Adu Vokal Pelajar Se-Lampung di Lomba Solo Pop Song Malahayati Yearfest 2026

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-32, Universitas Malahayati kembali menggelar Malahayati Yearfest Competition 2026. Salah satu cabang lomba yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, adalah lomba Solo Pop Song yang berlangsung di lingkungan Universitas Malahayati.

Lomba Solo Pop Song ini diikuti oleh 41 peserta yang berasal dari pelajar SMA/MA/SMK se-Provinsi Lampung. Para peserta menampilkan kemampuan vokal terbaik mereka dengan membawakan berbagai lagu pop nasional, menunjukkan keberanian, ekspresi, serta teknik bernyanyi di hadapan dewan juri dan penonton.

Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas, bakat, dan potensi generasi muda, sekaligus sarana untuk memperkenalkan lingkungan akademik Universitas Malahayati kepada masyarakat luas. Melalui Malahayati Yearfest Competition 2026, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenal dunia perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, lomba Solo Pop Song dinilai oleh Ahmad Iqbal, S.S. sebagai Juri I dan Yoan Ristama, S.Sn., M.Sn. sebagai Juri II. Penilaian dilakukan secara objektif dengan memperhatikan kualitas vokal, penguasaan lagu, intonasi, ekspresi, serta penampilan peserta di atas panggung.

Selain perlombaan, Malahayati Yearfest Competition 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti bazar kuliner, pameran program studi, serta partisipasi UMKM. Rangkaian kegiatan tersebut menciptakan suasana festival edukatif yang terbuka bagi pelajar, civitas akademika, dan masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan soft skill generasi muda, khususnya di bidang seni dan kreativitas, serta mempererat hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Lomba Solo Pop Song dalam Malahayati Yearfest Competition 2026 menunjukkan bahwa pengembangan potensi pelajar tidak hanya terfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada bakat seni dan keberanian berekspresi. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai sekolah di Provinsi Lampung menjadi bukti bahwa ruang kompetisi seni masih sangat dibutuhkan oleh generasi muda. Kegiatan ini layak untuk terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan bakat sekaligus ajang promosi dunia pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan inspiratif.(fkr)


Editor: Fadly KR

Pelajar Se-Lampung Unjuk Kemampuan Story Telling dan Speech di Malahayati Yearfest Competition 2026

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-32, Universitas Malahayati menyelenggarakan Malahayati Yearfest Competition 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di lingkungan Universitas Malahayati. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMA/MA/SMK se-Provinsi Lampung dan menjadi ajang pengembangan kreativitas, bakat, serta potensi generasi muda.

Malahayati Yearfest Competition 2026 dirancang sebagai wadah kompetisi sekaligus sarana pengenalan lingkungan akademik Universitas Malahayati kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenal dunia perguruan tinggi serta berbagai program studi yang tersedia.

Pada pelaksanaannya, rangkaian kegiatan diisi dengan lomba Story Telling dan Speech yang berlangsung dengan antusias. Lomba Story Telling diikuti oleh 16 peserta, sementara lomba Speech diikuti oleh 18 peserta dari berbagai sekolah di Provinsi Lampung. Para peserta menampilkan kemampuan berbahasa, kepercayaan diri, serta keterampilan komunikasi di hadapan dewan juri.

Lomba Story Telling dinilai oleh Syafik Arisandi, S.S., M.Kes. sebagai Juri I dan Arif Setiajaya, S.T., M.Si. sebagai Juri II. Sementara itu, lomba Speech juga menghadirkan Hariyanto M.Pd sebagai Juri I dan Muhammad Irfan Pratama, S.E., M.M. sebagai Juri II. Penilaian dilakukan secara objektif dengan memperhatikan penguasaan materi, pelafalan, intonasi, ekspresi, serta kepercayaan diri peserta.

Selain perlombaan, Malahayati Yearfest Competition 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti bazar kuliner, pameran program studi, serta partisipasi UMKM. Rangkaian kegiatan ini menciptakan suasana festival edukatif yang terbuka dan inklusif bagi pelajar, civitas akademika, maupun masyarakat umum.

