
BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Dr. Achmad Farich, dr., MM, Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, menerima kunjungan dari Tim Pusat Riset Biomedis Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Lt.5 Universitas Malahayati Bandar Lampung, Senin (22/5/2024).
Kunjungan Tim BRIN bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas kolaborasi riset kesehatan dengan Universitas Malahayati.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pusat Riset Biomedis Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Sunarno, M. Si.Med., menyatakan dorongan untuk melaksanakan kolaborasi riset antar institusi sebagai upaya meningkatkan kualitas riset di bidang kesehatan.
“Kolaborasi antar universitas, baik swasta maupun lembaga pemerintah, merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam proposal-proposal kami,” katanya.
Prof. Sunarno menjelaskan bahwa BRIN memiliki 7 organisasi riset kesehatan, antara lain Pusat Riset Biomedis; Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis; Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi; Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional; Pusat Riset Vaksin dan Obat; Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman; dan Pusat Riset Veteriner.

“Pusat Riset Biomedis adalah salah satu yang masih cukup muda usianya,” ucap Prof. Sunarno.
Sunarno menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi langkah penting dalam pertukaran informasi yang saling menguntungkan terkait penelitian.
Lebih lanjut, Prof. Sunarno menjelaskan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki beberapa skema fasilitasi dan pendanaan riset dan inovasi, salah satunya adalah Fasilitasi Pusat Kolaborasi Riset (PKR) yang mampu mendukung riset secara berkelanjutan.
“Saat ini, kami telah menjalin kerjasama riset dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam penelitian mengenai Biofilm, terutama dalam konteks Kanker,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, kami berharap dapat menghasilkan proposal yang mampu menjadi titik awal kerjasama riset sebagai tindak lanjut dari pertemuan hari ini.
Rektor Universitas Malahayati mengapresiasi kehadiran Tim BRIN di kampusnya. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat komunikasi antar institusi, tetapi juga membuka peluang untuk membangun kerjasama penelitian dalam bentuk riset bersama yang akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.
“Dari segi usia, fakultas kedokteran sudah cukup matang. Namun, kami akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia fakultas kedokteran. Kami juga berencana untuk mengembangkan produk dan hasil riset dari fakultas kedokteran,” ucapnya.

“Tentunya, kami masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari semua pihak, khususnya dari BRIN. Selama ini, kami telah melibatkan banyak personel dari BRIN dalam memberikan bimbingan kepada dosen fakultas kedokteran. Dengan peningkatan kerjasama riset bersama, kami yakin akan dapat mencapai hal-hal yang lebih baik,” tambahnya.
Rektor berharap agar ke depannya akan ada lebih banyak aksi dalam kegiatan penelitian, terutama dengan dukungan dari BRIN.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Dr. Toni Prasetia, dr., Sp.PD.,FINASIM, dalam sambutannya menyampaikan harapannya bahwa dengan kehadiran BRIN, fakultas ini akan mendapatkan wawasan dan pengalaman tambahan. “Fakultas Kedokteran saat ini memiliki akreditasi B, dan kami menargetkan untuk meraih predikat unggul di masa depan.”
“Kami sedang meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam berbagai bidang, terutama dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya peran BRIN, kami yakin fakultas ini dapat meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakatnya,” katanya.

Harapannya, kerjasama ini akan membuka peluang bagi para dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati untuk mendapatkan ilmu tambahan dari BRIN. “Ke depan, kami juga berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan mendirikan program S2 di bidang biomedis, bahkan kami berharap bisa mencapai tingkat S3. Saat ini, beberapa dosen kami telah lulus program S3 di bidang biomedis,” tambahnya.
Mendampingi rektor Universitas Malahayati, hadir Wakil Rektor I Dr. (Cand) Muhammad, S.Kom., MM., Wakil Rektor II Dr. Harmani Harun, SE, M.M., Wakil Rektor II, Dr. Eng Rina Febrina, ST.,M.T., Wakil Rektor 4 Universitas Malahayati, Suharman, Drs., M.Pd., M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Toni Prasetia, dr., Sp.PD.,FINASIM., Wakil Dekan Kedokteran Neno Fitriyani H, dr., M.Kes., Kepala Program Studi Profesi Muhamad Ibnu Sina, dr., M.Ked (Neu)., Sp.N.
Juga hadir, Kepala Program Studi Kedokteran Tessa Sjahriani, dr., M.Kes., Sekretaris Program Studi Profesi Kedokteran Ade Utia Detty, dr., M.Kes., Sekretaris Program Studi Kedokteran Nita Sahara, dr., M.Kes., Sp. PA., Kepala MEU Yesi Nurmalasari, dr., M.Kes, dan Kepala Humas Emil Tanhar, S. Kom. Sementara yang mendampingi Kepala Pusat Riset Biomedis BRIN adalah dr. Fitriana, Sp. MK., dan Dr. Abdul Hadi Furqoni, S. Kep., M. Si. (*)
Editor: Asyihin
Dwi Marlina Syukri, Dosen FK Univeristas Malahayati, Ungkap Inovasi Benang Bedah di UIN SMH Banten dan PT Triton Manufactures
BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dwi Marlina Syukri, S.si, MBSc, Phd., menjadi narasumber pada acara Studium Generale Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (25/4/2024).
