Lomba Solo Song PEKSIMIDA Lampung 2026 Resmi Dibuka, Universitas Malahayati Jadi Tuan Rumah

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) – Kabar gembira bagi seluruh mahasiswa bertalenta suara emas di Provinsi Lampung. Gelaran bergengsi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi Lampung tahun 2026 yang ke-32 resmi membuka pendaftaran untuk tangkai Lomba Solo Song.

Ajang unjuk bakat kali ini mengusung jargon Suaramu, Ekspresimu, Panggungmu” dengan visi besar “Let’s Challenge The Future”. Sebagai salah satu kampus terkemuka, Universitas Malahayati turut ambil bagian secara aktif dalam mendukung suksesnya gelaran kompetisi seni mahasiswa tingkat regional ini.

Ajang ini diharapkan menjadi wadah terbaik bagi mahasiswa se-Provinsi Lampung untuk menyalurkan potensi, mengukir prestasi, sekaligus memperebutkan tiket emas menuju tingkat nasional.

Linimasa Penting Perlombaan (Timeline)

Bagi para mahasiswa yang berminat, pastikan untuk mencatat agenda penting berikut agar tidak terlewat:

  • Batas Akhir Pendaftaran: 18 Juni 2026

  • Technical Meeting: 7 Juli 2026

  • Pelaksanaan Perlombaan: 8 – 9 Juli 2026

  • Pengumuman Pemenang: 10 Juli 2026

Ketentuan, Biaya, dan Cara Pendaftaran

Prosedur pendaftaran dilakukan secara transparan dan mudah melalui akses digital yang telah disediakan panitia:

  1. Petunjuk Teknis & Formulir: Calon peserta dapat langsung memindai (scan) tautan QR Code yang tertera

  2. Biaya Pendaftaran: Sebesar Rp300.000,- (300 K) per peserta.

  3. Metode Pembayaran: Ditransfer melalui rekening resmi BNI 1290518953 atas nama RUDI WINARNO.

Layanan Informasi & Kontak Person (CP)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai regulasi perlombaan, pemilihan lagu, dan konfirmasi administrasi, peserta dapat langsung menghubungi pihak panitia pelaksana:

  • Contact Person: 0822-8210-8899 (Rudi Winarno, M.Kes)

  • Situs Resmi: malahayati.ac.id

  • Media Sosial: @humasmalahayatinews (Instagram) / Universitas Malahayati (Facebook & YouTube)

Ayo, persiapkan dirimu, tunjukkan karakter vokal terbaikmu, dan jadilah bintang di panggung PEKSIMIDA Lampung 2026! Daftar sekarang juga!

Editor : chandra fz

Good Corporate Governance to Great Leadership: Fondasi Keberlanjutan dan Transformasi Talenta di PT Bukit Asam Tbk Pelabuhan Tarahan

Bandar lampung ( malahayati.ac.id ) – Kegiatan literasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang diselenggarakan di Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjadi salah satu wadah penting dalam meningkatkan wawasan praktis mahasiswa, khususnya dalam memahami tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta kepemimpinan korporat di industri energi nasional. Pada sesi ini, hadir narasumber dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yaitu Bapak Hamdani, yang membawakan materi edukasi bertajuk “Good Corporate Governance to Great Leadership: PT Bukit Asam Tbk Tarahan Port” yang diambil dari dokumen presentasi Materi 08062026 – MaxFair.pptx. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Tasya Dara Maulida yang mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung secara aktif dan komunikatif.

Dalam pemaparannya, Bapak Hamdanimenjelaskan latar belakang dan pandangan umum mengenai pentingnya Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan perusahaan. Implementasi GCG yang kokoh bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Melalui proses bisnis yang berjalan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, korporasi dapat membangun kepercayaan mendalam, baik terhadap eksistensi perusahaan itu sendiri maupun terhadap integritas para pemimpinnya.

Salah satu metode yang diperkenalkan dalam sesi ini adalah pemahaman lima prinsip dasar tata kelola yang diterapkan di PT Bukit Asam Tbk, yaitu Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Kewajaran (Fairness). Prinsip Transparansi menjamin pengungkapan informasi material yang akurat dan mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan.

Akuntabilitas memastikan kejelasan fungsi dan pertanggungjawaban di setiap lini organisasi agar berjalan efektif. Responsibilitas menuntut kepatuhan terhadap regulasi termasuk pengelolaan lingkungan bekas tambang dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Independensi berfokus pada penyusunan kode etik guna menghindari benturan kepentingan, sedangkan Kewajaran menjamin perlakuan yang setara dan berimbang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, pemateri juga membahas struktur tata kelola perusahaan yang terdiri dari tiga organ utama dalam proses pengawasan dan pengambilan keputusan: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai forum tertinggi, Dewan Komisaris yang bertugas mengawasi jalannya pengelolaan, serta Direksi yang bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan operasional. Dalam operasionalnya, struktur ini ditopang oleh sub-organ pendukung seperti Komite Audit, Risk Management, hingga auditor eksternal guna memastikan kepatuhan yang ketat terhadap regulasi dunia usaha.

