
Bandarlampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Malahayati Year Festival (MYF) 2026 dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32. Kegiatan ini berlangsung pada 19–24 Januari 2026 di lingkungan Universitas Malahayati dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai SMA/SMK sederajat di Provinsi Lampung.
Malahayati Year Festival 2026 menjadi ajang kompetisi dan apresiasi bakat pelajar dalam berbagai bidang, di antaranya Baca Puisi, Story Telling, Solo Pop, Solo Dangdut, Speech, serta Video Promosi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kompetisi, kreativitas, serta mempererat silaturahmi antar sekolah.
Kegiatan Malahayati Year Festival 2026 turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes, yang mewakili Rektor Universitas Malahayati, beserta jajaran pimpinan dan sivitas akademika Universitas Malahayati. Hadir pula Koordinator MYF 2026, Syafik Arisandi, S.S., M.Kes, selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas dan program studi, di antaranya Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran, Muhammad Luthfi, S.E., M.Si selaku Ketua Program Studi Akuntansi, serta Dr. Weka Indra Dharmawan, S.T., M.T selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati.
Adapun pejabat struktural Universitas Malahayati yang turut hadir antara lain Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Ahmad Iqbal, S.S selaku Kepala Biro Administrasi Akademik, Rudi Winarno, Ns., M.Kes selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan, Sutikno, M.Pd.I selaku Kepala Asrama, serta Emil Tanhar, S.Kom selaku Kepala Bagian Humas.
Berdasarkan Surat Keputusan Juri Nomor 025/DIESUNMAL32/I/2026, panitia pelaksana menetapkan SMA Negeri 1 Bukit Kemuning sebagai Juara Umum Malahayati Year Festival Tahun 2026, setelah berhasil meraih nilai tertinggi dari akumulasi prestasi para peserta didiknya.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes, yang mewakili Rektor Universitas Malahayati, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, pendamping, serta pihak sekolah yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Malahayati Year Festival Tahun 2026.
“Melalui Malahayati Year Festival, Universitas Malahayati berharap dapat memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator MYF 2026, Syafik Arisandi, S.S., M.Kes, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, pendamping, serta pihak sekolah yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Antusiasme, semangat kompetisi, dan kreativitas para peserta telah menghadirkan suasana yang luar biasa dan penuh inspirasi. Kami berharap Malahayati Year Festival dapat menjadi pengalaman berharga serta motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi,” ungkapnya.

Pada malam puncak Malahayati Year Festival 2026, tercatat terdapat empat sekolah dengan perolehan piala terbanyak. Selain juara umum, tiga sekolah lainnya mendapatkan bantuan fasilitas pengembangan prestasi dari anggota Komisi X DPR RI, Bapak Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H.
Adapun tiga sekolah penerima bantuan fasilitas pengembangan prestasi tersebut adalah:
- SMA Negeri 2 Bandar Lampung
- SMA Negeri 10 Bandar Lampung
- SMA Persada Bandar Lampung

Daftar Pemenang Malahayati Year Festival 2026
Cabang Lomba Baca Puisi
- Juara I: Keysa Zakiyatus Zahro – SMK 2 Mei Bandar Lampung
- Juara II: Nikeisha Shizuka Erde – SMAN 3 Metro
- Juara III: Muhammad Rasyid Arrozaq – SMA Al Quran Malahayati
Cabang Lomba Story Telling
- Juara I: Aliviona Basmalah Zafirah – SMAN 9 Bandar Lampung
- Juara II: Rosa Azkia Hidayah – SMA Negeri 1 Bukit Kemuning
- Juara III: Kayla Syahada Fenurrizqia – SMA Negeri 2 Bandar Lampung
Cabang Lomba Solo Pop Pria
- Juara I: Dimas Aditya Nugroho – SMA Negeri 1 Natar
- Juara II: M. Raffi Al Anwar – MAN 1 Bandar Lampung
- Juara III: Suttan Achmad Faqih – SMAN 2 Pringsewu
Cabang Lomba Solo Pop Wanita
- Juara I: Mira Alya – SMKN 8 Bandar Lampung
- Juara II: Latifah Anwar – SMAS Persada Bandar Lampung
- Juara III: Dhea Firnanda – SMKN 1 Menggala
Cabang Lomba Solo Dangdut Wanita
- Juara I: Dinda Ayu Agustin – SMAN 8 Bandar Lampung
- Juara II: Salsa Agistina – SMA Negeri 1 Ambarawa
- Juara III: Keyla Ekta Shartika – SMA Persada Bandar Lampung
Cabang Lomba Solo Dangdut Pria
- Juara I: M. Imam Samudra – SMAN 10 Bandar Lampung
- Juara II: Muhammad Al-Ghifahry Pratama – SMKN 1 Kotabumi
- Juara III: M. Afikhal Gusviando – SMAN 10 Bandar Lampung
Cabang Lomba Speech
- Juara I: Meyza Nauli Sinurat – SMAN 01 Bukit Kemuning
- Juara II: Dzakia Fahira PH – SMAN 2 Bandar Lampung
- Juara III: Widia Khairani – SMK Telkom Lampung
Cabang Lomba Video Promosi
- Juara I:
- M. Ridho Zulyansah – SMA Negeri 1 Rumbia
- Samuel Irton – SMA Negeri 1 Rumbia
- Althea Mas Ananda – SMA Negeri 1 Rumbia
- Juara II:
-
- Intan Ayuningtyas – SMAN 3 Bandar Lampung
- Najwa Nafis – SMAN 3 Bandar Lampung
- Devi Puspita Sari – SMAN 3 Bandar Lampung
- Juara III:
- Muhamad Revandi – SMK Muhammadiyah Way Sulan
Universitas Malahayati berharap kegiatan Malahayati Year Festival dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan bakat, minat, dan prestasi pelajar, sekaligus memperkuat peran Universitas Malahayati sebagai institusi pendidikan yang mendukung pengembangan generasi muda berprestasi.