Tema acara tersebut, ‘Peluang, Tantangan, dan Pemanfaatan Bahan Alam untuk Kandidat Obat’.
Marlina memperkenalkan produk penelitiannya tentang benang bedah yang dilapisi dengan silver nanoparticles yang disintesis dengan ekstrak daun Eucalyptus.
“Produk benang bedah yang dilapisi dengan silver nanoparticles merupakan inovasi terbaru dalam bidang ini,” ungkap Dwi Marlina.
Sebelumnya, pada bulan Februari 2024, Marlina juga diundang PT. Triton Manufactures, perusahaan benang bedah pertama di Indonesia, karena ketertarikan mereka pada produk penelitiannya.
“Beberapa waktu lalu di Februari, saya juga diundang oleh PT. Triton karena mereka tertarik dengan produk saya ini,” tambahnya.
Institutional Relation Director, Mario Apriliansyah mewakili drg. Wawan Owner PT.Triton Manufactures menyampaikan terimakasih atas kesempatan untuk berbagi pengetahuan yang bermanfaat.
“Triton sangat percaya bahwa ‘innovation’ adalah cara kita menjadi aset bangsa yang berkarya,” ucapnya.
Mario Apriliansyah menambahkan bahwa menurutnya, jarang sekali mereka menemukan penelitian alat kesehatan di Indonesia dengan ragam uji yang sangat komprehensif seperti yang telah dilakukan oleh Marlina. (*)
Editor: Asyihin
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Malahayati
BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Malahayati dibentuk sejak 16 Desember 2021 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 2954.10.411.12.21 yang terdiri dari Penanggung Jawab, Ketua, Wakil Ketua dan Sekertaris Anggota. Pembentukan tersebut belum sedianya ditetapkan oleh panitia seleksi. Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) juga disertai dengan terbitnya Peraturan Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung Nomor: 2427.10.401.12.21 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Universitas Malahayati.
Pembentukan Satgas PPKS kembali dilaksanakan, hal ini mengingat terdapat beberapa tahapan yang harus dijalani yaitu pembelajaran modul, ujian dan seleksi bagi Panitia Seleksi (Pansel) dan Satgas PPKS di Lingkungan Universitas Malahayati.
Tahapan seleksi direkomendasi oleh Rektor Universitas Malahayati 10 (Sepuluh) nama terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa pada 26 Februari 2024. Tahap rekomendasi tersebut menghasilkan 5 (Lima) hingga 7 (tujuh) orang yang kemudian akan menjadi Panitia Seleksi Satgas (PPKS).
Calon Pantia Seleksi mengikuti pembelajaran modul dan ujian tes seleksi secara online yang terdaftar dengan akun masing-masing. Calon panitia seleksi juga mengikuti tes uji publik dengan menampilkan profil penampilan dan kemampuannya dalam bentuk video yang dinilai langsung oleh tim independen advokasi di luar kampus dan tim penilai dari beberapa pihak kampus. Melalui proses tersebut menghasilkaanTim Panitia Seleksi Satgas PPKS yang terdiri dari 7 (tujuh) orang, yaitu : Rissa Afni Martinouva, S.H.,M.H.dosen di Program Studi Ilmu Hukum; Octa Reni Setiawati, M.Psi, Piskolog dan Supriyati, S.Psi., M. Si dosen di Program Studi Psikologi; Euis Mufhaman, S.E., M.Ak. dosen di Program Studi Manajemen; Dewi Avianti, S.E., S.Psi dan Reni Tania, S.E. Selaku Tenaga Kependidikan; dan Jilan Sepriani mahasiswa pada Program Studi Psikologi.
Selanjutnya beberapa tahap dilaksanakan untuk membentuk Satgas PPKS, dimulai denganmengumumkan perekrutan Calon Satgas PPKS hingga penunjukan perwakilan dari beberapa program studi yang ada di Lingkungan Universitas Malahayati. Rekomendasi calon Satgas PPKS juga mendapat persetujuan dari Rektor Universitas Malahayati Bapak dr. Dr. Achmad Farich, M.M.
