Usai International Professors Summit, Universitas Malahayati Hadirkan Profesor Internasional ke 3 Sekolah Unggulan Di Bandar Lampung

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Setelah sukses menyelenggarakan International Professors Summit pada 7 Januari 2026 dengan tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, Universitas Malahayati melanjutkan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-32 melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Professors Go to School” pada Kamis, 8 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di tiga sekolah menengah atas di Kota Bandar Lampung, yakni SMAN 5 Bandar Lampung, SMAN 2 Bandar Lampung, dan SMAN 9 Bandar Lampung. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Malahayati dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sekaligus memperluas dampak International Professors Summit hingga ke tingkat sekolah.

Melalui kegiatan Professors Go to School, Universitas Malahayati menghadirkan para profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, statistika, optimasi, analisis numerik, dan sains terapan untuk memberikan sesi inspiratif dan edukatif kepada siswa. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan numerasi, motivasi belajar, serta pemahaman bahwa matematika memiliki peran penting dan aplikatif dalam kehidupan nyata.

Di SMA Negeri 5 Bandar Lampung, kegiatan diikuti oleh para siswa dengan menghadirkan profesor dari dalam dan luar negeri, di antaranya Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor di bidang Medical Mathematics serta Prof. Mohd Rashid Abd Hamid dari Universiti Malaysia Pahang (UMP) di bidang Applied Mathematics. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Malahayati, Nirwanto, S.Pd., M.Kes, sebagai bentuk dukungan pimpinan universitas terhadap penguatan literasi numerasi di tingkat sekolah. Sesi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab yang mendorong siswa lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan matematika.

Sementara itu, di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, kegiatan ini menghadirkan para profesor dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor yang membahas Medical Mathematics, Prof. Sudradjat Supian dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta Prof. Syamsuddin Toaha dari Universitas Hasanuddin di bidang Applied Mathematics. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dan Wakil Rektor III Universitas Malahayati, Dr. Eng Rina Febrina, S.T., M.T., sebagai bentuk komitmen pimpinan universitas dalam mendukung penguatan literasi numerasi di tingkat pendidikan menengah. Para narasumber menekankan pentingnya literasi numerasi, statistika, dan matematika terapan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun di SMAN 9 Bandar Lampung, para siswa mendapatkan materi dari Prof. Ismail Bin Mohd dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT) di bidang Global Optimization, Prof. Noribah Md Arifin dari Universiti Putra Malaysia (UPM) di bidang Numerical Method, serta Prof. Jumat Bin Sulaiman dari Universiti Malaysia Sabah (UMS) di bidang Numerical Analysis.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Dwi Marlina Syukri, S.Si., M.BSc., PhD, serta dihadiri oleh Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap penguatan literasi numerasi di lingkungan sekolah menengah. Para profesor menekankan bahwa matematika tidak hanya berkutat pada rumus, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, pengembangan teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta perwakilan pimpinan Universitas Malahayati. Selanjutnya, sesi inspiratif dan edukatif profesor berlangsung selama lebih dari satu jam, dilanjutkan dengan diskusi interaktif, refleksi, serta penyampaian pesan kunci tentang pentingnya numerasi bagi generasi muda.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, aktif bertanya, dan terlibat dalam diskusi. Selain menambah pemahaman konsep matematika, kegiatan ini juga memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta membuka wawasan tentang peluang studi dan kolaborasi internasional.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cenderamata dari Universitas Malahayati kepada pihak sekolah sebagai simbol kerja sama dan apresiasi, serta sesi foto bersama antara profesor, guru, panitia, dan siswa.

Melalui kegiatan Professors Go to School, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik di tingkat universitas, tetapi juga aktif berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin dalam mendukung penguatan literasi dan numerasi generasi muda Indonesia.(fkr)
Editor: Fadly KR

Bagaimana Model Matematika Membantu Dokter Mendeteksi Penyakit Jantung?