Malahayati Year Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga mencerminkan komitmen Universitas Malahayati dalam membuka ruang apresiasi dan pembinaan bagi generasi muda. Melalui rangkaian kompetisi yang beragam, kegiatan ini mampu menjadi wadah aktualisasi bakat sekaligus sarana pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan sportivitas pelajar. Diharapkan, Malahayati Year Festival ke depan tidak hanya mempertahankan kualitas penyelenggaraan, tetapi juga terus berkembang sebagai agenda tahunan yang inspiratif dan menjadi rujukan pengembangan prestasi pelajar di Provinsi Lampung.(fkr)
Editor : Fadly KR
SAKIT ITU ANUGERAH
Oleh: Sudjarwo
Guru Besar Universitas Malahayati Lampung
–
Perawat itu masuk dengan langkah pelan, membawa nampan obat dan segelas air hangat. Ruangan perawatan itu terasa sunyi, hanya suara detak jam yang terdengar samar. “Bagaimana rasanya pagi ini Pak?” tanya perawat muda yang tampan itu dengan suara lembut sambil tersenyum kepada pasien tua yang terbaring lemah. Pasien menarik napas perlahan. “Masih sakit. Kadang rasanya melelahkan harus bangun dengan kondisi seperti ini.”
Perawat mengangguk, seolah memahami sepenuhnya. “Wajar Pak merasa begitu. Tubuh sedang berjuang, dan perjuangan memang tidak selalu nyaman.” Pasien menatap langit-langit kamar. “Aku sering bertanya-tanya, kenapa harus sakit? Rasanya hidup kok jadi berhenti.” “Boleh saya jujur Pak?” ujar perawat sambil berdiri membetulkan botol infus. “Tentu.” Jawab pasien renta itu. Perawat menukas: “Banyak orang yang baru benar-benar mendengar dirinya sendiri justru saat sakit. Saat tidak bisa ke mana-mana, tidak bisa berpura-pura kuat.”
Pasien tua terdiam sejenak. “Aneh… sejak di sini, aku jadi lebih sering mengingat hal-hal kecil. Nafas, waktu, orang-orang yang peduli.” Perawat tersenyum tipis. “Itu bukan hal kecil. Itu kesadaran. Kadang sakit datang bukan untuk melemahkan, tapi untuk mengingatkan.” “Mengingatkan tentang apa?” tanya balik pasien pelan. Perawat menjawab sambil membenahi letak obat di meja pasien, “Bahwa kita manusia ini terbatas, oleh karena itu butuh bantuan. Dan, tidak harus selalu kuat.” Pasien menoleh, matanya tampak lebih tenang. “Jadi menurutmu, sakit ini bukan sepenuhnya buruk?”. Perawat menyerahkan obat dengan hati-hati. “Tidak selalu. Ada pelajaran yang hanya bisa datang lewat jalan seperti ini.”
Pasien tua itu mengangguk pelan, sambil berguman. “Mungkin… di balik rasa sakit ini, ada sesuatu yang sedang disiapkan.” Perawat tampan itu sambil pamit undur diri untuk keluar sambil berkata. “Dan tugas kita adalah menjalaninya dengan sabar. Selebihnya, biarkan waktu dan Yang Maha Kuasa yang bekerja.” Pasien tua itu penasaran dan berkata sedikit berteriak; “kuliahmu di mana dulu”. Perawat itu menyilangkan tangannya di dada sambil tersenyum ihlas dan sedikit membungkukan badan, kemudian menutup pintu.
Sakit sering dipahami sebagai sesuatu yang harus dihindari, disangkal, bahkan ditakuti. Ia hadir membawa rasa tidak nyaman, keterbatasan, dan terkadang keputusasaan. Namun di balik segala perih yang menyertainya, sakit dapat dimaknai sebagai rezeki yang indah dari Yang Maha Kuasa. Sebuah anugerah yang tidak selalu dibungkus dengan kegembiraan, tetapi menyimpan pelajaran mendalam tentang makna hidup, kesadaran diri, dan hubungan manusia dengan Penciptanya.
Dalam keadaan sehat, manusia kerap merasa mampu mengendalikan segalanya. Waktu terasa panjang, tenaga seolah tak terbatas, dan rencana masa depan disusun dengan keyakinan penuh. Namun sakit datang sebagai jeda yang memaksa. Ia menghentikan langkah yang terlalu cepat dan menundukkan kepala yang mungkin terlalu tinggi. Dalam keterbatasan itulah manusia belajar bahwa dirinya rapuh, bergantung, dan tidak sepenuhnya berkuasa atas tubuh serta hidupnya sendiri. Kesadaran ini bukan untuk melemahkan, melainkan untuk meluruskan kembali arah batin yang mungkin mulai jauh dari rasa syukur.
Sakit juga mengajarkan keheningan. Ketika aktivitas berkurang dan tubuh meminta istirahat, ruang refleksi terbuka lebar. Pikiran yang biasanya sibuk mengejar hal-hal duniawi perlahan bergeser pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam: tentang tujuan hidup, tentang makna keberadaan, dan tentang hal-hal yang benar-benar penting. Dalam sunyi itu, banyak hal yang sebelumnya terabaikan menjadi terlihat jelas. Perhatian terhadap hal kecil, seperti napas yang teratur atau detak jantung yang stabil, berubah menjadi nikmat yang tak ternilai.
Sebagai rezeki, sakit menghadirkan bentuk pemberian yang tidak kasat mata. Ia melatih kesabaran, keikhlasan, dan penerimaan. Tidak semua hal bisa diubah sesuai kehendak, dan tidak semua doa dijawab dengan cara yang diharapkan. Namun di situlah letak keindahannya. Proses menerima kenyataan, berjuang tanpa kepastian, dan tetap berharap di tengah ketidaknyamanan adalah latihan spiritual yang sangat berharga. Ia menumbuhkan kedewasaan batin yang sering kali tidak bisa diperoleh melalui kenyamanan.
