Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Gelar Rapat Persiapan Assessment RPL Tahun 2026

( malahayati.ac.id ) Bandar Lampung, 8 Juni 2026. Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat melaksanakan rapat persiapan pelaksanaan Assessment Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pengembangan akses pendidikan bagi para profesional yang memiliki pengalaman kerja dan kompetensi yang relevan dengan bidang kesehatan. Rapat dihadiri oleh Kaprodi Magister Kesehatan Masyarakat Dr. Usastiawaty, Prof. Dr. Sudjarwo, M.S., Dr. Samino, Dr. Arifki, dan Bapak Khoidar Amirus, M.Kes dengan tingkat kehadiran peserta mencapai 71%.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai ketentuan teknis dan akademik terkait pelaksanaan RPL. Salah satu keputusan penting yang disepakati adalah jumlah SKS yang dapat direkognisi berkisar antara 10 hingga 18 SKS. Selain itu, calon mahasiswa yang berasal dari latar belakang Kesehatan Masyarakat, kesehatan, maupun kedokteran diwajibkan memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun, sedangkan calon mahasiswa dengan latar belakang non-kesehatan harus memiliki pengalaman kerja minimal tujuh tahun di bidang kesehatan.

Rapat juga menyepakati bahwa seluruh proses pendaftaran dan pelaksanaan RPL akan mengacu pada Pedoman Penerimaan RPL Tahun 2026. Biaya sumbangan wajib di diskon 50%, sementara peserta yang lolos skrining awal berkas akan mengikuti proses assessment dengan biaya sebesar Rp2.000.000. Skrining awal dokumen akan dilakukan oleh Kaprodi sebelum peserta memasuki tahap assessment.

Proses assessment akan dilaksanakan oleh dua orang penilai melalui metode wawancara dan penilaian portofolio. Portofolio yang dinilai meliputi pengalaman kerja, riwayat jabatan, sertifikat pelatihan, surat keputusan jabatan, surat keputusan tim, publikasi ilmiah, buku, modul, laporan kegiatan, SOP yang disusun, produk inovasi, sertifikat kompetensi, serta dokumen pendukung lainnya yang telah mendapatkan pengesahan dari pejabat berwenang.

Pada kesempatan tersebut juga dibahas penyusunan matriks penilaian kinerja sebagai instrumen assessment. Beberapa mata kuliah ditetapkan tidak dapat direkognisi, yaitu Biostatistik, Metodologi Penelitian, Problem Based Learning (PBL), Field Trip, dan Tesis. Sementara itu, mata kuliah wajib pada masing-masing peminatan tetap harus ditempuh sesuai ketentuan program studi.

Untuk mendukung pelaksanaan program RPL, rapat menetapkan susunan tim asesor yang terdiri atas Prof. Dr. Sudjarwo, M.S. sebagai Penasehat. Asesor peminatan Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan (MPK) adalah Dr. Sam dan Dr. Arifki, asesor peminatan Promosi Kesehatan adalah Dr. Lolita dan Dr Usas, sedangkan asesor peminatan Epidemiologi dan Kesehatan Reproduksi adalah Dr. Wayan dan Bapak Khoidar

Rapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan assessment RPL akan dilakukan secara offline dan terjadwal sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Program Studi. Melalui pelaksanaan RPL ini, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat berharap dapat memberikan pengakuan terhadap kompetensi dan pengalaman profesional calon mahasiswa sekaligus tetap menjaga mutu akademik sesuai standar pendidikan tinggi yang berlaku.

Editor : Chandra fz

Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Malahayati Sukses Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Angkatan 2025

BANDAR LAMPUNG – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKTA) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Angkatan 2025 pada 6–7 Juni 2026 di Rindu Alam, Batu Putu, Bandar Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh 99 mahasiswa baru Program Studi S1 Akuntansi dengan tujuan membentuk karakter kepemimpinan, meningkatkan tanggung jawab, serta mempererat solidaritas antar mahasiswa.

