JERNIH : Jaga Ernitas Air Bersih dan Higienis Mahasiswa KKLPPM Kelompok 34 Edukasi Filter Air Sederhana di Pekon Karang Anyar Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “JERNIH : Jaga Ernitas Air Bersih dan Higienis Mahasiswa KKLPPM Kelompok 34 Edukasi Filter Air Sederhana di Pekon Karang Anyar”, Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/nikendaa94354/68adcb8534777c098f4e2443/jernih-jaga-ernitas-air-bersih-dan-higienis-mahasiswa-kklppm-kelompok-34-edukasi-filter-air-sederhana-di-pekon-karang-anyar Kreator: Kklppmkelompok34 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

"Dokumentasi Sosialisasi JERNIH di Pekon Karang Anyar bersama Kepala Pekon, Perangkat Desa & Masyarakat".

( malahayati.ac.id ) Wonosobo, 26 Agustus 2025 — Mahasiswa KKL-PPM Pekon Karang Anyar dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Lestari Wuryanti, S.E., M.M., mengadakan kegiatan JERNIH (Jaga Ernitas Air Bersih dan Higienis) berupa sosialisasi pembuatan filter air sederhana.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi air di Pekon Karang Anyar yang masih memiliki tingkat kekeruhan cukup tinggi sehingga kurang layak dipakai secara langsung. Sebagian besar masyarakat pun masih mengandalkan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, mahasiswa KKL-PPM berinisiatif memperkenalkan metode filtrasi sederhana agar kualitas air yang digunakan sehari-hari dapat lebih bersih dan higienis.

Filter tersebut dibuat dari arang kayu, batu kerikil, ijuk, pasir sungai, dan kapas sebagai media penyaring. Adapun alat utama yang digunakan adalah galon bekas sebagai wadah dan keran untuk mengeluarkan air yang telah melalui proses filtrasi. Dengan metode ini, air yang semula keruh dapat berkurang tingkat kekeruhannya sehingga menjadi lebih jernih dan layak dipakai untuk keperluan rumah tangga. Namun, air hasil filtrasi ini belum direkomendasikan untuk diminum secara langsung tanpa proses pengolahan lebih lanjut.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Niken Dilla Afifah dari Program Studi Teknik Lingkungan yang menjelaskan prinsip kerja filter dan manfaatnya bagi kualitas air, serta Belinda Dewi dari Program Studi Kedokteran yang menekankan kaitan air bersih dengan kesehatan keluarga.

Demonstrasi perakitan filter dilakukan oleh Ketua Kelompok 34, Valka Fajar Mahesa, bersama Wakil Ketua, Muhamad Bahtiar, sehingga warga dapat melihat langsung cara membuat dan menggunakan alat tersebut dengan benar.

Selain itu, M. Alwi Nugraha perwakilan kelompok 34 memberikan penjelasan melalui papan informasi tentang lama waktu sampah terurai di alam, seperti sampah organik yang dapat hancur dalam hitungan minggu hingga bulan, plastik yang membutuhkan ratusan tahun, serta logam dan kaca yang pada dasarnya tidak dapat terurai. Penjelasan ini sekaligus mengingatkan warga akan pentingnya mengurangi, memilah, dan mengelola sampah agar tidak mencemari lingkungan maupun sumber air.

Kegiatan ini disambut hangat oleh Bapak Endar Prihantoro selaku Kepala Pekon Karang Anyar, dan antusias warga yang ikut serta mencoba merangkai filter. Dengan program JERNIH, Desa Karang Anyar diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kualitas air demi hidup sehat.

Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Buatkan Banner dan Titik Google Maps untuk UMKM Desa Tugu Rejo

( malahayati.ac.id ) – Gerakan mahasiswa untuk masyarakat terus digaungkan melalui berbagai program pemberdayaan yang bermanfaat. Kali ini, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKLPPM) Universitas Malahayati menggelar kegiatan Sosialisasi Keuangan dan Marketing di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025 ini dihadiri oleh sekitar 50 warga, yang terdiri dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, dan pemuda desa. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkenalkan strategi pemasaran digital yang efektif dan mudah diterapkan.

Dalam sosialisasi ini, para mahasiswa memaparkan materi seputar pengelolaan keuangan rumah tangga, pentingnya membuat catatan pemasukan dan pengeluaran, strategi menabung dan berinvestasi sederhana, hingga tips mengelola modal usaha.

Tidak hanya memberikan edukasi, mahasiswa KKLPPM juga melakukan aksi nyata dengan membuatkan lokasi UMKM masyarakat Desa Tugu Rejo di Google Maps, sehingga usaha-usaha lokal lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan dari luar desa. Selain itu, mahasiswa juga mendesain dan mencetak sebanyak 35 banner UMKM yang menampilkan identitas usaha, kontak, dan informasi produk, sehingga dapat membantu meningkatkan citra dan pemasaran para pelaku usaha.

