Dari Matematika ke Forensik, Cara Baru Mengungkap Identitas Manusia

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menghadirkan diskusi akademik berskala internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Salah satu materi yang dipaparkan dalam forum ilmiah tersebut adalah “Mathematical Modeling in the Field of Odontology Forensic Identification (Detro-Malay Sub-Race)” yang disampaikan oleh Prof. Sudradjat Supian dari Universitas Padjadjaran (UNPAD). Materi ini menyoroti peran strategis pemodelan matematika dalam pengembangan ilmu odontologi forensik, khususnya dalam proses identifikasi individu.

Dalam pemaparannya, Prof. Sudradjat menjelaskan penerapan pemodelan matematika pada rugae palatina (lipatan langit-langit mulut) sebagai identitas biometrik alternatif pada sub-ras Deutero-Melayu. Penelitian ini mengadaptasi formulasi matematis yang selama ini digunakan dalam sistem identifikasi sidik jari, kemudian diterapkan untuk menyusun parameter unik rugae palatina setiap individu.

Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa peluang kesamaan pola rugae palatina antarindividu sangat kecil, sehingga metode ini dinilai efektif dan memiliki tingkat akurasi tinggi. Pendekatan ini menjadi sangat relevan, terutama dalam konteks identifikasi korban bencana, ketika metode identifikasi primer seperti sidik jari atau data gigi mengalami keterbatasan.

Dalam pernyataan berita acara, para pemateri menegaskan bahwa rugae palatina memiliki potensi besar sebagai metode identifikasi forensik berbasis matematika yang akurat dan stabil. Metode ini dapat menjadi pelengkap yang kuat bagi teknik identifikasi forensik konvensional, sekaligus memperluas penerapan matematika dalam bidang kesehatan dan forensik.

Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis matematika yang aplikatif. Forum ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan riset dan solusi ilmiah terhadap tantangan global.(fkr)


Editor: Fadly KR

Rahasia Pembelajaran Efektif Matematika dan Sains Dibongkar di Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 kembali menghadirkan pemateri internasional. Salah satu materi disampaikan oleh Professor Ts. Dr. Mohd Rashid bin Abd Hamid dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMP), pakar di bidang Applied Mathematics, pada Rabu (7/1/2026) di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Dalam presentasinya yang berjudul “Multiple Intelligences: Transforming Statistical, Mathematics and Sciences Knowledge into Real World Breakthroughs”, Prof. Rashid memaparkan pentingnya penerapan Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang dikemukakan oleh Howard Gardner dalam dunia pendidikan, khususnya pada bidang matematika, statistika, dan sains.

Ia menjelaskan bahwa kecerdasan tidak bersifat tunggal, melainkan multidimensi. Teori tersebut mencakup kecerdasan linguistik, logis-matematis, visual-spasial, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, hingga naturalis. Menurutnya, pemahaman terhadap ragam kecerdasan ini menjadi kunci dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.

Prof. Rashid menekankan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan gaya belajar yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang selaras dengan kecerdasan dominan peserta didik akan membantu mereka memahami konsep-konsep sains dan matematika secara lebih mendalam dan aplikatif.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penerapan teori multiple intelligences mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia nyata. Melalui pendekatan ini, pembelajaran matematika dan sains tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta pemecahan masalah kontekstual.

“Penerapan teori multiple intelligences dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pendidikan dan membantu mentransformasikan pengetahuan matematika, statistika, dan sains menjadi solusi nyata bagi permasalahan di dunia nyata,” tegas Prof. Rashid.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian luas dari peserta karena menawarkan perspektif inovatif dalam pengembangan pendidikan matematika dan sains. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis riset dan praktik pembelajaran inovatif guna menjawab tantangan pendidikan di era global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Bisakah Matematika Memprediksi Ledakan Penduduk? Ini Jawabannya di International Professors Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 menghadirkan sejumlah profesor nasional dan internasional untuk membahas isu strategis di bidang matematika dan sains terapan. Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Dr. Syamsuddin Toaha dari Universitas Hasanuddin dengan topik Pemodelan Matematika dalam Dinamika Populasi.

Dalam paparannya, Prof. Syamsuddin menjelaskan bahwa pemodelan matematika memiliki peran penting dalam memahami dan menganalisis dinamika populasi melalui pendekatan persamaan diferensial. Ia menguraikan dua model pertumbuhan populasi yang umum digunakan, yakni model Malthus (eksponensial) dan Verhulst (logistik). Menurutnya, model eksponensial efektif digunakan untuk memprediksi pertumbuhan populasi dalam jangka pendek, namun memiliki keterbatasan ketika diterapkan pada jangka panjang karena tidak mempertimbangkan faktor pembatas lingkungan.