Seleksi calon Satgas PPKS dilaksanakan melalui tahap seleksi online dan wawancara langsung terhadap Panitia Seleksi PPKS. Calon Satgas PPKS juga mengikuti pembelajaran modul dan ujian tes seleksi secara online yang terdaftar dengan akun masing-masing. Calon Satgas PPKS seleksi juga mengikuti tes uji publik dengan menampilkan profil penampilan dan kemampuannya dalam bentuk video yang dinilai langsung oleh tim independen advokasi luar kampus dan tim penilai dari beberapa pihak kampus. Seleksi uji dan tes wawancara yang dilaksanakan telah menghasilkan 15 (Lima Belas) orangSatgas PPKS terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, yaitu: Rika Yulendasari, S.Kep.,Ns., M.Kep; Nurliyani, S.ST., M.Kes; Dwi Arrasy Aprillia RS, S.H., M.H.; Dr. Mala Kurniati, S.Si., M.Biomed; Agustia Wulandari, S.E.; Dewi Lutfianawati, M. Psi., Psikolog; Tubagus Muhammad Nasarudin, S.H., M.H; Ayu Nursari, S.E., M.E; Dewi Yuliasari,S.SiT.,Bdn., M.Kes; Nova Muhani, S.ST, M.KM; Adi Prastyo, S.T., M.T.; apt. Shinta Wulandari, M.Farm; Faqih Al Mubarok; Puja Nur Kholijah; Nathania Rajagukguk. Pada 22 Maret 2024 dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Malahayati Nomor : 0704.10.401.03.24 Tentang Penetapan Susunan Keanggotaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Periode 2024-2026. Selanjutnya diterbitkan adanya Peraturan Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Universitas Malahayati.
Ungkapan pemahaman terhadap pentingnya Satgas PPKS di Lingkungan Kampus Universitas Malahayati diuraikan oleh Panitia Seleksi. PPKS sangat penting keberadaannya dilingkungan kampus karena masyarakatnya dominan oleh para remajayang perilakunyaperlu mendapatkan edukasi terhadap hal-hal yang mengarah pada kekerasan seksual di lingkungan universitas. Kekerasan seksual mencakup berbagai tindakan yang merugikan integritas fisik psikologis dan seksual seseorang, untuk itu, Satgas PPKS bertugasmerancang dan mengimplementasi program-program pencegahan dan memberikan dukungan kepada korban serta memastikan penanganan kasus yang adil dan berkeadilan. Kampus harus menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa dan sivitas akademika.
Satgas PPKS di lingkugngan kampus sangat dibutuhkan perannya dikarenakan perubahan dan kemajuan zaman saat ini membuat banyaknya kekerasaninsiden kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Hal ini dapat mengancam peserta didik dan warga satuan pendidikan karena itu hati saya tergerak ingin ikut serta membantu dan mencegah menangani kasus kekerasan yang ada di lingkungan perguruan tinggi khususnya Universitas Malahayati.Tujuan baik ini membutuhkan dukungan dari masyarakat kampus agar tercipta keadaan nyaman kondusif yang bebas dari kekerasan seksual. Beberapa hal yang harusnya dibersihkan dari lingkungan kampus disebut dengan Tiga Dosa Besar pendidikan yaitu kekerasan seksual, perundungan dan intoleransi. Pada tingkat perguruan tinggi berdasarkan datadari PPPA Provinsi lampung yang menyatakan ada 307 data yang di mana terjadinya kekerasan seksual baik itu di tingkat remaja di kalangan pelajar maupun mahasiswa, anak dan perempuan.
Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dan tekad yang kuat untuk mengatasi masalah tersebut demi tercipta hubungan yang sehat antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan lingkungan kampus. Mari wujudkan satu pendidikan yang bebas dari kekerasan seksual untuk itu bersama hapus kekerasan seksual. Apa arti ijazah yang bertumpuk jika kepedulian dan kepekaan tidak dipupuk, dengan menjadi Satgas PPKS adalah bentuk konkrit dalam mendukung pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.Satgas PPKS diharapkan dapat membantu penanganan korban kekerasan seksual berupa pendampingan berbentuk konseling layanan kesehatan, bantuan hukum, edukasi, advokasi, bimbingan sosial dan rohani. Pendampingan dilaksanakan dengan persetujuan dari korban karena itu dibutuhkan Satgas yang mampu bertugas dengan komitmen yang tinggi dan penuh tanggung jawab. (gil/humasmalahayatinews)
Berkarir di Pemerintah Kota Metro Lampung, Ini Kata Alumni Teknik Sipil Universitas Malahayati
METRO (malahayati.ac.id): Kesuksesan seseorang tidak selalu ditentukan oleh latar belakang ekonomi atau status sosial mereka. Sugianto, S.T., adalah contoh nyata bagaimana kesempatan yang diberikan melalui beasiswa dapat mengubah nasib seseorang.
Sugianto, lulusan Teknik Sipil Universitas Malahayati tahun 2009, adalah salah satu dari mereka yang beruntung mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa.
Universitas Malahayati memberinya kesempatan untuk mengejar gelar S-1 dalam bidang yang diminatinya yakni teknik sipil tanpa harus memikirkan beban finansial yang berat.