Sebelum kegiatan sosialisasi dimulai, mahasiswa juga mengadakan cek kesehatan gratis bagi warga desa. Layanan ini diberikan sebagai wujud perhatian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan partisipasi warga dalam program pemberdayaan.

Kepala Desa Tugu Rejo mengapresiasi kegiatan ini, menyebutnya sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat desa. “Kami berharap ilmu yang diberikan dapat dipraktikkan oleh warga sehingga usaha mereka bisa berkembang dan pendapatan meningkat,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Tugu Rejo tidak hanya lebih bijak dalam mengelola keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha lokal.

Edukasi Hidup Sehat: Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Lakukan Penyuluhan PHBS dan Pembuatan Keran Cuci Tangan di SD Negeri 1 TuguRejo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

( malahayati.ac.id ) – Dalam upaya menanamkan budaya hidup sehat sejak dini, SD Negeri 1 TuguRejo mengadakan kegiatan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga melibatkan para orangtua siswa. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali, yaitu pada hari Kamis, 07 Agustus 2025, dan Sabtu, 09 Agustus 2025, sekaligus membuat fasilitas keran cuci tangan di lingkungan sekolah sebagai bentuk penerapan nyata dari materi yang diberikan.

Penyuluhan berlangsung interaktif dengan materi seputar pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, cara mencuci tangan dengan benar, manfaat sarapan sehat, hingga kebiasaan tidak jajan sembarangan. Para siswa tampak antusias mengikuti praktik cuci tangan enam langkah yang benar, sementara para orangtua diajak memahami pentingnya menyediakan makanan sehat di rumah serta mendukung kebiasaan hidup bersih anak-anak mereka.

Yang menarik, kegiatan ini tidak berhenti hanya pada penyampaian materi. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah bersama guru, siswa, dan orangtua bergotong royong membuat keran cuci tangan sederhana di halaman sekolah. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan maupun setelah bermain.

Kepala SD Negeri 1 TuguRejo menyampaikan bahwa penyuluhan PHBS dan pembangunan sarana cuci tangan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam mendukung program UKS dan mewujudkan sekolah sehat.

“Anak-anak bukan hanya diberi pengetahuan, tetapi juga contoh nyata yang bisa langsung mereka praktikkan. Dengan adanya keran cuci tangan ini, mereka bisa terbiasa menjaga kebersihan setiap hari,” ujarnya.

LPPM Universitas Malahayati Dampingi 143 Dosen Susun Proposal Hibah PDP

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati menyelenggarakan kegiatan pendampingan hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) bagi 143 dosen di Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Selasa (30/1/2024).

Peserta yang terlibat adalah para dosen dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Malahayati, yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau jabatan akademik maksimal sebagai asisten ahli, serta memiliki ID SINTA.

Kepala LPPM, Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D., AFA, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini berjalan dengan lancar dan apa yang ditargetkan dapat terwujud.

Dalam sambutannya, Erna Listyaningsih menggarisbawahi bahwa dosen yang dapat mengajukan skema ini harus memiliki jabatan akademik maksimal sebagai asisten ahli, pernah satu kali mendapatkan hibah PDP sebagai ketua sebelumnya, dan terdaftar pada aplikasi SINTA Kemendikbud RI.

“Prestise hibah PDP bukan hanya berarti bagi LPPM dan Universitas Malahayati, serta dosen itu sendiri, melainkan juga menjadi kebanggaan dan prestise yang sangat berharga bagi seluruh universitas,” kata Erna.

Erna Listyaningsih menjelaskan bahwa proses ini dimulai dari “hibah PDP” pada masa awal, kemudian meningkat ke skema yang lebih berat, dan berharap akan ada terus-menerus kemajuan dalam hal tersebut.

Narasumber utama, Dr. Febrianty, SE., M. Si, dalam paparannya menyampaikan bahwa dosen Universitas Malahayati memiliki tanggung jawab untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat guna meningkatkan jenjang akademik, bahkan banyak dosen di luar harus mengurusnya sendiri, berbeda dengan Universitas Malahayati yang mana LPPMnya siap dan selalu memberi dampingan.

“Dosen di universitas ini sangat beruntung karena LPPM memberikan fasilitas dan pendampingan untuk mencapai tujuan tersebut,” ucapnya.

Febrianty menyatakan kesiapannya untuk mendampingi para dosen hingga mencapai dan lolos dalam pengajuan proposal hibah PDP.