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 kembali menghadirkan pemateri internasional dengan kepakaran lintas disiplin. Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor, yang membahas peran medical mathematics dalam mendukung inovasi klinis, khususnya pada penilaian risiko Penyakit Jantung Koroner (Coronary Artery Disease/CAD).

Dalam paparannya, Prof. Norsarahaida menjelaskan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan baru yang lebih akurat, aman, dan efisien dalam proses diagnosis dan penilaian risiko penyakit jantung, mengingat metode konvensional memiliki keterbatasan, terutama karena bersifat invasif dan berisiko bagi pasien.

Ia memaparkan pengembangan kerangka matematis terintegrasi yang mengombinasikan pemodelan berbasis fisika menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan analitik data dan statistik. Pendekatan ini digunakan untuk menghitung Fractional Flow Reserve (FFR) secara non-invasif, sehingga mampu memberikan gambaran kondisi aliran darah koroner dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Menurut Prof. Norsarahaida, pendekatan hibrida yang menggabungkan model matematika berbasis fisika dengan metode data-driven memungkinkan prediksi risiko CAD yang lebih personal dan akurat. Hal ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinis secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien.

“Integrasi matematika, teknologi, dan ilmu medis merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan modern. Melalui pendekatan ini, deteksi dini dan penilaian risiko penyakit jantung dapat dilakukan secara lebih aman, presisi, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Materi ini juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin antara akademisi matematika, peneliti teknologi, dan praktisi medis dalam mengembangkan inovasi layanan kesehatan berbasis sains.

Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati terus mendorong penguatan riset interdisipliner dan kolaborasi internasional sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di tingkat global.(fkr)
Editor: Fadly KR

Matematika sebagai Fondasi AI, Prof. Noribah Md Arifin Sampaikan Gagasan di International Professor Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah berskala internasional melalui kegiatan International Professors Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professors Summit menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk berbagi gagasan, riset, serta solusi berbasis keilmuan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization, melalui makalah pidato pengukuhan berjudul “Kesayutan yang Tidak Tercapai, Mengembara di Kelajuan Cahaya.” Dalam paparannya, Prof. Ismail mengkaji secara mendalam keterbatasan pendekatan numerik dan komputasi dalam matematika, khususnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang bersifat kompleks dan mengandung ketidakpastian.

Ia menjelaskan berbagai konsep matematika seperti selang, graf, kecerunan, pencarian akar, hingga metode Newton, yang selama ini banyak digunakan dalam komputasi numerik. Namun demikian, menurutnya tidak semua solusi matematika dapat dicapai secara eksak melalui perhitungan komputer. Keterbatasan tersebut menjadi tantangan serius dalam penerapan matematika terapan di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Prof. Ismail memperkenalkan pengembangan aritmetik selang (interval arithmetic) sebagai pendekatan alternatif untuk mengendalikan ketidakpastian dan galat perhitungan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan batasan yang lebih aman terhadap kesalahan numerik serta menjamin keberadaan solusi dalam rentang tertentu, meskipun solusi eksak tidak dapat dicapai secara langsung.

Dalam pernyataannya, Prof. Ismail menegaskan bahwa kesadaran terhadap keterbatasan komputasi merupakan hal yang sangat penting dalam matematika terapan.
“Aritmetik selang menawarkan pendekatan yang lebih realistis dan aman dalam menyelesaikan persoalan numerik yang kompleks, sekaligus mendekatkan kita pada solusi yang sebenarnya,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan penerapannya dalam dunia nyata. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong diskusi akademik berkualitas serta berkontribusi aktif dalam upaya peningkatan literasi dan numerasi nasional melalui pendekatan ilmiah yang inovatif dan berkelanjutan.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Perkuat Karakter Religius Mahasiswa melalui Workshop PPAI Green Dormitory

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) melalui Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) Green Dormitory sukses menyelenggarakan Workshop PPAI sekaligus pendistribusian sertifikat pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Universitas Malahayati dalam memperkuat fondasi moral, etika, dan karakter religius mahasiswa sebagai bagian dari visi kampus berbasis etika religius.

