Good Corporate Governance to Great Leadership: Fondasi Keberlanjutan dan Transformasi Talenta di PT Bukit Asam Tbk Pelabuhan Tarahan

Bandar lampung ( malahayati.ac.id ) – Kegiatan literasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang diselenggarakan di Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung menjadi salah satu wadah penting dalam meningkatkan wawasan praktis mahasiswa, khususnya dalam memahami tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta kepemimpinan korporat di industri energi nasional. Pada sesi ini, hadir narasumber dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yaitu Bapak Hamdani, yang membawakan materi edukasi bertajuk “Good Corporate Governance to Great Leadership: PT Bukit Asam Tbk Tarahan Port” yang diambil dari dokumen presentasi Materi 08062026 – MaxFair.pptx. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Tasya Dara Maulida yang mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung secara aktif dan komunikatif.

Dalam pemaparannya, Bapak Hamdanimenjelaskan latar belakang dan pandangan umum mengenai pentingnya Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan perusahaan. Implementasi GCG yang kokoh bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Melalui proses bisnis yang berjalan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, korporasi dapat membangun kepercayaan mendalam, baik terhadap eksistensi perusahaan itu sendiri maupun terhadap integritas para pemimpinnya.

Salah satu metode yang diperkenalkan dalam sesi ini adalah pemahaman lima prinsip dasar tata kelola yang diterapkan di PT Bukit Asam Tbk, yaitu Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Kewajaran (Fairness). Prinsip Transparansi menjamin pengungkapan informasi material yang akurat dan mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan.

Akuntabilitas memastikan kejelasan fungsi dan pertanggungjawaban di setiap lini organisasi agar berjalan efektif. Responsibilitas menuntut kepatuhan terhadap regulasi termasuk pengelolaan lingkungan bekas tambang dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Independensi berfokus pada penyusunan kode etik guna menghindari benturan kepentingan, sedangkan Kewajaran menjamin perlakuan yang setara dan berimbang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, pemateri juga membahas struktur tata kelola perusahaan yang terdiri dari tiga organ utama dalam proses pengawasan dan pengambilan keputusan: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai forum tertinggi, Dewan Komisaris yang bertugas mengawasi jalannya pengelolaan, serta Direksi yang bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan operasional. Dalam operasionalnya, struktur ini ditopang oleh sub-organ pendukung seperti Komite Audit, Risk Management, hingga auditor eksternal guna memastikan kepatuhan yang ketat terhadap regulasi dunia usaha.

Materi berikutnya yang disampaikan adalah mengenai pengawasan, audit, dan sertifikasi sistem manajemen internasional yang berhasil dipertahankan oleh PT Bukit Asam Tbk. Perusahaan ini telah mengantongi berbagai sertifikasi prestisius seperti ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Standar tinggi ini terbukti mampu membawa PTBA meraih berbagai pencapaian korporat, termasuk penghargaan PROPER EMAS berturut-turut dari tahun 2020 hingga 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tidak hanya itu, pemateri juga memberikan gambaran nyata mengenai kapasitas operasional PT Bukit Asam Tbk Pelabuhan Tarahan sebagai salah satu unit logistik strategis nasional yang memiliki luas area 67,6 hektar di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Dengan kekuatan tenaga kerja mencapai 1.100 orang yang terdiri dari karyawan PTBA, tenaga alih daya, dan anak perusahaan, Pelabuhan Tarahan memiliki kemampuan sandar dan muat kapal hingga 28 juta ton per tahun.

Kinerja luar biasa unit ini dilengkapi dengan raihan prestasi seperti Rekor MURI atas Pemberdayaan 1.000 Lansia, Penghargaan Dharma Karya ESDM, serta Gold CSR Award Lampung 2025.

Lebih lanjut, peserta diberikan pemahaman mengenai praktik nyata pengembangan kepemimpinan yang terstruktur dan berkelanjutan di PTBA. Perusahaan menerapkan Bukit Asam Assessment & Learning Center, program Coaching & Mentoring, Talent Management, hingga program akselerasi kepemimpinan berjenjang seperti Regular Leadership Development Program (RLDP). Komitmen terhadap kualitas SDM dan budaya kerja berbasis nilai AKHLAK ini mengantarkan PTBA meraih penghargaan TOP Human Capital Awards 2024 – Bintang 5, Great Place to Work Certified (2025) sebagai perusahaan tambang pertama di Indonesia yang meraihnya dengan tingkat kepuasan karyawan 89%, serta HR Asia – Best Companies to Work for in Asia 2025.

Di akhir sesi, Bapak Hamdani memberikan motivasi kuat kepada seluruh peserta di Graha Bintang Universitas Malahayati agar terus mengasah kompetensi kepemimpinan sejalan dengan jargon pembakar semangat “Born to Lead” yang diusung dalam MaXFAIR 2026. Ditekankan bahwa tantangan industri masa depan menuntut kesiapan talenta muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan memegang teguh tata kelola yang baik demi kemajuan bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai manajemen korporasi, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang nyata dari salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dunia akademis dan BUMN dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, berdaya saing global, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.

Editor : chandra fajar zakaria