Akselerasi Kesehatan Digital, Mahasiswa Promkes S1 Kesmas Unmal Gelar Observasi Aplikasi Promkes di Puskesmas Sidorejo Lampung Timur

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) – Guna mendukung transformasi kesehatan nasional melalui pemanfaatan teknologi, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati (unmal) mengadakan kegiatan observasi dan wawancara di UPTD Puskesmas Sidorejo, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Aplikasi Promkes Berbasis Outcome-Based Education (OBE) ini berfokus pada digitalisasi pelayanan kesehatan primer, khususnya pengenalan dan optimalisasi aplikasi SATUSEHAT Mobile, Mobile JKN, dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Sidorejo, Sigit Wahyu Kurniawan, S.KM, beserta jajaran staf medis, dosen pendamping lapangan Universitas Malahayati Dr. Wayan Aryawati, SKM., M.Kes, dan Kadek Ayu Setiani, dr., M.Kes, serta puluhan warga masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD Puskesmas Sidorejo, Sigit Wahyu Kurniawan, S.KM, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa sangat membantu puskesmas dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya beralih ke layanan kesehatan digital demi efisiensi birokrasi dan kecepatan penanganan medis.

Dukungan senada juga disampaikan oleh tim dosen pendamping, Dr. Wayan Aryawati, SKM., M.Kes dan Kadek Ayu Setiani, dr., M.Kes. Mereka menekankan bahwa melalui metode OBE, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi terjun langsung memberikan solusi nyata atas tantangan kesehatan digital di tengah masyarakat.

Perwakilan mahasiswa, A. Yulizar, dalam sambutan pembukaannya menyatakan antusiasme seluruh tim pelaksana untuk mendampingi warga. “Kami siap menjadi jembatan edukasi agar masyarakat Sidorejo dapat mengakses layanan kesehatan dasar,” ujarnya.

terlihat warga sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat simulasi penggunaan aplikasi dan pemeriksaan kesehatan gratis. Meski demikian, terungkap fakta di lapangan adanya kendala teknologi. Tim mahasiswa menemukan fakta bahwa belum seluruh warga yang hadir memiliki perangkat telepon pintar (smartphone) untuk mengunduh aplikasi SATUSEHAT atau Mobile JKN. Menghadapi kendala ini, mahasiswa bersama pihak puskesmas secara persuasif memberikan solusi alternatif, seperti edukasi kelompok kecil dan pencatatan manual yang terintegrasi, guna memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pelayanan akibat keterbatasan perangkat.

Editor : Chandra fz