Universitas Malahayati Matangkan Pra-Persiapan International Professors Summit dalam Rangka Dies Natalis ke-32

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan International Professors Summit yang akan digelar pada 7–8 Januari 2026 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati.

Kegiatan berskala internasional ini mengusung tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, yang menyoroti peran strategis pendidik matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.

Koordinator Pelaksana International Professors Summit, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep., menjelaskan bahwa persiapan acara telah berjalan dengan baik dan terkoordinasi antar panitia.

“Menjelang pelaksanaan acara, progres persiapan sudah berjalan sesuai dengan timeline yang ditetapkan. Panitia terus melakukan koordinasi lintas divisi, baik dari sisi teknis acara, kesiapan venue Graha Bintang, hingga akomodasi para narasumber,” ujar Eka Yudha.

Ia menambahkan bahwa panitia telah dibagi ke dalam beberapa divisi kerja guna memastikan seluruh aspek pelaksanaan berjalan optimal, mulai dari divisi acara, perlengkapan, publikasi, hingga pendampingan profesor tamu. Koordinasi rutin dilakukan untuk meminimalkan kendala serta memastikan kesiapan maksimal pada hari pelaksanaan.

International Professors Summit ini akan menghadirkan 11 profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, optimasi, analisis numerik, dan statistika terapan. Adapun narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain:

Narasumber:

  • Prof. Norsarahaida Amin – Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor, Medical Mathematics
  • Prof. Jumat Bin Sulaiman – Universiti Malaysia Sabah (UMS), Numerical Analysis
  • Prof. Noribah Md Arifin – Universiti Putra Malaysia (UPM), Numerical Method
  • Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization
  • Prof. Mohd Rashid Abd Hamid – Universiti Malaysia Pahang (UMP), Applied Mathematics
  • Prof. Anang Kurnia – IPB University, Applied Statistics
  • Prof. Syamsuddin Toaha – Universitas Hasanuddin, Applied Mathematics
  • Prof. Sudradjat Supian – Universitas Padjadjaran (UNPAD)
  • Prof. Wamiliana – Universitas Lampung (UNILA), Optimization
  • Prof. Mustofa Usman – Universitas Lampung (UNILA)
  • Prof. Emeritus Shahrir Mat Zain – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Matematik Islam dan Manuskrip Klasik

Selain para profesor tersebut, kegiatan ini dihadiri oleh Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., selaku Staf Khusus Kemendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, yang akan memberikan perspektif kebijakan nasional terkait penguatan numerasi dan pendidikan matematika.

Lebih lanjut, Eka Yudha menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi Universitas Malahayati.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan diharapkan menjadi momentum strategis untuk semakin memperkuat posisi Universitas Malahayati dalam kancah akademik internasional. Melalui International Professors Summit, kami berupaya menghadirkan sebanyak 11 profesor, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga melalui kolaborasi dengan akademisi dari luar negeri,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta perluasan jejaring global.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi sivitas akademika, sekaligus memperkuat jejaring internasional Universitas Malahayati dalam menghadapi tantangan pendidikan di tingkat global,” tutup Eka Yudha.

Melalui penyelenggaraan International Professors Summit, Universitas Malahayati terus berkomitmen mendorong transformasi pendidikan unggul dan berdaya saing internasional.

Penyelenggaraan International Professors Summit dalam rangka Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati menunjukkan langkah strategis kampus dalam merespons tantangan pendidikan global, khususnya pada isu krisis numerasi. Kehadiran profesor dan pakar dari dalam maupun luar negeri tidak hanya memperkaya diskursus akademik, tetapi juga memperkuat posisi Universitas Malahayati sebagai institusi yang aktif membangun kolaborasi internasional.(fkr)

Editor : Fadly KR

RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung Terima Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan UNMAL untuk Praktik Klinik Keperawatan Jiwa

BandarLampung (malahayati.ac.id): Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi melaksanakan kegiatan penyerahan mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan kepada Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung sebagai wahana pelaksanaan Praktik Klinik Keperawatan Jiwa. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 61 mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati yang akan menjalani praktik klinik pada stase keperawatan jiwa.

Praktik Klinik Keperawatan Jiwa ini akan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai tanggal 5 Januari hingga 31 Januari 2026. Penyerahan mahasiswa/i dilaksanakan secara resmi sebagai wujud sinergi dan komitmen kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sarjana keperawatan.