Klik di sini : Pendaftaran Online Mahasiswa Baru
Saat ini Sugianto telah menorehkan jejak suksesnya dalam dunia kerja, terutama dalam pengadaan barang/jasa di Pemerintah Kota Metro.
Jabatan fungsionalnya sebagai Ahli Pertama di BPBJ (Badan Pengadaan Barang/Jasa) Pemerintah Daerah Kota Metro merupakan bukti nyata bahwa lulusan Universitas Malahayati mampu bersaing dengan baik.
Dalam perjalanan karirnya, Sugianto pernah berkiprah di berbagai sektor, termasuk program pemberdayaan Kementerian PUPR, perusahaan swasta, konsultan teknik, dan NGO. Pengalaman yang luas ini telah membentuknya menjadi profesional yang tangguh dan kompeten dalam bidangnya.
Sugianto merasa bersyukur atas kesempatan mendapatkan beasiswa selama menempuh pendidikan S-1 di Universitas Malahayati.
“Dukungan dari almamaternya tidak hanya berhenti pada masa kuliah, tetapi juga memberikan landasan yang kokoh untuk berkarir di dunia nyata,” katanya
Sugianto berharap bahwa Universitas Malahayati terus sukses dan berkembang, meluluskan generasi-generasi baru yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi.
Klik di sini : Pendaftaran Online Mahasiswa Baru
Yuk, persiapkan diri kamu untuk bergabung bersama Universitas Malahayati di Program Studi Teknik Sipil. Caranya mudah, kamu bisa klik link Pendaftaran Mahasiswa Baru atau datang langsung ke kampus Universitas Malahayati Bandar Lampung. (*)
Editor: Asyihin
Katalog buku Kriminologi Dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana
Judul Buku : Kriminologi Dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana
Penerbit : Universitas Malahayati.
ISBN: Proses
Sinopsis: . Untuk mempelajari kriminologi, tidak terbatas pada pemahaman tentang pengantar kriminologi saja, tetapi yang lebih mendasar lagi dari aspek gejala-gejala kejahatan seluas-luasnya, perkembangan kejahatan dan pembaharuan hukum pidana, karena kriminologi tidak dapat dilepaskan dari hukum pidana. Riset-riset juga diperlukan untuk memvalidasi fakta-fakta perkembangan kejahatan, gejala-gejala kejahatan, faktor-faktor manusia berbuat jahat dan menganalisis manusia mengapa berbuat jahat serta bagaimana pembaharuan hukum pidana menjawab tantangan perkembangan kriminologi
Athillaisya Salsabila Mahasiswa Manajemen Malahayati, Raih Best Beauty Face Ajang Muse Muslimah Indonesia 2024
Athillaisya Salsabila yang biasa disapa Bila mengunkapkan bahwa hasil ini merupakan suatu kebanggan untuk pencapaiannya dan menjadikan motivasi dirinya untuk dapat lebih berkembang lagi.
“Semoga dengan pencapaian ini dapat memberikan peluang yang lebih besar dalam menggapai prestasi dan mengharumkan nama Universitas Malahayati,” ujarnya.
Ricko Gunawan, M.Kes selaku Ka.Biro Kemahasiswaan Universitas Malahayati Bandarlampung, mengatakan “Teruslah kembangkan bakat yang dimiliki agar terus berprestasi, dan semoga dengan keberhasilan ini dapat memotivasi mahasiswa Univeraitas Malahayati agar menjadi anak muda bangsa yang berkualitas.” (gil/humasmalahayatinews)
Hadir Tidak Menambahi, Absen Tidak Mengurangi
Oleh: Sudjarwo
Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung
–
Banyak diantara kita tidak menyadari bahwa filosofi “hadir tidak melengkapi, absen tidak mengurangi” mencerminkan gagasan bahwa keberadaan seseorang tidak secara otomatis membuat suatu situasi menjadi lebih baik atau lebih buruk, begitu juga dengan ketidakhadirannya. Ini menekankan konsep bahwa nilai seseorang tidak hanya terletak pada kehadirannya fisik, tetapi juga pada kontribusi dan pengaruh positif yang mereka berikan ketika mereka ada.
Demikian pula, ketidakhadiran seseorang tidak mengurangi nilai atau kontribusi yang mereka miliki. Berbeda dengan kensep menghadirkan, ini lebih kepada kehadiran hati dan atau rasa terhadap apa yang dikerjakan, walau sering tertukar dengan konsep menjiwai.
Herdian, salah seorang doktor pendidikan dalam disertasinya menemukan hasil penelitian bahwa konsep “hadir” secara batinian berkaitan dengan keberhasilan seseorang dalam pekerjaannya, terutama pada proses penyelenggaraan pembelajaran.