Materi berikutnya yang disampaikan adalah mengenai pengawasan, audit, dan sertifikasi sistem manajemen internasional yang berhasil dipertahankan oleh PT Bukit Asam Tbk. Perusahaan ini telah mengantongi berbagai sertifikasi prestisius seperti ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Standar tinggi ini terbukti mampu membawa PTBA meraih berbagai pencapaian korporat, termasuk penghargaan PROPER EMAS berturut-turut dari tahun 2020 hingga 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tidak hanya itu, pemateri juga memberikan gambaran nyata mengenai kapasitas operasional PT Bukit Asam Tbk Pelabuhan Tarahan sebagai salah satu unit logistik strategis nasional yang memiliki luas area 67,6 hektar di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Dengan kekuatan tenaga kerja mencapai 1.100 orang yang terdiri dari karyawan PTBA, tenaga alih daya, dan anak perusahaan, Pelabuhan Tarahan memiliki kemampuan sandar dan muat kapal hingga 28 juta ton per tahun.

Kinerja luar biasa unit ini dilengkapi dengan raihan prestasi seperti Rekor MURI atas Pemberdayaan 1.000 Lansia, Penghargaan Dharma Karya ESDM, serta Gold CSR Award Lampung 2025.

Lebih lanjut, peserta diberikan pemahaman mengenai praktik nyata pengembangan kepemimpinan yang terstruktur dan berkelanjutan di PTBA. Perusahaan menerapkan Bukit Asam Assessment & Learning Center, program Coaching & Mentoring, Talent Management, hingga program akselerasi kepemimpinan berjenjang seperti Regular Leadership Development Program (RLDP). Komitmen terhadap kualitas SDM dan budaya kerja berbasis nilai AKHLAK ini mengantarkan PTBA meraih penghargaan TOP Human Capital Awards 2024 – Bintang 5, Great Place to Work Certified (2025) sebagai perusahaan tambang pertama di Indonesia yang meraihnya dengan tingkat kepuasan karyawan 89%, serta HR Asia – Best Companies to Work for in Asia 2025.

Di akhir sesi, Bapak Hamdani memberikan motivasi kuat kepada seluruh peserta di Graha Bintang Universitas Malahayati agar terus mengasah kompetensi kepemimpinan sejalan dengan jargon pembakar semangat “Born to Lead” yang diusung dalam MaXFAIR 2026. Ditekankan bahwa tantangan industri masa depan menuntut kesiapan talenta muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan memegang teguh tata kelola yang baik demi kemajuan bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai manajemen korporasi, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang nyata dari salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dunia akademis dan BUMN dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, berdaya saing global, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.

Editor : chandra fajar zakaria

Transformasi Manajemen SDM dan Kesiapan Talenta Korporat di Industri Energi Nasional Bersama PT PLN Nusantara Power

Bandar lampung ( malahayati.ac.id ) – Kegiatan literasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang diselenggarakan di Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjadi salah satu wadah penting dalam meningkatkan wawasan praktis mahasiswa, khususnya dalam memahami sistem pengelolaan talenta di perusahaan skala besar. Pada sesi ini, hadir narasumber dari PT PLN Nusantara Power, yaitu Arief Rachman Perdana, yang membawakan materi terkait “Sharing Manajemen SDM” yang sangat relevan dengan tantangan dunia kerja dan pengembangan karier mahasiswa saat ini. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Tasya Dara Maulida yang mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung secara aktif dan komunikatif.

Dalam pemaparannya, Arief Rachman Perdana yang menjabat sebagai Assistant Manager Business Support PT PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia (MSDM) bukan sekadar aktivitas administratif mengelola karyawan. Lebih dari itu, MSDM modern merupakan proses strategis dalam mengelola manusia di dalam organisasi agar tujuan perusahaan dan individu dapat tercapai secara efektif dan efisien, serta mampu menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung pada pencapaian target bisnis, peningkatan produktivitas, dan pembentukan budaya kerja yang positif.

Salah satu metode yang diperkenalkan dalam sesi ini adalah pemahaman tentang siklus pengelolaan SDM korporat yang komprehensif. Siklus ini menekankan pentingnya tahapan yang terstruktur mulai dari Talent Acquisition (akuisisi talenta), Onboarding (proses adaptasi karyawan baru), Development (pelatihan dan pengembangan), Performance Management (manajemen kinerja), Retention (mempertahankan talenta terbaik), hingga Succession (perencanaan suksesi kepemimpinan). Dengan penerapan siklus yang kokoh ini, subholding PT PLN (Persero) yang memiliki total aset hingga ratusan triliun rupiah ini mampu mengelola ribuan tenaga kerja demi menjaga kompetensi inti perusahaan di bidang energi berkelanjutan.

Selain itu, pemateri juga membahas prinsip-prinsip penting dalam menghadapi tantangan MSDM saat ini, di antaranya adalah arus disrupsi digitalisasi, adopsi Artificial Intelligence (AI), fenomena talent war, serta dinamika pengelolaan lingkungan kerja yang kini diisi oleh multigenerasi. Dalam proses transisi ini, mahasiswa diingatkan untuk siap menghadapi perubahan bisnis yang cepat. Pemateri juga menekankan bahwa perusahaan besar kini menaruh perhatian besar pada Employee Engagement, di mana kepercayaan (trust) dan keselarasan nilai antara karyawan dan perusahaan menjadi fondasi utama untuk membangun loyalitas internal yang berkelanjutan.