Selain itu, sakit membuka pintu empati. Ketika seseorang merasakan sendiri betapa rentannya kondisi tubuh, pandangan terhadap penderitaan orang lain pun berubah. Rasa iba yang dulu mungkin hanya sebatas simpati kini tumbuh menjadi pengertian yang lebih dalam. Ada kesadaran bahwa setiap orang memikul beban yang tidak selalu terlihat. Dengan demikian, sakit berperan sebagai guru yang mengajarkan kelembutan hati dan kepedulian sosial.
Rezeki tidak selalu berbentuk materi atau kebahagiaan instan. Terkadang ia hadir sebagai ujian yang membentuk karakter. Sakit mengajarkan untuk menghargai kesehatan, sesuatu yang sering dianggap biasa sebelum ia hilang. Setelah melewati masa sulit, hal-hal sederhana seperti berjalan tanpa nyeri, tidur nyenyak, atau tersenyum tanpa beban terasa seperti hadiah besar. Rasa syukur pun tumbuh bukan karena memiliki segalanya, melainkan karena menyadari nilai dari hal-hal mendasar.
Hubungan dengan Yang Maha Kuasa juga mengalami pendalaman melalui sakit. Dalam kondisi lemah, doa menjadi lebih jujur dan harapan menjadi lebih tulus. Tidak lagi dipenuhi tuntutan, melainkan kepasrahan. Ada keintiman spiritual yang lahir dari pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan di luar dirinya. Dalam momen-momen seperti itu, iman tidak hanya diucapkan, tetapi dirasakan.
Pada akhirnya, sakit bukan untuk diratapi, tetapi untuk dimaknai. Ia bukan tanda hukuman, melainkan cara halus untuk mengingatkan, membersihkan, dan membentuk. Jika dilihat dengan kacamata keimanan dan kesadaran, sakit menjadi rezeki yang indah; indah bukan karena rasanya, tetapi karena dampak yang ditinggalkannya. Ia mengajarkan cahaya melalui luka, kekuatan melalui kelemahan, dan harapan melalui keterbatasan. Dalam perjalanan hidup, mungkin sakit adalah salah satu cara paling jujur untuk belajar menjadi manusia seutuhnya. Salam Waras (SJ)
Editor : Fadly KR
Tak Hanya Berprestasi Akademik, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Raih Juara 1 Kickboxing PORKAB
Bandar Lampung (malahayati.ac.id) : Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati, Adika Hedi Pratama (NPM: 23410294), berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 1 Kickboxing Kelas 71 Kg Putra pada ajang Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Tanggamus 2025 yang diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Tanggamus.
Kejuaraan tersebut berlangsung pada 4 hingga 19 November 2025 di Gedung Olahraga (GOR) Tanggamus, dan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah. Dalam kompetisi ini, Adika menunjukkan performa yang konsisten, teknik bertanding yang matang, serta mental juara hingga berhasil keluar sebagai yang terbaik di kelas 71 Kg Putra.
Prestasi ini diraih dengan motivasi kuat untuk menjadi atlet profesional, sebuah tujuan yang terus diperjuangkan Adika di tengah aktivitas akademiknya sebagai mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Ia memandang olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan ketahanan mental.
“Teruslah berusaha untuk sebuah cita-cita, karena keberhasilan adalah kegagalan yang berhasil kita lewati,” ujar Adika. Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain agar tidak mudah menyerah dalam meraih prestasi.
Meski telah meraih juara pertama, Adika mengaku belum merasa puas karena masih banyak target dan pencapaian yang ingin diraih di masa depan. Semangat untuk terus berkembang ini mencerminkan mental atlet sejati yang tidak cepat berpuas diri.
Prestasi yang diraih Adika Hedi Pratama membuktikan bahwa mahasiswa tidak harus memilih antara prestasi akademik dan non-akademik. Keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Di tengah tuntutan perkuliahan, keberhasilan Adika menjadi contoh nyata bahwa konsistensi, disiplin, dan komitmen mampu melahirkan prestasi yang membanggakan serta membawa nama baik Universitas Malahayati di tingkat yang lebih luas.(fkr)
Editor: Fadly KR
“Sakit” Surat Rahasia dari Langit
Oleh: Sudjarwo
Guru Besar Universitas Malahayati Lampung
–
Beberapa hari ini penulis mendapat ganjaran dari Sang Maha Pencipta untuk menikmati sakit; Alhamdullilah dengan ganjaran itu dapat memunculkan inspirasi dialog seperti ini:
Tubuh yang sedang tidak baik-baik saja berguman: “Aku lelah. Setiap gerak terasa berat, setiap tarikan napas seperti mengangkat beban yang tak terlihat. Aku menjerit lewat nyeri, berharap kau mau mendengar”. Jiwa menjawab dengan terbata-bata: “Aku mendengarmu, tapi selama ini aku terlalu sibuk. Aku memaksamu terus berjalan, seolah kau tak pernah punya batas.
Tubuh sedikit mendengus menjawab: “Aku bukan baja. Aku diciptakan untuk dijaga, bukan dipaksa. Saat kau abaikan istirahat, saat kau simpan amarah dan cemas terlalu lama, aku ikut menanggungnya dalam diam.
Jiwa terperanjat, dan berkata:”Aku mengira kuat itu berarti tak boleh berhenti. Aku lupa bahwa tenang juga bagian dari hidup”. Tubuh sedikit kesal dan menukas:”Makanya aku jatuh sakit. Bukan untuk menyusahkanmu, tapi agar kau berhenti sejenak. Agar kau menoleh ke dalam, bertanya apa yang selama ini kau lupakan”.
