Bisakah Matematika Memprediksi Ledakan Penduduk? Ini Jawabannya di International Professors Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 menghadirkan sejumlah profesor nasional dan internasional untuk membahas isu strategis di bidang matematika dan sains terapan. Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Dr. Syamsuddin Toaha dari Universitas Hasanuddin dengan topik Pemodelan Matematika dalam Dinamika Populasi.

Dalam paparannya, Prof. Syamsuddin menjelaskan bahwa pemodelan matematika memiliki peran penting dalam memahami dan menganalisis dinamika populasi melalui pendekatan persamaan diferensial. Ia menguraikan dua model pertumbuhan populasi yang umum digunakan, yakni model Malthus (eksponensial) dan Verhulst (logistik). Menurutnya, model eksponensial efektif digunakan untuk memprediksi pertumbuhan populasi dalam jangka pendek, namun memiliki keterbatasan ketika diterapkan pada jangka panjang karena tidak mempertimbangkan faktor pembatas lingkungan.

Lebih lanjut, Prof. Syamsuddin memaparkan tahapan dalam pemodelan matematika, mulai dari formulasi masalah, penetapan asumsi, penyelesaian model, hingga proses validasi menggunakan data populasi nyata. Salah satu contoh yang disampaikan adalah penerapan model logistik pada data populasi Republik Rakyat Cina, yang menunjukkan hasil prediksi lebih akurat karena mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Ia menegaskan bahwa pemilihan model matematika harus disesuaikan dengan kondisi nyata agar hasil analisis dan prediksi dapat dimanfaatkan secara optimal. “Pemodelan matematika merupakan alat penting dalam menganalisis dan memprediksi dinamika populasi. Oleh karena itu, pemilihan model yang tepat sangat diperlukan agar hasil kajian dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang ilmiah dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Pemaparan ini mendapat perhatian peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam menjawab persoalan kependudukan dan perencanaan pembangunan. Melalui forum International Professors Summit, Universitas Malahayati terus mendorong diskusi akademik lintas disiplin dan negara sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dan riset berdaya saing global.(fkr)

Editor: Fadly KR