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan yang Kokoh melalui Integritas dan Dedikasi demi Terwujudnya Keluarga Akuntansi yang Berprestasi dan Berjiwa Pemimpin”, kegiatan ini dihadiri oleh dosen Program Studi S1 Akuntansi, alumni, pengurus HIMAKTA, serta mahasiswa angkatan 2023 dan 2024.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari dosen Program Studi S1 Akuntansi yang turut hadir, yaitu Hardini Ariningrum, S.E., M.Ak., CFRS, Iing Lukman P. Hd., Ritali Evi Mudrikah, S.E., M.Ak., Muhammad Luthfi, S.E., M.Si., Jhon Eferedy, S.E., M.Ak., Mulyani, S.E., M.Ak., Ruli Eko Haryanto, S.E., M.Ak., dan Apip Alansori, S.E., M.Ak.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi S1 Akuntansi, Bapak Muhammad Luthfi, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan LDK dapat mempererat hubungan antar mahasiswa, kakak tingkat, dan dosen.

“Saya berharap LDK ini dapat menjalin hubungan yang lebih erat lagi dan baik bersama kalian sesama angkatan maupun dengan kakak tingkat serta dosen-dosen yang lain,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi kepemimpinan, keorganisasian, dan pengembangan diri, dilanjutkan dengan permainan kelompok, Pentas Seni (Pensi), Malam Sebelum Purnama, serta sharing alumni.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti senam pagi dan kegiatan pos to pos yang melatih kerja sama dan ketangkasan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Angkatan 2025. Setelah itu, dilaksanakan prosesi penyematan peserta sebagai simbol telah menyelesaikan seluruh rangkaian LDK dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar HIMAKTA.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang Pensi, pembagian hadiah, serta Color Fun yang berlangsung meriah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menjadi mahasiswa yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan solidaritas yang kuat.in”, kegiatan ini dihadiri oleh dosen Program Studi S1 Akuntansi, alumni, pengurus HIMAKTA, serta mahasiswa angkatan 2023 dan 2024.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari dosen Program Studi S1 Akuntansi yang turut hadir, yaitu Hardini Ariningrum, S.E., M.Ak., CFRS, Iing Lukman P. Hd., Ritali Evi Mudrikah, S.E., M.Ak., Muhammad Luthfi, S.E., M.Si., Jhon Eferedy, S.E., M.Ak., Mulyani, S.E., M.Ak., Ruli Eko Haryanto, S.E., M.Ak., dan Apip Alansori, S.E., M.Ak.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi S1 Akuntansi, Bapak Muhammad Luthfi, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan LDK dapat mempererat hubungan antar mahasiswa, kakak tingkat, dan dosen.

“Saya berharap LDK ini dapat menjalin hubungan yang lebih erat lagi dan baik bersama kalian sesama angkatan maupun dengan kakak tingkat serta dosen-dosen yang lain,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi kepemimpinan, keorganisasian, dan pengembangan diri, dilanjutkan dengan permainan kelompok, Pentas Seni (Pensi), Malam Sebelum Purnama, serta sharing alumni.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti senam pagi dan kegiatan pos to pos yang melatih kerja sama dan ketangkasan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Angkatan 2025. Setelah itu, dilaksanakan prosesi penyematan peserta sebagai simbol telah menyelesaikan seluruh rangkaian LDK dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar HIMAKTA.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang Pensi, pembagian hadiah, serta Color Fun yang berlangsung meriah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menjadi mahasiswa yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan solidaritas yang kuat.

Editor : Chandra Fz

Universitas Malahayati Gelar Tes CBT TPA KIP 2026

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) – Universitas Malahayati (UNMAL) sukses menyelenggarakan rangkaian seleksi Test CBT TPA KIP UNMAL 2026 pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan yang dipusatkan di CBT Center Universitas Malahayati ini diikuti oleh 300 peserta calon mahasiswa yang memperebutkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun akademik 2026.

Untuk menjaga kondusifitas dan efektivitas ujian, panitia membagi jalannya tes ke dalam dua sesi dengan rincian:

Sesi 1 (Pukul 09.00 WIB): Diikuti oleh 150 peserta.

Sesi 2 (Pukul 13.00 WIB): Diikuti oleh 150 peserta.

Setiap sesi ujian berbasis komputer (CBT) ini berlangsung secara ketat dengan durasi waktu pengerjaan selama 60 menit.

Rangkaian Seleksi yang Komprehensif
Sistem kelulusan beasiswa KIP di Universitas Malahayati tahun ini menerapkan metode seleksi berlapis yang komprehensif demi memastikan bantuan pendidikan jatuh ke tangan yang tepat. Alur seleksi yang wajib dilalui oleh seluruh peserta meliputi empat tahapan utama:

Tes Kelengkapan Berkas: Verifikasi dokumen administrasi dan prasyarat ekonomi peserta.