Materi berikutnya yang disampaikan adalah mengenai kriteria dan kompetensi inti yang dicari perusahaan besar dalam menyaring talenta masa depan. Pemateri menjelaskan beberapa kompetensi krusial yang wajib diasah oleh mahasiswa sejak bangku kuliah, seperti kemampuan komunikasi strategis, keahlian memecahkan masalah (problem solving), jiwa kepemimpinan (leadership), literasi digital (digital literacy), kerja sama tim (teamwork), serta kemampuan adaptasi yang tinggi (adaptability). Keterampilan-keterampilan ini bertujuan untuk membantu calon lulusan agar memiliki daya saing yang kuat dan efisien saat memasuki industri kerja yang semakin kompetitif.

Tidak hanya itu, pemateri juga memberikan panduan taktis berupa tips karier nyata yang dapat langsung dipraktikkan oleh para mahasiswa. Dijelaskan bahwa sebagian besar kesiapan karier justru dibentuk dari keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi, konsistensi membangun portofolio, penguasaan tools digital esensial (seperti Microsoft Excel), serta kemampuan memperluas jaringan profesional (networking). Oleh karena itu, mahasiswa harus memanfaatkan masa perkuliahan secara optimal dengan terus belajar dan menjaga sikap adaptif terhadap perubahan pasar kerja.

Lebih lanjut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai indikator kinerja utama (Key Performance Indicators) yang digunakan korporasi untuk mengukur efektivitas talenta. Indikator-indikator ini penting dipahami agar calon tenaga kerja terbiasa bekerja dengan target yang terukur, profesional, serta sejalan dengan visi besar instansi, seperti yang diterapkan di PT PLN Nusantara Power dalam menjaga keunggulan operasional unit-unit pembangkitnya di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah kerja UP Bandar Lampung.

Di akhir sesi, Arief Rachman Perdana memberikan motivasi kuat kepada seluruh peserta di Graha Bintang Universitas Malahayati agar terus menumbuhkan mentalitas kepemimpinan sesuai dengan jargon pembakar semangat “Born to Lead” yang diusung dalam MaXFAIR 2026. Ditekankan bahwa keberhasilan karier di era modern tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis individu, tetapi oleh konsistensi, kerja keras, ketangguhan mental, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan industri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai manajemen korporasi, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang nyata langsung dari praktisi industri energi nasional. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dunia akademis dan industri dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, memiliki integritas tinggi, dan siap mengemban peran sebagai pemimpin masa depan di era bisnis modern.

Editor : Chandra fajar zakaria

Agility, Personal Branding, dan Kesiapan Karier Digital di Era Bisnis Modern with HALOCA

Bandar lampung ( malahayati.ac.id ) – Salah satu rangkaian kegiatan MaXFAIR 2026, kegiatan literasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang diselenggarakan di Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjadi salah satu wadah penting dalam meningkatkan wawasan praktis mahasiswa, khususnya dalam menghadapi dinamika dunia kerja modern. Pada sesi ini, hadir narasumber dari HALOCA, yaitu Annisya Reskyla Izzati, yang membawakan materi terkait adaptabilitas, personal branding, serta strategi membangun karier digital yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator .Icha Septiani yang mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung secara aktif dan komunikatif.

Dalam pemaparannya, Annisya Reskyla Izzati menjelaskan bahwa persaingan di dunia kerja modern tidak lagi hanya berfokus pada indeks prestasi kumulatif (IPK) semata, tetapi lebih kepada bagaimana seorang calon profesional mampu membangun identitas diri yang kuat (personal branding). Hal ini berarti mahasiswa harus mampu mengenali potensi unik, nilai diri, serta keahlian spesifik mereka sebelum menawarkannya ke pasar industri. Pendekatan ini menjadi dasar utama dalam menarik perhatian para perekrut kerja di era digital.

Salah satu metode yang diperkenalkan dalam sesi ini adalah metode membangun branding yang autentik berbasis digital. Metode ini menekankan pentingnya memanfaatkan platform profesional seperti LinkedIn secara aktif, menyusun portofolio digital yang terstruktur, serta konsisten membagikan konten yang relevan dengan bidang keahlian yang ditekuni. Dengan penerapan metode ini, mahasiswa dapat membangun jejaring (networking) yang lebih luas serta meningkatkan nilai tawar mereka di mata perusahaan nasional maupun global.

 

Selain itu, pemateri juga membahas prinsip-prinsip penting dalam memiliki kelincahan berpikir dan bertindak (career agility), di antaranya adalah konsep continuous learning atau belajar sepanjang hayat. Dalam proses berkembang, mahasiswa diingatkan untuk tidak cepat puas dengan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan, melainkan harus terus mengeksplorasi tren teknologi terbaru dan dinamika bisnis yang sedang berkembang. Kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi menjadi fondasi utama dalam menjaga relevansi karier di masa depan.

Materi berikutnya yang disampaikan adalah mengenai teknik menghadapi proses seleksi kerja digital, atau yang dikenal dengan digital recruitment. Pemateri menjelaskan beberapa strategi yang dapat digunakan, seperti optimalisasi CV dengan format ATS-friendly (Applicant Tracking System), yaitu teknik menyusun resume menggunakan kata kunci khusus agar mudah terbaca oleh sistem penyaringan otomatis perusahaan. Kemudian terdapat teknik star method (Situation, Task, Action, Result) dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja untuk mempermudah penyampaian pengalaman kerja atau organisasi secara sistematis dan berbasis dampak nyata.