Penyerahan mahasiswa/i dilakukan oleh Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati, Aryanti Wardiyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Mat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa praktik klinik Keperawatan Jiwa merupakan fase penting dalam pembentukan kompetensi perawat profesional, khususnya dalam penguatan keterampilan klinis dan pemahaman komprehensif terhadap asuhan keperawatan holistik.

“Melalui praktik klinik ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dan menangani pasien dengan berbagai masalah kesehatan mental. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya, mengintegrasikan teori dengan praktik, serta senantiasa menjaga nama baik institusi,” ujar Aryanti.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pembelajaran praktik klinik memiliki peran strategis sebagai sarana integrasi antara teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, dari pihak RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung, penerimaan mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati dilakukan oleh dr. Tendry Septa, Sp.KJ. Dalam sambutannya, dr. Tendry menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Universitas Malahayati kepada RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung sebagai wahana pendidikan klinik pada stase keperawatan jiwa.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa/i Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati untuk melaksanakan praktik klinik Keperawatan Jiwa di RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu dan pengalaman, serta mampu bekerja sama dengan tim kesehatan secara profesional,” ungkap dr. Tendry.

Melalui pelaksanaan praktik klinik ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara Universitas Malahayati dan RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa/i dalam pengembangan kompetensi, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam mencetak perawat yang profesional, kompeten, terampil, aktif, dan beretika dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Praktik Klinik Keperawatan Jiwa ini menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di bidang kesehatan mental. Melalui kolaborasi antara Universitas Malahayati dan RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan klinis, tetapi juga memperkuat empati, profesionalisme, serta pemahaman terhadap asuhan keperawatan holistik, sebagai bekal penting dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masyarakat.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Ambil Peran Strategis Jawab Tantangan Rendahnya Capaian Akademik melalui International Professors Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menunjukkan bahwa capaian kompetensi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Lampung masih tergolong rendah, khususnya pada aspek penalaran dan penguasaan akademik dasar. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, sebagai bahan evaluasi bersama dalam peningkatan kualitas pendidikan daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, Universitas Malahayati (UNMAL) mengambil peran strategis sebagai bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “International Professors Summit”.

Kegiatan International Professors Summit ini diselenggarakan dalam rangka rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan akan dilaksanakan pada Selasa, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Forum ini menjadi momentum strategis bagi sivitas akademika dan para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat jejaring akademik serta meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis keilmuan global.

Ini merupakan forum ilmiah berskala internasional yang menghadirkan para profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, optimasi, analisis numerik, serta statistika terapan. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan keilmuan, serta diskusi strategis terkait pengembangan pembelajaran dan peningkatan kualitas akademik.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penyelenggaraan International Professors Summit merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjawab tantangan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan penguasaan akademik dasar.

“Universitas Malahayati berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Melalui forum akademik internasional ini, kami mendorong kolaborasi keilmuan, penguatan kapasitas pendidik, serta pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Dr. Muhammad Kadafi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan para pakar akademik menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan International Professors Summit, Universitas Malahayati berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Lampung serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam memajukan pendidikan Indonesia secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan International Professors Summit menjadi langkah strategis Universitas Malahayati dalam merespons tantangan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan penalaran dan kompetensi akademik dasar. Melalui forum akademik berskala internasional ini, Universitas Malahayati tidak hanya mendorong kolaborasi keilmuan, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Gelar Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax Bersama DJP

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar kegiatan Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax sebagai upaya meningkatkan pemahaman dosen dan karyawan terkait sistem perpajakan digital terbaru. Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan langsung tim Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dari wilayah Bengkulu dan Lampung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, siang hari, bertempat di Ruang 1.13 Universitas Malahayati, dan diikuti oleh dosen serta karyawan Universitas Malahayati.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, Wakil Rektor III Universitas Malahayati, Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T, serta Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula para dekan, dosen, dan karyawan Universitas Malahayati.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Direktorat Jenderal Pajak, Julianty Ardiana, beserta jajaran tim DJP Bengkulu dan Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap implementasi aplikasi Pajak Coretax sebagai bagian dari transformasi digital di bidang perpajakan.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax ini. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dosen dan karyawan Universitas Malahayati terhadap sistem perpajakan yang kini semakin terintegrasi secara digital. Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh civitas akademika dapat lebih tertib administrasi serta patuh terhadap kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Melalui sesi penyampaian materi, tim DJP memberikan penjelasan mengenai fungsi, manfaat, serta tata cara penggunaan aplikasi Pajak Coretax. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu peserta memahami proses pelaporan dan pengelolaan pajak secara lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Universitas Malahayati dan Direktorat Jenderal Pajak dalam mendukung edukasi perpajakan serta peningkatan literasi pajak bagi civitas akademika.

