Archive for category: LPPM – Universitas Malahayati

Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Gandeng Warga Banjar Sari Wujudkan Taman Gizi Untuk Perbaikan Gizi Anak

Tanggamus ( malahayati.ac.id ) — Desa Banjar Sari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, tengah menggeliat dengan program inovatif pembuatan taman gizi.

Digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan – Pemberdayaan Perkembangan Pada Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 28 Universitas Malahayati, kelompok PKK desa dan warga Desa Banjar Sari menggiatkan program taman gizi.

Taman gizi ini meruakan kebun kecil yang ditanami berbagai sayuran dan tanaman buah yang kaya nutrisi, seperti cabe, laos, terung, kencur, kunyit, lengkuas, kemangi, daun bawang, kangkung.

Kelak, tamanan ini akan menjadi sumber bahan baku segar dan bergizi untuk pembuatan makanan pendamping ASI (MPASI) bagi balita. Taman gizi ini penting sebagai upaya jangka panjang untuk memastikan ketersediaan makanan bergizi yang mudah diakses masyarakat.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga mengedukasi anggota PKK tentang teknik menanam yang sederhana dan ramah lingkungan serta memelihara tanaman agar hasil panennya maksimal.

Anggota PKK yang selama ini aktif dalam pemberdayaan keluarga menerima pelatihan langsung dan meneruskan informasi ini ke anggota keluarganya agar budaya makan makanan sehat semakin meluas.

Selain itu, taman gizi juga menjadi tempat belajar sekaligus praktik untuk mengolah hasil panen menjadi MPASI bergizi, seperti puding buah naga dan sayur-sayuran lainnya. Diharapkan orang tua akan lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga tidak harus bergantung pada bahan makanan dari luar desa.

Kerja sama kolaboratif antara mahasiswa, PKK, dan masyarakat membuktikan pentingnya sinergi antar berbagai elemen untuk mengatasi permasalahan gizi dan stunting.

Program pembuatan taman gizi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan bercocok tanam masyarakat tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak.

LPPM Universitas Malahayati Gelar Rapat Koordinasi Bersama BPPM untuk Penguatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) – Universitas Malahayati melalui LPPM Universitas Malahayati menggelar rapat koordinasi strategis bersama BPPM Universitas Malahayati dalam rangka meningkatkan kualitas dan arah pengembangan bidang penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus.

Rapat yang berlangsung dalam suasana penuh sinergi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antarunit, menyelaraskan program kerja, serta mendorong peningkatan capaian kinerja tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola strategis, di antaranya:

Wakil Rektor I Bidang Akademik
Prof. Dr. Dessy Hermawan.,M.Kes
Ketua LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih.,SE.,M.Si.,P.hD
Wakil LPPM Universitas Malahayati, Eka Yudha Chrisanto.,S.Kep.,Ners.,M.Kep
Sekretaris LPPM, Dewi Avianti, SE.,S.Psi

Turut hadir pula Kepala BPPM Universitas Malahayati terpilih, yaitu:
1. Dr. Mala Kurniati, S.Si.,M.Biomed
2. Arif Setiajaya, S.T., M.Si
3. Ana Mariza, S.ST.,M.Kes
4. Dwi Arassy Aprillia RS.,SH.,M.H
5. Muhammad Irfan Pratama, S.E.,M.E

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Dessy Hermawan menekankan pentingnya peningkatan motivasi dan kualitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di setiap program studi. Beliau menyampaikan bahwa seluruh dosen dan civitas akademika harus mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi target kinerja, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap program studi harus memiliki roadmap penelitian yang jelas, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus mampu menjadi solusi atas permasalahan nyata di lapangan serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU),” ujarnya.

Beliau juga mendorong agar kolaborasi antarprodi dan lintas disiplin ilmu terus ditingkatkan, serta memaksimalkan peluang hibah penelitian baik dari tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, kualitas luaran penelitian seperti publikasi ilmiah, HKI, serta inovasi dapat terus meningkat.

Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai strategi peningkatan mutu penelitian, optimalisasi hibah penelitian, serta penguatan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, sinergi antara LPPM dan BPPM juga difokuskan pada peningkatan indikator kinerja utama (IKU) serta persiapan akreditasi institusi dan program studi.

Ketua LPPM menegaskan bahwa kolaborasi lintas unit menjadi kunci dalam mendorong produktivitas dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan penelitian yang inovatif dan pengabdian yang solutif. Sementara itu, Kepala BPPM terpilih menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sistem penjaminan mutu serta mendukung tata kelola penelitian yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta langkah strategis yang terintegrasi guna menjadikan Universitas Malahayati sebagai institusi unggul dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Chandra Fz

LPPM Universitas Malahayati Gelar Coaching Clinic Hibah Kemdiktisaintek untuk Tingkatkan Kualitas Proposal Dosen

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas riset dan pengabdian para dosen. Melalui kegiatan Coaching Clinic Hibah Proposal Kemdiktisaintek Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM menghadirkan forum pelatihan intensif selama dua hari, pada 13–14 November 2025, bertempat di Ruang 1.13 Gedung Rektorat Universitas Malahayati.

Baca Juga: Program Studi Manajemen Universitas Malahayati Gelar Kuliah Umum OBE Bertema Smart Management and Modern Finance

Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dari berbagai fakultas yang antusias memperdalam pemahaman mengenai penyusunan proposal yang kompetitif, sesuai standar hibah Kemdiktisaintek. Suasana acara berlangsung interaktif dengan diskusi, evaluasi draf proposal, serta bimbingan langsung dari para narasumber berpengalaman.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes.
Dalam sambutannya, Prof. Dessy menegaskan pentingnya peningkatan kualitas riset dan pengabdian sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

“Coaching clinic ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan proposal penelitian dan pengabdian yang tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan lebih banyak proposal kompetitif dari Universitas Malahayati, sehingga peluang memperoleh pendanaan Kemdiktisaintek semakin besar,” ujar Prof. Dessy.

Ia juga menambahkan bahwa universitas terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi dosen melalui berbagai program pembinaan berkelanjutan.

Ketua LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin LPPM untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada dosen.

“Kami ingin memastikan setiap dosen memiliki kemampuan yang memadai dalam menyusun proposal hibah yang kuat, relevan, dan memiliki nilai kebermanfaatan tinggi. Melalui coaching clinic ini, LPPM berupaya menciptakan atmosfer riset yang lebih produktif serta memperluas kontribusi Universitas Malahayati dalam penelitian dan pengabdian di tingkat nasional,” jelas Prof. Erna.

Beliau juga berharap peserta memanfaatkan forum ini secara maksimal dengan membawa draf proposal agar dapat direvisi langsung berdasarkan masukan narasumber.

Coaching clinic menghadirkan dua narasumber utama yang memberikan pendalaman materi sesuai bidang masing-masing: Prof. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kep., – Coaching Clinic Proposal PKM Hibah Kemdiktisaintek. Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., – Coaching Clinic Proposal Penelitian Hibah Kemdiktisaintek, dan dipandu oleh moderator Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Wakil Ketua LPPM Universitas Malahayati.

Keduanya memberikan penjelasan mengenai karakteristik proposal yang baik, kesalahan umum yang sering ditemukan, strategi memperkuat novelty penelitian, serta penyusunan luaran wajib dan tambahan sesuai ketentuan Kemdiktisaintek.

Baca Juga: Wakil Rektor II Universitas Malahayati Hadiri BCA Commercial Gathering, Bahas Peluang Kolaborasi Strategis

Para dosen peserta tampak aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan detail, hingga menunjukkan rancangan proposal untuk mendapatkan evaluasi langsung dari narasumber.

LPPM juga mengarahkan peserta untuk mengunggah proposal QR Code yang telah disediakan, serta mengingatkan agar setiap dosem membawa satu judul pengajuan proposal yang telah disiapkan sebelumnya. Peserta juga diimbau membawa hardcopy proposal dan laptop untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LPPM Universitas Malahayati berharap jumlah proposal dosen yang lolos pendanaan Kemdiktisaintek pada tahun mendatang dapat meningkat signifikan. Coaching clinic ini juga menjadi salah satu upaya konkret universitas dalam memperkuat ekosistem akademik yang unggul, berdaya saing, serta berorientasi pada solusi untuk masyarakat.