Tidak hanya itu, pemateri juga menekankan pentingnya melakukan pengembangan soft skills, seperti kecerdasan emosional, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), dan komunikasi efektif. Dijelaskan bahwa sebagian besar keberhasilan seorang pemimpin masa depan (future leader) justru ditentukan oleh seberapa baik mereka berkolaborasi dalam tim dan mengelola konflik. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan atau proyek independen menjadi faktor penting dalam mengasah keterampilan interpersonal ini sebelum benar-benar terjun ke dunia industri.

Lebih lanjut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun ketahanan mental (grit) dalam berkarier. Keberhasilan karier tidak terbentuk secara instan, melainkan dari konsistensi, ketangguhan menghadapi kegagalan, dan kemauan untuk menerima umpan balik (feedback) yang konstruktif untuk perbaikan diri yang berkelanjutan.

Pemateri juga menjelaskan indikator keberhasilan dalam tahap awal pengembangan karier, seperti jumlah portofolio yang diselesaikan, sertifikasi kompetensi yang diraih, hingga efektivitas komunikasi dalam wawancara kerja. Indikator-indikator ini menjadi alat ukur bagi mahasiswa dalam menilai sejauh mana kesiapan mereka sebelum memasuki bursa kerja yang sesungguhnya.

Di akhir sesi, Annisya Reskyla Izzati memberikan motivasi kepada seluruh peserta di Graha Bintang agar terus menumbuhkan jiwa kepemimpinan (Born to Lead) sesuai dengan semangat acara MaXFAIR 2026. Ditekankan bahwa tantangan di era bisnis yang dinamis bukanlah hambatan, melainkan peluang emas bagi mereka yang memiliki persiapan matang, konsistensi, serta keberanian untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Malahayati tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan praktis dan taktis langsung dari praktisi HALOCA. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan di industri global.

Editor : Cfz

Prodi Akuntansi Universitas Malahayati dan STIE Gentiaras Jalin Kerja Sama

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id )  – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati Bandar Lampung resmi menjalin kerja sama strategis dengan Program Studi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras. Kemitraan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) pada Kamis (4/6/2026).

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan langsung oleh kedua pimpinan program studi. Pihak pertama diwakili oleh Muhammad Luthfi, S.E., M.Si, selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati. Sementara pihak kedua diwakili oleh Fransiska Wahyu Lestari, S.E., M.S.Ak, selaku Ketua Program Studi Akuntansi STIE Gentiaras.

Kerja sama yang disepakati ini didasarkan pada prinsip saling menguntungkan, saling mendukung, dan memberikan manfaat bersama. Fokus utama dari MoA ini mencakup penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi:

  • Pendidikan: Kolaborasi akademik untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

  • Penelitian: Pengembangan riset bersama di bidang akuntansi.

  • Pengabdian kepada Masyarakat: Aksi nyata kolaboratif yang berdampak langsung pada publik.

Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen penuh untuk mendongkrak kualitas SDM, memperluas jejaring (networking) akademik, serta memperkuat ekosistem institusi masing-masing.

“Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai program akademik dan kegiatan inovatif. Pada akhirnya, langkah ini ditargetkan mampu memberikan kontribusi positif yang luas, baik bagi kemajuan dunia pendidikan tinggi maupun masyarakat secara umum,” ungkap perwakilan institusi dalam rilisnya.

Dengan adanya sinergi ini, Prodi Akuntansi Universitas Malahayati dan STIE Gentiaras siap melangkah bersama dalam melahirkan generasi akuntan masa depan yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Editor : Chandra fajar zakaria (cfz)

PanggungInovasi Masa Depan: Exhibition Karya Project OBE (Outcome-Based Education) MahasiswaManajemen-MaXFAIR 2026

( malahayati.ac.id ) – Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjadisaksibisuatasantusiasmeluarbiasadalamperhelatanakbar Management Exhibition & Job Fair (MaXFAIR) 2026 yang resmidigelar pada Senin, 08 Juni 2026. Mengusungtemabesar“Management Career Summit 2026: Shaping Future Leaders in Dynamic Business World”, acara tahunaninisuksesmentransformasiruangpameranmenjadisebuahekosistembisnis modern yang sangat dinamis. Perhelataninitidaksekadarberfungsisebagaijembatanbagipara alumniuntukmenitikarier di dunia kerja, melainkan juga menjelmasebagaipanggungapresiasiberskalabesarbagiinovasi, bakat, dan kreativitasmahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Malahayatisendiri. Di bawahpayung jargon pembakarsemangat“Born to Lead”, seluruhrangkaiankegiatandirancanguntukmembentukmentalitaskepemimpinan yang tangguh, adaptif, sertasiapmenghadapiarusdisrupsi global.

Sorotanutama yang paling mencuriperhatianribuanpengunjungdalam festival iniadalah Exhibition Hasil Project Mata Kuliah OBE (Outcome-Based Education). Pameraninimerupakanbentuknyatadarikomitmen program studidalammenerapkankurikulumberbasisluaran, di mana teori-teorimanajemen yang dipelajari di ruangkelastidakberhenti di ataskertasujian, melainkandihilirisasimenjadiprodukkonkret yang bernilai guna tinggi. Kurikulum OBE inimenantangmahasiswauntukberpikirkritis, analitis, dan solutifdalammenjawab problem riil di industri. Melaluipendekatantersebut, mahasiswaberhasilmenelurkan ragam karyailmiah dan media kreatif yang sangat bervariasi, mulaidari media informasi visual berupa poster edukatif, media promosi X-banner yang berdiritegakmempercantikestetikaruang, hinggakaryaliterasiberbobotberupabukusaku dan bookletbisnisterapan yang seluruhnyatelahresmiterdaftardalam Hak KekayaanIntelektual (HKI) sebagaibuktikeaslianrisetmahasiswa.

