Soroti Tantangan Farmasi Global, Universitas Malahayati Sukses Gelar International Online Lecture
BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) – Universitas Malahayati kembali menunjukkan taringnya di kancah akademik internasional melalui penyelenggaraan Online Lecture Series 2nd. Acara yang diinisiasi oleh SLMIOP ini mengangkat topik krusial bagi masa depan industri kesehatan dunia: kepatuhan halal pada produk farmasi.
Digelar pada Selasa, 7 April 2026, diskusi ini menghadirkan pakar farmasi kenamaan, Dr. Saddam Husein, S.Si., M.Sc., sebagai dosen tamu spesial. Mengangkat tema “The Urgency of Halal Compliance in Pharmaceutical Products: Global Challenges and Opportunities”, sesi ini membedah bagaimana standar halal menjadi faktor penentu kualitas obat-obatan di pasar global.
Dalam pemaparannya yang mendalam, Dr. Saddam Husein menekankan bahwa industri farmasi halal bukan lagi sekadar pasar ceruk (niche market), melainkan pilar utama industri kesehatan masa depan. Beliau menyatakan:
“Halal pharmaceuticals ensure medicines comply with Islamic standards, and their importance is rising due to growing demand despite challenges such as regulatory differences and limited halal ingredients, ultimately creating strong opportunities for global growth and innovation.”
(Farmasi halal memastikan obat-obatan mematuhi standar Islami, dan urgensinya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan permintaan meskipun terdapat tantangan seperti perbedaan regulasi dan terbatasnya bahan baku halal, yang pada akhirnya menciptakan peluang kuat bagi pertumbuhan dan inovasi global.)

Kuliah internasional yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting ini di ikuti oleh mahasiswa SLMIOP India dan mahasiswa Universitas Malahayati, dan dihadiri oleh jajaran akademisi dari Universitas Malahayati yang turut aktif dalam sesi diskusi, antara lain: apt. Iwang Davi Setiawan, M.Farm. apt. Yovita Endah Lestari, M.Farm. apt. Kurnia Eryani, M.Farm.Klin. dan Dwi Marlina Syukri, S.Si., M. BSc., PhD.
Diskusi berlangsung dinamis, menyoroti bagaimana Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dapat mengambil peran strategis dalam mengatasi keterbatasan bahan baku halal melalui inovasi riset.
Melalui agenda ini, Universitas Malahayati berharap dapat melahirkan lulusan dan praktisi kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki pemahaman etis dan regulasi terhadap standar halal global. Langkah ini mempertegas visi Universitas Malahayati untuk terus berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan secara universal.
Editor : Chandra Fz