 

Editor: Gilang Agusman

LPPM Universitas Malahayati Laksanakan Monev Program Pengabdian Masyarakat, Dorong Inovasi Ekoenzim Ramah Lingkungan

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) berbasis pemberdayaan. Pada Rabu (12/11/2025), LPPM melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap dosen penerima hibah PkM tahun pendanaan 2025.

Salah satu kegiatan yang menjadi fokus Monev kali ini adalah program bertajuk “Optimalisasi Sampah Organik Berbasis Ekoenzim sebagai Sabun Disinfektan Pembersih Lantai Ramah Lingkungan.” Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Universitas Malahayati yang diketuai oleh Apt. Ade Maria Ulfa, M.Kes, dengan anggota Natalina, ST., M.Si, Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D, Muhammad Putra Pratama, dan Galih Bimantara.

Baca Juga: Dosen Teknik Sipil Universitas Malahayati Ikuti Konferensi Nasional Teknik Sipil (Konteks ke-19) dan Munas BMPTTSSI di Mataram

Pelaksanaan Monev dilakukan langsung oleh tim dari LPPM Universitas Malahayati, yaitu Prof. Dr. Buhani, S.Pd., M.Si dan Dr. Febrianti, S.E., M.Si. Dalam kegiatan ini, tim pelaksana memaparkan hasil capaian program, mulai dari proses pembuatan produk ekoenzim hingga manfaatnya bagi masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi produk pembersih lantai yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Kegiatan Monev ini bertujuan untuk menilai kesesuaian pelaksanaan program dengan proposal yang telah disetujui, memastikan keterlibatan aktif masyarakat sasaran, serta memberikan masukan untuk meningkatkan keberlanjutan program pemberdayaan. Proses evaluasi berlangsung secara interaktif, di mana tim monev dan pelaksana berdiskusi mengenai tantangan di lapangan serta strategi optimalisasi dampak kegiatan ke depan.

Kepala LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D, menyampaikan bahwa kegiatan Monev ini merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas dan keberlanjutan program pengabdian dosen.

“Melalui kegiatan Monev, kami ingin memastikan bahwa setiap program pengabdian benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ekoenzim ini menjadi contoh inovasi sederhana namun berdampak besar dalam mendukung pengelolaan sampah organik dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Prof. Erna.

Ia menambahkan bahwa hasil dari Monev juga menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pengabdian di masa mendatang.

“Kami mendorong agar setiap dosen tidak hanya fokus pada luaran akademik, tetapi juga pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Inilah bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Semarak Dies Natalis ke-10, HIMFA Universitas Malahayati Gelar PHARMACOPI 2.0 Usung Tema “Strengthening Pharmaceutical Innovation and Collaboration”

Kegiatan Monev lapangan berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang turut terlibat dalam proses pembuatan ekoenzim. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru dalam mengolah limbah organik, tetapi juga berpotensi mengembangkan produk tersebut menjadi peluang usaha berbasis lingkungan.

Dengan pelaksanaan Monev ini, Universitas Malahayati kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial. (gil)

Editor: Gilang Agusman

LPPM Universitas Malahayati Gelar Monev Internal Hibah Pengabmas 2025 Kemendikti Saintek, Wujudkan Perguruan Tinggi yang Berdampak

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati, menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Perguruan Tinggi bagi penerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan Monev dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 18 – 20 September 2025, adapun tempat Monev Penerima Hibah dihari Pertama yg dituju yaitu adalah Kota Agung, Wonosobo, Semaka, Pesawaran, Bandar Lampung, Pringsewu.

Dalam Kegiatan ini menghadirkan 4 reviewer, yaitu Prof. Dr. Buhani, S.Pd.,M.Si Guru Besar dr Universitas Lampung, Prof.Dr. Dessy Hermawan, M.Kes, Prof. Erna Listyaningsih, SE.,M.Si., PhD Guru Besar dr Universitas Malahayati, serta Dr.Febrianti SE.,M.Si.