Jiwa mengiba:”Apakah ini teguran?”. Tubuh menjawab tajam: “Bisa jadi. Atau mungkin cara membersihkan debu yang menempel terlalu lama. Rasa sakit hanyalah bahasa yang kupunya untuk menyampaikan pesan padamu dan semesta”.
Jiwa menjawab memelas: “Aku takut. Sakit membuatku sadar bahwa akhir bisa begitu dekat”. Tubuh menyergah: “Tak perlu takut. Kesadaran bukan ancaman, melainkan undangan. Undangan untuk berdamai, memaafkan, dan melepaskan beban yang tak perlu dibawa pulang”. Jiwa menjawab lembut: “Lalu apa yang harus kulakukan sekarang wahai tubuh?” Tubuh menjawab lirih: “Dengarkan aku. Rawat aku dengan sabar, dan rawat dirimu dengan ikhlas. Jika aku lemah, jangan marah. Jika aku nyeri, jangan mengeluh berlebihan. Jadikan ini waktu untuk mendekat pada Yang Maha Menghidupkan”.
Jiwa menjawab dengan santun: “Baik kalau begitu. Jika kau adalah amanah, aku akan belajar menjagamu. Dan jika sakit adalah pesan, aku akan mencoba membacanya dengan hati yang lebih lapang”.
Sakit datang tanpa aba-aba, seolah menjadi tamu yang tak diundang, namun sulit untuk diusir. Dalam keheningan itulah pikiran mulai bekerja lebih jauh dari biasanya, mencoba mencari makna di balik rasa yang mengganggu raga. Dalam keyakinan, sakit bukan sekadar gangguan fisik. Ia bisa menjadi karunia yang tersembunyi. Bisa jadi ia adalah teguran lembut dari Allah, sebuah cara halus untuk menghentikan langkah yang terlalu cepat, atau arah yang terlalu jauh menyimpang. Ketika tubuh dipaksa berhenti, jiwa diberi ruang untuk bertanya: sudah sejauh apa hidup dijalani dengan kesadaran? Sudah seberapa sering lupa untuk bersyukur, lalai untuk berdoa, atau menunda kebaikan dengan alasan dunia yang tak pernah selesai?.
Namun sakit juga bisa dimaknai sebagai proses pencucian diri. Rasa nyeri, lemah, dan ketidakberdayaan menghadirkan kesadaran bahwa manusia sejatinya rapuh. Tidak ada kekuatan mutlak, tidak ada kendali penuh atas tubuh sendiri. Dalam kondisi seperti ini, kesombongan perlahan luruh. Doa-doa yang mungkin dulu diucapkan dengan ringan, kini terasa lebih jujur dan mendesak. Air mata menjadi lebih mudah jatuh, bukan karena lemah, tetapi karena sadar betapa kecilnya diri ini di hadapan Yang Maha Kuasa.
Ada pula pikiran yang melangkah lebih jauh, bahwa sakit adalah cara untuk bersiap menghadapi kematian. Bukan dengan ketakutan, melainkan dengan perenungan. Sakit mengajarkan bahwa hidup tidak selamanya tentang rencana jangka panjang, ambisi besar, atau keinginan yang terus ditumpuk. Ia mengingatkan bahwa hidup bisa berhenti kapan saja, dan yang dibawa bukanlah harta, jabatan, atau pujian, melainkan amal dan keikhlasan. Dalam rasa sakit, kematian tidak lagi terasa jauh atau abstrak, melainkan sesuatu yang nyata dan pantas untuk dipersiapkan.
Di sisi lain, ada pula kemungkinan bahwa sakit adalah karma dari apa yang pernah dilakukan, baik secara sadar maupun tidak. Pola hidup yang diabaikan, emosi yang dipendam, atau sikap yang menyakiti diri sendiri dan atau orang lain, perlahan menuntut tanggung jawabnya. Namun memaknai sakit sebagai karma bukan berarti terjebak dalam penyesalan tanpa akhir. Justru sebaliknya, ia bisa menjadi pintu untuk berdamai dengan masa lalu, menerima konsekuensi dengan lapang dada, dan berkomitmen untuk hidup dengan lebih bijak ke depannya.
Menariknya, semua kemungkinan makna itu tidak harus dipilih salah satu. Sakit bisa menjadi teguran, pencucian, persiapan, dan pembelajaran sekaligus. Ia tidak datang untuk menghukum semata, melainkan untuk mengembalikan manusia pada kesadaran paling dasar: bahwa hidup adalah titipan, dan tubuh adalah amanah. Ketika amanah itu terguncang, ada pesan yang ingin disampaikan, ada pelajaran yang ingin ditanamkan.
Dalam sakit, waktu terasa melambat. Hal-hal kecil menjadi lebih berarti: napas yang lega, tidur yang nyenyak, atau sekadar bangun tanpa rasa nyeri. Dari sana tumbuh rasa syukur yang lebih jujur, bukan karena segalanya baik-baik saja, tetapi karena masih diberi kesempatan untuk merasakan, belajar, dan memperbaiki diri. Sakit mengajarkan bahwa sehat adalah nikmat yang sering dilupakan, dan sabar adalah kekuatan yang sering diremehkan.
Pada akhirnya, sakit adalah bahasa Tuhan yang tidak selalu bisa diterjemahkan dengan logika. Ia lebih sering dipahami dengan hati yang tenang dan jiwa yang mau mendengar. Entah ia datang sebagai teguran, pencucian diri, persiapan menuju akhir, atau konsekuensi dari perjalanan hidup, sakit tetap membawa peluang yang sama: untuk lebih dekat, lebih sadar, dan lebih jujur pada diri sendiri. Dan mungkin, di situlah letak rahmatNYA yang paling halus. Kesembuhan dan kematian adalah dua sisi mata uang yang sama, sama-sama anugerah, sama-sama keberuntungan; tinggal dari sisi mana kita menikmati. Bisa jadi anugerah yang tidak menguntungkan, atau bisa juga mungkin keuntungan yang sejatinya bukan anugerah. Namun bagi mereka yang selalu bersyukur memandang keduanya adalah pintu untuk menuju pulang dengan kegembiraan. Salam Waras (SJ)
Editor : Fadly KR
Gala Dinner Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati Jadi Momentum Kebersamaan dan Apresiasi Prestasi
Bandar Lampung (malahayati.ac.id) : Universitas Malahayati sukses menggelar Gala Dinner Dies Natalis ke-32 pada Rabu malam (28/1/2026) yang bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini berlangsung meriah, penuh kehangatan, dan menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32.