Workshop PPAI dirancang sebagai program pembinaan komprehensif yang tidak hanya menitikberatkan pada aah, tetapi spek ritual ibadjuga pada pembentukan akhlak dan muamalah dalam kehidupan sehari-hari. Program ini mencakup materi thaharah, shalat, pengurusan jenazah, puasa, zakat, haji, tajwid dan tahsin Al-Qur’an, Baca Baca Qur’an (BBQ), serta praktik fiqih yang dilaksanakan secara terstruktur selama enam semester.

Turut dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes., Kepala Program Studi S1 Pendidikan Dokter Rakhmi Rafie, dr., M.Kes., Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom., pengelola Green Dormitory, para dosen pembina, serta mahasiswa peserta Program Pembinaan Agama Islam (PPAI).

Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang diwakili oleh Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan Program PPAI. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi profesional yang berkarakter religius dan berakhlak mulia sebagai bekal dalam pengabdian di masyarakat.

Ketua PPAI Universitas Malahayati, Ust. Muslih, S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program PPAI bertujuan membekali mahasiswa agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam secara nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai keislaman, menjaga akhlak mulia, serta memberi kontribusi positif baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Asrama Green Dormitory, Ust. Sutikno, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan tiga pesan penting kepada peserta. Pertama, kegiatan ini diharapkan tidak dimaknai secara simbolis semata, melainkan sebagai perjalanan pembentukan karakter religius. Kedua, Program PPAI yang diamanahkan kepada Green Dormitory menjadi sarana pembentukan lingkungan asrama yang religius sesuai dengan visi Universitas Malahayati. Ketiga, nilai-nilai PPAI diharapkan menjadi bekal mahasiswa di masa depan, khususnya dalam menempuh profesi sebagai dokter yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beretika religius.

Workshop PPAI menghadirkan narasumber Ust. Jefri Husanda, S.Pd.I., Gr., Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Lampung sekaligus pendiri Yayasan Bina Auladina Indonesia dan SMPIT Auladina Indonesia. Dalam pemaparannya bertema “Implementasi Etika Religius Mahasiswa (PPAI): Mewujudkan Karakter Islami di Tengah Masyarakat”, ia menekankan bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya dipersiapkan menjadi dokter profesional, tetapi juga sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Menurutnya, profesi dokter merupakan amanah dan ladang ibadah yang menuntut integrasi antara ilmu, iman, dan akhlak. Akhlak, empati, sikap santun, menjaga lisan, serta menjaga rahasia pasien menjadi terapi awal bagi pasien, disertai penguatan spiritual melalui doa dan Al-Qur’an. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan masyarakat, termasuk krisis akhlak, krisis empati, dan maraknya informasi hoaks.

Dampak positif Program PPAI Green Dormitory mulai dirasakan oleh masyarakat dan orang tua mahasiswa. Berdasarkan observasi dan umpan balik, mahasiswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih santun, ramah, serta lebih responsif dalam menjalankan ibadah setelah mengikuti program ini.

Universitas Malahayati berharap Program PPAI dapat terus berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lain dalam upaya kolektif mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkarakter religius dan berakhlak mulia.

Workshop PPAI Green Dormitory Universitas Malahayati menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius perlu diinternalisasikan melalui lingkungan hidup mahasiswa sehari-hari. Program PPAI yang terstruktur dan berkelanjutan ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam membentuk keseimbangan antara kecakapan akademik dan kematangan moral. Di tengah tantangan dunia modern dan profesional yang semakin kompleks, penguatan nilai etika religius menjadi fondasi penting agar mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan tanggung jawab sosial. Inisiatif Universitas Malahayati melalui PPAI Green Dormitory patut diapresiasi dan diharapkan mampu menjadi model pembinaan karakter mahasiswa yang relevan dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.(fkr)

Editor: Fadly KR

Kemendikdasmen Apresiasi International Professors Summit Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan materi pada kegiatan International Professors Summit 2026 yang diselenggarakan Universitas Malahayati, Rabu (7/1/2026), di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan dihadiri oleh Rektor Universitas Malahayati Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH., Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Nirwanto, SPd., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula para dekan, dosen, mahasiswa, profesor nasional dan internasional, akademisi, serta perwakilan instansi pemerintah.