Test CBT TPA: Ujian berbasis komputer untuk mengukur Potensi Akademik calon mahasiswa.

Test Wawancara: Pendalaman karakter, komitmen akademik, serta validasi kondisi riil pendaftar.

Pengumuman Hasil: Tahap akhir penentuan peserta yang lolos seleksi.

Pernyataan Kepala Biro Kemahasiswaan
Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Malahayati sekaligus ketua tim seleksi KIP, Bapak Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., menyampaikan bahwa program seleksi ini merupakan komitmen nyata universitas dalam mendukung program pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan tinggi.

“Kami ingin memastikan bahwa beasiswa KIP Kuliah ini benar-benar diterima oleh calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik unggul namun terkendala secara ekonomi. Melalui rangkaian tes yang ketat, mulai dari seleksi berkas, CBT TPA, hingga wawancara mendalam, Universitas Malahayati berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses seleksi ini,” ujar Muhammad Ricko Gunawan saat memantau jalannya ujian di CBT Center.

Beliau juga menambahkan bahwa antusiasme tahun ini sangat luar biasa dan berharap para peserta yang nantinya dinyatakan lolos dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berprestasi membawa nama baik almamater Universitas Malahayati.

Secara umum, pelaksanaan Test CBT TPA KIP UNMAL 2026 di CBT Center berjalan dengan tertib, lancar, dan didukung oleh fasilitas teknologi yang memadai, sehingga meminimalisir adanya kendala teknis selama ujian berlangsung.

Pengisian LKPS dan LED Program Studi Hukum Instrumen BAN-PT dalam Persiapan Akreditasi

( malahayati.ac.id ) Bandar Lampung  4 Juni 2026 – Dalam rangka mempersiapkan proses akreditasi Program Studi Hukum, telah dilaksanakan kegiatan pengisian dan penyempurnaan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) serta Laporan Evaluasi Diri (LED) berdasarkan instrumen akreditasi BAN-PT. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Hukum untuk memastikan seluruh data kinerja, capaian, serta dokumen pendukung tersusun secara sistematis, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum, Ketua dan Wakil Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI), Ketua Program Studi Hukum, serta Tim Akreditasi Program Studi Hukum. Dalam kegiatan ini dilakukan pembahasan secara menyeluruh terhadap setiap kriteria akreditasi, termasuk verifikasi data, evaluasi capaian kinerja, serta penyusunan narasi LED yang menggambarkan kondisi dan pengembangan Program Studi Hukum secara komprehensif.

Dekan menyampaikan bahwa akreditasi merupakan salah satu instrumen penting dalam menjamin mutu pendidikan tinggi dan menjadi tolok ukur kualitas penyelenggaraan program studi. Oleh karena itu, seluruh tim diharapkan dapat bekerja secara kolaboratif dan teliti dalam menyiapkan dokumen akreditasi yang berkualitas. Sementara itu, Ketua LPMI memberikan arahan terkait pemenuhan indikator kinerja, kesesuaian data pada LKPS dengan narasi LED, serta pentingnya penyediaan bukti pendukung yang valid dan terdokumentasi dengan baik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses penyusunan LKPS dan LED Program Studi Hukum dapat berjalan secara optimal sehingga menghasilkan dokumen yang memenuhi standar BAN-PT serta mampu merepresentasikan kinerja, capaian, dan komitmen Program Studi Hukum dalam mewujudkan budaya mutu yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian hasil akreditasi dan meningkatkan daya saing Program Studi Hukum di tingkat nasional.

Editor : Chandra fz

Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Finalisasi Pengisian Instrumen Monev Pasca Akreditasi LAM PT Kes

( malahayati.ac.id )Bandar Lampung 2 Juni 2026– Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan Finalisasi Pengisian Instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pasca Akreditasi LAM PT Kes sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan dan tindak lanjut hasil akreditasi program studi.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Malahayati ini dihadiri oleh Guru Besar Universitas Malahayati, Prof. Dr. Sudjarwo, M.S., Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Lolita Sary, M.Kes., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) beserta Wakil Kepala LPMI, Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI), Badan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (BPPM), Badan Kerjasama (BAKERMA), serta Tim Penyusun Instrumen Monev Magister Kesehatan Masyarakat.