Gala Dinner ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika Universitas Malahayati, mulai dari jajaran pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, kepala unit kerja, dosen, hingga seluruh karyawan. Kehadiran seluruh unsur civitas akademika mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan serta semangat kekeluargaan yang terus terjaga di lingkungan Universitas Malahayati.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Nirwanto, S.Pd., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., Ketua PMB Romy J. Utama, S.E., M.Sos., Ketua LPMI Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep., serta Ketua LPPM Prof. Erna Listyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. Turut hadir pula para dekan fakultas, ketua program studi, kepala lembaga dan unit, serta seluruh dosen dan karyawan Universitas Malahayati.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh dosen dan karyawan atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan, soliditas, dan sinergi seluruh sivitas akademika merupakan modal utama Universitas Malahayati dalam menghadapi tantangan dan dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Rangkaian acara Gala Dinner Dies Natalis ke-32 dikemas secara menarik dan berkesan, diawali dengan pembukaan, sambutan pimpinan universitas, serta dilanjutkan dengan makan malam bersama yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan yang menambah semarak suasana dan menjadi sarana pelepas penat bagi seluruh peserta setelah menjalani aktivitas akademik dan administratif sehari-hari.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian mutu akademik, Universitas Malahayati juga memberikan penghargaan Pencapaian Standar Audit Mutu Internal (AMI) kepada program studi terbaik, yaitu:
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Dosen Program Studi Terbaik, yaitu:
Penghargaan Dosen dengan Perolehan SINTA Terbaik diberikan kepada:
Sementara itu, penghargaan Karyawan Terbaik pada Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati diraih oleh Fredy Setiawan, S.T.
Antusiasme peserta semakin meningkat dengan adanya pembagian door prize yang telah disiapkan oleh panitia. Pada kesempatan tersebut, panitia membagikan 1 (satu) unit laptop Acer dan 2 (dua) unit tablet yang diundi berdasarkan nomor daftar hadir pada buku tamu. Door prize ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus kejutan yang menambah kemeriahan acara Gala Dinner Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati.
Melalui pelaksanaan Gala Dinner ini, Universitas Malahayati berharap momentum Dies Natalis ke-32 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di antara seluruh sivitas akademika. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Universitas Malahayati optimis dapat terus melangkah maju sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Gala Dinner Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa kebersamaan dan soliditas sivitas akademika merupakan fondasi utama dalam keberlanjutan sebuah perguruan tinggi. Di tengah dinamika dan tantangan dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang refleksi dan apresiasi atas dedikasi dosen dan karyawan yang selama ini berperan besar dalam menjaga mutu dan eksistensi Universitas Malahayati. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang tercipta diharapkan mampu menjadi energi positif untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan semangat kerja, serta mendorong Universitas Malahayati terus melangkah maju sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.(fkr)
Editor : Fadly KR
Pastikan Tepat Sasaran, Prodi Manajemen UNMAL Gelar Evaluasi KIP Kuliah untuk Dorong Prestasi dan Kelulusan Tepat Waktu
Bandar Lampung (malahayati.ac.id) – Program Studi Manajemen Universitas Malahayati (UNMAL) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi KIP Kuliah sebagai upaya mendorong peningkatan prestasi akademik serta keberlanjutan studi mahasiswa penerima bantuan pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Ruang Perkuliahan 6.14 Universitas Malahayati.
KIP Kuliah merupakan program bantuan dari Pemerintah Indonesia yang memberikan pembebasan biaya kuliah (UKT) serta bantuan biaya hidup bulanan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan perhatian bersama untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan, meningkatkan disiplin akademik penerima, serta memastikan efektivitas pemanfaatan dana dalam menunjang prestasi mahasiswa. Evaluasi berkala menjadi langkah penting untuk memverifikasi kondisi ekonomi mahasiswa, mencegah potensi penyalahgunaan dana, serta meningkatkan kualitas pendampingan akademik.
Mengusung tema “Optimalisasi Program KIP dalam Mendukung Prestasi dan Keberlanjutan Studi Mahasiswa”, kegiatan evaluasi ini diikuti oleh 36 mahasiswa penerima KIP Kuliah dan Non-KIP (Beasiswa Padamu Negeri) dari angkatan 2022 hingga 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Program Studi Manajemen dalam memastikan bantuan pendidikan dimanfaatkan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Febrianty, S.E., M.Si, yang menekankan pentingnya kedisiplinan akademik dan tanggung jawab mahasiswa penerima beasiswa. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas, Dr. Rahyono, S.Sos., M.M, yang mengapresiasi pelaksanaan evaluasi sebagai langkah strategis dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan studi mahasiswa. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Hasan Arifin, S.E., M.M.
Agenda evaluasi diawali dengan pemaparan materi “All About KIP” oleh Hiro Sejati, S.E., M.M, yang disertai sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terkait hak, kewajiban, serta ketentuan Program KIP Kuliah. Selanjutnya, Evaluasi Tahap II diisi dengan pemaparan dan penandatanganan Pakta Integritas yang disampaikan oleh Muhammad Irfan Pratama, S.E., M.E, sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menjaga prestasi akademik dan menyelesaikan studi sesuai ketentuan.
