Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Perkuat Link and Match Pendidikan Kedokteran Bersama Organisasi Profesi

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) – Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) Stakeholder Eksternal dan Organisasi Profesi Kedokteran pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Link and Match Pendidikan Tinggi Kedokteran dengan Kebutuhan Dunia Kerja dan Organisasi Profesi Dokter dalam Menyiapkan Lulusan Unggul dan Adaptif” ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tuntutan organisasi profesi.

FGD ini dihadiri oleh Jajaran pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati : Prof. Dr. Dessy Hermawan, Ns., M.Kes,. (Wakil Rektor 1 Bidang Akademik), Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes,. ( Wakil Rektor IV ), Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes. (Dekan Fakultas Kedokteran), Abdurrohman Izzuddin, dr., Sp.J. (Wakil Dekan Bidang Akademik), Ade Utia Detty, dr., M.Kes. (Ketua Program Studi Profesi Dokter), Anggunan, dr., M.M. (Sekretaris Program Studi Profesi Dokter), Rakhmi Rafie, dr., M.Kes. (Ketua Program Studi Pendidikan Dokter), Nita Sahara, dr., M.Kes., Sp.PA. (Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter).

Sementara itu, pengurus IDI dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung : dr. Josi Harnos, M.A.R.S. (IDI Provinsi); dr. May, Sp.KKLP (Lampung Utara); dr. Andhika (IDI Pringsewu); dr. Khadadi, Sp.An. (IDI Bandar Lampung); dr. Aila (IDI Wilayah); dr. Rina (Pesisir Barat); dr. Pramono (Tulang Bawang Barat); dr. Muhamad Lizar (Tanggamus); dr. Agus Kelana (Lampung Selatan); dr. Dian Adhitama Lubis (Pesawaran); dr. Mely (IDI Metro); dr. Satya (Lampung Timur); dr. Adi Sakti, Sp.PA. (Lamteng).

 

 

jajaran pimpinan dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati bersama perwakilan organisasi profesi kedokteran di Provinsi Lampung, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Lampung, Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Wilayah Lampung, serta pengurus IDI dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

 

Dalam forum tersebut, para peserta memberikan berbagai masukan konstruktif sebagai upaya penyempurnaan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), hingga penguatan etika dan profesionalisme dokter.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah pentingnya penguatan kompetensi komunikasi dokter. Peserta FGD menilai bahwa kemampuan komunikasi efektif, pelaksanaan informed consent, penyampaian kabar buruk (breaking bad news), komunikasi terapeutik, serta pemahaman hukum kesehatan perlu menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sejak jenjang Sarjana Kedokteran hingga Program Profesi Dokter. Kompetensi tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme dokter sekaligus mengantisipasi meningkatnya tuntutan hukum terhadap tenaga medis.

Selain aspek komunikasi, perkembangan teknologi kesehatan juga menjadi perhatian utama. Organisasi profesi mendorong Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati untuk mulai mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dan Digital Health ke dalam kurikulum secara bertanggung jawab. Penggunaan AI di lingkungan akademik diharapkan didukung dengan kebijakan yang jelas mengenai batasan, etika pemanfaatan, serta mekanisme deklarasi penggunaan AI dalam penyelesaian tugas akademik. Sementara itu, materi Digital Health disarankan mulai diperkenalkan sejak tahap pendidikan profesi agar mahasiswa siap menghadapi transformasi layanan kesehatan berbasis digital.

Pada aspek pengembangan lulusan, peserta FGD juga menekankan pentingnya penyelarasan profil lulusan dengan standar organisasi profesi, termasuk penerapan indikator mutu seperti konsep five-star doctor. Selain itu, dibahas pula perlunya membedakan secara jelas karakter lulusan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter agar masing-masing memiliki identitas, kompetensi, dan capaian pembelajaran yang sesuai dengan jenjang pendidikan.

Penguatan etika profesi juga menjadi salah satu rekomendasi penting. Pembelajaran mengenai kode etik kedokteran, profesionalisme, tata krama akademik, serta etika bermedia sosial diharapkan diberikan secara aplikatif melalui simulasi, studi kasus, maupun pembahasan kasus nyata sehingga mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi tantangan praktik kedokteran di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mendorong Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati untuk memperluas kerja sama dengan rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, institusi pendidikan, serta membentuk forum alumni sebagai mitra strategis dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu lulusan.

Melalui kegiatan FGD ini, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati memperoleh berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum dan pengembangan pendidikan kedokteran. Hasil diskusi diharapkan mampu menghasilkan lulusan dokter yang unggul, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Universitas Malahayati dalam membangun sinergi berkelanjutan dengan organisasi profesi dan para pemangku kepentingan guna mencetak dokter yang berintegritas, kompeten, serta siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Editor : Chandra fz