Melalui penyelenggaraan Malahayati Yearfest Competition 2026, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan soft skill generasi muda, khususnya dalam bidang komunikasi, kreativitas, dan keberanian tampil di ruang publik. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi, sekaligus menginspirasi pelajar untuk terus berprestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(fkr)

Editor: Fadly KR

Fakultas Hukum Meriahkan Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 Melalui Bazar dan Layanan Konsultasi Hukum

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32, Fakultas Hukum turut berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan yang digelar di lingkungan Universitas Malahayati pada 19–23 Januari 2026. Salah satu bentuk partisipasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan bazar Fakultas Hukum yang berlokasi di area belakang pelataran parkir kampus.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Malahayati yang ke-10. Bazar berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari civitas akademika, menciptakan suasana yang hangat, interaktif, serta menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian perayaan Dies Natalis universitas.

Adapun rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 meliputi Malahayati Yearfest Competition, Bazar Kuliner, Pameran Program Studi, serta UMKM yang melibatkan berbagai fakultas dan unit di lingkungan kampus.

Dalam pelaksanaannya, bazar Fakultas Hukum menghadirkan tiga stan mahasiswa dan satu stan Program Studi Ilmu Hukum. Sebanyak 15 kelompok mahasiswa dengan total 75 mahasiswa berpartisipasi aktif dengan menyajikan sekitar 30 produk inovatif berupa makanan dan minuman. Ragam kuliner tradisional hingga modern berhasil menarik minat para pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Selain kegiatan kewirausahaan, Fakultas Hukum juga membuka satu stan Konsultasi Hukum Gratis yang dilaksanakan pada 22–24 Januari 2026. Layanan ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi keilmuan hukum yang dimiliki oleh sivitas akademika Fakultas Hukum.

Acara pembukaan bazar dihadiri oleh Ketua Program Studi Ilmu Hukum Dr. Rissa Afni Martinouva, S.H., jajaran dosen Fakultas Hukum, serta mahasiswa angkatan 2023 yang tengah menempuh mata kuliah kewirausahaan berbasis Outcome Based Education (OBE).

Dekan Fakultas Hukum Universitas Malahayati, Aditia Arief Firmanto, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa bazar ini merupakan bentuk implementasi visi dan misi Fakultas Hukum di bidang Hukum Bisnis dan Kewirausahaan, sekaligus bagian dari pembelajaran berbasis OBE yang bertujuan membekali mahasiswa sebelum terjun ke dunia usaha berbasis keilmuan hukum bisnis.

Para pengunjung menyambut positif kegiatan ini dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Kegiatan bazar Fakultas Hukum ini juga mendapat tanggapan positif dari pimpinan Universitas Malahayati sebagai bagian dari penguatan kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan soft skill mahasiswa.

Partisipasi Fakultas Hukum dalam rangkaian Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui kegiatan bazar dan layanan konsultasi hukum gratis, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk berwirausaha, tetapi juga diajak memahami peran hukum dalam dunia bisnis dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan semacam ini patut dipertahankan dan dikembangkan sebagai sarana pembentukan lulusan yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing.(fkr)

Editor : Fadly KR

Mahasiswa UNMAL Ukir Prestasi di Kejuaraan Beladiri Bandar Lampung

Bandarlampung (malahayati.ac.id) – Mahasiswa Universitas Malahayati (UNMAL) kembali menunjukkan prestasi membanggakan di bidang olahraga beladiri. Sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi berhasil meraih gelar juara dalam ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 yang diselenggarakan oleh Wali Kota Bandar Lampung pada 27–28 Desember 2025 dan 24–31 Desember 2025.

Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Dimas Baskoro (NPM 24410040), berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Judo kelas -73 kg, Juara 2 Combat Sambo kelas -71 kg, serta Juara 1 Sport Sambo kelas -71 kg. Dimas menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi batu loncatan penting dalam mengawali kariernya sebagai atlet beladiri.

“Pertandingan ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi saya untuk terus berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya. Ia juga menuturkan bahwa kecintaannya terhadap olahraga beladiri, khususnya Judo, dilandasi oleh filosofi olahraga tersebut yang mampu membentuk karakter, mental, dan kedisiplinan diri.

Prestasi membanggakan juga diraih oleh Ahmad Sempoerna Jaya (NPM 25410001), mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang berdasarkan sertifikat resmi PORKOT 2025 berhasil meraih medali emas cabang Judo kelas -66 kg, medali emas Sport Sambo kelas -64 kg, serta medali perak Combat Sambo kelas -64 kg. Sertifikat penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung sebagai bentuk pengakuan resmi atas capaian prestasi atlet.