sosialisasi ini, Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya dalam menerapkan tata kelola administrasi yang tertib, transparan, dan sesuai regulasi. Sinergi antara perguruan tinggi dan Direktorat Jenderal Pajak diharapkan mampu meningkatkan literasi pajak serta mendorong implementasi sistem perpajakan digital secara berkelanjutan di lingkungan akademik.(fkr)

Editor : Fadly KR

Perpustakaan UNMAL Terima Kunjungan Adaptasi Best Practice dari Perpustakaan MPR RI

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Perpustakaan Universitas Malahayati menerima kunjungan Adaptasi Best Practice dari Perpustakaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) pada Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan serta pengelolaan perpustakaan melalui pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antarperpustakaan.

Kunjungan tersebut didasarkan pada surat resmi Sekretariat Jenderal MPR RI Nomor B-212/PS.05/B-III/SetjenMPR/12/2025 tertanggal 12 Desember 2025. Rombongan Perpustakaan MPR RI disambut secara resmi oleh jajaran pimpinan dan pengelola Perpustakaan Universitas Malahayati.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala UPT Perpustakaan Universitas Malahayati, Nowo Hadiyanto, S.Sos, jajaran Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi MPR RI, di antaranya Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E, Rosando, S.I.K., M.Si., M.H, dan Yenita Revi, S.E, beserta jajaran. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Humas Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.Kom, beserta jajaran pengelola Perpustakaan Universitas Malahayati.

Acara diawali dengan sesi sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala UPT Perpustakaan Universitas Malahayati, Nowo Hadiyanto, S.Sos, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Perpustakaan MPR RI untuk menjadikan Perpustakaan Universitas Malahayati sebagai rujukan dalam kegiatan adaptasi praktik terbaik. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan layanan dan inovasi perpustakaan.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi MPR RI, Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kunjungan ini dapat memperkuat sinergi dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara Perpustakaan MPR RI dan Perpustakaan Universitas Malahayati, khususnya dalam pengelolaan layanan, digitalisasi, dan literasi informasi.

Sementara itu, Kepala Humas Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.Kom, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan kunjungan dan adaptasi best practice ini dapat menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang lebih luas ke depannya, khususnya antara lembaga negara dan perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan dalam mendukung pengembangan layanan perpustakaan, peningkatan literasi informasi, serta penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat edukasi dan rujukan akademik.

Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Nowo Hadiyanto, S.Sos dan Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E., yang kemudian diabadikan melalui sesi foto bersama.

Agenda berikutnya adalah pemaparan profil Perpustakaan Universitas Malahayati, yang mencakup profil perpustakaan, layanan perpustakaan, inovasi layanan, digitalisasi perpustakaan, koleksi perpustakaan, serta program literasi perpustakaan. Pemaparan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem pengelolaan dan pengembangan layanan yang telah diterapkan.

Kegiatan ditutup dengan tour perpustakaan, di mana rombongan Perpustakaan MPR RI meninjau langsung fasilitas, ruang layanan, serta sistem pendukung yang dimiliki Perpustakaan Universitas Malahayati.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat serta tercipta peningkatan mutu layanan perpustakaan yang berkelanjutan, baik di lingkungan Universitas Malahayati maupun di Perpustakaan MPR RI.

Kunjungan adaptasi best practice ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat layanan informasi dan literasi akademik.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Gelar Bakti Sosial Khitan Massal 2025 dalam Rangka Dies Natalis ke-32

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal 2025 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, bertempat di Masjid Thoriqul Khoir, Bandar Lampung, dan dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan khitan massal ini merupakan wujud kepedulian sosial Universitas Malahayati terhadap masyarakat sekitar, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi anak-anak, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan lingkungan sekitar.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Malahayati, di antaranya Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT, Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, Ketua PMB Universitas Malahayati Romy J. Utama, S.E., M.Sos, Kepala Humas Universitas Malahayati Emil Tanhar, S.Kom, Kepala Biro Administrasi Umum (BAU) Ahmad Sidiq, ST., MT, serta Ketua Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep.