Dalam arahannya, Prof. Dr. Sudjarwo, M.S. menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi pasca akreditasi LAM PT Kes merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh rekomendasi hasil akreditasi dapat ditindaklanjuti secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, budaya mutu harus menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika guna menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Lolita Sary, M.Kes., menyampaikan bahwa pengisian instrumen monev pasca akreditasi LAM PT Kes bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan evaluasi terhadap capaian program studi dalam berbagai aspek penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi. Hasil monitoring dan evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program perbaikan dan pengembangan yang lebih terarah.

Pada kegiatan ini, seluruh peserta melakukan pembahasan dan pencermatan terhadap setiap komponen instrumen monev, termasuk aspek tata pamong, tata kelola, sumber daya manusia, kemahasiswaan, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, luaran tridarma, kerja sama, serta sistem penjaminan mutu internal. Setiap unit terkait memberikan masukan dan data pendukung guna memastikan kelengkapan, keakuratan, dan kesesuaian dokumen dengan kondisi aktual program studi.

Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Dr. Usastiawaty C. A. S. Isnainy, M.Kes menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan dan finalisasi instrumen monev LAM PT Kes. Kolaborasi antara program studi, fakultas, LPMI, BPMI, BPPM, BAKERMA, dan seluruh tim penyusun diharapkan dapat menghasilkan laporan monitoring dan evaluasi yang komprehensif serta mampu menggambarkan kinerja program studi secara objektif.

Melalui kegiatan finalisasi ini, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal secara konsisten, sekaligus memperkuat budaya mutu untuk mendukung pencapaian visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Chandra fz

NANOMATERIAL DAN REVOLUSI FARMASI MODEREN (Sintesis, Karakterisasi dan Aplikasi Nanomaterial untuk Diagnosik, Terapi, dan Pengobatan Presisi)

sinopis: Buku ini disusun sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dasar nanomaterial, metode sintesis dan karakterisasinya, serta berbagai aplikasi revolusioner nanoteknologi dalam dunia farmasi modern. Selain membahas aspek teoritis, buku ini juga menguraikan perkembangan penelitian terkini, peluang pemanfaatan nanomaterial dalam industri farmasi, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya di masa depan. Dengan pendekatan yang ilmiah namun tetap mudah dipahami, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, dan masyarakat akademik yang memiliki minat terhadap perkembangan nanoteknologi dan farmasi.

Penulis: Dr. Saddam Husein, S.Si., M.Sc.
Penerbit : Universitas Malahayati

Sistem Informasi Keperilakuan (memahami perilaku manusia dalam penggunaan dan pengembangan sistem informasi)

 

sinopis : Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep-konsep dasar Sistem Informasi Keperilakuan. Materi yang disajikan mencakup konsep dasar sistem informasi keperilakuan, perilaku individu dalam organisasi, persepsi dan pengambilan keputusan, motivasi, sikap dan kepuasan pengguna, komunikasi organisasi, perilaku kelompok, kepemimpinan, budaya organisasi, perubahan organisasi, resistensi terhadap perubahan teknologi, etika sistem informasi, dampak sosial teknologi informasi, hingga tren perilaku pengguna di era digital.

Penulis:
Tyan Tasa,S.kom.,M.kom
Octa Reni Setiawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Nirwana Hendrastuty, S.Kom., M.Cs.
Dr. Afit Afrizal, S.SI., M.M
Amril Samosir, S.Kom, M.T.I

Kegiatan Pengisian LKPS dan LED Program Studi Psikologi Instrumen BAN-PT

Dalam rangka persiapan akreditasi Program Studi Psikologi, telah dilaksanakan kegiatan pengisian Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) berdasarkan instrumen akreditasi BAN-PT. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan, kesesuaian, dan validitas data serta dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses akreditasi program studi.

Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur pimpinan dan tim terkait, yaitu Dekan dan Wakil Dekan, Ketua dan Wakil Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI), Ketua Program Studi Psikologi, serta Tim Akreditasi Program Studi Psikologi. Seluruh peserta secara aktif melakukan pembahasan dan verifikasi data pada setiap kriteria akreditasi guna memastikan bahwa informasi yang disajikan dalam LKPS dan LED mencerminkan kondisi riil serta capaian Program Studi Psikologi.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan menegaskan pentingnya kerja sama dan komitmen seluruh pihak dalam menyusun dokumen akreditasi yang berkualitas sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Ketua LPMI juga memberikan arahan terkait pemenuhan indikator kinerja, kesesuaian data pendukung, serta strategi penyusunan narasi evaluasi diri yang komprehensif dan berbasis bukti.

