung. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Malahayati dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sekaligus memperluas dampak International Professors Summit hingga ke tingkat sekolah.

Melalui kegiatan Professors Go to School, Universitas Malahayati menghadirkan para profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, statistika, optimasi, analisis numerik, dan sains terapan untuk memberikan sesi inspiratif dan edukatif kepada siswa. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan numerasi, motivasi belajar, serta pemahaman bahwa matematika memiliki peran penting dan aplikatif dalam kehidupan nyata.

Di SMA Negeri 5 Bandar Lampung, kegiatan diikuti oleh para siswa dengan menghadirkan profesor dari dalam dan luar negeri, di antaranya Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor di bidang Medical Mathematics serta Prof. Mohd Rashid Abd Hamid dari Universiti Malaysia Pahang (UMP) di bidang Applied Mathematics. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Malahayati, Nirwanto, S.Pd., M.Kes, sebagai bentuk dukungan pimpinan universitas terhadap penguatan literasi numerasi di tingkat sekolah. Sesi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab yang mendorong siswa lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan matematika.

Sementara itu, di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, kegiatan ini menghadirkan para profesor dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor yang membahas Medical Mathematics, Prof. Sudradjat Supian dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta Prof. Syamsuddin Toaha dari Universitas Hasanuddin di bidang Applied Mathematics. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dan Wakil Rektor III Universitas Malahayati, Dr. Eng Rina Febrina, S.T., M.T., sebagai bentuk komitmen pimpinan universitas dalam mendukung penguatan literasi numerasi di tingkat pendidikan menengah. Para narasumber menekankan pentingnya literasi numerasi, statistika, dan matematika terapan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun di SMAN 9 Bandar Lampung, para siswa mendapatkan materi dari Prof. Ismail Bin Mohd dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT) di bidang Global Optimization, Prof. Noribah Md Arifin dari Universiti Putra Malaysia (UPM) di bidang Numerical Method, serta Prof. Jumat Bin Sulaiman dari Universiti Malaysia Sabah (UMS) di bidang Numerical Analysis.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Dwi Marlina Syukri, S.Si., M.BSc., PhD, serta dihadiri oleh Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap penguatan literasi numerasi di lingkungan sekolah menengah. Para profesor menekankan bahwa matematika tidak hanya berkutat pada rumus, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, pengembangan teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta perwakilan pimpinan Universitas Malahayati. Selanjutnya, sesi inspiratif dan edukatif profesor berlangsung selama lebih dari satu jam, dilanjutkan dengan diskusi interaktif, refleksi, serta penyampaian pesan kunci tentang pentingnya numerasi bagi generasi muda.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, aktif bertanya, dan terlibat dalam diskusi. Selain menambah pemahaman konsep matematika, kegiatan ini juga memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta membuka wawasan tentang peluang studi dan kolaborasi internasional.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cenderamata dari Universitas Malahayati kepada pihak sekolah sebagai simbol kerja sama dan apresiasi, serta sesi foto bersama antara profesor, guru, panitia, dan siswa.

Melalui kegiatan Professors Go to School, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik di tingkat universitas, tetapi juga aktif berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin dalam mendukung penguatan literasi dan numerasi generasi muda Indonesia.(fkr)
Editor: Fadly KR

Bagaimana Model Matematika Membantu Dokter Mendeteksi Penyakit Jantung?

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 kembali menghadirkan pemateri internasional dengan kepakaran lintas disiplin. Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor, yang membahas peran medical mathematics dalam mendukung inovasi klinis, khususnya pada penilaian risiko Penyakit Jantung Koroner (Coronary Artery Disease/CAD).

Dalam paparannya, Prof. Norsarahaida menjelaskan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan baru yang lebih akurat, aman, dan efisien dalam proses diagnosis dan penilaian risiko penyakit jantung, mengingat metode konvensional memiliki keterbatasan, terutama karena bersifat invasif dan berisiko bagi pasien.

Ia memaparkan pengembangan kerangka matematis terintegrasi yang mengombinasikan pemodelan berbasis fisika menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan analitik data dan statistik. Pendekatan ini digunakan untuk menghitung Fractional Flow Reserve (FFR) secara non-invasif, sehingga mampu memberikan gambaran kondisi aliran darah koroner dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Menurut Prof. Norsarahaida, pendekatan hibrida yang menggabungkan model matematika berbasis fisika dengan metode data-driven memungkinkan prediksi risiko CAD yang lebih personal dan akurat. Hal ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinis secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien.

“Integrasi matematika, teknologi, dan ilmu medis merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan modern. Melalui pendekatan ini, deteksi dini dan penilaian risiko penyakit jantung dapat dilakukan secara lebih aman, presisi, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Materi ini juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin antara akademisi matematika, peneliti teknologi, dan praktisi medis dalam mengembangkan inovasi layanan kesehatan berbasis sains.

Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati terus mendorong penguatan riset interdisipliner dan kolaborasi internasional sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di tingkat global.(fkr)
Editor: Fadly KR

Matematika sebagai Fondasi AI, Prof. Noribah Md Arifin Sampaikan Gagasan di International Professor Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah berskala internasional melalui kegiatan International Professors Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professors Summit menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk berbagi gagasan, riset, serta solusi berbasis keilmuan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization, melalui makalah pidato pengukuhan berjudul “Kesayutan yang Tidak Tercapai, Mengembara di Kelajuan Cahaya.” Dalam paparannya, Prof. Ismail mengkaji secara mendalam keterbatasan pendekatan numerik dan komputasi dalam matematika, khususnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang bersifat kompleks dan mengandung ketidakpastian.

Ia menjelaskan berbagai konsep matematika seperti selang, graf, kecerunan, pencarian akar, hingga metode Newton, yang selama ini banyak digunakan dalam komputasi numerik. Namun demikian, menurutnya tidak semua solusi matematika dapat dicapai secara eksak melalui perhitungan komputer. Keterbatasan tersebut menjadi tantangan serius dalam penerapan matematika terapan di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Prof. Ismail memperkenalkan pengembangan aritmetik selang (interval arithmetic) sebagai pendekatan alternatif untuk mengendalikan ketidakpastian dan galat perhitungan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan batasan yang lebih aman terhadap kesalahan numerik serta menjamin keberadaan solusi dalam rentang tertentu, meskipun solusi eksak tidak dapat dicapai secara langsung.

Dalam pernyataannya, Prof. Ismail menegaskan bahwa kesadaran terhadap keterbatasan komputasi merupakan hal yang sangat penting dalam matematika terapan.
“Aritmetik selang menawarkan pendekatan yang lebih realistis dan aman dalam menyelesaikan persoalan numerik yang kompleks, sekaligus mendekatkan kita pada solusi yang sebenarnya,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan penerapannya dalam dunia nyata. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong diskusi akademik berkualitas serta berkontribusi aktif dalam upaya peningkatan literasi dan numerasi nasional melalui pendekatan ilmiah yang inovatif dan berkelanjutan.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Perkuat Karakter Religius Mahasiswa melalui Workshop PPAI Green Dormitory

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) melalui Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) Green Dormitory sukses menyelenggarakan Workshop PPAI sekaligus pendistribusian sertifikat pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Universitas Malahayati dalam memperkuat fondasi moral, etika, dan karakter religius mahasiswa sebagai bagian dari visi kampus berbasis etika religius.

Workshop PPAI dirancang sebagai program pembinaan komprehensif yang tidak hanya menitikberatkan pada aah, tetapi spek ritual ibadjuga pada pembentukan akhlak dan muamalah dalam kehidupan sehari-hari. Program ini mencakup materi thaharah, shalat, pengurusan jenazah, puasa, zakat, haji, tajwid dan tahsin Al-Qur’an, Baca Baca Qur’an (BBQ), serta praktik fiqih yang dilaksanakan secara terstruktur selama enam semester.

Turut dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes., Kepala Program Studi S1 Pendidikan Dokter Rakhmi Rafie, dr., M.Kes., Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom., pengelola Green Dormitory, para dosen pembina, serta mahasiswa peserta Program Pembinaan Agama Islam (PPAI).

Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang diwakili oleh Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan Program PPAI. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi profesional yang berkarakter religius dan berakhlak mulia sebagai bekal dalam pengabdian di masyarakat.

Ketua PPAI Universitas Malahayati, Ust. Muslih, S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program PPAI bertujuan membekali mahasiswa agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam secara nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai keislaman, menjaga akhlak mulia, serta memberi kontribusi positif baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Asrama Green Dormitory, Ust. Sutikno, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan tiga pesan penting kepada peserta. Pertama, kegiatan ini diharapkan tidak dimaknai secara simbolis semata, melainkan sebagai perjalanan pembentukan karakter religius. Kedua, Program PPAI yang diamanahkan kepada Green Dormitory menjadi sarana pembentukan lingkungan asrama yang religius sesuai dengan visi Universitas Malahayati. Ketiga, nilai-nilai PPAI diharapkan menjadi bekal mahasiswa di masa depan, khususnya dalam menempuh profesi sebagai dokter yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beretika religius.