Turut hadir para dosen penerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat beserta mitra kerja dan mahasiswa yang terlibat dalam program Pengabmas. Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih, SE.,M.Si Ph.D., beserta Wakil LPPM Eka Yudha Chrisanto, S.Kep.,Ners.,M.Kep, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya Monev sebagai Sarana Evaluasi Capaian dan perkembangan Program Hibah.

“Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pencapaian dan perkembangan program yang telah dilaksanakan. Selama proses monev, seluruh tim penelitian dan pengabmas menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Luaran kegiatan sesuai dengan rencana yang dijanjikan dan diharapkan memberi dampak luas bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Prof. Erna Listyaningsih., SE.,M.Si.,Phd

Pelaksanaan monev ini merujuk pada Surat Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) yang mewajibkan setiap perguruan tinggi penerima hibah untuk melakukan monev internal.

Ketentuan tersebut menetapkan satu reviewer untuk hibah penelitian dan dua reviewer untuk hibah pengabmas, dengan komposisi satu reviewer internal perguruan tinggi dan satu reviewer eksternal.

“LPPM juga telah melakukan survei lapangan secara langsung ke lokasi pengabmas serta berdialog langsung dengan mitra, agar proses evaluasi lebih komprehensif yaitu adanya Peningkatan Pengetahuan dan serta kesejahteraan Masyarakat serta memberikan Umpan balik untuk Perbaikan” tambah Prof.Erna.

Kegiatan monev ini tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban akademik, tetapi juga momentum untuk memastikan keberlanjutan program penelitian dan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan mutu perguruan tinggi. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa KKN Universitas Malahayati Stop Perundungan di Tanggamus

( malahayati.ac.id ) , Ulubelu–Mahasiswa Universitas Malayahati Bandarlampung yang sedang kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Tanggamus melaksanakan sosialisasi edukasi penolakan terhadap perundungan (stop bullying) di Pekon Sinarbanten, Kecamatan Ulubelu.

Sosialisasi dilakukan di dua sekolah, yakni SDN 1 Sinarbanten dan MTs Miftahul Khairah. Kegiatan ini diisi dengan penyuluhan, diskusi interaktif, tanya jawab, hingga permainan edukatif untuk menumbuhkan rasa empati, kerja sama, dan saling menghargai antar siswa.

Salah satu mahasiswa KKN, Bintang Sanjaya, menjelaskan bahwa bullying merupakan persoalan serius yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, maupun prestasi belajar siswa.

“Anak yang menjadi korban bullying berpotensi mengalami trauma, menurunnya rasa percaya diri, bahkan kehilangan motivasi belajar. Karena itu, kegiatan edukasi stop bullying kami lakukan sebagai kontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi siswa,” ujarnya kepada harianmomentum.com, Kamis (28/8/2025).

Bintang menambahkan, sosialisasi ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak negatif yang ditimbulkan, serta pentingnya menumbuhkan sikap saling menghormati.

“Alhamdulillah, siswa dapat mengenali perbedaan antara bercanda dengan bullying, memahami dampak buruknya, dan berkomitmen untuk saling menghormati di sekolah. Guru pun menyambut baik kegiatan ini karena sangat relevan dengan kebutuhan siswa,” katanya.

Program SUKA UMKM : Mahasiswa KKL-PPM Kelompok 34 Universitas Malahayati Bantu Tingkatkan Branding dan Promosi Usaha Lokal Pekon Karang Anyar Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Program SUKA UMKM : Mahasiswa KKL-PPM Kelompok 34 Universitas Malahayati Bantu Tingkatkan Branding dan Promosi Usaha Lokal Pekon Karang Anyar”, Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/nikendaa94354/68b02739c925c412be27a152/program-suka-umkm-mahasiswa-kkl-ppm-kelompok-34-universitas-malahayati-bantu-tingkatkan-branding-dan-promosi-usaha-lokal-pekon-karang-anyar?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile Kreator: Kklppmkelompok34 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

“Dokumentasi mahasiswa KKL-PPM Kelompok 34 Universitas Malahayati saat memberikan banner usaha kepada salah satu pelaku UMKM di Pekon Karang Anyar.”