Sebagai bentuk pendampingan yang lebih komprehensif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi konseling KIP dan Non-KIP yang melibatkan Tim Dosen Program Studi Manajemen, yaitu Amril Samosir, S.Kom., M.T.I., Reza Hardian Pratama, S.E., M.M., Rizki Agung Wibowo, S.Mat., M.Mat., Ayu Nursari, S.E., M.E., Euis Mufahamah, S.E., M.Ak., dan Lestari Wuryanti, S.E., M.M. Sesi konseling ini bertujuan untuk meninjau perkembangan akademik mahasiswa, capaian Indeks Prestasi, serta kesiapan mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Program Studi Manajemen Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkeadilan, berkualitas, serta berorientasi pada keberhasilan dan keberlanjutan studi mahasiswa penerima KIP Kuliah.
Kegiatan evaluasi KIP Kuliah yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Universitas Malahayati merupakan langkah strategis dalam menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan bantuan pendidikan. Tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan administratif, evaluasi ini juga menjadi ruang pembinaan yang mendorong mahasiswa untuk lebih bertanggung jawab terhadap prestasi akademik dan masa studinya. Melalui pendekatan evaluatif dan konseling yang berkelanjutan, program KIP Kuliah diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan finansial, tetapi juga instrumen pembentuk karakter, kedisiplinan, serta komitmen mahasiswa dalam meraih keberhasilan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.(fkr)
Editor : Fadly KR
Harumkan Nama Kampus Mahasiswa UNMAL Berprestasi di POPKOT Bandar Lampung 2025
Bandar Lampung (malahayati.ac.id) : Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Malahayati. Della Tree Yarnisha, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen dengan NPM 25220037, berhasil mengukir prestasi gemilang pada cabang olahraga Hapkido dalam ajang Pekan Olahraga Kota (POPKOT) Bandar Lampung 2025 yang diselenggarakan pada 25–26 Desember 2025.
Dalam ajang tersebut, Della sukses meraih Juara 2 kategori Daeryun Junior Under 46 Kg, serta menambah raihan prestasi dengan Juara 3 kategori Hyung Berpasangan. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Wali Kota Bandar Lampung dan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai cabang olahraga bela diri.
Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Malahayati mampu menyeimbangkan antara aktivitas akademik dan pengembangan diri di bidang nonakademik. Ketekunan, disiplin, serta konsistensi dalam berlatih menjadi faktor utama yang mengantarkan Della meraih hasil membanggakan tersebut. Ketertarikannya pada dunia olahraga, khususnya bela diri Hapkido, menjadi dorongan kuat untuk terus berkembang dan berprestasi.
Della juga menyampaikan pesan motivatif kepada mahasiswa lainnya,
“Jadilah diri sendiri dan jangan takut akan kegagalan, karena kegagalan atau kekalahan bukan akhir dari segalanya.”
Pesan ini menjadi refleksi bahwa proses, perjuangan, dan keberanian untuk mencoba jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir.
Prestasi yang diraih Della Tree Yarnisha bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan semangat mahasiswa Universitas Malahayati yang berani keluar dari zona nyaman. Di tengah tuntutan akademik yang padat, Della membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Keberhasilannya di ajang POPKOT 2025 diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk terus menggali potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik, serta menanamkan keyakinan bahwa kegigihan dan konsistensi akan selalu menemukan jalannya menuju prestasi. (fkr)
Editor: Fadly KR
Fakultas Hukum UNMAL Rayakan Dies Natalis ke-10, Dorong Hukum Bisnis dan Kewirausahaan Menuju Indonesia Emas 2045
Bandar Lampung ( malahayati.ac.id) : Fakultas Hukum Universitas Malahayati (UNMAL) merayakan Dies Natalis ke-10 dengan mengusung tema “Satu Dekade Fakultas Hukum Universitas Malahayati: Meneguhkan Hukum Bisnis dan Kewirausahaan untuk Indonesia Emas 2045”. Perayaan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen fakultas dalam pengembangan pendidikan hukum yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Universitas Malahayati, Aditia Arief Firmanto, SH., MH., menyampaikan rasa bangga atas capaian fakultas selama satu dekade terakhir. Ia menegaskan bahwa Fakultas Hukum Universitas Malahayati telah berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu hukum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan profesional yang relevan dengan kebutuhan nasional maupun global, khususnya di bidang hukum bisnis dan kewirausahaan.
Perayaan Dies Natalis ke-10 ini turut dihadiri oleh Kepala Program Studi Ilmu Hukum Dr. Rissa Afni Martinouva, S.H., M.H., Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan Ana Setia Ratu, S.E., M.Ak., jajaran dosen Fakultas Hukum, perwakilan alumni, serta mahasiswa berprestasi.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis berlangsung meriah dan edukatif. Kegiatan diawali dengan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Lampung. Selanjutnya, Fakultas Hukum menyelenggarakan Seminar Internasional ICESH 2025 serta Kuliah Pakar Hukum Bisnis yang menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H., PIA. (Wakil Ketua Komite Advokasi Daerah Kamar Dagang dan Industri Lampung), Riski Heber, S.H., M.H. (Hakim Pengadilan Negeri Kota Metro), dan Dr. Rissa Afni Martinouva, S.H., M.H. (Akademisi Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Malahayati).
Selain itu, Fakultas Hukum Universitas Malahayati juga menampilkan implementasi kurikulum Hukum Bisnis dan Kewirausahaan berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai wujud inovasi pendidikan dan penguatan kompetensi lulusan. Puncak perayaan Dies Natalis ditandai dengan acara seremonial yang dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, alumni, serta mitra strategis fakultas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kewirausahaan mahasiswa, Fakultas Hukum juga memberikan sertifikat penghargaan kepada tiga kelompok terbaik mata kuliah Kewirausahaan. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis yang aplikatif dan berkelanjutan.
Melalui peringatan satu dekade ini, Fakultas Hukum Universitas Malahayati semakin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Fakultas Hukum juga bertekad menjadi wadah lahirnya generasi profesional hukum yang berkompeten, inovatif, beretika religius, serta berorientasi pada pengembangan law technopreneur, sejalan dengan visi dan misi program studi menuju Indonesia Emas 2045.