Filosofi ini mendorong orang untuk memahami bahwa pentingnya bukan hanya tentang hadir atau absen secara fisik, tetapi tentang kualitas interaksi, kontribusi, dan dampak yang seseorang miliki dalam suatu situasi. Ini bisa digunakan sebagai pengingat bahwa nilai seseorang tidak hanya terkait dengan kehadiran fisik, tetapi juga dengan kontribusi positif yang mereka berikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam konteks kesehatan mental, penting untuk mengingat bahwa nilai seseorang tidak hanya terletak pada produktivitas atau aktifitas eksternal. Prinsip “hadir tidak melengkapi, absen tidak mengurangi” bisa mengingatkan individu bahwa mereka memiliki nilai intrinsik yang tidak bergantung pada apa yang mereka lakukan atau seberapa sering mereka terlibat dalam aktivitas sosial.
Dengan menerapkan filosofi ini dalam berbagai aspek kehidupan, kita dapat membangun lingkungan yang lebih inklusif, menghargai keberagaman, dan mempromosikan rasa harga diri yang sehat di antara individu. Sayangnya filosofi ini sekarang banyak tergerus, begitu orang memandang dan atau mengukur sesuatu itu dari nilai kebendaan, bahkan lebih tragis lagi nilai rupiah; akibatnya hal ini menjadi nilai kolektif yang hidup dalam kelompok; sehingga “lupa sosial” menjadi semacam hal yang biasa.
Sisi lain juga harus menjadi keberterimaan kita pada saat berada pada posisi ini, sebab itu akan terjadi kepada siapapun kita, pangkat apapun kita, derajad apapun yang melekat pada kita. Kehadiran kita hanya sekedar meneguhkan jejak sejarah, sementara ketidakhadiran kita hanya menjadi kenangan sejarah. Itulah waktu yang selalu beredar mengikuti gerak porosnya yang selalu membagi pada tiga dimensi, masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Semua kita harus ihlas untuk menjadi masa lalu, karena kita pernah juga berada pada masa depan dan masa kini pada waktu lalu.
Kehausan akan dunia dan isinya, termasuk kekuasaan didalamnya, adalah kesesatan di jalan terang, karena semua yang dilihat menyilaukan mata batinnya, sehingga ingin direngutnya. Ketamakan seperti ini tentu membawa semakin jauh kepada taman labiirin yang takberujung; akibatnya bagai minum air laut, semakin diminum semakin haus.
Pada tataran inilah manusia menjadi lebih rendah dari animal derajatnya, karena akal sehatnya mengalami kebuntuan berfikir. Oleh sebab itu tidak salah jika orang bijak berkata “mari kita membuat sejarah, sebelum kita sendiri menjadi sejarah”. Tinggal warna sejarah seperti apa yang akan kita jadikan sejarah, tergantung posisi mana yang kita ambil. Karena perbedaan sudut pandang, akan juga membedakan penilaian; bisa jadi dari sudut ini seseorang dipandang sebagai pahlawan, namun dari sudut yang berlawanan justru dipandang sebagai pecundang. Hanya mereka yang mampu menangkap esensi keberagaman yang bisa memaknai perbedaan. Berbeda bukan berarti harus bertentangan, apalagi bermusuhan; yang berakhir dengan bubar jalan; sebab bagaimanapun kita, dan siapapun kita, sejatinya setiap hari kita harus berurusan dengan perbedaan, karena dinamika kehidupan ada di sana. Salam Waras! (SJ)
Kabid Pengairan PUPR Tulang Bawang Ini Bangga Jadi Alumni Prodi Teknik Lingkungan Universitas Malahayati
TULANG BAWANG (malahayati.ac.id): Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang, Ir. Abdul Latief Gunawan, ST, mengungkapkan kebanggaannya sebagai alumni Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung. Dengan lulus pada tahun 2000, Gunawan telah menorehkan jejak yang menginspirasi dalam pengelolaan lingkungan di daerahnya.
Klik di sini : Pendaftaran Online Mahasiswa Baru
Meskipun saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pengairan, Gunawan menyatakan keterbukaannya untuk ditempatkan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai kebijakan pimpinan.
Pengalamannya yang mencakup masa tugas di Kantor Lingkungan Hidup Tulang Bawang antara tahun 2002 hingga 2011 memberikan wawasan mendalam tentang perlindungan lingkungan.
“Saya senang dapat menerapkan ilmu yang saya pelajari di Universitas Malahayati dalam pekerjaan saya sehari-hari. Pada masa tugas saya di Kantor Lingkungan Hidup Tulang Bawang, saya melakukan evaluasi dan monitoring terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah kami untuk memastikan kegiatan mereka tidak merusak lingkungan,” ungkap Gunawan.
Klik di sini : Pendaftaran Online Mahasiswa Baru
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Malahayati memiliki peran yang signifikan dalam membekali mahasiswanya dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Dengan suasana akademis yang kondusif dan bimbingan dosen yang berkualitas, program studi ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter yang baik pada mahasiswanya.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, Universitas Malahayati terus berupaya menjadi garda terdepan dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan kerja terutama di bidang lingkungan.