Atmosferprofesionalismekianterasasaatmemasuki area inti pameran yang memadukankekuatanakademik dan realitaskorporasimelaluikehadiran 15 Booth KelasMahasiswa yang bersanding harmonisdengan 15 Booth Mitra Industri. Sentuhanteknologi modern dihadirkansecaraapik di setiap booth kelas, di mana masing-masing kelompokmahasiswamemfasilitasiareanyadengan TV monitor interaktif. Layar-layar TV tersebutsecarakonsistenmenayangkan video komunikasibisnishasilproduksimandiri, mulaidaripresentasiprofilusaha, analisiskelayakan pasar, hingga video iklankreatif yang dikemassecarapersuasif. Di sisi lain, kehadiran booth daribelasanmitraindustriterkemukamembukaruangnetworking yang sangat organik. Melalui layout yang terintegrasiini, mahasiswamendapatkankesempatanlangkauntukberinteraksilangsung, menerimapenilaianobjektif, sertamendapatkanmasukanprofesionaldari para praktisibisnismengenaisejauh mana produk yang merekaciptakandapatdiserap oleh pasar nyata.

 

Tidak hanyaberfokus pada pamerankaryailmiah dan bisnis, panitiaMaXFAIR 2026 juga berhasilmengemas area eksibisiinidengankonsep yang sangat interaktif dan menghibur agar para pengunjungtidakmerasajenuh. Sembarimenjelajahikeunikandesain X-banner, membacaliterasiber-HKI, dan menyaksikantayangan video digital di setiap booth, para pengunjung yang terdiridarimahasiswa, alumni, hinggamasyarakatumumdisuguhi oleh kemeriahan di panggungutama. Panggungtersebutterusdihidupkan oleh penampilanmemukauseperti tari tradisional, tari kreasi modern, music performance, acoustic performance, hinggasesijammingbersama. Keseruan acara kianmemuncakdenganadanyaberbagaigamesinteraktifbertaburhadiahsertapembagiandoorprizemenarik yang melibatkanpartisipasiaktifdariseluruhpengunjung booth.

Secarakeseluruhan, gelaraneksibisidalamMaXFAIR 2026 inimenjadisebuahpembuktian valid dari Program Studi Manajemen Universitas Malahayatibahwamerekaberhasilmelahirkangenerasimuda yang seimbangantarakompetensiakademis dan keterampilanpraktis.

Produk-produkinovatif, legalitaskaryamelalui HKI, sertakematanganpresentasi digital yang ditampilkan di setiap booth menjadicerminanbahwa para mahasiswatidaksekadardisiapkanmenjadipengikut, melainkandicetakuntukmenjadikreator, inovator, dan pemimpin masa depan yang siapmenaklukkankerasnyatantangan dunia bisnis modern.

Editor : Chandra fz

Edukasi Investasi Emas oleh Pegadaian pada MaxFair 2026 Tingkatkan Literai Keuangan Mahasiswa

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) -Dalam rangkaian kegiatan Management Exhibition & Job Fair 2026 (MaxFair) yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Universitas Malahayati, sesi pemaparan dari dunia industri kembali memberikan wawasan yang aplikatif bagi para peserta. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah pemaparan materi dari Pegadaian yang mengangkat tema literasi keuangan dan investasi emas bagi generasi muda.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 08 Juni 2026 pukul 13.25–13.55 WIB, bertempat di Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Jalannya sesi dipandu oleh moderator Janito Felix yang mampu membangun suasana diskusi menjadi interaktif dan komunikatif antara pemateri dan peserta.

Pada sesi ini, pemateri dari Pegadaian, Muhammad Lutfi, menyampaikan materi terkait pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini sebagai langkah awal dalam mencapai kestabilan finansial di masa depan. Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dalam mengatur keuangan dan mulai berinvestasi secara bijak.

Dalam pemaparannya, Muhammad Lutfi menjelaskan bahwa emas merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki berbagai keunggulan, di antaranya mudah dibeli, mudah disimpan, serta mudah dicairkan. Selain itu, emas juga dikenal sebagai aset safe haven yang mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, termasuk saat terjadi inflasi maupun krisis ekonomi. Hal ini menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang relatif aman dan stabil dalam jangka panjang.

Pemateri juga memaparkan data perkembangan harga emas yang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga berpotensi memberikan keuntungan bagi investor. Selain sebagai instrumen investasi, emas juga dapat dimanfaatkan sebagai dana darurat (emergency fund) serta perlindungan nilai kekayaan di masa depan.

Lebih lanjut, peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan Pegadaian yang mendukung aktivitas investasi emas, seperti tabungan emas, cicil emas, hingga layanan gadai yang dapat dimanfaatkan tanpa harus menjual aset. Inovasi digital juga turut diperkenalkan melalui aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi emas secara praktis dan efisien.