Peringatan satu dekade Fakultas Hukum Universitas Malahayati menjadi momentum penting yang menandai kematangan institusi dalam menjawab tantangan perkembangan hukum di era modern. Fokus pada penguatan hukum bisnis dan kewirausahaan, ditopang kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), menunjukkan komitmen Fakultas Hukum UNMAL dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan beretika religius, serta mampu berperan sebagai law technopreneur yang relevan dengan visi Indonesia Emas 2045.(fkr)
Editor : Fadly KR
Universitas Malahayati Laksanakan Rotasi dan Penyegaran Pejabat Struktural Tahun 2026
Bandar Lampung (malahayati.ac.id) : Universitas Malahayati melaksanakan rotasi dan penyegaran di kalangan pejabat struktural, Senin, 26 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kinerja institusi.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Malahayati, sejumlah pejabat struktural mendapatkan perpanjangan masa jabatan. Di antaranya Aryanti Wardiyah, Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat yang kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Keperawatan sekaligus Ketua Program Studi Profesi Keperawatan (Ners) Fakultas Ilmu Kesehatan. Selain itu, Dr. Rissa Afni Martinouva, S.H., M.H. diperpanjang masa jabatannya sebagai Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, serta Sutikno, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai Kepala Asrama Universitas Malahayati.
Perpanjangan masa jabatan juga diberikan kepada sejumlah pimpinan dan pejabat struktural lainnya sebagai bagian dari kesinambungan kepemimpinan institusi, yakni Dr. Rahyono, S.Sos., M.M. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Muhammad Luthfi, S.E., M.Si. sebagai Ketua Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Manajemen, serta Diah Astika Winahyu, S.Si., M.Si. sebagai Sekretaris Program Studi DIII Analis Farmasi dan Makanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati.
Seiring dengan itu, Universitas Malahayati juga menetapkan penyesuaian dan penggantian jabatan struktural pada sejumlah unit kerja. Sudarsono diangkat sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga Universitas Malahayati menggantikan Agus Priyono, serta Dr. Dwi Marlina, S.Si., M.BsC diangkat sebagai Kepala UPT Laboratorium Universitas Malahayati menggantikan Andoko, Ns., M.Kes.
Di tingkat program studi, Dr. Yuni Ekawarti, S.E., M.M., CTA., ACPA ditetapkan sebagai Ketua Program Studi S2 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati menggantikan Dr. Azli Fahrizal, S.E., M.Si. Selanjutnya, Devi Kurniasari, S.S.T., M.Kes diangkat sebagai Ketua Program Studi S1 Kebidanan dan Ketua Program Studi Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan, menggantikan Fijri Rachmawati, S.ST., M.Keb dan Nurul Isnaini, S.ST., M.Kes. Selain itu, Ike Ate Yuviska, S.SiT., M.Kes diangkat sebagai Sekretaris Program Studi DIII Kebidanan, serta Dr. Usastiawati Cik Ayu, S.I., Ns., M.Kes sebagai Ketua Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, menggantikan Dr. Samino, S.H., M.Kes.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, menyampaikan bahwa rotasi dan penyegaran jabatan merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus mendorong peningkatan kinerja institusi. Ia berharap para pejabat yang diberi amanah dapat bekerja secara profesional, inovatif, serta berorientasi pada peningkatan mutu akademik dan pelayanan kepada mahasiswa.
Penataan dan penyegaran jabatan struktural ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas akademik serta pelayanan pendidikan di Universitas Malahayati.
Kegiatan penetapan pejabat struktural tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, Wakil Rektor II Nirwanto, S.Pd., M.Kes, Wakil Rektor III Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, Ketua PMB Romy J. Utama, S.E., M.Sos, para dekan fakultas, kepala unit kerja, pejabat struktural, dosen, serta perwakilan Yayasan Alih Teknologi. (*)
Editor: Fadly KR
Mahasiswa S2 Kesmas UNMAL Gelar Webinar Kesehatan Global Bahas Transformasi Kesehatan Berkeadilan
Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Program Studi Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati (UNMAL) melalui mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat sukses menyelenggarakan Webinar Kesehatan Global dengan tema “Transformasi Kesehatan Berkeadilan: Etika UHC, Pemberdayaan Masyarakat, dan Inovasi Digital dalam Pencegahan Stunting dan Eliminasi TB” pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh kurang lebih 600 peserta dari berbagai latar belakang akademik dan praktisi kesehatan. Sementara itu, pelaksanaan secara luring diikuti secara terbatas oleh pimpinan universitas dan panitia di Rektorat Universitas Malahayati Lantai 5, Ruang Kelas Pascasarjana, dimulai pukul 08.00 WIB.
Webinar Kesehatan 2026 ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Sudjarwo, M.S, Guru Besar Universitas Malahayati dan dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Wakil Rektor II Universitas Malahayati, Nirwanto, S.Pd., serta M.Kes, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes. Hadir pula Dr. Samino, S.H., M.Kes, selaku Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Dr. Wayan Aryawati, S.KM., M.Kes selaku dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, serta Fitri Ekasari, S.KM., M.Kes, dosen Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II Universitas Malahayati, Nirwanto, S.Pd., M.Kes, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar ini sebagai bentuk kontribusi nyata sivitas akademika Universitas Malahayati dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi sistem kesehatan yang berkeadilan melalui penguatan akademik, riset, serta pemanfaatan inovasi digital.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa, khususnya di bidang kesehatan masyarakat. Ia berharap webinar ini dapat memberikan wawasan komprehensif bagi peserta dalam memahami strategi promotif dan preventif guna menekan angka stunting dan tuberkulosis.