Klik di sini : Pendaftaran Online Mahasiswa Baru
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB) untuk tahun akademik 2024/2025. Generasi Z yang memiliki minat dalam bidang teknik Lingkungan diundang untuk bergabung dengan prodi ini.
Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui link resmi Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Malahayati Bandar Lampung atau dengan datang langsung ke kampus. (*)
Editor: Asyihin
Rektor Universitas Malahayati Sambut Positif Kolaborasi Riset Kesehatan dengan Tim BRIN
BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Dr. Achmad Farich, dr., MM, Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, menerima kunjungan dari Tim Pusat Riset Biomedis Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Lt.5 Universitas Malahayati Bandar Lampung, Senin (22/5/2024).
Kunjungan Tim BRIN bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas kolaborasi riset kesehatan dengan Universitas Malahayati.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pusat Riset Biomedis Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Sunarno, M. Si.Med., menyatakan dorongan untuk melaksanakan kolaborasi riset antar institusi sebagai upaya meningkatkan kualitas riset di bidang kesehatan.
“Kolaborasi antar universitas, baik swasta maupun lembaga pemerintah, merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam proposal-proposal kami,” katanya.
Prof. Sunarno menjelaskan bahwa BRIN memiliki 7 organisasi riset kesehatan, antara lain Pusat Riset Biomedis; Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis; Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi; Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional; Pusat Riset Vaksin dan Obat; Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman; dan Pusat Riset Veteriner.
“Pusat Riset Biomedis adalah salah satu yang masih cukup muda usianya,” ucap Prof. Sunarno.
Sunarno menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi langkah penting dalam pertukaran informasi yang saling menguntungkan terkait penelitian.
Lebih lanjut, Prof. Sunarno menjelaskan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki beberapa skema fasilitasi dan pendanaan riset dan inovasi, salah satunya adalah Fasilitasi Pusat Kolaborasi Riset (PKR) yang mampu mendukung riset secara berkelanjutan.
“Saat ini, kami telah menjalin kerjasama riset dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam penelitian mengenai Biofilm, terutama dalam konteks Kanker,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, kami berharap dapat menghasilkan proposal yang mampu menjadi titik awal kerjasama riset sebagai tindak lanjut dari pertemuan hari ini.
Rektor Universitas Malahayati mengapresiasi kehadiran Tim BRIN di kampusnya. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat komunikasi antar institusi, tetapi juga membuka peluang untuk membangun kerjasama penelitian dalam bentuk riset bersama yang akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.
“Dari segi usia, fakultas kedokteran sudah cukup matang. Namun, kami akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia fakultas kedokteran. Kami juga berencana untuk mengembangkan produk dan hasil riset dari fakultas kedokteran,” ucapnya.
“Tentunya, kami masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari semua pihak, khususnya dari BRIN. Selama ini, kami telah melibatkan banyak personel dari BRIN dalam memberikan bimbingan kepada dosen fakultas kedokteran. Dengan peningkatan kerjasama riset bersama, kami yakin akan dapat mencapai hal-hal yang lebih baik,” tambahnya.
Rektor berharap agar ke depannya akan ada lebih banyak aksi dalam kegiatan penelitian, terutama dengan dukungan dari BRIN.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Dr. Toni Prasetia, dr., Sp.PD.,FINASIM, dalam sambutannya menyampaikan harapannya bahwa dengan kehadiran BRIN, fakultas ini akan mendapatkan wawasan dan pengalaman tambahan. “Fakultas Kedokteran saat ini memiliki akreditasi B, dan kami menargetkan untuk meraih predikat unggul di masa depan.”
“Kami sedang meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam berbagai bidang, terutama dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya peran BRIN, kami yakin fakultas ini dapat meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakatnya,” katanya.
Harapannya, kerjasama ini akan membuka peluang bagi para dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati untuk mendapatkan ilmu tambahan dari BRIN. “Ke depan, kami juga berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan mendirikan program S2 di bidang biomedis, bahkan kami berharap bisa mencapai tingkat S3. Saat ini, beberapa dosen kami telah lulus program S3 di bidang biomedis,” tambahnya.
Mendampingi rektor Universitas Malahayati, hadir Wakil Rektor I Dr. (Cand) Muhammad, S.Kom., MM., Wakil Rektor II Dr. Harmani Harun, SE, M.M., Wakil Rektor II, Dr. Eng Rina Febrina, ST.,M.T., Wakil Rektor 4 Universitas Malahayati, Suharman, Drs., M.Pd., M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Toni Prasetia, dr., Sp.PD.,FINASIM., Wakil Dekan Kedokteran Neno Fitriyani H, dr., M.Kes., Kepala Program Studi Profesi Muhamad Ibnu Sina, dr., M.Ked (Neu)., Sp.N.
