Mahasiswa UNMAL Ukir Prestasi di Kejuaraan Beladiri Bandar Lampung

Bandarlampung (malahayati.ac.id) – Mahasiswa Universitas Malahayati (UNMAL) kembali menunjukkan prestasi membanggakan di bidang olahraga beladiri. Sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi berhasil meraih gelar juara dalam ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 yang diselenggarakan oleh Wali Kota Bandar Lampung pada 27–28 Desember 2025 dan 24–31 Desember 2025.

Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Dimas Baskoro (NPM 24410040), berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Judo kelas -73 kg, Juara 2 Combat Sambo kelas -71 kg, serta Juara 1 Sport Sambo kelas -71 kg. Dimas menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi batu loncatan penting dalam mengawali kariernya sebagai atlet beladiri.

“Pertandingan ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi saya untuk terus berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya. Ia juga menuturkan bahwa kecintaannya terhadap olahraga beladiri, khususnya Judo, dilandasi oleh filosofi olahraga tersebut yang mampu membentuk karakter, mental, dan kedisiplinan diri.

Prestasi membanggakan juga diraih oleh Ahmad Sempoerna Jaya (NPM 25410001), mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang berdasarkan sertifikat resmi PORKOT 2025 berhasil meraih medali emas cabang Judo kelas -66 kg, medali emas Sport Sambo kelas -64 kg, serta medali perak Combat Sambo kelas -64 kg. Sertifikat penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung sebagai bentuk pengakuan resmi atas capaian prestasi atlet.

Menurut Ahmad, kejuaraan ini menjadi pacuan semangat untuk terus berkembang sebagai judoka yang disiplin dan berani.
“Hasil dari keringat dan disiplin yang keras tidak akan mengkhianati hasil. Teruslah berlatih,” pesannya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Manajemen, Awalul Fawaidh (NPM 23220566), turut mengharumkan nama Universitas Malahayati dengan meraih Juara 1 kategori Combat kelas -64 kg dalam kejuaraan yang berlangsung pada 24–31 Desember 2025 di PKOR Way Halim. Ia mengungkapkan bahwa ajang tersebut merupakan pengalaman pertarungan pertamanya dengan aturan (rules) combat.

“Jangan pernah menyerah,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Prestasi yang diraih para mahasiswa ini semakin menegaskan komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Tidak hanya unggul di bidang akademik, Universitas Malahayati juga terus mendorong prestasi non-akademik sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa yang berdaya saing dan bermental juara.(fkr)

Editor: Fadly KR

Peringati Hari Toilet Sedunia 2025, Mahasiswa UNMAL Bangun Jamban Sehat di Kelurahan Pesawahan

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Dalam rangka memperingati Hari Toilet Sedunia 2025, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat semester VII Universitas Malahayati (UNMAL) melaksanakan pembangunan jamban sehat dan tangki septik di fasilitas umum Perpustakaan Ceria Pesawahan, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, pada 17–28 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Teknologi Kesehatan Lingkungan yang bertujuan mendorong mahasiswa menerapkan teknologi tepat guna di masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi antara Universitas Malahayati, YSC Indonesia Foundation, serta Pemerintah Kelurahan Pesawahan..

Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati, Nova Muhani, SST., MKM menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir secara strategis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan yang berkelanjutan. “Kampus perlu terus berinovasi dan berkontribusi secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Dosen pengampu mata kuliah Teknologi Kesehatan Lingkungan, Iffah Rachmi, menyampaikan bahwa sanitasi aman, khususnya toilet dan tangki septik, merupakan teknologi sederhana namun krusial dalam mencegah pencemaran lingkungan akibat kontaminasi tinja manusia. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teknologi tepat guna untuk mendukung kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pembangunan tangki septik dengan sistem cetakan serta penggunaan toilet hemat air,” ujarnya.

Apresiasi turut disampaikan oleh Musa Saleh, Lurah Pesawahan. Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi Universitas Malahayati dalam mendukung peningkatan sanitasi di wilayahnya. “Ini merupakan proses belajar bersama antara masyarakat dan mahasiswa. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi warga,” ujarnya.

Koordinator kegiatan mahasiswa, Ari Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan jamban sehat ini berlangsung pada 17–28 November 2025. Mahasiswa terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan teknis pembangunan. YSC Indonesia Foundation turut memfasilitasi mahasiswa dalam penyusunan desain teknis.