Webinar ini menghadirkan narasumber Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, serta Dr. Wayan Aryawati, S.KM., M.Kes, dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati. Kedua narasumber membahas transformasi sistem kesehatan yang berkeadilan, mencakup etika Universal Health Coverage (UHC), pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan inovasi digital dalam upaya pencegahan stunting dan eliminasi tuberkulosis (TB).
Kegiatan ini dipandu oleh MC Leni Hartati, S.KM, mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati, dengan dr. Melly Kemerdasari KN, Sp.KKLP sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para peserta yang aktif mengikuti sesi pemaparan dan tanya jawab.
Selain memperoleh pengetahuan terkini di bidang kesehatan masyarakat, peserta juga mendapatkan berbagai manfaat, seperti sertifikat kegiatan, kesempatan memperluas jejaring profesional, serta doorprize yang menambah antusiasme peserta.
Melalui penyelenggaraan Webinar Kesehatan 2026 ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan budaya akademik dan kontribusi nyata terhadap terwujudnya sistem kesehatan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Webinar Kesehatan 2026 yang diselenggarakan Universitas Malahayati merupakan langkah strategis dalam merespons tantangan kesehatan nasional melalui pendekatan akademik yang relevan dan aplikatif. Pemilihan tema transformasi kesehatan berkeadilan, yang mengangkat etika UHC, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi digital, memberikan pemahaman komprehensif bagi peserta tentang pentingnya sinergi antara kebijakan, praktik, dan teknologi. Pelaksanaan kegiatan secara luring dan daring juga memperluas jangkauan partisipasi sekaligus mencerminkan adaptasi perguruan tinggi terhadap perkembangan zaman. Penulis menilai kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memperkuat peran Universitas Malahayati sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan sistem kesehatan yang adil dan berkelanjutan.(fkr)
Editor : Fadly KR
Universitas Malahayati Umumkan Para Juara Malahayati Year Festival 2026
Bandarlampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Malahayati Year Festival (MYF) 2026 dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32. Kegiatan ini berlangsung pada 19–24 Januari 2026 di lingkungan Universitas Malahayati dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai SMA/SMK sederajat di Provinsi Lampung.
Malahayati Year Festival 2026 menjadi ajang kompetisi dan apresiasi bakat pelajar dalam berbagai bidang, di antaranya Baca Puisi, Story Telling, Solo Pop, Solo Dangdut, Speech, serta Video Promosi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kompetisi, kreativitas, serta mempererat silaturahmi antar sekolah.
Kegiatan Malahayati Year Festival 2026 turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes, yang mewakili Rektor Universitas Malahayati, beserta jajaran pimpinan dan sivitas akademika Universitas Malahayati. Hadir pula Koordinator MYF 2026, Syafik Arisandi, S.S., M.Kes, selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas dan program studi, di antaranya Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran, Muhammad Luthfi, S.E., M.Si selaku Ketua Program Studi Akuntansi, serta Dr. Weka Indra Dharmawan, S.T., M.T selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati.
Adapun pejabat struktural Universitas Malahayati yang turut hadir antara lain Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Ahmad Iqbal, S.S selaku Kepala Biro Administrasi Akademik, Rudi Winarno, Ns., M.Kes selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan, Sutikno, M.Pd.I selaku Kepala Asrama, serta Emil Tanhar, S.Kom selaku Kepala Bagian Humas.
Berdasarkan Surat Keputusan Juri Nomor 025/DIESUNMAL32/I/2026, panitia pelaksana menetapkan SMA Negeri 1 Bukit Kemuning sebagai Juara Umum Malahayati Year Festival Tahun 2026, setelah berhasil meraih nilai tertinggi dari akumulasi prestasi para peserta didiknya.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes, yang mewakili Rektor Universitas Malahayati, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, pendamping, serta pihak sekolah yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Malahayati Year Festival Tahun 2026.
“Melalui Malahayati Year Festival, Universitas Malahayati berharap dapat memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator MYF 2026, Syafik Arisandi, S.S., M.Kes, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, pendamping, serta pihak sekolah yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Antusiasme, semangat kompetisi, dan kreativitas para peserta telah menghadirkan suasana yang luar biasa dan penuh inspirasi. Kami berharap Malahayati Year Festival dapat menjadi pengalaman berharga serta motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi,” ungkapnya.
Pada malam puncak Malahayati Year Festival 2026, tercatat terdapat empat sekolah dengan perolehan piala terbanyak. Selain juara umum, tiga sekolah lainnya mendapatkan bantuan fasilitas pengembangan prestasi dari anggota Komisi X DPR RI, Bapak Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H.
Adapun tiga sekolah penerima bantuan fasilitas pengembangan prestasi tersebut adalah:
Daftar Pemenang Malahayati Year Festival 2026
Cabang Lomba Baca Puisi
Cabang Lomba Story Telling
Cabang Lomba Solo Pop Pria
Cabang Lomba Solo Pop Wanita
Cabang Lomba Solo Dangdut Wanita
Cabang Lomba Solo Dangdut Pria
Cabang Lomba Speech
Cabang Lomba Video Promosi
Universitas Malahayati berharap kegiatan Malahayati Year Festival dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan bakat, minat, dan prestasi pelajar, sekaligus memperkuat peran Universitas Malahayati sebagai institusi pendidikan yang mendukung pengembangan generasi muda berprestasi.
Malahayati Year Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga mencerminkan komitmen Universitas Malahayati dalam membuka ruang apresiasi dan pembinaan bagi generasi muda. Melalui rangkaian kompetisi yang beragam, kegiatan ini mampu menjadi wadah aktualisasi bakat sekaligus sarana pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan sportivitas pelajar. Diharapkan, Malahayati Year Festival ke depan tidak hanya mempertahankan kualitas penyelenggaraan, tetapi juga terus berkembang sebagai agenda tahunan yang inspiratif dan menjadi rujukan pengembangan prestasi pelajar di Provinsi Lampung.(fkr)
Editor : Fadly KR