Lebih lanjut, Prof. Syamsuddin memaparkan tahapan dalam pemodelan matematika, mulai dari formulasi masalah, penetapan asumsi, penyelesaian model, hingga proses validasi menggunakan data populasi nyata. Salah satu contoh yang disampaikan adalah penerapan model logistik pada data populasi Republik Rakyat Cina, yang menunjukkan hasil prediksi lebih akurat karena mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Ia menegaskan bahwa pemilihan model matematika harus disesuaikan dengan kondisi nyata agar hasil analisis dan prediksi dapat dimanfaatkan secara optimal. “Pemodelan matematika merupakan alat penting dalam menganalisis dan memprediksi dinamika populasi. Oleh karena itu, pemilihan model yang tepat sangat diperlukan agar hasil kajian dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang ilmiah dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Pemaparan ini mendapat perhatian peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam menjawab persoalan kependudukan dan perencanaan pembangunan. Melalui forum International Professors Summit, Universitas Malahayati terus mendorong diskusi akademik lintas disiplin dan negara sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dan riset berdaya saing global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Malahayati Yearfest 2026 Hadirkan Kompetisi SMA/MA/SMK, Pameran Prodi, dan UMKM

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas generasi muda melalui penyelenggaraan Malahayati Yearfest Competition 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 dan akan berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di lingkungan Universitas Malahayati.

Malahayati Yearfest Competition 2026 dirancang sebagai ajang perlombaan bergengsi bagi pelajar SMA/MA/SMK se-Provinsi Lampung, yang memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta kemampuan komunikasi dan seni. Selain berkompetisi, peserta juga berkesempatan mengenal lebih dekat dunia perkuliahan dan lingkungan akademik Universitas Malahayati.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan dalam Malahayati Yearfest Competition 2026 meliputi:

  • Solo Pop
  • Solo Dangdut
  • Baca Puisi
  • Speech
  • Story Telling
  • Video Promosi Universitas Malahayati

Selain kompetisi lomba, rangkaian kegiatan Malahayati Yearfest 2026 juga dimeriahkan dengan:

  • Bazar kuliner,
  • Pameran program studi, dan
  • Pameran produk UMKM.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan inspirasi bagi pelajar serta masyarakat umum.

Yang menjadi daya tarik utama Malahayati Yearfest Competition 2026 adalah hadiah istimewa berupa beasiswa pendidikan hingga 100 persen di Universitas Malahayati bagi para pemenang lomba. Beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi atas prestasi peserta sekaligus wujud nyata komitmen Universitas Malahayati dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang berprestasi dan berpotensi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati berharap dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, inovatif, dan berdaya saing, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan masyarakat.

Informasi lengkap mengenai pendaftaran, ketentuan lomba, persyaratan peserta, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme penilaian dapat diakses dengan memindai QR Code yang tersedia pada flayer resmi kegiatan. Panitia juga membuka layanan informasi melalui contact person Nurliyani, M.Kes di nomor +62 822-8295-9113.

Dengan cabang lomba yang variatif serta hadiah beasiswa 100 persen, Malahayati Yearfest Competition 2026 diharapkan menjadi salah satu ajang kompetisi pelajar paling diminati dan bergengsi di Provinsi Lampung.(fkr)

Editor: Fadly KR

Bagaimana Model Matematika Membantu Dokter Mendeteksi Penyakit Jantung?

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 kembali menghadirkan pemateri internasional dengan kepakaran lintas disiplin. Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor, yang membahas peran medical mathematics dalam mendukung inovasi klinis, khususnya pada penilaian risiko Penyakit Jantung Koroner (Coronary Artery Disease/CAD).

Dalam paparannya, Prof. Norsarahaida menjelaskan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan baru yang lebih akurat, aman, dan efisien dalam proses diagnosis dan penilaian risiko penyakit jantung, mengingat metode konvensional memiliki keterbatasan, terutama karena bersifat invasif dan berisiko bagi pasien.

Ia memaparkan pengembangan kerangka matematis terintegrasi yang mengombinasikan pemodelan berbasis fisika menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan analitik data dan statistik. Pendekatan ini digunakan untuk menghitung Fractional Flow Reserve (FFR) secara non-invasif, sehingga mampu memberikan gambaran kondisi aliran darah koroner dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Menurut Prof. Norsarahaida, pendekatan hibrida yang menggabungkan model matematika berbasis fisika dengan metode data-driven memungkinkan prediksi risiko CAD yang lebih personal dan akurat. Hal ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinis secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien.

