Mahasiswa Profesi Ners Universitas Malahayati Jalani Stase Keperawatan Dasar di RS Bintang Amin

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati (Unmal) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan akademiknya. Kali ini, mahasiswa memasuki Stase Keperawatan Dasar Profesi (KDP) yang berlangsung di Rumah Sakit Bintang Amin (RSBA) selama dua minggu, mulai 22 September hingga 5 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan profesi Ners, di mana mahasiswa dituntut untuk mengasah kemampuan dasar keperawatan melalui pengalaman praktik langsung di lapangan.

Dalam sambutannya, Aryanti Wardiyah, Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat menekankan pentingnya kreativitas dan berpikir kritis dalam menjalani stase ini. “Mahasiswa Profesi Ners harus mampu berinovasi serta mengasah daya analisis, khususnya dalam pemenuhan kompetensi pada ranah keperawatan dasar”.

“Hal ini sangat penting agar mereka dapat memberikan pelayanan terbaik di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RS Bintang Amin, dr. Rahmawati, MPH, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan stase mahasiswa Unmal. Ia menegaskan bahwa mahasiswa Profesi Ners harus selalu tampil profesional.

“Mahasiswa harus lebih cakap, rapi, dan responsif. Hal ini akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk terjun ke dunia kerja dan menghadapi dinamika pelayanan kesehatan,” katanya.

Sebelum memasuki stase, mahasiswa juga telah mendapat pengarahan dari Koordinator Stase KDP, Setiawati, Ns., M.Kep., Sp.Kep.Anak. Ia menekankan agar seluruh peserta mengikuti panduan yang sudah tertuang dalam buku kerja. “Selama praktik, mahasiswa diharapkan benar-benar memenuhi target capaian. Buku kerja sudah menjadi pedoman, sehingga tidak ada kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan,” pesannya.

Selain sebagai bentuk implementasi kurikulum akademik, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari kerja sama antara Program Studi Profesi Ners Universitas Malahayati dengan RS Bintang Amin. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berkualitas bagi mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi Lepas 1.420 Mahasiswa KKL-PPM 2025 ke Tanggamus

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH., MH, secara resmi melepas keberangkatan 1.420 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKL-PPM) Tahun 2025. Seremoni pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat di pelataran Gedung Rektorat Universitas Malahayati pada Rabu, 30 Juli 2025.

 

Selama 40 hari ke depan, para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat, tepatnya di 5 kecamatan dan 70 pekon (desa) yang tersebar di wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi civitas akademika Universitas Malahayati dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di desa-desa yang membutuhkan sentuhan inovasi, edukasi, dan penguatan kapasitas masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Rektor Dr. Muhammad Kadafi menyampaikan bahwa KKL-PPM bukan sekadar program rutin akademik, melainkan bentuk nyata pengabdian dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap selama berada di lapangan.

“KKL-PPM adalah ladang praktik bagi ilmu yang kalian peroleh di bangku kuliah. Jaga attitude, berbudaya di mana pun kalian berada, dan beradaptasilah dengan masyarakat. Jadikan ini sebagai momentum pembelajaran sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Tanggamus,” tegas Rektor.

Lebih lanjut, Rektor juga berpesan kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar senantiasa mendampingi dan membimbing mahasiswa dengan optimal. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga membawa manfaat yang luas bagi semua pihak yang terlibat.

“Saya titip kepada para DPL untuk terus mengawal mahasiswa. Semoga KKL-PPM ini menjadi berkah untuk kita semua, mempererat hubungan kampus dengan masyarakat, dan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi mahasiswa,” tandasnya.

Program KKL-PPM tahun ini mengangkat tema besar “Gerakan Kampus Berdampak pada Penanganan Stunting Tanggamus 2025”. Mahasiswa dari berbagai program studi akan melaksanakan berbagai kegiatan edukatif, promotif, dan preventif sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Mulai dari penyuluhan kesehatan, penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan ibu dan anak, hingga pelatihan manajemen organisasi desa.

Keberangkatan serentak ini juga menjadi simbol semangat kolaborasi lintas sektor yang terus dibangun Universitas Malahayati. Dengan semangat “mengabdi dan berdampak,” para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mampu menyatu dengan masyarakat dan memberikan kontribusi yang relevan, solutif, dan berkelanjutan.