Tidak hanya membahas peluang investasi, Muhammad Lutfi juga mengingatkan peserta untuk selalu waspada terhadap maraknya investasi ilegal yang dapat merugikan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memilih lembaga keuangan yang resmi, terpercaya, dan berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab, di mana banyak mahasiswa yang tertarik untuk mulai berinvestasi serta menggali informasi lebih lanjut mengenai mekanisme investasi emas di Pegadaian. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Melalui sesi ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman terkait literasi keuangan serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Strategi dan Teknik Penjualan Profesional dalam Meningkatkan Kinerja Bisnisoleh Bank Mandiri

 

Kegiatanliterasi dan pengembangankompetensimahasiswa yang diselenggarakan di Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjadi salah satuwadahpentingdalammeningkatkanwawasanpraktismahasiswa, khususnyadalambidangbisnis dan pemasaran. Pada sesiini, hadirnarasumberdari Bank Mandiri, yaituRobby Wijaya Saputra, yang membawakanmateriterkait strategi dan teknikpenjualanprofesional yang sangat relevandengankebutuhan dunia kerjasaatini. Jalannyakegiatandipandu oleh moderator Saskia Andini yang mampumenghidupkansuasanadiskusisehinggainteraksiantarapemateri dan pesertaberlangsungsecaraaktif dan komunikatif.

Dalampemaparannya, Robby Wijaya Saputra menjelaskanbahwapenjualan modern tidaklagihanyaberfokus pada aktivitasmenawarkanproduk, tetapilebihkepadabagaimanaseorangtenagapenjualmampumenjadimitrastrategisbagipelanggan. Hal iniberartiseorang sales harusmampumemahamikebutuhan, permasalahan, sertatujuanbisnispelanggansecaramenyeluruhsebelummenawarkansolusi yang tepat. Pendekataninimenjadidasardalammembangunhubunganjangkapanjang yang salingmenguntungkan.

Salah satumetode yang diperkenalkandalamsesiiniadalahmetode LAER (Listen, Acknowledge, Explore, Respond). Metode inimenekankanpentingnyamendengarkankebutuhanpelanggansecaraaktif, memberikanrespon yang menunjukkanpemahaman, menggalilebihdalaminformasi yang dibutuhkan, sertamemberikansolusi yang tepatsasaran. Denganpenerapanmetodeini, tenagapenjualdapatmembangunkomunikasi yang lebihefektifsertameningkatkantingkatkeberhasilandalam proses penjualan.

Selain itu, pemateri juga membahasprinsip-prinsippentingdalamnegosiasi, di antaranyaadalahkonsepwin-win solution yang bertujuanmenciptakankesepakatan yang menguntungkankeduabelahpihak. Dalam proses negosiasi, penjual juga diingatkanuntuklebihmenekankan pada nilaiataumanfaat (value) yang ditawarkankepadapelanggandibandingkanhanyaberfokus pada harga. Hal inipentinguntukmenjagacitraproduksertamenciptakankepercayaanpelangganterhadapkualitas yang diberikan. Kepercayaan (trust) menjadifondasiutamadalamsetiaphubunganbisnis yang berkelanjutan.

Materi berikutnya yang disampaikanadalahmengenaiteknik closing dalampenjualan. Pematerimenjelaskanbeberapateknik yang dapatdigunakan, sepertiassumptive close, yaituteknik yang mengarahkanpelanggan pada tahapimplementasiseolah-olahkeputusanpembeliansudahdibuat. Kemudianterdapatalternative close yang memberikanpilihanterbataskepadapelangganuntukmempermudahpengambilankeputusan, sertasummary close yang merangkumseluruhmanfaatproduksebelumdilakukanfinalisasikesepakatan. Teknik-teknikinibertujuanuntukmembantutenagapenjualdalammengarahkan proses transaksi agar berjalanlebihefektif dan efisien.

Tidak hanyaitu, pemateri juga menekankanpentingnyamelakukanfollow upatautindaklanjutkepadapelanggan. Dijelaskanbahwasebagianbesarkeberhasilanpenjualanjustruterjadisetelahbeberapa kali proses tindaklanjutdilakukan. Oleh karenaitu, konsistensidalammenjagakomunikasidenganpelangganmenjadifaktorpentingdalammeningkatkanpeluangterjadinyatransaksi. Dalammelakukanfollow up, tenagapenjual juga harusmemperhatikanwaktu yang tepatsertatetapmemberikannilaitambahtanpaterkesanmemaksapelanggan.

Lebihlanjut, peserta juga diberikanpemahamanmengenaipentingnyamembangunloyalitaspelanggan. Loyalitastidakhanyaterbentukdarikepuasanpelanggan, tetapi juga darikepercayaan yang dibangunmelaluipelayanan yang konsisten dan profesional.

Pelanggan yang loyal cenderungmelakukanpembelianulang (repeat order) sertamemberikanrekomendasikepadapihak lain secarasukarela, yang pada akhirnyadapatmeningkatkanpertumbuhanbisnissecaraberkelanjutan.

Pemateri juga menjelaskanindikatorkinerjautamadalambidangpenjualan, sepertijumlahprospek yang dihubungi, jumlahpertemuan yang dilakukan, hinggajumlah proposal yang diajukankepadacalonpelanggan. Indikator-indikatorinimenjadialatukurdalammenilaiefektivitas strategi penjualan yang diterapkansertamembantudalammencapai target yang telahditetapkanperusahaan.

Di akhirsesi, Robby Wijaya Saputra memberikanmotivasikepadaseluruhpeserta agar terusmengembangkankemampuankomunikasi, keahlianteknis, sertasikapprofesionaldalammenghadapi dunia kerja yang semakinkompetitif. Ditekankanbahwakeberhasilandalampenjualantidakhanyaditentukan oleh kemampuanindividu, tetapi juga oleh konsistensi, kerjakeras, sertakemampuanberadaptasidenganperubahan pasar.