Menurut Ahmad, kejuaraan ini menjadi pacuan semangat untuk terus berkembang sebagai judoka yang disiplin dan berani.
“Hasil dari keringat dan disiplin yang keras tidak akan mengkhianati hasil. Teruslah berlatih,” pesannya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Manajemen, Awalul Fawaidh (NPM 23220566), turut mengharumkan nama Universitas Malahayati dengan meraih Juara 1 kategori Combat kelas -64 kg dalam kejuaraan yang berlangsung pada 24–31 Desember 2025 di PKOR Way Halim. Ia mengungkapkan bahwa ajang tersebut merupakan pengalaman pertarungan pertamanya dengan aturan (rules) combat.

“Jangan pernah menyerah,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Prestasi yang diraih para mahasiswa ini semakin menegaskan komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Tidak hanya unggul di bidang akademik, Universitas Malahayati juga terus mendorong prestasi non-akademik sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa yang berdaya saing dan bermental juara.(fkr)

Editor: Fadly KR

Menuju Tata Kelola Keuangan Publik yang Lebih Baik, Prodi Akuntansi UNMAL Jalin PKS dengan Pemkab Pesisir Barat

Pesisirbarat (malahayati.ac.id): Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati (UNMAL) melaksanakan kunjungan resmi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (15/1/2026), pukul 10.00 WIB. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penjajakan dan penguatan Program Kerja Sama (PKS) antara dunia akademik dan pemerintah daerah.

Rombongan Program Studi Akuntansi dipimpin oleh Ketua Program Studi, Muhammad Luthfi, S.E., didampingi Sekretaris Program Studi, Apip Alansori, S.E., M.Ak., CAPM. Kehadiran rombongan disambut secara resmi oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Barat, Ariswandi, S.Sos., M.P., beserta jajaran di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana kerja sama strategis yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa poin yang menjadi fokus pembahasan antara lain peluang magang mahasiswa, program praktisi mengajar, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi kajian dan pendampingan di bidang akuntansi dan tata kelola keuangan sektor publik.

Ketua Program Studi Akuntansi, Muhammad Luthfi, S.E., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis di lingkungan pemerintahan, sekaligus mendorong kontribusi keilmuan akuntansi dalam mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Barat, Ariswandi, S.Sos., M.P., menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang ditawarkan. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, khususnya dalam peningkatan kualitas pengelolaan administrasi dan keuangan di lingkungan pemerintah daerah.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan diskusi lanjutan serta komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam waktu dekat.

Kerja sama antara Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan nyata sektor publik. Sinergi semacam ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga berpotensi menjadi solusi konkret bagi peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah. Jika direalisasikan secara berkelanjutan, kolaborasi ini dapat menjadi model kemitraan yang saling menguntungkan antara kampus dan pemerintah daerah di Provinsi Lampung.(fkr)

Editor: Fadly KR

Mahasiswa Ilmu Hukum UNMAL Buktikan Prestasi Lewat Dua Kejuaraan Beladiri 2025

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Malahayati (UNMAL) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga beladiri. Galan Prasojo (NPM 25610091) berhasil meraih dua gelar juara dalam ajang Muaythai Fight Arena dan Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 yang berlangsung pada akhir Desember 2025.

Pada cabang olahraga Muaythai, Galan Prasojo sukses meraih Juara 1 kelas 48 Kg kategori Amatir dalam event Muaythai Fight Arena Vol. 2 yang diselenggarakan oleh Gajah Lampung Fight Camp pada 27–28 Desember 2025.

Sementara itu, pada ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025, Galan Prasojo kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih medali emas cabang olahraga Kick Boxing kelas 51 Kg Full Contact kategori Senior. Kegiatan PORKOT ini diselenggarakan oleh Wali Kota Bandar Lampung bekerja sama dengan KONI Lampung, serta induk organisasi olahraga terkait, dan berlangsung pada 24–31 Desember 2025.

Prestasi yang diraih tersebut menjadi bukti konsistensi, disiplin, dan totalitas Galan Prasojo dalam menekuni dunia olahraga beladiri. Ia menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi pemacu semangat untuk terus berkembang dan menargetkan prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berproses dan mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi dalam bidang olahraga,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar senantiasa menjaga konsistensi dalam kondisi apa pun. Menurutnya, keberhasilan sangat ditentukan oleh sikap disiplin, konsisten, dan totalitas dalam menjalani proses latihan dan perjuangan.

Ketertarikan Galan Prasojo terhadap dunia olahraga menjadi alasan utama dirinya menekuni cabang beladiri Muaythai dan Kick Boxing. Melalui olahraga, ia tidak hanya menyalurkan bakat, tetapi juga membentuk karakter, mental, serta daya juang yang kuat.

Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Malahayati mampu menyeimbangkan antara akademik dan non-akademik. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi serta membawa nama Universitas Malahayati ke tingkat yang lebih tinggi.(fkr)

Editor: Fadly KR

Matematika di Balik Jaringan Modern, Dibahas di Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menyelenggarakan forum ilmiah bertaraf internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengangkat tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan pakar matematika nasional maupun internasional untuk mendiskusikan peran penting matematika dalam menjawab tantangan numerasi serta penerapannya dalam berbagai persoalan nyata, termasuk pengembangan infrastruktur dan sistem jaringan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Wamiliana dari Universitas Lampung (UNILA), pakar di bidang Optimization, dengan topik “The Constrained Spanning Tree Problem: Balancing Cost and Constraints.” Dalam paparannya, Prof. Wamiliana membahas pengembangan konsep Minimum Spanning Tree (MST) dalam teori graf dengan memasukkan berbagai kendala nyata yang sering ditemui dalam perencanaan jaringan.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik, desain jaringan tidak hanya mempertimbangkan biaya minimum, tetapi juga harus memperhitungkan berbagai batasan seperti derajat simpul, diameter jaringan, keterbatasan anggaran, hingga periode waktu pembangunan. Beberapa varian penting yang dibahas antara lain Constrained MST, Degree-Constrained MST, Multi-Period Degree-Constrained MST, serta Minimum Routing Cost Spanning Tree, yang banyak diaplikasikan dalam bidang telekomunikasi, transportasi, dan pembangunan infrastruktur.

Lebih lanjut, Prof. Wamiliana menyoroti tantangan komputasi dari permasalahan tersebut yang bersifat NP-hard, sehingga tidak selalu dapat diselesaikan secara eksak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan solusi alternatif melalui algoritma aproksimasi, metode heuristik, serta pemrograman integer untuk memperoleh solusi yang efisien dan mendekati optimal.

Dalam pernyataannya, Prof. Wamiliana menegaskan bahwa permasalahan jaringan di dunia nyata tidak cukup diselesaikan dengan optimasi biaya semata. “Pendekatan matematika dan algoritma optimasi modern memungkinkan kita memodelkan berbagai kendala secara sistematis, sehingga solusi yang dihasilkan lebih realistis, efisien, dan aplikatif untuk pembangunan infrastruktur berskala besar,” ujarnya.

Pemaparan ini mendapat perhatian peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam perencanaan dan pengembangan sistem jaringan modern. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus menegaskan komitmennya dalam mendorong diskusi akademik berkualitas serta memperkuat peran matematika sebagai fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

(fkr)
Editor: Fadly KR

Mengapa Aljabar Linear Jadi Kunci Pemecahan Masalah Dunia Nyata? Ini Jawabannya di Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali memperkuat perannya sebagai pusat diskusi akademik internasional melalui penyelenggaraan International Professor Summit yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ilmiah ini menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk membahas peran strategis pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi, khususnya melalui penguatan pemahaman konseptual dan penerapan matematika dalam permasalahan dunia nyata.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Jumat Bin Sulaiman dari Universiti Malaysia Sabah (UMS), pakar di bidang Numerical Analysis, dengan topik “From Linear Algebra to Optimization: Reconnecting Linear Solvers with Real-World Problems.” Dalam paparannya, Prof. Jumat mengulas keterkaitan erat antara aljabar linear, sistem persamaan linear, dan penerapannya dalam berbagai permasalahan optimasi serta komputasi di dunia nyata.

Ia menjelaskan sejumlah metode numerik yang banyak digunakan dalam penyelesaian masalah nilai batas, pemrosesan citra, hingga optimasi skala besar, seperti finite difference, full-sweep, half-sweep, dan quarter-sweep. Selain itu, Prof. Jumat juga memaparkan hasil berbagai penelitian terapan yang menunjukkan bahwa metode iteratif dan pemodelan matematis mampu meningkatkan efisiensi komputasi sekaligus kualitas solusi pada bidang teknik, ekonomi, dan sains terapan.