Selamat bertugas para mahasiswa KKL-PPM 2025. Bawa nama baik almamater, berikan yang terbaik untuk masyarakat, dan jadikan pengabdian ini sebagai pijakan awal menjadi insan profesional yang berintegritas. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Universitas Malahayati Gelar Sosialisasi KKL-PPM 2025: Angkat Tema “Gerakan Kampus Berdampak pada Penanganan Stunting Tanggamus 2025”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati menggelar kegiatan Sosialisasi Kuliah Kerja Lapangan – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Tahun 2025 dengan mengangkat tema “Gerakan Kampus Berdampak pada Penanganan Stunting Tanggamus 2025”. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di Graha Bintang Universitas Malahayati.

Sosialisasi ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan para mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Tanggamus, dalam upaya mendukung program nasional penurunan angka stunting. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I, II, III, dan IV, seluruh kepala lembaga, ketua program studi, serta para dosen pembimbing lapangan (DPL). Kegiatan KKL-PPM ini sendiri berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati.

Hadir sebagai tamu undangan penting dalam sosialisasi ini antara lain: Ir. Doni Sengaji Berisang, S.T., M.M (Kepala Bapperida Kabupaten Tanggamus), Soetriningsih, S.Sos., M.Si (Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung), Ani Fatimah Isfarjanti, S.Si., Apt., M.H (Kepala Balai Besar POM Lampung), M. Nuh (Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Lampung), Faradillah, S.E., M.M (Account Representative BPJS Ketenagakerjaan), IPTU Wahyu Nata (Perwakilan Polsek Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus).

Acara ini juga menghadirkan lima narasumber utama yang memberikan pemahaman strategis kepada mahasiswa mengenai isu-isu utama di lokasi pengabdian. Diskusi dipandu secara menarik oleh Satria Wijaya, M.Pd, dosen Bahasa Indonesia Universitas Malahayati.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, selaku Wakil Rektor I Universitas Malahayati, menyampaikan bahwa kegiatan KKL-PPM bukan hanya bentuk kewajiban akademik, namun juga manifestasi nyata tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

“Mahasiswa Universitas Malahayati harus mampu hadir sebagai agen perubahan. Melalui program ini, kalian tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga turut memberikan dampak, khususnya dalam isu stunting yang menjadi perhatian nasional. Manfaatkan kesempatan ini untuk melatih kepekaan sosial dan kolaboratif di tengah masyarakat,” ujar Prof. Dessy dalam arahannya.

Ketua Pelaksana KKL-PPM 2025, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 1.420 mahasiswa akan diterjunkan ke 5 kecamatan dan 70 pekon (desa) yang tersebar di Kabupaten Tanggamus.

“KKL-PPM adalah bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. Ini bukan sekadar program akademik, tetapi bentuk kolaborasi nyata antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan desa,” ungkap Eka.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, khususnya Bupati Tanggamus yang telah membuka pintu selebar-lebarnya bagi mahasiswa Universitas Malahayati. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh narasumber dari Bapperida, BKKBN, BPOM, BPJS, hingga perwakilan Polsek Cukuh Balak yang telah memberikan arahan, gambaran, dan kesiapan kolaboratif di lapangan.

Selama menjalankan program KKL-PPM, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program kerja terstruktur yang telah disusun bersama dosen pembimbing lahan (DPL), mulai dari edukasi gizi dan kesehatan ibu-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, pelatihan sanitasi, hingga pendampingan administrasi desa dan sosial budaya masyarakat.

“Kami sadar bahwa kegiatan ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu, kami sangat mengharapkan bimbingan, arahan, dan partisipasi dari kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga pekon agar program ini dapat berjalan sukses dan memberi manfaat jangka panjang,” lanjut Eka.

Mahasiswa diharapkan mampu menjadikan setiap interaksi dan kontribusi di masyarakat sebagai laboratorium pembelajaran yang sesungguhnya—di mana teori bertemu realita, dan ilmu menjadi solusi.

Sosialisasi ini menjadi tonggak awal dari komitmen Universitas Malahayati dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui tema besar “Gerakan Kampus Berdampak”, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Universitas Malahayati percaya bahwa gerakan kecil dari kampus dapat membawa dampak besar di tengah masyarakat.