“Jamban yang dibangun menggunakan toilet hemat air jenis SATO, yang mampu menghemat penggunaan air hingga 80 persen dibandingkan toilet konvensional. Hal ini disesuaikan dengan kondisi wilayah pesisir yang kerap mengalami keterbatasan air,” jelas Ari. Selain itu, tangki septik dibangun dalam kondisi kedap, dilengkapi dengan sumur resapan, serta menggunakan cetakan tangki septik dari puskesmas setempat untuk mencegah pencemaran tanah dan sumber air.

Perwakilan YSC Indonesia Foundation, Cindy Dwi Islami, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif dalam meningkatkan akses sanitasi di fasilitas umum. YSC Indonesia juga memberikan edukasi terkait perawatan tangki septik dan toilet sehat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Peringatan Hari Toilet Sedunia yang diperingati setiap 19 November bertujuan meningkatkan kesadaran global akan pentingnya akses sanitasi yang layak dan aman. Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan lingkungan sekaligus mengimplementasikan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Dengan hadirnya jamban sehat dan tangki septik kedap di lingkungan Perpustakaan Ceria Pesawahan, masyarakat kini memiliki akses sanitasi yang lebih layak. Kolaborasi antara mahasiswa, mitra, dan pemerintah kelurahan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Kegiatan pembangunan jamban sehat ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui aksi nyata. Inisiatif mahasiswa Universitas Malahayati dalam memperingati Hari Toilet Sedunia 2025 menjadi contoh baik bagaimana edukasi, kepedulian sosial, dan kolaborasi lintas sektor dapat berjalan seiring untuk menjawab persoalan kesehatan lingkungan. Jika kegiatan serupa terus dikembangkan secara berkelanjutan, maka kontribusi kampus terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat akan semakin terasa dan berdampak luas. (fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Gelar Sosialisasi Peminatan Prodi S1 Kesehatan Masyarakat untuk Cetak Lulusan Unggul

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati (UNMAL) melalui Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat menggelar kegiatan Sosialisasi Peminatan bagi mahasiswa, Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kualitas akademik serta mempersiapkan mahasiswa agar mampu menentukan peminatan secara tepat sesuai minat, potensi, dan kebutuhan dunia kerja.

Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati, Nova Muhani, SST., MKM, menyampaikan bahwa sosialisasi peminatan menjadi langkah strategis dalam membantu mahasiswa merencanakan masa depan akademik dan profesional secara lebih terarah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat menentukan pilihan peminatan berdasarkan minat dan potensi yang dimiliki, sehingga ke depan mampu menjadi lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Malahayati tersebut dihadiri oleh seluruh dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan diikuti oleh 283 mahasiswa semester V yang akan memasuki tahap pemilihan peminatan pada semester VI. Acara dipandu oleh Sekretaris Program Studi, Dina Dwi Nuryani, serta dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat.

Dalam kegiatan ini, para dosen koordinator peminatan menyampaikan pemaparan komprehensif mengenai cakupan keilmuan, kompetensi lulusan, serta prospek karier di masing-masing bidang. Adapun peminatan yang disosialisasikan meliputi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistika, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kesehatan Reproduksi, serta Promosi Kesehatan.

Pemaparan materi berlangsung secara interaktif dengan mengulas aspek teoritis sekaligus gambaran praktis terkait kebutuhan tenaga kesehatan masyarakat di berbagai sektor. Antusiasme mahasiswa terlihat pada sesi diskusi terbuka, di mana berbagai pertanyaan diajukan terkait kurikulum, peluang magang, serta arah pengembangan karier sesuai peminatan yang diminati.

Melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Peminatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu proses pendidikan serta mencetak lulusan kesehatan masyarakat yang unggul, profesional, dan siap menjawab tantangan dunia kerja. (fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Gelar Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025 Lepas 894 Lulusan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025. Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan hari ini, Sabtu (13/12/2025), bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah menyelesaikan proses pendidikan tinggi pada berbagai jenjang dan program studi. Selain sebagai penanda keberhasilan akademik mahasiswa, prosesi wisuda juga mencerminkan peran institusi pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda yang dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan siang, diikuti oleh ratusan wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas. Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, orang tua dan keluarga wisudawan, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi titik balik penting dalam kehidupan para lulusan untuk memasuki babak baru yang lebih menantang.