Melaluikegiatanini, diharapkanmahasiswatidakhanyamemperolehpemahamanteoritis, tetapi juga wawasanpraktis yang dapatditerapkandalam dunia kerjamaupundalammengembangkanusahasecaramandiri. Kegiataninimenjadibuktinyatakomitmeninstitusipendidikandalammempersiapkanlulusan yang kompeten, adaptif, dan siapmenghadapitantangan di era bisnis modern.

Editor : Chandra fz

Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui GENCARKAN demi Mewujudkan Generasi Cerdas Finansial Bersama OJK”

Kegiatan literasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang diselenggarakan di Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjadi salah satu wadah penting dalam meningkatkan wawasan praktis mahasiswa, khususnya dalam memahami tata kelola keuangan serta fungsi perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Pada sesi ini, hadir narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu Maulana Akbar Caesario, yang membawakan materi edukasi komprehensif bertajuk “Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN)” yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta masyarakat di era digital saat ini. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Putri Melinda Sari yang mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung secara aktif, kritis, dan komunikatif.

Dalam pemaparannya, Muhammad Akbar Caesario menjelaskan bahwa OJK didirikan berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 sebagai lembaga independen yang mengintegrasikan fungsi regulasi dan pengawasan terhadap seluruh lembaga jasa keuangan di Indonesia, mulai dari Perbankan, Pasar Modal, hingga sektor IKNB (Industri Keuangan Non-Bank). Seiring penguatan hukum melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), OJK memegang peran krusial yang mencakup tiga pilar utama: Mengatur, Mengawasi, dan Melindungi masyarakat. Upaya perlindungan ini dijalankan secara seimbang melalui tindakan preventif seperti edukasi keuangan berkala, maupun kuratif melalui layanan penanganan pengaduan resmi.

Salah satu metode penting yang diperkenalkan dalam sesi ini adalah pemahaman mendalam terhadap konsep Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan. Literasi keuangan didefinisikan sebagai kombinasi pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku yang memengaruhi kualitas pengambilan keputusan demi mencapai kesejahteraan. Sementara inklusi keuangan berfokus pada ketersediaan akses, kualitas, dan penggunaan produk jasa keuangan yang aman. Melalui data hasil SNLIK Tahun 2025, pemateri memaparkan adanya tantangan gap indeks literasi dan inklusi keuangan pada segmen masyarakat tertentu, seperti perempuan, wilayah perdesaan, serta kelompok pelajar/mahasiswa, sehingga OJK menetapkan kelompok ini sebagai sasaran prioritas dalam program GENCARKAN.

Selain itu, pemateri juga membahas prinsip-prinsip penting dalam pengelolaan keuangan mandiri dengan mengenalkan teknik “Periksa Kesehatan Keuangan”. Mahasiswa diajarkan untuk memastikan bahwa arus kas masuk selalu lebih besar daripada pengeluaran, membatasi cicilan utang maksimal 30% dari pemasukan bulanan, mengalokasikan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan, serta menyisihkan simpanan rutin minimal 10% dari pendapatan. Pengelolaan finansial yang disiplin ini merupakan fondasi utama agar generasi muda terhindar dari perilaku konsumtif tak terkendali serta tidak terjebak dalam ekosistem investasi bodong.

Materi berikutnya yang disampaikan secara mendalam adalah mengenai kewaspadaan terhadap penipuan online dan bahaya laten Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal. Pemateri membeberkan fakta bahwa sepanjang Januari 2025 hingga 31 Januari 2026, Satgas PASTI telah menghentikan sebanyak 2.262 entitas pinjol ilegal setelah menerima puluhan ribu pengaduan. Peserta diperingatkan mengenai ciri-ciri utama pinjol ilegal, di antaranya tidak terdaftar/berizin di OJK, menetapkan suku bunga dan denda tinggi (bisa mencapai 1-4% per hari dibandingkan pinjol legal yang dibatasi 0,3% per hari), serta meminta akses ilegal ke data pribadi (kontak, foto, video) untuk melakukan penagihan tidak beretika berupa teror dan intimidasi. Sebagai langkah perlindungan, OJK mengenalkan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melalui portal iasc.ojk.go.id sebagai pusat penanganan penipuan transaksi keuangan terpadu.

Tidak hanya itu, pemateri juga menekankan pentingnya memegang prinsip “Legal dan Logis” (2L) sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan apa pun. Mahasiswa dituntut untuk selalu meneliti legalitas lembaga di situs resmi www.ojk.go.id atau melalui Kontak OJK 157, memahami hak-kewajiban konsumen, serta bersikap bijak dengan menyesuaikan produk keuangan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan riil, bukan keinginan sesaat.

Lebih lanjut, peserta diberikan pemahaman bahwa menjadi konsumen yang cerdas berarti mampu mengidentifikasi dugaan pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha jasa keuangan dan tahu ke mana harus melapor. Dengan memahami saluran pengaduan resmi, mahasiswa dilatih untuk menjadi agen literasi yang mampu melindungi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan sekitar dari ancaman kejahatan siber yang semakin masif memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan.