Dalam sambutannya, Arif Jamali mengapresiasi penyelenggaraan forum ilmiah berskala internasional tersebut. Ia menyampaikan bahwa tema yang diangkat Universitas Malahayati dinilai sangat relevan dan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan saat ini, khususnya terkait krisis numerasi nasional.

Menurutnya, hingga saat ini Universitas Malahayati menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang secara khusus dan komprehensif mengangkat isu krisis numerasi nasional dalam sebuah forum akademik internasional dengan melibatkan para profesor dan pakar lintas negara.

“Isu krisis numerasi adalah persoalan mendasar dalam dunia pendidikan kita. Apa yang dilakukan Universitas Malahayati melalui International Professors Summit ini merupakan langkah strategis dan visioner, karena membahas persoalan numerasi secara menyeluruh dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi,” ujar Arif Jamali.

Ia menegaskan bahwa kemampuan numerasi tidak hanya berkaitan dengan angka dan matematika, tetapi juga berhubungan erat dengan kemampuan berpikir logis, analitis, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif perguruan tinggi dalam merumuskan solusi berbasis kajian ilmiah dan praktik pendidikan yang berkelanjutan.

Arif Jamali juga berharap hasil diskusi dan rekomendasi dari International Professors Summit 2026 dapat menjadi rujukan penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan kebijakan dan penguatan pembelajaran matematika dan statistika di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para profesor nasional dan internasional, akademisi, serta perwakilan instansi pemerintah. International Professors Summit 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Penyelenggaraan International Professors Summit 2026 oleh Universitas Malahayati menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nyata dunia pendidikan, khususnya persoalan krisis numerasi. Melalui forum ilmiah berskala internasional ini, Universitas Malahayati tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga motor penggerak lahirnya gagasan dan rekomendasi strategis berbasis keilmuan. Sinergi antara akademisi, profesor, dan pemerintah yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih berkualitas, adaptif, serta berkelanjutan demi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.(fkr)

Editor : Fadly KR

International Professors Summit 2026 Resmi Dibuka oleh Rektor Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati secara resmi menyelenggarakan International Professors Summit 2026 dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati, yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ilmiah berskala internasional ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH.

International Professors Summit tahun ini mengangkat tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, yang menyoroti tantangan serius rendahnya kemampuan numerasi di Indonesia serta peran strategis pendidik matematika dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Acara pembukaan diawali dengan penyambutan tamu kehormatan dan undangan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Malahayati, yaitu Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Nirwanto, SPd., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula pimpinan lembaga, para dekan, ketua program studi, dosen, serta perwakilan instansi pemerintah.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Laila Soraya, S.Sos., M.M., serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati menyampaikan bahwa penyelenggaraan International Professors Summit merupakan wujud komitmen universitas dalam berkontribusi aktif menjawab permasalahan nasional terkait krisis numerasi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk menghasilkan solusi nyata melalui penguatan pendidikan matematika dan statistika.

“Forum ilmiah ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring akademik internasional, serta melahirkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan,” ujar Rektor saat meresmikan pembukaan acara.

Rangkaian pembukaan acara juga dimeriahkan dengan tarian adat Sigeh Pengunten sebagai bentuk penghormatan kepada tamu undangan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Universitas Malahayati.

International Professors Summit 2026 menghadirkan sejumlah profesor dan pakar nasional maupun internasional dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dan Malaysia dengan kepakaran di bidang matematika terapan, analisis numerik, optimasi, statistika terapan, hingga matematika Islam dan manuskrip klasik.

Setelah pembukaan resmi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para profesor dari berbagai universitas nasional dan internasional, yang kemudian diikuti dengan sesi panel diskusi, penyerahan sertifikat kepada narasumber, serta penampilan budaya dan kreativitas mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong penguatan literasi numerasi, pengembangan keilmuan, serta kolaborasi internasional guna menjawab tantangan pendidikan di era global.