( malahayati.ac.id ) Wonosobo, 21 agustus 2025 – Mahasiswa KKL-PPM Kelompok 34 dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan ibu Lestari Wuryanti, S.E., M.M., mendukung pengembangan UMKM lokal melalui program SUKA UMKM (Sinergi Unggul Kembangkan UMKM). Desa Karang Anyar terus menunjukkan komitmen dalam mendukung kemajuan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan program bertajuk SUKA UMKM (Sinergi Unggul Kembangkan UMKM), mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan bersama pelaku usaha lokal. Kegiatan dimulai dengan survey UMKM untuk memetakan potensi, kendala, serta kebutuhan pengembangan usaha masyarakat. Hasil survey ini menjadi dasar untuk memberikan solusi yang tepat sasaran.

Sebagai bentuk dukungan nyata, mahasiswa juga memberikan banner usaha kepada para pelaku UMKM agar lebih mudah dikenal masyarakat dan meningkatkan daya tarik usaha. Tak hanya itu, mahasiswa turut membantu pembuatan logo usaha yang modern dan menarik, sehingga brand UMKM Karang Anyar dapat lebih profesional dan bersaing.

Ketua kelompok, Valka Fajar Mahesa, menyampaikan bahwa UMKM perlu mendapat perhatian khusus agar terus tumbuh. salah satu anggota kel 34, Andika Pra, menambahkan bahwa branding usaha mampu meningkatkan daya saing produk.

Program ini disambut antusias pelaku UMKM yang merasa terbantu dalam memperkuat identitas dan promosi usaha mereka.

 

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Program SUKA UMKM : Mahasiswa KKL-PPM Kelompok 34 Universitas Malahayati Bantu Tingkatkan Branding dan Promosi Usaha Lokal Pekon Karang Anyar”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/nikendaa94354/68b02739c925c412be27a152/program-suka-umkm-mahasiswa-kkl-ppm-kelompok-34-universitas-malahayati-bantu-tingkatkan-branding-dan-promosi-usaha-lokal-pekon-karang-anyar?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Kreator: Kklppmkelompok34

 

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

SOSIALISASI ANTI BULLYING MAHASISWA KKL-PPM 57 PEKON GUNUNG SARI UNIVERSITAS MALAHAYATI

 

SOSIALISASI ANTI BULLYING MAHASISWA KKL-PPM 57 PEKON GUNUNG SARI UNIVERSITAS MALAHAYATI

( malahayati.ac.id ) Gunung Sari, 20 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan–Pengabdian Pada Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 57 Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan sosialisasi anti bullying bertajuk AMAN (Ayo Bersatu, Melawan Bullying, Aktif Peduli, Nyatakan Kebaikan) di SD Negeri 1 Gunung Sari, Rabu (20/8).
Kegiatan ini berlangsung di 13 kelas dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan melibatkan seluruh siswa. Mahasiswa menghadirkan materi secara interaktif melalui cerita, permainan edukatif, serta diskusi ringan agar mudah dipahami anak-anak.

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Gunung Sari, Ibu Suprapti, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai kegiatan sosialisasi sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan empati sejak dini.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa Universitas Malahayati. Edukasi seperti ini membuat anak-anak lebih sadar bahwa bullying tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga psikis. Harapannya, mereka lebih peduli, berani melawan, dan menciptakan suasana sekolah yang penuh kebaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKL-PPM 57, Firdaus Ilham Kurnia, menjelaskan bahwa tujuan dari program AMAN adalah memberikan pemahaman mendalam tentang dampak buruk bullying.
“Bullying bisa menimbulkan rasa takut, cemas, hilangnya kepercayaan diri, bahkan berdampak pada prestasi akademik anak. Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa saling menghargai, peduli, dan berbuat baik jauh lebih bermakna dibanding menyakiti teman,” ungkapnya.