Turut hadir pula unsur eksternal, antara lain Fajar Muntoni selaku Lurah Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Syaugi Rahim Kasim selaku Ketua BKM Masjid Thoriqul Khoir, serta AIPTU Kelopatra selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Gedong Air, yang turut mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan panitia, registrasi peserta, serta pengelolaan parkir dan penerimaan tamu. Acara ceremonial pembukaan berlangsung pada pukul 08.00 WIB yang diawali oleh pembukaan oleh MC.

Dalam sambutannya, Romy J. Utama, S.E., M.Sos juga menyampaikan bahwa Rektor Universitas Malahayati Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang juga merupakan Anggota DPR RI Komisi X, berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, Rektor Universitas Malahayati menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini dan menyetujui serta mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk pengabdian Universitas Malahayati kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Thoriqul Khoir, Syaugi Rahim Kasim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Malahayati atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial di lingkungan masjid, yang dinilai sangat membantu masyarakat dan mempererat ukhuwah serta kepedulian sosial.

Selanjutnya, Lurah Gedong Air, Fajar Muntoni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Malahayati atas kepedulian sosial yang diwujudkan melalui kegiatan khitan massal. Ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Pelaksanaan khitan massal dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan pemeriksaan awal dan tindakan medis bagi 25 peserta pertama, dilanjutkan dengan sesi pemulihan pascatindakan berupa pemberian obat-obatan, celana khitan, serta uang santunan. Sesi kedua dilaksanakan mulai pukul 10.15 WIB untuk peserta gelombang berikutnya, setelah melalui proses screening lanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, didukung oleh tim medis, panitia, serta pengamanan dari pihak terkait. Acara ditutup dengan pembagian konsumsi makan siang bagi panitia dan tim medis.

Melalui kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini, Universitas Malahayati berharap dapat terus berkontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada ranah akademik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat. Universitas Malahayati melalui kegiatan ini dinilai berhasil membangun sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Jika dilaksanakan secara berkelanjutan, kegiatan serupa berpotensi menjadi program unggulan pengabdian masyarakat yang memberi dampak langsung dan berjangka panjang.(fkr)

Editor: Fadly KR

Sinergi Kerja Sama Lapas Narkotika Kelas IIA dan FIK UNMAL Perkuat Rehabilitasi WBP

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai upaya penguatan layanan kesehatan dan rehabilitasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Universitas Malahayati pada 22 Desember 2025.

Kegiatan penandatanganan PKS ini dihadiri oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, A.Md.I.P., S.H., M.H., beserta jajaran, yaitu Afan Sulistiono (Kasi Binadik), Ari Julio (Kasubsi Bimkemaswat), Heri Wijaya Sairat (Kasubsi Registrasi), Rama (Staf Bimkemaswat), Ari Tuzmarhafi (Staf Bimkemaswat), serta tiga mahasiswa magang. Dari pihak Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati hadir Dekan FIK Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes., Setiawati, Sp.Kep., Ns., An., M.Kep (Kepala Badan Penjamin Mutu Internal), Asri Mutiara Putri, S.Psi., M.Psi, Psikolog (Ketua Program Studi S1 Psikologi), serta Octa Reni Setiawati, M.Psi., Psikolog (Kepala Unit Kerja Sama).

Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan melibatkan sepuluh program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Melalui kolaborasi ini, dosen dan mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan keilmuan akademik dengan kebutuhan layanan kesehatan di lingkungan Lapas Narkotika.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, A.Md.I.P., S.H., M.H., menyampaikan bahwa:

“Kerjasama ini bukan hanya sekedar formalitas, melainkan kebutuhan strategis untuk menutupi celah yang tidak bisa ditangani sendiri oleh pihak Lapas. Seperti pemenuhan tenaga ahli yang terbatas, dimana dengan adanya pendampingan dari dosen dan mahasiswa untuk membantu pelayanan kesehatan secara umum dan kesehatan jiwa secara khusus; Validitas riset dan pemetaan masalah, dimana Perguruan Tinggi dapat melakukan riset mengenai pola penyakit, tingkat kesehatan mental, atau efektivitas pengobatan di dalam Lapas; Pengabdian Masyarakat, dimana warga binaan membutuhkan edukasi kesehatan yang berkelanjutan sebagai Upaya pencegahan penyakit menular dan tidak menular.”