International Professors Summit 2026 menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi akademik internasional. Diskusi yang menghadirkan para profesor dan pakar lintas negara ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membuka ruang lahirnya gagasan strategis dalam menjawab krisis numerasi yang masih menjadi tantangan nasional. Melalui forum ilmiah ini, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan akademisi dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Matangkan Pra-Persiapan International Professors Summit dalam Rangka Dies Natalis ke-32

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan International Professors Summit yang akan digelar pada 7–8 Januari 2026 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati.

Kegiatan berskala internasional ini mengusung tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, yang menyoroti peran strategis pendidik matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.

Koordinator Pelaksana International Professors Summit, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep., menjelaskan bahwa persiapan acara telah berjalan dengan baik dan terkoordinasi antar panitia.

“Menjelang pelaksanaan acara, progres persiapan sudah berjalan sesuai dengan timeline yang ditetapkan. Panitia terus melakukan koordinasi lintas divisi, baik dari sisi teknis acara, kesiapan venue Graha Bintang, hingga akomodasi para narasumber,” ujar Eka Yudha.

Ia menambahkan bahwa panitia telah dibagi ke dalam beberapa divisi kerja guna memastikan seluruh aspek pelaksanaan berjalan optimal, mulai dari divisi acara, perlengkapan, publikasi, hingga pendampingan profesor tamu. Koordinasi rutin dilakukan untuk meminimalkan kendala serta memastikan kesiapan maksimal pada hari pelaksanaan.

International Professors Summit ini akan menghadirkan 11 profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, optimasi, analisis numerik, dan statistika terapan. Adapun narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain:

Narasumber:

  • Prof. Norsarahaida Amin – Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor, Medical Mathematics
  • Prof. Jumat Bin Sulaiman – Universiti Malaysia Sabah (UMS), Numerical Analysis
  • Prof. Noribah Md Arifin – Universiti Putra Malaysia (UPM), Numerical Method
  • Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization
  • Prof. Mohd Rashid Abd Hamid – Universiti Malaysia Pahang (UMP), Applied Mathematics
  • Prof. Anang Kurnia – IPB University, Applied Statistics
  • Prof. Syamsuddin Toaha – Universitas Hasanuddin, Applied Mathematics
  • Prof. Sudradjat Supian – Universitas Padjadjaran (UNPAD)
  • Prof. Wamiliana – Universitas Lampung (UNILA), Optimization
  • Prof. Mustofa Usman – Universitas Lampung (UNILA)
  • Prof. Emeritus Shahrir Mat Zain – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Matematik Islam dan Manuskrip Klasik

Selain para profesor tersebut, kegiatan ini dihadiri oleh Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., selaku Staf Khusus Kemendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, yang akan memberikan perspektif kebijakan nasional terkait penguatan numerasi dan pendidikan matematika.

Lebih lanjut, Eka Yudha menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi Universitas Malahayati.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan diharapkan menjadi momentum strategis untuk semakin memperkuat posisi Universitas Malahayati dalam kancah akademik internasional. Melalui International Professors Summit, kami berupaya menghadirkan sebanyak 11 profesor, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga melalui kolaborasi dengan akademisi dari luar negeri,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta perluasan jejaring global.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi sivitas akademika, sekaligus memperkuat jejaring internasional Universitas Malahayati dalam menghadapi tantangan pendidikan di tingkat global,” tutup Eka Yudha.

Melalui penyelenggaraan International Professors Summit, Universitas Malahayati terus berkomitmen mendorong transformasi pendidikan unggul dan berdaya saing internasional.

Penyelenggaraan International Professors Summit dalam rangka Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati menunjukkan langkah strategis kampus dalam merespons tantangan pendidikan global, khususnya pada isu krisis numerasi. Kehadiran profesor dan pakar dari dalam maupun luar negeri tidak hanya memperkaya diskursus akademik, tetapi juga memperkuat posisi Universitas Malahayati sebagai institusi yang aktif membangun kolaborasi internasional.(fkr)

Editor : Fadly KR

RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung Terima Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan UNMAL untuk Praktik Klinik Keperawatan Jiwa

BandarLampung (malahayati.ac.id): Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi melaksanakan kegiatan penyerahan mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan kepada Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung sebagai wahana pelaksanaan Praktik Klinik Keperawatan Jiwa. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 61 mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati yang akan menjalani praktik klinik pada stase keperawatan jiwa.