Melalui kegiatan ini diharapkan proses penyusunan LKPS dan LED Program Studi Psikologi dapat berjalan secara optimal, sehingga dokumen yang dihasilkan memenuhi standar BAN-PT dan mampu menggambarkan kinerja serta kualitas penyelenggaraan pendidikan secara objektif. Hasil kegiatan akan menjadi dasar dalam finalisasi dokumen akreditasi yang akan diajukan kepada BAN-PT sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan daya saing Program Studi Psikologi.

Editor : Chandra fz

Negeri Tuli

Oleh: Sudjarwo,

Guru Besar Universitas Malahayati

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) – Salah satu tanda kemunduran sebuah bangsa bukanlah ketika ia kekurangan sumber daya, melainkan ketika ia kehilangan kemampuan untuk mendengar. Lebih parah lagi ketika nasihat yang lahir dari pengalaman, kompetensi, dan kepedulian justru disambut dengan cacian, hinaan, dan kemarahan. Pada titik itulah akal sehat mulai tersingkir, digantikan oleh fanatisme yang membutakan. Padahal si pemberi kritik lebih dulu lahir dan pengalaman dibandingkan diri yang jadi orokpun belum.

Kita sering menyaksikan fenomena yang memprihatinkan. Seorang mantan pejabat tinggi yang memiliki rekam jejak, pengalaman panjang, serta pemahaman mendalam tentang tata kelola negara menyampaikan masukan kepada pemimpin yang sedang berkuasa. Masukan tersebut tidak selalu berupa pujian. Kadang berupa kritik, peringatan, atau evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap kurang tepat. Dalam negara yang sehat, hal seperti ini seharusnya dianggap sebagai kontribusi berharga. Kritik yang konstruktif adalah bagian dari mekanisme perbaikan. Tidak ada pemerintahan yang sempurna, sehingga masukan dari mereka yang pernah berada di posisi strategis semestinya menjadi bahan pertimbangan.

Namun sayangnya yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih mendiskusikan substansi gagasan yang disampaikan, sebagian pendukung memilih menyerang pribadi pemberi masukan. Mereka tidak menjawab argumen dengan argumen, tetapi membalasnya dengan ejekan. Mereka tidak membantah data dengan data, tetapi menggantinya dengan kemarahan dan kebencian. Seakan-akan setiap kritik adalah ancaman yang harus dimusnahkan, bukan pandangan yang perlu dipertimbangkan.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran yang berbahaya dalam kehidupan berbangsa. Kesetiaan kepada tokoh tertentu perlahan berubah menjadi kultus yang menolak segala bentuk koreksi. Dalam kondisi seperti ini, seseorang tidak lagi dinilai berdasarkan isi perkataannya, melainkan berdasarkan apakah ia berada di pihak yang dianggap kawan atau lawan. Jika dianggap lawan, maka semua pendapatnya salah. Jika dianggap kawan, maka semua tindakannya benar. Logika semacam ini bukan ciri masyarakat dewasa, melainkan gejala kemunduran cara berpikir.

Lebih mengkhawatirkan lagi, sebagian orang tampak kehilangan kemampuan untuk membedakan kritik dengan kebencian. Mereka menganggap setiap masukan sebagai serangan. Padahal kritik yang lahir dari kepedulian sering kali justru menjadi bentuk cinta yang paling tulus terhadap negara. Orang yang peduli akan berani mengingatkan ketika melihat kesalahan. Sebaliknya, orang yang hanya ingin menyenangkan penguasa akan terus memuji meskipun kebijakan yang diambil membawa masalah.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak pemimpin besar justru dikelilingi oleh orang-orang yang berani berbeda pendapat. Mereka memahami bahwa kekuasaan memiliki keterbatasan. Tidak ada seorang pun yang mampu melihat seluruh persoalan dari semua sudut pandang. Karena itu, kritik menjadi kebutuhan, bukan ancaman. Sebuah pemerintahan yang anti kritik lambat laun akan terjebak dalam ruang gema, tempat hanya suara yang menyenangkan yang terdengar, sementara peringatan dan kenyataan diabaikan.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas diskusi publik. Ketika ruang publik dipenuhi makian, fitnah, dan serangan personal, maka yang mati bukan hanya etika, tetapi juga nalar. Orang-orang yang sebenarnya memiliki pengetahuan dan pengalaman akhirnya enggan berbicara karena khawatir menjadi sasaran perundungan. Akibatnya, ruang publik kehilangan suara-suara berkualitas dan justru dikuasai oleh mereka yang paling keras berteriak.