Juga hadir, Kepala Program Studi Kedokteran Tessa Sjahriani, dr., M.Kes., Sekretaris Program Studi Profesi Kedokteran Ade Utia Detty, dr., M.Kes., Sekretaris Program Studi Kedokteran Nita Sahara, dr., M.Kes., Sp. PA., Kepala MEU Yesi Nurmalasari, dr., M.Kes, dan Kepala Humas Emil Tanhar, S. Kom. Sementara yang mendampingi Kepala Pusat Riset Biomedis BRIN adalah dr. Fitriana, Sp. MK., dan Dr. Abdul Hadi Furqoni, S. Kep., M. Si. (*)
Editor: Asyihin
Membanding dan Menyanding
Oleh: Sudjarwo
Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung
–
Beberapa waktu lalu membaca komentar dari tulisan yang dikirimkan kepada salah seorang yunior di fakultas terkenal dan bergengsi di negeri ini, dengan kekhasannya selalu menggunakan bahasa salah satu sub-etnik daerah Sumatera Selatan. Lengkapnya demikian: ”Au nian aku setuju nga tulisan prof….sebab uji jeme kite dusun…di dunie ini ade ye pacak di sanding ka saje….dik de pacak dibanding ka….anye ade juge ye pacak disanding ka sekaligus dibanding ka… Nak ati ati nian tittu….” Terjemahan bebasnya kira-kira: Saya setuju dengan tulisan prof…sebab kata orang desa..didunia ini ada ya bisa disandingkan tetapi tidak bisa dibandingkan…tetapi ada juga yang bisa disandingkan dan dibandingkan…harus hati hati sekali…
Itu merupakan kalimat bijak sebagai penanda kearifan local itu sangat menyentuh dan mengena untuk mendedah situasi kekinian di negeri ini.
Kita coba untuk menjadikan kerangka berpikir kata bijak itu, dan kita dalami makna hakiki dari membandingkan dengan menyandingkan. Manakala kita menelisik secara filosofis ditemukan jejak digital bahwa bersanding mengajarkan kita tentang hubungan yang sehat dan kerjasama, membandingkan bisa menjadi cermin bagi pertumbuhan pribadi kita.
Yang penting adalah menggunakan kedua filosofi ini dengan bijak, menjadikannya alat untuk membentuk hubungan yang kuat dan untuk berkembang sebagai individu yang lebih baik. Perlu diingat bahwa membandingkan juga dapat memiliki konsekuensi negatif, seperti merasa tidak memadai atau cemburu. Oleh karena itu, penting untuk membandingkan dengan bijaksana, menggunakan perbandingan sebagai alat untuk pembelajaran dan pertumbuhan, bukan sebagai sumber ketidakbahagiaan atau perasaan kurang. Karena dalam membandingkan kita memerlukan tolok ukur sebagai alat atau media banding, sehingga ditemukenali posisi masing-masing dengan parameter minimal normatif.
Sementara itu filosofi menyandingkan dapat memberikan sudut pandang yang lebih komprehensif dan mendalam terhadap subjek yang sedang dipertimbangkan, serta memungkinkan refleksi yang lebih mendalam tentang hubungan antara entitas atau konsep yang berbeda. Ini merupakan alat penting dalam pemikiran filosofis dan analisis konseptual.
Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari banyak diantara kita tidak memahami apakah dia sedang membandingkan atau sedang menyandingkan. Akibatnya banyak sekali benturan sosial terjadi karena salah dalam menempatkan posisi suatu peristiwa sosial, karena tertukar peran akibat dari tidak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam perilaku sosial.
Sesuatu yang berbeda secara esensial, tentu saja kita hanya bisa menyandingkan, dan manakala kita memaksakan membandingkan; maka yang kita jumpai kekecewaan atau mengecewakan. Sementara jika memang sesuatu itu secara esensial secara hukum sosial harusnya sama, ternyata berbeda; maka kondisi ini dimungkinkan melakukan membandingkan.
Karena ada di antara kita gagal paham karena tidak mampu menangkap esensi membanding dan menyanding. Sehingga tidak jarang merusak tatanan sosial yang telah ada, akibatnya harmoni dalam masyarakat terusik. Tidak semua orang bisa menerima pendekatan konflik, namun juga tidak semua orang bisa menerima pendekatan equilibrium. Tinggal bagaimana kita dengan bijak paham akan kapan masing-masing tadi digunakan dalam kepentingan apa, dan tujuannya untuk apa.
Betul bahwa membandingkan itu seyogianya diawali dengan menyandingkan terlebih dahulu, namun tidak semua yang disandingkan dapat kita paksa untuk membandingkannya. Sebab, di samping esensi yang berbeda seperti dijelaskan di atas, ada hal lain yang juga perlu dipahami bahwa ada norma dan nilai yang berbeda untuk dapat dipedomani dalam memahaminya.