Di akhir sesi, Muhammad Akbar Caesario memberikan motivasi kuat kepada seluruh peserta di Graha Bintang Universitas Malahayati agar terus mengasah kecerdasan finansial demi menyongsong masa depan yang mandiri secara ekonomi, sejalan dengan semangat kepemimpinan “Born to Lead” pada MaXFAIR 2026. Ditekankan bahwa kemandirian bangsa di sektor ekonomi sangat bergantung pada seberapa cerdas generasi mudanya dalam mengelola modal, memanfaatkan inklusi keuangan secara produktif, serta beradaptasi di tengah dinamisnya industri keuangan global.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Malahayati tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai regulasi keuangan, tetapi juga mendapatkan panduan praktis yang taktis langsung dari otoritas tertinggi sektor keuangan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga pendidikan dan OJK dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya adaptif secara akademis, melainkan juga cerdas, bijak, dan terlindungi dalam beraktivitas di dunia keuangan modern.

Editor : Chandra fz

Jembatan Karier Masa Depan: Membuka Peluang Emas Melalui Gelaran Job Fair Manajemen Universitas Malahayati 2026

Bandar lampung ( malahayati.ac.id ) – Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjelma menjadi pusat konvergensi antara dunia akademik dan sektor industri nasional saat dipadati oleh ratusan pencari kerja yang antusias menghadiri perhelatan akbar Job Fair Management 2026 pada Senin, 08 Juni 2026. Mengusung tagline inspiratif “Langkah Awal Kariermu Dimulai Di Sini”, kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Manajemen Universitas Malahayati ini dirancang khusus untuk menjadi motor penggerak dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja terdidik ke dalam sektor produktif. Bursa kerja ini diselenggarakan secara inklusif dan terbuka bagi mahasiswa, alumni, hingga masyarakat umum dengan memfasilitasi ruang interaksi langsung yang memangkas jarak birokrasi antara talenta-talenta muda berbakat dan jajaran manajemen korporasi. Di bawah payung besar spirit “Born to Lead”, acara ini tidak hanya sekadar menyediakan ruang lowongan kerja, melainkan juga menumbuhkan kesiapan mental para lulusan untuk melangkah dengan penuh percaya diri ke dalam ekosistem bisnis global yang dinamis.

Gelaran bursa kerja strategis ini sukses menggandeng delapan perusahaan raksasa (participating companies) yang bertindak sebagai tenant utama. Kedelapan korporasi tersebut membawa formasi lowongan kerja yang sangat variatif guna menyerap berbagai latar belakang keahlian. Para pencari kerja disuguhi pilihan karier dari sektor industri barang konsumsi bergerak cepat melalui perusahaan WINGS, serta sektor industri minuman kesehatan berskala internasional lewat booth Yakult. Kehadiran sektor otomotif diwakili oleh tunas Honda selaku main dealer sepeda motor terkemuka, sementara sektor transportasi daring dan logistik berbasis teknologi diwakili oleh perusahaan global Maxim. Sektor keuangan, perbankan, dan pemberdayaan ekonomi turut hadir secara masif melalui keterlibatan Bank Mandiri serta lembaga keuangan pelat merah PNM (Permodalan Nasional Madani). Industri teknologi informasi dan komunikasi juga ikut memperkuat pilihan karier pengunjung melalui partisipasi operator telekomunikasi seluler Indosat Ooredoo Hutchison. Terakhir, sebagai pilar penting pengelola ekosistem tenaga kerja, hadir pula PT Prima Karya Sarana Sejahtera atau dikenal sebagai PKSS selaku HR Solutions Partner terkemuka di Indonesia.

Atmosfer profesionalisme yang sangat kompetitif terlihat jelas di sepanjang koridor pameran, di mana para kandidat yang berpenampilan rapi tampak sibuk mematangkan berkas resume, portofolio, dan kurikulum vitae (CV) terbaik mereka untuk diserahkan ke meja para perekrut. Dari delapan tenant besar yang berpartisipasi, booth milik PKSS menjadi pusat perhatian utama sekaligus magnet yang menyedot antrean paling mengular dari para pencari kerja. Hal ini terjadi karena PKSS secara khusus menghadirkan program Walk-In Interview langsung di tempat. Melalui metode seleksi instan ini, para pelamar kerja tidak perlu melewati proses tunggu administrasi konvensional yang memakan waktu berminggu-minggu; mereka dapat langsung bertatap muka, diwawancarai, dan dinilai kapabilitasnya oleh tim rekrutmen profesional PKSS. Sesi ini sekaligus menjadi ujian nyata bagi para alumni untuk mempraktikkan keterampilan komunikasi strategis, ketahanan mental, serta kemampuan pemecahan masalah secara spontan yang selama ini diasah di bangku perkuliahan.

Keberhasilan Program Studi Manajemen Universitas Malahayati dalam menghadirkan delapan korporasi kelas kakap dalam satu ruang pameran membuktikan tingginya tingkat kepercayaan (trust) dunia industri terhadap kualitas dan mutu akademis yang ditanamkan pada institusi ini. Melalui Job Fair Management 2026, universitas tidak hanya menjalankan peran tradisionalnya sebagai pencetak sarjana, tetapi juga mengambil tanggung jawab moral sebagai fasilitator yang menjamin keberlanjutan karier para lulusannya. Sinergi yang terjalin erat antara dunia pendidikan dan sektor swasta ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran intelektual di tingkat regional maupun nasional, sekaligus melahirkan generasi baru para profesional dan pemimpin korporat yang siap membawa perubahan positif bagi kemajuan industri modern di Indonesia.

Editor : Chandra fz