Kondisi ini mencerminkan penyakit sosial yang semakin mengakar, yaitu merasa paling benar dan menolak introspeksi. Sebagian orang begitu yakin dengan pendapatnya sehingga tidak lagi bersedia mendengar pandangan lain. Mereka menganggap dirinya sebagai pemilik kebenaran mutlak. Padahal dalam kehidupan demokratis, tidak ada individu atau kelompok yang memiliki monopoli atas kebenaran. Setiap gagasan harus diuji melalui dialog, argumentasi, dan keterbukaan pikiran.
Ironisnya, mereka yang paling sering menyerukan persatuan justru menjadi pihak yang paling mudah memecah belah ketika berhadapan dengan kritik. Mereka membangun tembok permusuhan terhadap siapa saja yang berbeda pandangan. Akibatnya, bangsa ini semakin sulit menemukan titik temu karena perbedaan dianggap sebagai dosa, bukan sebagai kenyataan yang harus dikelola dengan kedewasaan.

Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang selalu memuji pemimpinnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengoreksi dirinya sendiri. Kemajuan lahir dari keberanian untuk mengakui kekurangan, bukan dari kebiasaan menutup mata terhadap kesalahan. Jika setiap kritik dibalas dengan cacian, maka yang sesungguhnya sedang dirusak bukanlah reputasi sang pengkritik, melainkan masa depan bangsa itu sendiri.

Sudah saatnya masyarakat belajar kembali menghargai perbedaan pendapat. Mendengar bukan berarti setuju, tetapi menunjukkan kedewasaan. Menghormati kritik bukan berarti melemahkan dukungan kepada pemimpin, melainkan memperkuat kualitas pemerintahan. Sebab pemimpin yang baik membutuhkan masukan yang jujur, bukan tepuk tangan yang membius.
Ketika nasihat diperlakukan sebagai musuh dan pujian dijadikan candu, maka saat itulah sebuah bangsa sedang berjalan menuju kemunduran tanpa disadari. Dan jika keadaan ini terus dibiarkan, yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang bukan budaya berpikir, melainkan budaya memaki. Bukan tradisi berdialog, melainkan tradisi membungkam. Sebuah negeri yang semakin ramai oleh suara, tetapi semakin sepi oleh kebijaksanaan.
Salam Waras (R-1)

Mahasiswa Universitas Malahayati Borong Prestasi Membanggakan di Ajang Taekwondo Pancasila Cup 2 2026

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id )  — Delegasi atlet Taekwondo Universitas Malahayati sukses mengukir prestasi gemilang dalam kejuaraan nasional Pancasila Cup 2 2026. Kompetisi bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Mei 2026, bertempat di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Melalui kerja keras, disiplin tinggi, dan semangat pantang menyerah, para mahasiswa yang mewakili berbagai program studi (Prodi) di Universitas Malahayati berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.

Berikut adalah daftar mahasiswa berprestasi yang sukses mengukir kemenangan pada ajang tersebut:

M. Fathur Rizky (Prodi S1 Manajemen)

Sasa Dwi A. (Prodi S1 Manajemen)

Fanina Aulia Y. (Prodi S1 Kesehatan Masyarakat)

Hibban Maulaa (Prodi S1 Teknik Sipil)

Rasya Aulia F. (Prodi S1 Keperawatan)

Anugrah Maktias Risky (Prodi S1 Keperawatan)

Setiap medali dan penghargaan yang diraih dalam kompetisi ini bukan sekadar simbol kemenangan di atas matras. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Malahayati mampu bersaing secara kompetitif dan menyeimbangkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Segenap sivitas akademika Universitas Malahayati mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada seluruh atlet yang telah berjuang mengharumkan nama kampus. Semoga keberhasilan ini menjadi pemantik semangat untuk terus berkembang, konsisten berlatih, serta menjadi inspirasi positif bagi generasi muda lainnya.

Editor : Chandra fz