“Integrasi matematika, teknologi, dan ilmu medis merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan modern. Melalui pendekatan ini, deteksi dini dan penilaian risiko penyakit jantung dapat dilakukan secara lebih aman, presisi, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Materi ini juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin antara akademisi matematika, peneliti teknologi, dan praktisi medis dalam mengembangkan inovasi layanan kesehatan berbasis sains.

Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati terus mendorong penguatan riset interdisipliner dan kolaborasi internasional sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di tingkat global.(fkr)
Editor: Fadly KR

Matematika sebagai Fondasi AI, Prof. Noribah Md Arifin Sampaikan Gagasan di International Professor Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah berskala internasional melalui kegiatan International Professors Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professors Summit menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk berbagi gagasan, riset, serta solusi berbasis keilmuan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization, melalui makalah pidato pengukuhan berjudul “Kesayutan yang Tidak Tercapai, Mengembara di Kelajuan Cahaya.” Dalam paparannya, Prof. Ismail mengkaji secara mendalam keterbatasan pendekatan numerik dan komputasi dalam matematika, khususnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang bersifat kompleks dan mengandung ketidakpastian.

Ia menjelaskan berbagai konsep matematika seperti selang, graf, kecerunan, pencarian akar, hingga metode Newton, yang selama ini banyak digunakan dalam komputasi numerik. Namun demikian, menurutnya tidak semua solusi matematika dapat dicapai secara eksak melalui perhitungan komputer. Keterbatasan tersebut menjadi tantangan serius dalam penerapan matematika terapan di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Prof. Ismail memperkenalkan pengembangan aritmetik selang (interval arithmetic) sebagai pendekatan alternatif untuk mengendalikan ketidakpastian dan galat perhitungan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan batasan yang lebih aman terhadap kesalahan numerik serta menjamin keberadaan solusi dalam rentang tertentu, meskipun solusi eksak tidak dapat dicapai secara langsung.

Dalam pernyataannya, Prof. Ismail menegaskan bahwa kesadaran terhadap keterbatasan komputasi merupakan hal yang sangat penting dalam matematika terapan.
“Aritmetik selang menawarkan pendekatan yang lebih realistis dan aman dalam menyelesaikan persoalan numerik yang kompleks, sekaligus mendekatkan kita pada solusi yang sebenarnya,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan penerapannya dalam dunia nyata. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong diskusi akademik berkualitas serta berkontribusi aktif dalam upaya peningkatan literasi dan numerasi nasional melalui pendekatan ilmiah yang inovatif dan berkelanjutan.(fkr)

Editor: Fadly KR

Kemendikdasmen Apresiasi International Professors Summit Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan materi pada kegiatan International Professors Summit 2026 yang diselenggarakan Universitas Malahayati, Rabu (7/1/2026), di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan dihadiri oleh Rektor Universitas Malahayati Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH., Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Nirwanto, SPd., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula para dekan, dosen, mahasiswa, profesor nasional dan internasional, akademisi, serta perwakilan instansi pemerintah.

Dalam sambutannya, Arif Jamali mengapresiasi penyelenggaraan forum ilmiah berskala internasional tersebut. Ia menyampaikan bahwa tema yang diangkat Universitas Malahayati dinilai sangat relevan dan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan saat ini, khususnya terkait krisis numerasi nasional.

Menurutnya, hingga saat ini Universitas Malahayati menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang secara khusus dan komprehensif mengangkat isu krisis numerasi nasional dalam sebuah forum akademik internasional dengan melibatkan para profesor dan pakar lintas negara.

“Isu krisis numerasi adalah persoalan mendasar dalam dunia pendidikan kita. Apa yang dilakukan Universitas Malahayati melalui International Professors Summit ini merupakan langkah strategis dan visioner, karena membahas persoalan numerasi secara menyeluruh dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi,” ujar Arif Jamali.

Ia menegaskan bahwa kemampuan numerasi tidak hanya berkaitan dengan angka dan matematika, tetapi juga berhubungan erat dengan kemampuan berpikir logis, analitis, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif perguruan tinggi dalam merumuskan solusi berbasis kajian ilmiah dan praktik pendidikan yang berkelanjutan.