Dalam pernyataannya, Prof. Jumat menegaskan bahwa penguasaan konsep dasar aljabar linear merupakan fondasi penting dalam menyelesaikan persoalan optimasi modern. Integrasi antara metode matematis klasik dan pendekatan komputasi yang efisien dinilai mampu menghasilkan solusi yang lebih cepat, akurat, dan berdampak langsung pada pengembangan teknologi serta pengambilan keputusan berbasis data.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena relevansinya dengan kebutuhan dunia industri dan pengembangan riset terapan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus mendorong penguatan literasi numerasi dan pengembangan ilmu matematika yang aplikatif sebagai kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global di bidang pendidikan dan teknologi.(fkr)


Editor: Fadly KR

Benarkah AI Berasal dari Matematika? Ini Penjelasannya di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan tersebut menghadirkan para profesor dan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk berbagi gagasan serta hasil kajian ilmiah.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norihan Md Arifin dari Universiti Putra Malaysia (UPM), pakar di bidang Numerical Method, dengan topik “From Equations to Intelligence: Mathematical Modeling and AI Competitions.” Dalam paparannya, Prof. Noribah menjelaskan bahwa pemodelan matematika memiliki peran penting sebagai jembatan antara persamaan matematis dan pengembangan kecerdasan buatan.

Ia menguraikan bagaimana model matematika digunakan untuk memahami, memprediksi, dan mengoptimalkan berbagai fenomena kehidupan nyata. Selain itu, Prof. Norihan juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, ketika persamaan matematis tidak dapat dirumuskan secara eksplisit, pendekatan berbasis data dapat digunakan untuk membangun model yang representatif.

Lebih lanjut, Prof. Norihan memperkenalkan model cerdas seperti Artificial Neural Network (ANN) yang mampu mempelajari pola-pola kompleks dari data. Menurutnya, penguatan literasi matematika menjadi fondasi penting dalam pengembangan AI, termasuk dalam berbagai kompetisi sains dan teknologi yang mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda.

Dalam pernyataannya, Prof. Norihan menegaskan bahwa kecerdasan buatan pada hakikatnya merupakan matematika yang mampu belajar dari data. “Dengan membekali pelajar pemahaman pemodelan matematika sejak dini, mereka tidak hanya mampu memahami kehidupan secara kuantitatif, tetapi juga siap menghadapi tantangan teknologi masa depan melalui pemikiran yang logis, analitis, dan inovatif,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan teknologi masa depan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan literasi numerasi dan integrasi matematika dengan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi pendidikan berdaya saing global.(fkr)


Editor: Fadly KR

Mengapa Data Tak Pernah Berbohong? Peran Statistika Dibahas di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum akademik ini menjadi wadah diskusi strategis dalam membahas peran pendidikan matematika dan statistika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professor Summit menghadirkan para profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi gagasan, riset, dan pemikiran keilmuan berbasis data.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Mustopa Usman dari Universitas Lampung (UNILA) dengan topik “Peran Statistika dalam Komunikasi Pemikiran Keilmuan.” Dalam paparannya, Prof. Mustopa menjelaskan bahwa statistika memiliki peran penting sebagai sarana berpikir ilmiah sekaligus alat utama dalam mengomunikasikan pemikiran keilmuan secara objektif dan sistematis.

Ia menguraikan bahwa statistika berfungsi untuk menjelaskan fenomena alam dan sosial melalui proses penalaran induktif yang meliputi pengumpulan data, pemodelan, pengujian hipotesis, hingga interpretasi hasil. Melalui pendekatan tersebut, data mentah dapat diolah menjadi informasi ilmiah yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Sebagai contoh penerapan, Prof. Mustopa memaparkan pemodelan migrasi penduduk di Indonesia menggunakan pendekatan proses stokastik dan Markov Chain. Model tersebut menunjukkan bagaimana pola perpindahan penduduk dapat dianalisis secara matematis sehingga menghasilkan gambaran yang lebih jelas dan terukur mengenai dinamika sosial kependudukan.

Dalam pernyataannya, Prof. Mustopa menegaskan bahwa statistika bukan sekadar alat hitung, melainkan merupakan bahasa ilmiah yang menjembatani data dan pemahaman keilmuan. “Melalui statistika, fenomena yang kompleks dapat dikomunikasikan secara objektif, terstruktur, dan dapat diuji. Hal ini sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan ilmiah serta pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis data,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian peserta karena menegaskan pentingnya literasi statistika dalam dunia akademik dan penelitian. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus berkomitmen mendorong diskusi ilmiah berkualitas dan memperkuat peran matematika serta statistika dalam mendukung pembangunan ilmu pengetahuan dan peningkatan numerasi nasional.(fkr)


Editor: Fadly KR