Peristiwa sanding dan banding saat ini sedang ramai menjadi perbincangan public melalui media sosial. Dari banyak peristiwa yang menonjol ada dua yaitu seseorang berprofesi sebagai pemuka agama, dan seorang lagi berprofesi sebagai pemuka hukum. Mereka mengalami nasib yang sama, yaitu sama sama menjadi korban rujakkan warga dunia maya; akibat dari ketidak mampuan memposisikan saat kapan sanding dikedepankan dan banding dikemukakan.
Orang bijak adalah mereka yang mampu menangkap pesan yang disampaikan oleh suatu peristiwa yang sedang berlangsung. Semoga kita mampu menangkap esensi dari peristiwa yang dipertontonkan Tuhan dimuka bumi ini.
Salam waras! (SJ)
Sinder Kebon Penentu Hajatan Demokrasi Orang Lampung
Oleh: Sudjarwo
Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung
–
Mencermati “Gawe Sosial” yang akan berlangsung di Provinsi Lampung, ternyata kita harus mengacungkan jempol kepada Herman Batin Mangku (HBM) yang dengan cermat menelisik lika-liku dari perjalanan hajat sosial tadi.
Dengan kecermatan dalam analisis dan menuangkan dalam tulisan HBM menengarai bagaimana “Sinder Kebon” memiliki peran aktif dalam menentukan arah mata angin, karena Sang Ratu memiliki sumber cuan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin politik.
Wilayah Sang Ratu biarkan urusan HBM untuk mengulikanalitiknya, karena beliau ahli dalam olah-mengolah data yang seperti ini. Tulisan ini ingin melihat sisi lain, terutama dilihat dari Teori Belajar Sosial oleh Bandura, yang banyak mengedepankan peran aktif dari role model dalam membangun interaksi sosial atas dasar kepercayaan sekaligus kepentingan sosial.
Menggunakan jalan analisis yang dibangun HBM bermuara pada bagaimana peran tokoh yang akan muncul, bukan hanya di depan public akan tetapi lebih lagi di depan Sang Ratu.
Ini persoalan yang tidak mudah untuk dikuliti, karena bisa jadi secara public seorang tokoh sangat popular, namun secara ekonomis tidak terlihat oleh Sang Ratu sebagai asset.
Atau sebaliknya secara figur tidak begitu terkenal, namun dihadapan Sang Ratu justru ini memiliki nilai ekonomis tinggi, tentu saja pilihan akan ke sini.
Pertanyaannya mengapa begitu penting peran Sang Ratu sebagai pemilik pundi cuan. Tentu saja teori Tabur Tuai amat cocok untuk dijadikan pisau bedah analisis.
Dan, yang tidak kalah pentingnya analisis HBM akan meluncur kepada kesimpulan karena didukung data rata-rata pendidikan pemilih, jika ukuran nasional yang kita pakai, ada pada kelas tujuh.
Kebutuhan dasar pada level ini tentu berbeda dengan level para penganalisis yang sangat tinggi dan mumpuni, tetapi hanya segelintir saja jumlahnya.
Tidak salah jika HBM berasumsi berdasarkan pengalaman lampau bahwa peran Sinder Kebon sangat menentukan berputarnya roda pemilihan kepala daerah di daerah ini.
Namun HBM juga harus ingat bahwa pengalaman Pemilu yang baru saja lewat menyisakan level harga yang terbentuk ditengah masyarakat untuk suara mereka. Dan, jika asumsi ini dipakai, maka betapa menjadi mahalnya biaya yang akan dikeluarkan untuk Gawe Sosial yang akan datang.
Tampaknya kondisi seperti ini hanya para Borju saja yang dapat maju sebagai calon pemimpin, karena hanya mereka yang memiliki “minyak sosial” guna menggerakkan roda kehendak dan keinginan.
Untuk para cerdik pandai haraf paham diri, tampaknya saat sekarang belum wayahnya naik panggung, karena konstituen lebih suka dengan yang nyata dan berapa, bukan nanti kita bersama mengerjakan apa.
Pendewasaan politik di daerah ini tampaknya baru ada pada lapisan atas, dan jumlahnya tidak begitu signifikan. Sementara yang masih “puber politik” pada lapisan bawahnya masih cukup besar.
Sementara lapisan paling bawah yang jumlahnya lebih banyak serta menjadi mata penentu bagi suatu hasil pemilihan; orientasinya masih sangat pragmatis.
Mari kita amati bersama bagaimana arus putar yang sedang berproses, dan sehat selalu buat HBM, jangan berhenti dengan “tipis-tipis” mu; karena dengan itu kita merasa peduli akan negeri; walau kadang dibuat menyayat hati, karena pilu tak terperi.
Selamat Berjuan Kolpah dengan cara mu (SJ)