Perkuat Relevansi Lulusan dan Kurikulum OBE, Prodi Kesmas Universitas Malahayati Gelar FGD Bersama Stakeholder dan IAKMI

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) – Program Studi (Prodi) Sarjana (S1) dan Magister (S2) Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) eksternal dan organisasi profesi Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, bertempat di Ruang Abdul Qasim Az-Zahrawi, Lantai 5 Gedung Rektorat Universitas Malahayati.

FGD ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk mengevaluasi dan menyempurnaan kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan terbaru di bidang kesehatan masyarakat. Pertemuan ini memfokuskan pembahasan pada lima aspek utama, yaitu profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan IPTEK, etika serta profesionalisme, hingga penguatan kerja sama kemitraan.

Dalam Sambutan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes. menegaskan bahwa keterlibatan aktif dari organisasi profesi seperti IAKMI dan para pemangku kepentingan (stakeholder) dari dinas kesehatan maupun rumah sakit merupakan pilar utama dalam menjaga relevansi pendidikan tinggi.

“FGD ini adalah langkah taktis kami di FIK Universitas Malahayati untuk merespons kebutuhan riil di dunia kerja. Kami sangat berterima kasih atas berbagai rekomendasi operasional dari IAKMI dan para mitra strategis. Catatan mengenai penguatan kompetensi manajerial di tingkat pelayanan primer, manajemen mitigasi bencana, hingga integrasi kecerdasan buatan (AI) dan analisis spasial untuk isu kesehatan kawasan pesisir akan langsung kami formulasikan ke dalam kurikulum berbasis OBE di Prodi S1 maupun S2 Kesehatan Masyarakat. Komitmen kami jelas, yaitu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi siap menjadi problem solver yang andal sejak hari pertama mereka lulus,” ungkap Dr. Lolita Sary

Acara diawali dengan pemaparan dari Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Malahayati, Dr. M. Arifki Zainaro, S.Kep, Ns, M.Kep, yang memperkenalkan profil program studi, fakultas, serta berbagai program kuliah dan beasiswa yang tersedia di lingkungan universitas.


Selanjutnya, pemaparan mengenai implementasi kurikulum OBE serta profil CPL masing-masing prodi disampaikan oleh Dr. Samino selaku perwakilan Kaprodi S2 Kesmas, dan Nova Muhani, SST., MKM selaku Kaprodi S1 Kesmas
.

Dalam sesi diskusi intensif, perwakilan organisasi profesi dan praktisi kesehatan memberikan berbagai masukan konstruktif untuk mempertajam tujuh profil lulusan kesehatan masyarakat, yakni sebagai Manager, Educator, Researcher, Advisor, Consultant, Leader, dan Entrepreneur.

Ketua IAKMI Provinsi Lampung, Noviansyah, menekankan pentingnya penguatan kompetensi manajerial pada level pelayanan kesehatan primer. Sementara itu, Sekretaris IAKMI, Trio, bersama praktisi dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan berbagai RSUD menyoroti pentingnya mencetak peneliti serta analis data kesehatan yang adaptif terhadap pemanfaatan teknologi informasi (IT) dan Artificial Intelligence (AI). Penguatan khusus terkait analisis spasial (Geographic Information System/GIS) untuk pemetaan risiko penyakit di kawasan pesisir dan endemik juga menjadi rekomendasi utama dari para mitra strategis.

Selain aspek teknis akademis, FGD ini juga melahirkan rekomendasi kuat terkait penguatan soft skill, etika profesi, serta motivasi mahasiswa. Ismen Muchtar dari GETAR Lampung mendorong kampus untuk memberikan pengalaman nyata melalui perluasan jejaring, pelibatan mahasiswa dalam pilot project, serta pengenalan organisasi profesi sejak dini. Ditekankan pula pentingnya metode pembelajaran terintegrasi antara kelas dan lapangan agar mahasiswa benar-benar siap sebelum terjun ke dunia kerja.

Melalui pelaksanaan FGD yang dipandu oleh tim notulis Annisa Mayang Soliha, S.Gz., M.Gz dan Marita Pratami, SSiT., MKM ini, seluruh masukan yang terjaring dipastikan akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses rekonstruksi kurikulum. Langkah ini diharapkan dapat terus mendongkrak mutu lulusan Universitas Malahayati agar senantiasa selaras dengan visi, misi, dan dinamika kebutuhan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Editor : Chandra fz