Transformasi Manajemen SDM dan Kesiapan Talenta Korporat di Industri Energi Nasional Bersama PT PLN Nusantara Power

Bandar lampung ( malahayati.ac.id ) – Kegiatan literasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang diselenggarakan di Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjadi salah satu wadah penting dalam meningkatkan wawasan praktis mahasiswa, khususnya dalam memahami sistem pengelolaan talenta di perusahaan skala besar. Pada sesi ini, hadir narasumber dari PT PLN Nusantara Power, yaitu Arief Rachman Perdana, yang membawakan materi terkait “Sharing Manajemen SDM” yang sangat relevan dengan tantangan dunia kerja dan pengembangan karier mahasiswa saat ini. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Tasya Dara Maulida yang mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung secara aktif dan komunikatif.

Dalam pemaparannya, Arief Rachman Perdana yang menjabat sebagai Assistant Manager Business Support PT PLN Nusantara Power UP Bandar Lampung menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia (MSDM) bukan sekadar aktivitas administratif mengelola karyawan. Lebih dari itu, MSDM modern merupakan proses strategis dalam mengelola manusia di dalam organisasi agar tujuan perusahaan dan individu dapat tercapai secara efektif dan efisien, serta mampu menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung pada pencapaian target bisnis, peningkatan produktivitas, dan pembentukan budaya kerja yang positif.

Salah satu metode yang diperkenalkan dalam sesi ini adalah pemahaman tentang siklus pengelolaan SDM korporat yang komprehensif. Siklus ini menekankan pentingnya tahapan yang terstruktur mulai dari Talent Acquisition (akuisisi talenta), Onboarding (proses adaptasi karyawan baru), Development (pelatihan dan pengembangan), Performance Management (manajemen kinerja), Retention (mempertahankan talenta terbaik), hingga Succession (perencanaan suksesi kepemimpinan). Dengan penerapan siklus yang kokoh ini, subholding PT PLN (Persero) yang memiliki total aset hingga ratusan triliun rupiah ini mampu mengelola ribuan tenaga kerja demi menjaga kompetensi inti perusahaan di bidang energi berkelanjutan.

Selain itu, pemateri juga membahas prinsip-prinsip penting dalam menghadapi tantangan MSDM saat ini, di antaranya adalah arus disrupsi digitalisasi, adopsi Artificial Intelligence (AI), fenomena talent war, serta dinamika pengelolaan lingkungan kerja yang kini diisi oleh multigenerasi. Dalam proses transisi ini, mahasiswa diingatkan untuk siap menghadapi perubahan bisnis yang cepat. Pemateri juga menekankan bahwa perusahaan besar kini menaruh perhatian besar pada Employee Engagement, di mana kepercayaan (trust) dan keselarasan nilai antara karyawan dan perusahaan menjadi fondasi utama untuk membangun loyalitas internal yang berkelanjutan.

Materi berikutnya yang disampaikan adalah mengenai kriteria dan kompetensi inti yang dicari perusahaan besar dalam menyaring talenta masa depan. Pemateri menjelaskan beberapa kompetensi krusial yang wajib diasah oleh mahasiswa sejak bangku kuliah, seperti kemampuan komunikasi strategis, keahlian memecahkan masalah (problem solving), jiwa kepemimpinan (leadership), literasi digital (digital literacy), kerja sama tim (teamwork), serta kemampuan adaptasi yang tinggi (adaptability). Keterampilan-keterampilan ini bertujuan untuk membantu calon lulusan agar memiliki daya saing yang kuat dan efisien saat memasuki industri kerja yang semakin kompetitif.

Tidak hanya itu, pemateri juga memberikan panduan taktis berupa tips karier nyata yang dapat langsung dipraktikkan oleh para mahasiswa. Dijelaskan bahwa sebagian besar kesiapan karier justru dibentuk dari keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi, konsistensi membangun portofolio, penguasaan tools digital esensial (seperti Microsoft Excel), serta kemampuan memperluas jaringan profesional (networking). Oleh karena itu, mahasiswa harus memanfaatkan masa perkuliahan secara optimal dengan terus belajar dan menjaga sikap adaptif terhadap perubahan pasar kerja.

Lebih lanjut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai indikator kinerja utama (Key Performance Indicators) yang digunakan korporasi untuk mengukur efektivitas talenta. Indikator-indikator ini penting dipahami agar calon tenaga kerja terbiasa bekerja dengan target yang terukur, profesional, serta sejalan dengan visi besar instansi, seperti yang diterapkan di PT PLN Nusantara Power dalam menjaga keunggulan operasional unit-unit pembangkitnya di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah kerja UP Bandar Lampung.

Di akhir sesi, Arief Rachman Perdana memberikan motivasi kuat kepada seluruh peserta di Graha Bintang Universitas Malahayati agar terus menumbuhkan mentalitas kepemimpinan sesuai dengan jargon pembakar semangat “Born to Lead” yang diusung dalam MaXFAIR 2026. Ditekankan bahwa keberhasilan karier di era modern tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis individu, tetapi oleh konsistensi, kerja keras, ketangguhan mental, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan industri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai manajemen korporasi, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang nyata langsung dari praktisi industri energi nasional. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dunia akademis dan industri dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, memiliki integritas tinggi, dan siap mengemban peran sebagai pemimpin masa depan di era bisnis modern.

Editor : Chandra fajar zakaria