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes., menyatakan:

“FIK sangat mengapresiasi keterbukaan pihak Lapas Narkotika Kelas IIA untuk bekerjasama dalam bidang kesehatan. Sesuai dengan Visi FIK yaitu Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berorientasi Komunitas. FIK memiliki sepuluh program studi dengan varian keilmuan Psikologi, Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat. Dimana varian keilmuan tersebut relevan untuk belajar dan berkontribusi hingga mendapatkan perspektif baru dalam proses pembelajaran di Lapas Narkotika. Bagi kami, ini adalah bentuk pemanfaatan sumberdaya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk masyarakat.”

Perjanjian kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun dan dilaksanakan dengan mekanisme monitoring serta evaluasi secara berkala oleh kedua belah pihak. Melalui kerja sama ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kerja sama antara Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati dan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi karena menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial dan kesehatan masyarakat secara nyata. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan dampak langsung bagi warga binaan sebagai kelompok yang rentan dan membutuhkan perhatian berkelanjutan. Sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan diharapkan mampu menjadi model kerja sama berkelanjutan yang berorientasi pada pemulihan, kemanusiaan, dan peningkatan kualitas hidup secara holistik.(fkr)

Editor: FadlyKR

Bersama Komisi X DPR RI, UNMAL Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan di Kampus

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Maraknya kasus kekerasan seksual berbasis online di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perguruan tinggi. Menyikapi hal tersebut, Universitas Malahayati (UNMAL) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), bertempat di Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Malahayati, Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., serta Wakil Rektor II Nirwanto, S.Pd., M.Kes. Turut hadir Plt. Kepala Bagian Kemahasiswaan Rudi Winarno, Ns., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Lampung Hadori Rosadi, serta para pimpinan fakultas, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes., Dekan Fakultas Teknik Dr. Weka Indra Dharmawan, S.T., M.T., Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Rahyono, S.Sos., M.M., M.C., serta Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, dipercaya sebagai ketua pelaksana kegiatan, sementara Rika Yulendasari, S.Kep., Ns., M.Kep. bertindak sebagai moderator. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Tahura Malagono, S.H., M.H., serta Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh dekan, ketua program studi, dosen, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika Universitas Malahayati yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Melalui kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Bebas Kekerasan” sebagai bentuk komitmen Universitas Malahayati dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan perannya dalam melindungi hak-hak mahasiswa serta mencegah berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan pimpinan universitas, dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi dalam dua sesi yang membahas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan plakat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pemaparan materi yang telah disampaikan.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, segala bentuk kekerasan, baik secara langsung maupun melalui media digital, tidak boleh dibiarkan berkembang di lingkungan pendidikan tinggi.

“Kampus merupakan tempat pembentukan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa. Oleh karena itu, praktik perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun harus dicegah sejak dini agar tercipta lingkungan akademik yang sehat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan, khususnya kekerasan seksual berbasis online, di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Malahayati dalam membangun budaya kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari segala bentuk kekerasan.

Pada sesi pemaparan materi, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., mengajak mahasiswa untuk tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan di lingkungan kampus.

“Universitas Malahayati berkomitmen memberikan ruang yang aman bagi mahasiswa. Setiap laporan yang masuk melalui Satgas PPKPT akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, dan sanksi tegas akan diberikan apabila pelaku terbukti bersalah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Universitas Malahayati secara konsisten mengimplementasikan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi sebagai upaya menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan korban.

Sementara itu, Tahura Malagono, S.H., M.H., dosen Universitas Mitra Indonesia (Umitra), menyampaikan bahwa kekerasan seksual berbasis online saat ini menempati angka tertinggi dibandingkan bentuk kekerasan lainnya. Berdasarkan data sejak tahun 2019, tercatat sebanyak 7.842 kasus kekerasan seksual difasilitasi oleh penggunaan teknologi digital seperti internet, telepon pintar, dan media sosial.

Ia menjelaskan bahwa kekerasan seksual berbasis online dapat berupa penyebaran konten seksual tanpa persetujuan, pelecehan dan ancaman seksual di dunia maya, pornografi balas dendam, hingga penguntitan siber. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental, kehidupan sosial, hingga kondisi fisik korban.