Dr. H. Muhammad Kadafi menyampaikan bahwa ijazah yang diterima para wisudawan dan wisudawati merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya mencerminkan kecerdasan akademik, tetapi juga ketekunan, kesabaran, doa, serta dukungan orang tua dan keluarga. Oleh karena itu, pencapaian tersebut harus dimaknai sebagai amanah yang mengandung tanggung jawab moral, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

Rektor Universitas Malahayati juga menekankan bahwa di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, kemajuan teknologi, dan kompetisi global yang semakin terbuka, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan beriman. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya oleh orang-orang pintar, melainkan oleh generasi yang memiliki nilai moral dan akhlak yang kuat.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen Universitas Malahayati untuk tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi juga membentuk manusia seutuhnya, yakni lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam akhlak, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang jujur, disiplin, dan peduli di mana pun mereka mengabdikan diri.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah wisudawan dan wisudawati pada periode ini mencapai 894 peserta yang berasal dari lima fakultas di lingkungan Universitas Malahayati.

Rincian lulusan tersebut terdiri atas Fakultas Kedokteran sebanyak 116 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Kedokteran. Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan berbagai jenjang pendidikan, antara lain Magister Kesehatan Masyarakat 58 orang, Profesi Bidan 136 orang, Profesi Ners 35 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat 36 orang, Sarjana Psikologi 21 orang, Sarjana Farmasi 85 orang, DIII Analisis Farmasi dan Makanan 47 orang, Sarjana Keperawatan 70 orang, DIII Kebidanan 14 orang, serta Sarjana Kebidanan 126 orang.

Dari Fakultas Teknik, Universitas Malahayati mewisuda lulusan Sarjana Teknik Sipil 15 orang, Teknik Lingkungan 25 orang, Teknik Industri 8 orang, dan Teknik Mesin 8 orang. Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Manajemen meluluskan 2 orang Magister Akuntansi, 31 orang Sarjana Akuntansi, dan 37 orang Sarjana Manajemen. Adapun Fakultas Hukum meluluskan 24 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Ilmu Hukum.

Prof. Dessy Hermawan juga menyampaikan bahwa wisudawan termuda pada periode ini berusia 20 tahun atas nama Intan Fadilah dari Program Studi DIII Kebidanan, sedangkan wisudawan tertua berusia 68 tahun atas nama R. Eni Haryanti dari Program Studi Profesi Kebidanan. Dengan bertambahnya lulusan pada hari ini, Universitas Malahayati secara keseluruhan telah meluluskan 18.679 alumni yang kini telah tersebar dan terserap di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Malahayati Nomor: 3000.10.401.12.25, turut diumumkan para wisudawan dan wisudawati berprestasi dengan predikat cumlaude tingkat program studi, baik pada sesi pagi maupun sesi siang.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bandar Lampung, Drs. Sukarma Wijaya, menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Malahayati serta berharap para lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung.

Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili oleh Win Honaini, S.H., M.Si. Ia mengapresiasi Universitas Malahayati yang telah berhasil melahirkan banyak guru besar dan profesor serta terus menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah II akan terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan Universitas Malahayati dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Prosesi wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili Win Honaini, S.H., M.Si; Rektor Universitas Abulyatama Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D; Wakil Rektor IV Universitas Teknokrat Indonesia Lampung Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng; Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang diwakili dr. Edy Ramdani, M.H; Direktur RS Bintang Amin dr. Rachmawati, M.PH; Ketua KADIN Provinsi Lampung yang diwakili Romi Junanto Utama, S.E., M.Sos; Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Lampung H. Ardiansyah, S.H; Pimpinan Tribun Lampung Domi; serta Sekretaris Yayasan Alih Teknologi Eli Zuana, MARS.

Prosesi wisuda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para lulusan oleh Rektor Universitas Malahayati untuk Periode ke-39 Tahun 2025, sebagai penanda resmi kelulusan dan kesiapan para alumni untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Malahayati dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Gelar Yudisium dan Sumpah Profesi FIK Bertema “Serving With Heart, Inspiring With Integrity”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati resmi menggelar acara yudisium dan sumpah profesi bagi lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan. Acara berlangsung di di Gedung Graha Bintang, dihadiri oleh pimpinan universitas, jajaran dekanat FIK, dosen, tenaga kependidikan menandai titik puncak perjalanan akademik para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Kamis (25/12/2025)

Peserta yudisium berasal dari berbagai program studi di FIK — meliputi Sarjana, Diploma, dan Program Profesi — dan secara resmi diumumkan kelulusannya oleh senat akademik. Momen ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan, sekaligus sebagai awal pengabdian mereka di dunia kesehatan, untuk membawa ilmu dan tanggung jawab sosial ke tengah masyarakat.