Dirinya bahkan bersedia membantu para dosen hingga finalisasi persiapan pengajuan proposal hibah.

“Targetnya adalah setiap dosen menghasilkan satu proposal PDP,” ujarnya.

Editor: Asyihin

LPPM Universitas Malahayati Gelar Pendampingan Program Dana Padanan Kedaireka 2024

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati mengadakan Pendampingan Program Dana Padanan (Matching Fund) Kedaireka 2024 di Gedung Rektorat Lantai 5, Rabu (10/1/2024).

Saat membuka acara, Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dr. Achmad Farich, dr. M.M., menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang membagikan ilmu dan pengalaman kepada peserta. Dr. Achmad Farich mengajak dosen yang hadir untuk memotivasi rekan dosen lainnya agar mau membuat dan mengajukan program-program dana hibah, terutama Program Kedaireka.

“Saya mengingatkan dalam pembuatan dan penyusunan ini agar dapat menghindari plagiarisme. Saya minta untuk lebih cermat dalam membuat penulisan jurnal,” ucap Dr. Achmad Farich.

Ke depan, diharapkan akan ada lebih banyak kegiatan dana hibah perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan riset dan inovasi.

Baca juga: Universitas Malahayati dan BKKBN Adakan Program Pendampingan 200 Kepala Keluarga Peduli Stunting

Kepala LPPM Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D., AFA, menyatakan setiap dosen memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi ketua proyek dan mengajukan proposal Matching Fund Kedaireka. Erna menegaskan bahwa Mitra bisa berasal dari dunia usaha dan industri, juga pemerintah. Dosen dan mitra harus bekerja sama dalam operasional proyek, dan proposal harus mencantumkan nama mitra yang sudah bekerja sama sebelumnya.

“LPPM ditunjuk oleh Rektor sebagai unit pengelola Matching Fund Kedaireka, bertugas memfasilitasi, mensosialisasikan, dan mengarahkan dosen-dosen,” ucapnya.

Erna Listyaningsih  selaku Unit pengelola Matching Fund Kedaireka berharap proposal diajukan sebanyak-banyaknya, karena total dana hibah dapat mencapai milyaran. Tidak ada target jumlah proposal yang harus diajukan, namun diharapkan partisipasi aktif dari semua dosen untuk meningkatkan kesempatan mendapatkan hibah.

Erna berharap semua dosen dapat mengajukan proposalnya paling lambat pada 27 Januari 2024, karena program ditutup pada 31 Januari 2024. “Unit pengelola akan membantu dalam pendampingan, evaluasi, dan memberikan arahan dari persiapan proposal hingga pelaksanaan program hingga satu tahun ke depan,” ujarnya.

Erna memberikan pesan kepada dosen untuk terus berusaha dan maju, meskipun mungkin menghadapi kendala administrasi yang dapat menyebabkan penolakan proposal. Dosen diingatkan untuk tetap bersemangat dan tidak menyerah, sebagaimana tim sebelumnya yang berhasil lolos di batch 2 setelah gagal di batch 1 2023.

Kepala LPMI Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, sebagai pembicara utama acara tersebut, menjelaskan bahwa agenda hari ini fokus pada pendampingan penyusunan proposal untuk dosen-dosen guna mempersiapkan mereka dalam mendapatkan hibah untuk Program Dana Padanan (Matching Fund) Kedaireka tahun 2024.

Dalam acara ini, kami menyosialisasikan program dan membagikan tips kepada peserta. Kami berbagi pengalaman terkait Program Dana Padanan (Matching Fund) Kedaireka 2023 yang kami dapatkan sebelumnya. Setelah itu, kami akan menilai inovasi atau tema dari para peserta, memberikan coaching clinic, dan memberikan tips untuk memperbaiki proposal agar lebih optimal.

Baca juga: Universitas Malahayati Bandar Lampung Bentuk Tim Mentor Analisis Stunting

“Pendaftaran proposal Program Dana Padanan 2024 Kedaireka Batch 2 dibuka mulai tanggal 20 Desember 2023 hingga 31 Januari 2024, jadi masih ada waktu untuk kitas egera mengusulkan,” jelasnya.

Dalam berbagi pengalaman, Dr. Dessy Hermawan ingin menekankan dua hal. Pertama, memberikan tips dan trik agar peserta tahu cara mendapatkan hibah dengan mudah. Kedua, mengajak peserta untuk tidak takut mengirim proposal, karena tidak ada yang sempurna. Peserta diingatkan bahwa penilaian terhadap keberhasilan proposal dapat bervariasi, dan kekurangan dapat diatasi di tengah jalan.

Editor: Asyihin