Selain itu, Tahura juga memaparkan berbagai bentuk kekerasan lain yang masih ditemukan di lingkungan perguruan tinggi, seperti kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan, diskriminasi, serta kebijakan institusi yang berpotensi merugikan sivitas akademika. Dari sisi hukum, ia menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang aman bagi seluruh sivitas akademika. Di tengah meningkatnya kasus kekerasan seksual berbasis online, kehadiran kampus melalui edukasi, regulasi, dan sistem pelaporan yang jelas merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional. Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang berpihak pada perlindungan hak, martabat, dan kesejahteraan mahasiswa. Sinergi antara pimpinan universitas, pemerintah, dan sivitas akademika diharapkan mampu menciptakan budaya kampus yang inklusif, berkeadilan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.(fkr)

Editor: Fadly KR

Management Expo Day 4: Sinergi Perbankan Dorong Peluang Wirausaha Mahasiswa

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rangkaian kegiatan Management Expo Day 4 kembali menghadirkan agenda edukatif melalui Talk Show bertajuk “Sinergi Perbankan dan Entrepreneurship Mahasiswa” yang diselenggarakan pada 18 Desember 2025 di area belakang Gedung Rektor Universitas Malahayati. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara dunia perbankan dan akademisi dalam membuka wawasan mahasiswa terkait peluang merintis usaha sejak dini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati dengan menghadirkan Robby Wijaya Saputra, S.Kom., selaku CEO Branch Bank Mandiri KCP Bandar Lampung Antasari, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Robby menegaskan bahwa peran perbankan saat ini telah berkembang menjadi mitra strategis bagi pengusaha muda, khususnya dari kalangan mahasiswa.

“Perbankan tidak hanya hadir sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai pendamping bagi wirausaha muda agar bisnis yang dijalankan dapat tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Robby Wijaya Saputra.

Dalam kesempatan tersebut, Robby memperkenalkan Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) sebagai peluang bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis inovatif, dengan dukungan pembiayaan hingga Rp300 juta. Selain itu, Bank Mandiri juga menghadirkan Program Mikro Festival yang bertujuan memperluas jejaring pasar bagi pelaku usaha pemula.

Tak hanya berfokus pada permodalan, Robby juga menyoroti pentingnya adaptasi digital melalui strategi Hyper Local Media Sosial, yang dinilai efektif dalam membantu pelaku usaha lokal menjangkau konsumen di lingkungan sekitar secara lebih personal dan tepat sasaran.

Senada dengan hal tersebut, Ayu Nursari, S.E., M.E., selaku akademisi Universitas Malahayati, menambahkan bahwa literasi keuangan dan kesiapan mental berwirausaha merupakan fondasi penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia industri. Kolaborasi antara dukungan perbankan dan pemahaman teori manajemen di perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan usaha.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, khususnya saat sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa aktif menggali peluang dan tantangan dunia usaha. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan dunia perbankan mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.

Melalui kegiatan ini, Management Expo Day 4 2025 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dunia kewirausahaan secara komprehensif. Sinergi antara perbankan dan institusi pendidikan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi wirausaha muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.(fkr)

Editor : Fadly KR

Prof. Erna Listyaningsih Raih Program Insentif Artikel Berkualitas Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2025

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id) : Sivitas Akademika Universitas Malahayati menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D., atas pencapaiannya sebagai Penerima Program Insentif Artikel Berkualitas pada Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2025.

Pencapaian tersebut berdasarkan surat resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 17/41/C3/DT.05.00/2025 tanggal 14 Desember 2025 tentang Penerima Program Insentif Artikel Berkualitas pada Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2025 (Revisi).

Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati, tercatat sebagai salah satu penerima program tersebut berkat kontribusinya dalam publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Menanggapi capaian tersebut, Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan wujud dedikasi, komitmen, dan kontribusi nyata dalam pengembangan riset serta peningkatan mutu publikasi ilmiah di tingkat internasional. Ia berharap, capaian ini dapat menginspirasi sivitas akademika Universitas Malahayati untuk terus berkarya dan berinovasi.

Program Insentif Artikel Berkualitas merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para dosen dan peneliti yang aktif menghasilkan karya ilmiah bermutu dan berdampak di tingkat internasional, sekaligus mendorong penguatan ekosistem riset di perguruan tinggi.

Universitas Malahayati terus berkomitmen mendukung pengembangan riset dan publikasi ilmiah sebagai wujud pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi serta kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa konsistensi dalam riset dan publikasi ilmiah mampu membawa dampak nyata bagi penguatan reputasi perguruan tinggi. Keberhasilan Prof. Erna Listyaningsih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Universitas Malahayati untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi di tingkat nasional maupun internasional. (fkr)

Editor : Fadly KR