Dalam sambutannyaWakil Rektor II, Drs. Nirwanto mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi para lulusan sekaligus menegaskan harapan besar universitas terhadap mereka:

“Selamat kepada seluruh lulusan. Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai tenaga kesehatan. Ilmu dan keterampilan yang kalian peroleh jangan berhenti di sini — teruslah asah dan perbarui pengetahuan kalian sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Jadilah profesional yang punya empati, integritas, dan siap melayani dengan hati.”

Beliau menekankan bahwa dunia kesehatan menuntut lebih dari sekadar pengetahuan — tetapi juga etika, dedikasi, dan rasa kemanusiaan. Di masa mendatang, lulusan FIK diharap mampu menjadi agen perubahan, membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan turut serta dalam pembangunan kesehatan di daerah maupun nasional.

Sementara itu, Dekan FIK, Dr. Lolita Sary, menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada seluruh wisudawan dan mengajak mereka untuk menjadikan momen ini sebagai awal pengabdian nyata:

“Ijazah dan gelar hanyalah awal; yang paling penting adalah bagaimana kalian dapat mengabdikan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat. Dunia kesehatan membutuhkan dedikasi, empati, dan komitmen. Semoga kalian bukan hanya sukses secara akademis, tapi juga menjadi individu yang bermanfaat, peduli, dan mampu memberikan kontribusi nyata — memperbaiki derajat kesehatan keluarga, komunitas, dan bangsa.”

Dengan penuh harapan, beliau menyerukan agar para lulusan menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai integritas dan profesionalisme, serta terus semangat berkontribusi dalam bidang kesehatan — baik melalui praktik klinis, edukasi masyarakat, maupun riset dan pengembangan kesehatan.

Acara yudisium dan sumpah profesi bukan sekadar seremoni — melainkan penegasan bahwa para mahasiswa telah melewati serangkaian proses akademik yang ketat: perkuliahan, praktik, modul profesi, hingga berbagai evaluasi.

Dalam sambutan dan prosesi resmi, pihak kampus juga mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir melainkan titik awal. Dunia kesehatan terus berubah, tantangan semakin kompleks — sehingga lulusan dituntut untuk terus belajar, meng-upgrade ilmu, serta responsif terhadap dinamika kebutuhan Masyarakat. (fkr)

Editor: Fadly KR

 

Seminar Nasional PIAKMI Ke-VIII Universitas Malahayati Perkuat Ketahanan Kesehatan Masyarakat di Era Digital

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Kesehatan Masyarakat bersama Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HIMA KESMAS) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Seminar Nasional PIAKMI (Pertemuan Ilmiah Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) Ke-VIII dengan tema “Membangun Ketahanan Kesehatan Masyarakat di Era Digital dengan Inovasi Teknologi dan Sinergi Multisektoral.” Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dan diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara luring maupun daring.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu:

  • Dr. Rico Kurniawan, S.K.M., M.K.M — Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

  • Dr. Noviansyah, S.T., M.Kes., AAK. — Ketua Umum Pengda IAKMI Lampung

  • Galih Aditya — Creative Director Refleksinema Cipta Visual

Dalam pemaparan materi, para narasumber menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, aplikasi kesehatan, dan sistem informasi terintegrasi untuk mempercepat pelayanan dan meningkatkan kualitas penanganan kesehatan masyarakat. Mereka juga menyoroti peran strategis media dalam memperkuat literasi kesehatan di masyarakat.

Selain itu, seminar ini menegaskan urgensi kolaborasi multisektoral antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat guna memperkuat ketahanan kesehatan nasional dalam menghadapi tantangan era digital.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap peserta dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai transformasi kesehatan digital, serta terdorong untuk terus berinovasi dan mendukung kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan maupun penanganan masalah kesehatan masyarakat.

Acara ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi wadah diskusi ilmiah yang mendorong lahirnya gagasan baru bagi pengembangan sistem kesehatan yang lebih adaptif, tanggap, dan mandiri di masa depan.

Melalui terselenggaranya Seminar Nasional PIAKMI Ke-VIII ini, mahasiswa Kesehatan Masyarakat dapat terus mengembangkan kemampuan akademik dan inovasi di bidang kesehatan digital, sehingga mampu berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di masa mendatang. (fkr)

Editor: Fadly KR

Empat Mahasiswa Universitas Malahayati Raih Prestasi Ajang Piala Rektor III Universitas Lampung Cabang Pencak Silat