Firdaus juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi bisa menjadi kebiasaan positif dalam keseharian siswa.
“Kami berharap anak-anak SD Negeri 1 Gunung Sari dapat menjadi generasi yang berani berkata tidak pada bullying, serta menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa Universitas Malahayati ingin meninggalkan jejak positif berupa budaya sekolah yang bebas dari perundungan sekaligus memperkuat kepedulian sosial siswa sejak usia dini.

 

Mahasiswa/i KKL-PPM Universitas Malahayati Bandar Lampung Kelompok 59 Menyelenggarakan Sosialisasi Stunting Di Pekon Karang Rejo,Kecamatan Ulu Belu,Kabupaten Tanggamus

Mahasiswa/i KKL-PPM Universitas Malahayati Bandar Lampung Kelompok 59 Menyelenggarakan Sosialisasi Stunting Di Pekon Karang Rejo,Kecamatan Ulu Belu,Kabupaten Tanggamus

Tanggamus ( malahayati.ac.id ) – Mahasiswa/i kkl.ppm menyelenggarakan sosialisasi stunting bekerja sama dengan kader pekon, aparatur pekon dan didukung oleh kepala pekon karang rejo bapak Rendy Gusnanto, di Karang Rejo,Ulu Belu, Tanggamus Minggu (24/08/2025).

Stunting selama ini menjadi masalah serius yang menghambat pertumbuhan
dan perkembangan anak. Tak hanya menyebabkan tubuh pendek, stunting juga berdampak pada kemampuan berpikir, prestasi belajar, bahkan produktivitas anak di masa depan. Di Karang Rejo, tantangan itu pernah ada, tetapi warga dan pemerintah desa memilih untuk tidak tinggal diam.

Melalui kerja sama antara kader posyandu, bidan desa, serta dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan kabupaten, program pencegahan stunting mulai digalakkan. Edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita digencarkan, pemberian makanan tambahan bergizi dilakukan secara berkala, dan pemantauan tumbuh kembang anak diperketat. Mahasiswa juga membagikan nuget tahu serta juga memberikan buku resep masakan makanan sehat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan mendapat respon positif dari masyarakat. Diharapkan melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat memahami pentingnya gizi seimbang, sanitasi yang baik, dan pola asuh yang tepat untuk mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.

Mahasiswa Universitas Malahayati Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana “AMERTA” dan Penyuluhan Alat Pembakar Sampah Minim Asap di Pekon Karang Rejo

Mahasiswa Universitas Malahayati Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana “AMERTA” dan Penyuluhan Alat Pembakar Sampah Minim Asap di Pekon Karang Rejo

Tanggamus – Kelompok 59 KKL-PPM Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana tanah longsor dan luapan air sungai dengan tema “AMERTA: Aman dari Resiko Tanah Longsor & Air” di Pekon Karang Rejo, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait potensi bencana yang kerap mengancam wilayah Karang Rejo, terutama saat musim hujan. Warga diberi pemahaman tentang tanda-tanda awal tanah longsor dan luapan air sungai akibat penumpukan sampah, langkah pencegahan, hingga cara bertindak cepat ketika bencana terjadi.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan penyuluhan dan pemaparan mengenai inovasi tong pembakar sampah minim asap sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan. Alat sederhana ini dinilai mampu membantu warga mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah terbuka yang sering menimbulkan asap tebal.

“Melalui program AMERTA, kami ingin masyarakat lebih tanggap terhadap risiko bencana. Sementara inovasi tong pembakar sampah minim asap kami hadirkan agar warga memiliki cara yang lebih sehat dan aman dalam mengelola sampah,” ujar Anun, anggota KKL-PPM kelompok 59.

Warga Karang Rejo pun antusias mengikuti sosialisasi, terbukti dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul. Kepala Pekon Karang Rejo juga memberikan apresiasi, menyebut kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Pekon Karang Rejo dapat semakin tangguh menghadapi ancaman bencana alam serta memiliki pola hidup yang lebih ramah lingkungan.