Adu Vokal Pelajar Se-Lampung di Lomba Solo Pop Song Malahayati Yearfest 2026

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-32, Universitas Malahayati kembali menggelar Malahayati Yearfest Competition 2026. Salah satu cabang lomba yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, adalah lomba Solo Pop Song yang berlangsung di lingkungan Universitas Malahayati.
Lomba Solo Pop Song ini diikuti oleh 41 peserta yang berasal dari pelajar SMA/MA/SMK se-Provinsi Lampung. Para peserta menampilkan kemampuan vokal terbaik mereka dengan membawakan berbagai lagu pop nasional, menunjukkan keberanian, ekspresi, serta teknik bernyanyi di hadapan dewan juri dan penonton.

Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas, bakat, dan potensi generasi muda, sekaligus sarana untuk memperkenalkan lingkungan akademik Universitas Malahayati kepada masyarakat luas. Melalui Malahayati Yearfest Competition 2026, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenal dunia perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, lomba Solo Pop Song dinilai oleh Ahmad Iqbal, S.S. sebagai Juri I dan Yoan Ristama, S.Sn., M.Sn. sebagai Juri II. Penilaian dilakukan secara objektif dengan memperhatikan kualitas vokal, penguasaan lagu, intonasi, ekspresi, serta penampilan peserta di atas panggung.
Selain perlombaan, Malahayati Yearfest Competition 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti bazar kuliner, pameran program studi, serta partisipasi UMKM. Rangkaian kegiatan tersebut menciptakan suasana festival edukatif yang terbuka bagi pelajar, civitas akademika, dan masyarakat umum.
Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan soft skill generasi muda, khususnya di bidang seni dan kreativitas, serta mempererat hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi.
Lomba Solo Pop Song dalam Malahayati Yearfest Competition 2026 menunjukkan bahwa pengembangan potensi pelajar tidak hanya terfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada bakat seni dan keberanian berekspresi. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai sekolah di Provinsi Lampung menjadi bukti bahwa ruang kompetisi seni masih sangat dibutuhkan oleh generasi muda. Kegiatan ini layak untuk terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan bakat sekaligus ajang promosi dunia pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan inspiratif.(fkr)
Editor: Fadly KR