Praktik Klinik Keperawatan Jiwa ini akan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai tanggal 5 Januari hingga 31 Januari 2026. Penyerahan mahasiswa/i dilaksanakan secara resmi sebagai wujud sinergi dan komitmen kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sarjana keperawatan.

Penyerahan mahasiswa/i dilakukan oleh Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati, Aryanti Wardiyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Mat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa praktik klinik Keperawatan Jiwa merupakan fase penting dalam pembentukan kompetensi perawat profesional, khususnya dalam penguatan keterampilan klinis dan pemahaman komprehensif terhadap asuhan keperawatan holistik.

“Melalui praktik klinik ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dan menangani pasien dengan berbagai masalah kesehatan mental. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya, mengintegrasikan teori dengan praktik, serta senantiasa menjaga nama baik institusi,” ujar Aryanti.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pembelajaran praktik klinik memiliki peran strategis sebagai sarana integrasi antara teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, dari pihak RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung, penerimaan mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati dilakukan oleh dr. Tendry Septa, Sp.KJ. Dalam sambutannya, dr. Tendry menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Universitas Malahayati kepada RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung sebagai wahana pendidikan klinik pada stase keperawatan jiwa.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa/i Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati untuk melaksanakan praktik klinik Keperawatan Jiwa di RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu dan pengalaman, serta mampu bekerja sama dengan tim kesehatan secara profesional,” ungkap dr. Tendry.

Melalui pelaksanaan praktik klinik ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara Universitas Malahayati dan RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa/i dalam pengembangan kompetensi, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam mencetak perawat yang profesional, kompeten, terampil, aktif, dan beretika dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Praktik Klinik Keperawatan Jiwa ini menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di bidang kesehatan mental. Melalui kolaborasi antara Universitas Malahayati dan RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan klinis, tetapi juga memperkuat empati, profesionalisme, serta pemahaman terhadap asuhan keperawatan holistik, sebagai bekal penting dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masyarakat.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Ambil Peran Strategis Jawab Tantangan Rendahnya Capaian Akademik melalui International Professors Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menunjukkan bahwa capaian kompetensi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Lampung masih tergolong rendah, khususnya pada aspek penalaran dan penguasaan akademik dasar. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, sebagai bahan evaluasi bersama dalam peningkatan kualitas pendidikan daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, Universitas Malahayati (UNMAL) mengambil peran strategis sebagai bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “International Professors Summit”.

Kegiatan International Professors Summit ini diselenggarakan dalam rangka rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan akan dilaksanakan pada Selasa, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Forum ini menjadi momentum strategis bagi sivitas akademika dan para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat jejaring akademik serta meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis keilmuan global.

Ini merupakan forum ilmiah berskala internasional yang menghadirkan para profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, optimasi, analisis numerik, serta statistika terapan. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan keilmuan, serta diskusi strategis terkait pengembangan pembelajaran dan peningkatan kualitas akademik.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penyelenggaraan International Professors Summit merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjawab tantangan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan penguasaan akademik dasar.

“Universitas Malahayati berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Melalui forum akademik internasional ini, kami mendorong kolaborasi keilmuan, penguatan kapasitas pendidik, serta pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Dr. Muhammad Kadafi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan para pakar akademik menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan International Professors Summit, Universitas Malahayati berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Lampung serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam memajukan pendidikan Indonesia secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan International Professors Summit menjadi langkah strategis Universitas Malahayati dalam merespons tantangan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan penalaran dan kompetensi akademik dasar. Melalui forum akademik berskala internasional ini, Universitas Malahayati tidak hanya mendorong kolaborasi keilmuan, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.(fkr)

Editor: Fadly KR