Arif Jamali juga berharap hasil diskusi dan rekomendasi dari International Professors Summit 2026 dapat menjadi rujukan penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan kebijakan dan penguatan pembelajaran matematika dan statistika di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para profesor nasional dan internasional, akademisi, serta perwakilan instansi pemerintah. International Professors Summit 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Penyelenggaraan International Professors Summit 2026 oleh Universitas Malahayati menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nyata dunia pendidikan, khususnya persoalan krisis numerasi. Melalui forum ilmiah berskala internasional ini, Universitas Malahayati tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga motor penggerak lahirnya gagasan dan rekomendasi strategis berbasis keilmuan. Sinergi antara akademisi, profesor, dan pemerintah yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih berkualitas, adaptif, serta berkelanjutan demi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.(fkr)

Editor : Fadly KR

International Professors Summit 2026 Resmi Dibuka oleh Rektor Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati secara resmi menyelenggarakan International Professors Summit 2026 dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati, yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ilmiah berskala internasional ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH.

International Professors Summit tahun ini mengangkat tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, yang menyoroti tantangan serius rendahnya kemampuan numerasi di Indonesia serta peran strategis pendidik matematika dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Acara pembukaan diawali dengan penyambutan tamu kehormatan dan undangan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Malahayati, yaitu Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Nirwanto, SPd., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula pimpinan lembaga, para dekan, ketua program studi, dosen, serta perwakilan instansi pemerintah.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Laila Soraya, S.Sos., M.M., serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati menyampaikan bahwa penyelenggaraan International Professors Summit merupakan wujud komitmen universitas dalam berkontribusi aktif menjawab permasalahan nasional terkait krisis numerasi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk menghasilkan solusi nyata melalui penguatan pendidikan matematika dan statistika.

“Forum ilmiah ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring akademik internasional, serta melahirkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan,” ujar Rektor saat meresmikan pembukaan acara.

Rangkaian pembukaan acara juga dimeriahkan dengan tarian adat Sigeh Pengunten sebagai bentuk penghormatan kepada tamu undangan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Universitas Malahayati.

International Professors Summit 2026 menghadirkan sejumlah profesor dan pakar nasional maupun internasional dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dan Malaysia dengan kepakaran di bidang matematika terapan, analisis numerik, optimasi, statistika terapan, hingga matematika Islam dan manuskrip klasik.

Setelah pembukaan resmi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para profesor dari berbagai universitas nasional dan internasional, yang kemudian diikuti dengan sesi panel diskusi, penyerahan sertifikat kepada narasumber, serta penampilan budaya dan kreativitas mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong penguatan literasi numerasi, pengembangan keilmuan, serta kolaborasi internasional guna menjawab tantangan pendidikan di era global.

International Professors Summit 2026 menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi akademik internasional. Diskusi yang menghadirkan para profesor dan pakar lintas negara ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membuka ruang lahirnya gagasan strategis dalam menjawab krisis numerasi yang masih menjadi tantangan nasional. Melalui forum ilmiah ini, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan akademisi dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Matangkan Pra-Persiapan International Professors Summit dalam Rangka Dies Natalis ke-32

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan International Professors Summit yang akan digelar pada 7–8 Januari 2026 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati.

Kegiatan berskala internasional ini mengusung tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, yang menyoroti peran strategis pendidik matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.

Koordinator Pelaksana International Professors Summit, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep., menjelaskan bahwa persiapan acara telah berjalan dengan baik dan terkoordinasi antar panitia.

“Menjelang pelaksanaan acara, progres persiapan sudah berjalan sesuai dengan timeline yang ditetapkan. Panitia terus melakukan koordinasi lintas divisi, baik dari sisi teknis acara, kesiapan venue Graha Bintang, hingga akomodasi para narasumber,” ujar Eka Yudha.

Ia menambahkan bahwa panitia telah dibagi ke dalam beberapa divisi kerja guna memastikan seluruh aspek pelaksanaan berjalan optimal, mulai dari divisi acara, perlengkapan, publikasi, hingga pendampingan profesor tamu. Koordinasi rutin dilakukan untuk meminimalkan kendala serta memastikan kesiapan maksimal pada hari pelaksanaan.