Workshop PPAI menghadirkan narasumber Ust. Jefri Husanda, S.Pd.I., Gr., Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Lampung sekaligus pendiri Yayasan Bina Auladina Indonesia dan SMPIT Auladina Indonesia. Dalam pemaparannya bertema “Implementasi Etika Religius Mahasiswa (PPAI): Mewujudkan Karakter Islami di Tengah Masyarakat”, ia menekankan bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya dipersiapkan menjadi dokter profesional, tetapi juga sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Menurutnya, profesi dokter merupakan amanah dan ladang ibadah yang menuntut integrasi antara ilmu, iman, dan akhlak. Akhlak, empati, sikap santun, menjaga lisan, serta menjaga rahasia pasien menjadi terapi awal bagi pasien, disertai penguatan spiritual melalui doa dan Al-Qur’an. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan masyarakat, termasuk krisis akhlak, krisis empati, dan maraknya informasi hoaks.

Dampak positif Program PPAI Green Dormitory mulai dirasakan oleh masyarakat dan orang tua mahasiswa. Berdasarkan observasi dan umpan balik, mahasiswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih santun, ramah, serta lebih responsif dalam menjalankan ibadah setelah mengikuti program ini.

Universitas Malahayati berharap Program PPAI dapat terus berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lain dalam upaya kolektif mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkarakter religius dan berakhlak mulia.

Workshop PPAI Green Dormitory Universitas Malahayati menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius perlu diinternalisasikan melalui lingkungan hidup mahasiswa sehari-hari. Program PPAI yang terstruktur dan berkelanjutan ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam membentuk keseimbangan antara kecakapan akademik dan kematangan moral. Di tengah tantangan dunia modern dan profesional yang semakin kompleks, penguatan nilai etika religius menjadi fondasi penting agar mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan tanggung jawab sosial. Inisiatif Universitas Malahayati melalui PPAI Green Dormitory patut diapresiasi dan diharapkan mampu menjadi model pembinaan karakter mahasiswa yang relevan dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.(fkr)

Editor: Fadly KR

Manajemen Expo 2025 Day 1: Penguatan Career Path bagi Mahasiswa Program Studi Manajemen UNMAL

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati (UNMAL) Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja melalui kegiatan Manajemen Expo 2025 Day 1 yang dilaksanakan pada Senin (15/12/2025). Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah penguatan materi Career Path bagi mahasiswa.

Sesi Career Path menjadi fokus penting dalam Manajemen Expo 2025 Day 1 karena membahas secara langsung tantangan dunia kerja yang dihadapi mahasiswa setelah lulus, sekaligus strategi dalam membangun arah karier yang jelas, terencana, dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman awal dalam merancang masa depan profesional sesuai dengan potensi dan kebutuhan industri.

Materi Career Path disampaikan oleh Randi Arfanda Reza, S.Sos., S.E., M.B.A. dari BPJS Ketenagakerjaan. Dalam pemaparannya, ia mengangkat realita dunia kerja saat ini yang semakin kompetitif dan menuntut kesiapan kompetensi yang matang. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri bagi mahasiswa dengan mengenali potensi, minat, serta kemampuan sejak dini sebagai dasar dalam menentukan arah karier.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa penguasaan hard skill dan soft skill harus berjalan secara seimbang. Kemampuan komunikasi, problem solving, kreativitas, serta kecerdasan emosional menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Mahasiswa juga didorong untuk mengaitkan keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan industri serta perkembangan tren pekerjaan, khususnya yang relevan bagi Generasi Z.

Dalam sesi tersebut juga disampaikan pentingnya melakukan riset terhadap pilihan karier sebelum menentukan tujuan profesional. Mahasiswa diajak untuk memahami berbagai jalur karier yang tersedia, baik di sektor formal, informal, hybrid, hingga kewirausahaan dan pekerjaan berbasis digital. Beberapa pilihan karier yang diperkenalkan antara lain content creator, digital marketer, data analyst, software developer, UI/UX designer, freelancer, serta remote worker.

Melalui diskusi yang komunikatif dan aplikatif, narasumber turut membagikan pengalaman perjalanan karier, tahapan pengembangan diri, serta strategi membangun keterkaitan antara latar belakang pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kegiatan Career Path ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun tujuan karier secara lebih terarah, berani mengambil peluang, terus mengembangkan kompetensi, serta siap beradaptasi dengan perubahan. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati berharap penguatan Career Path ini dapat menjadi bekal nyata bagi mahasiswa dalam merancang masa depan karier yang berdaya saing dan berkelanjutan.

penguatan materi Career Path dalam Manajemen Expo 2025 Day 1 merupakan langkah strategis Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Melalui pembekalan wawasan karier sejak dini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami peluang kerja, tetapi juga didorong untuk membangun perencanaan karier yang matang, adaptif, dan berdaya saing. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan lulusan Universitas Malahayati sebagai sumber daya manusia yang profesional dan relevan dengan kebutuhan industri. (fkr)

Editor : Fadly KR