International Professors Summit ini akan menghadirkan 11 profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, optimasi, analisis numerik, dan statistika terapan. Adapun narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain:

Narasumber:

  • Prof. Norsarahaida Amin – Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor, Medical Mathematics
  • Prof. Jumat Bin Sulaiman – Universiti Malaysia Sabah (UMS), Numerical Analysis
  • Prof. Noribah Md Arifin – Universiti Putra Malaysia (UPM), Numerical Method
  • Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization
  • Prof. Mohd Rashid Abd Hamid – Universiti Malaysia Pahang (UMP), Applied Mathematics
  • Prof. Anang Kurnia – IPB University, Applied Statistics
  • Prof. Syamsuddin Toaha – Universitas Hasanuddin, Applied Mathematics
  • Prof. Sudradjat Supian – Universitas Padjadjaran (UNPAD)
  • Prof. Wamiliana – Universitas Lampung (UNILA), Optimization
  • Prof. Mustofa Usman – Universitas Lampung (UNILA)
  • Prof. Emeritus Shahrir Mat Zain – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Matematik Islam dan Manuskrip Klasik

Selain para profesor tersebut, kegiatan ini dihadiri oleh Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., selaku Staf Khusus Kemendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, yang akan memberikan perspektif kebijakan nasional terkait penguatan numerasi dan pendidikan matematika.

Lebih lanjut, Eka Yudha menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi Universitas Malahayati.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan diharapkan menjadi momentum strategis untuk semakin memperkuat posisi Universitas Malahayati dalam kancah akademik internasional. Melalui International Professors Summit, kami berupaya menghadirkan sebanyak 11 profesor, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga melalui kolaborasi dengan akademisi dari luar negeri,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta perluasan jejaring global.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi sivitas akademika, sekaligus memperkuat jejaring internasional Universitas Malahayati dalam menghadapi tantangan pendidikan di tingkat global,” tutup Eka Yudha.

Melalui penyelenggaraan International Professors Summit, Universitas Malahayati terus berkomitmen mendorong transformasi pendidikan unggul dan berdaya saing internasional.

Penyelenggaraan International Professors Summit dalam rangka Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati menunjukkan langkah strategis kampus dalam merespons tantangan pendidikan global, khususnya pada isu krisis numerasi. Kehadiran profesor dan pakar dari dalam maupun luar negeri tidak hanya memperkaya diskursus akademik, tetapi juga memperkuat posisi Universitas Malahayati sebagai institusi yang aktif membangun kolaborasi internasional.(fkr)

Editor : Fadly KR

RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung Terima Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan UNMAL untuk Praktik Klinik Keperawatan Jiwa

BandarLampung (malahayati.ac.id): Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi melaksanakan kegiatan penyerahan mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan kepada Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung sebagai wahana pelaksanaan Praktik Klinik Keperawatan Jiwa. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 61 mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati yang akan menjalani praktik klinik pada stase keperawatan jiwa.

Praktik Klinik Keperawatan Jiwa ini akan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai tanggal 5 Januari hingga 31 Januari 2026. Penyerahan mahasiswa/i dilaksanakan secara resmi sebagai wujud sinergi dan komitmen kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sarjana keperawatan.

Penyerahan mahasiswa/i dilakukan oleh Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati, Aryanti Wardiyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Mat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa praktik klinik Keperawatan Jiwa merupakan fase penting dalam pembentukan kompetensi perawat profesional, khususnya dalam penguatan keterampilan klinis dan pemahaman komprehensif terhadap asuhan keperawatan holistik.

“Melalui praktik klinik ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dan menangani pasien dengan berbagai masalah kesehatan mental. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya, mengintegrasikan teori dengan praktik, serta senantiasa menjaga nama baik institusi,” ujar Aryanti.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pembelajaran praktik klinik memiliki peran strategis sebagai sarana integrasi antara teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, dari pihak RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung, penerimaan mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati dilakukan oleh dr. Tendry Septa, Sp.KJ. Dalam sambutannya, dr. Tendry menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Universitas Malahayati kepada RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung sebagai wahana pendidikan klinik pada stase keperawatan jiwa.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa/i Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati untuk melaksanakan praktik klinik Keperawatan Jiwa di RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu dan pengalaman, serta mampu bekerja sama dengan tim kesehatan secara profesional,” ungkap dr. Tendry.

Melalui pelaksanaan praktik klinik ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara Universitas Malahayati dan RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa/i dalam pengembangan kompetensi, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam mencetak perawat yang profesional, kompeten, terampil, aktif, dan beretika dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Praktik Klinik Keperawatan Jiwa ini menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di bidang kesehatan mental. Melalui kolaborasi antara Universitas Malahayati dan RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan klinis, tetapi juga memperkuat empati, profesionalisme, serta pemahaman terhadap asuhan keperawatan holistik, sebagai bekal penting dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masyarakat.(fkr)

Editor: Fadly KR