Selamat Berjuang! Mahasiswa Universitas Malahayati Wakili Lampung di POMNAS XIX 2025
BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rasa bangga kembali hadir di Universitas Malahayati. Empat mahasiswa terbaik resmi terpilih menjadi atlet yang akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang bergengsi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 yang akan berlangsung di Jawa Tengah, 19–27 September 2025.
Mereka adalah Mario Hafizh P (24130031) Prodi S1 Teknik Industri, Dinda Cantika (2370030) Prodi S1 Psikologi, Lydia Salsabilah (24210031) Prodi S1 Akuntansi, Qori Ramadani S (23230096) Prodi S1 Ilmu Keperawatan.
Keempat mahasiswa ini akan turun di cabang olahraga masing-masing dan siap memberikan performa terbaiknya untuk membawa nama baik Lampung Berjaya sekaligus mengharumkan Universitas Malahayati di tingkat nasional.
Ajang POMNAS sendiri menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan talenta olahraga mahasiswa dari seluruh Indonesia. Tahun ini, Jawa Tengah menjadi tuan rumah, dengan ribuan atlet mahasiswa yang akan bertanding di berbagai cabang olahraga.
Universitas Malahayati berharap keempat mahasiswa tersebut dapat tampil dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan membuktikan bahwa mahasiswa Lampung mampu bersaing di kancah nasional.
Selamat berjuang Mario, Dinda, Lydia, dan Qori! Universitas Malahayati selalu mendukung langkah kalian untuk meraih prestasi terbaik. (gil)
Editor: Gilang Agusman
LPPM Universitas Malahayati Gelar Monev Internal Hibah Pengabmas 2025 Kemendikti Saintek, Wujudkan Perguruan Tinggi yang Berdampak
BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati, menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Perguruan Tinggi bagi penerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan Monev dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 18 – 20 September 2025, adapun tempat Monev Penerima Hibah dihari Pertama yg dituju yaitu adalah Kota Agung, Wonosobo, Semaka, Pesawaran, Bandar Lampung, Pringsewu.
Dalam Kegiatan ini menghadirkan 4 reviewer, yaitu Prof. Dr. Buhani, S.Pd.,M.Si Guru Besar dr Universitas Lampung, Prof.Dr. Dessy Hermawan, M.Kes, Prof. Erna Listyaningsih, SE.,M.Si., PhD Guru Besar dr Universitas Malahayati, serta Dr.Febrianti SE.,M.Si.
Turut hadir para dosen penerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat beserta mitra kerja dan mahasiswa yang terlibat dalam program Pengabmas. Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih, SE.,M.Si Ph.D., beserta Wakil LPPM Eka Yudha Chrisanto, S.Kep.,Ners.,M.Kep, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya Monev sebagai Sarana Evaluasi Capaian dan perkembangan Program Hibah.
“Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pencapaian dan perkembangan program yang telah dilaksanakan. Selama proses monev, seluruh tim penelitian dan pengabmas menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Luaran kegiatan sesuai dengan rencana yang dijanjikan dan diharapkan memberi dampak luas bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Prof. Erna Listyaningsih., SE.,M.Si.,Phd
Pelaksanaan monev ini merujuk pada Surat Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) yang mewajibkan setiap perguruan tinggi penerima hibah untuk melakukan monev internal.
Ketentuan tersebut menetapkan satu reviewer untuk hibah penelitian dan dua reviewer untuk hibah pengabmas, dengan komposisi satu reviewer internal perguruan tinggi dan satu reviewer eksternal.
“LPPM juga telah melakukan survei lapangan secara langsung ke lokasi pengabmas serta berdialog langsung dengan mitra, agar proses evaluasi lebih komprehensif yaitu adanya Peningkatan Pengetahuan dan serta kesejahteraan Masyarakat serta memberikan Umpan balik untuk Perbaikan” tambah Prof.Erna.
Kegiatan monev ini tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban akademik, tetapi juga momentum untuk memastikan keberlanjutan program penelitian dan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan mutu perguruan tinggi. (gil)
Editor: Gilang Agusman
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Malahayati Raih 2nd Runner Up di Rimau Robotic Contest 2025
BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Malahayati. Arjun M Syawal (23130024), mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri, berhasil meraih gelar 2nd Runner Up pada ajang bergengsi Rimau Robotic Contest and Exhibition 2025 kategori Line Follower Mahasiswa. Kompetisi ini digelar di Universitas Sriwijaya pada 31 Juli 2025 dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi ternama dari dalam maupun luar daerah.
Kejuaraan ini menjadi wadah adu inovasi, kreativitas, serta keterampilan mahasiswa dalam bidang teknologi dan robotika. Pada kategori Line Follower Mahasiswa, peserta dituntut menciptakan robot yang mampu berjalan mengikuti lintasan dengan kecepatan, akurasi, serta stabilitas yang tinggi.
Arjun tampil percaya diri dan berhasil membawa harum nama Universitas Malahayati melalui performa robot ciptaannya yang stabil, presisi, serta mampu bersaing dengan tim-tim unggulan lainnya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Malahayati mampu bersaing di bidang teknologi dan robotika di level nasional.
Dalam kesempatan wawancara, Arjun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih 2nd Runner Up di ajang Rimau Robotic Contest 2025 ini. Prestasi ini tidak lepas dari dukungan dosen, teman-teman, dan keluarga yang selalu memberi semangat”.
“Kompetisi ini juga membuka wawasan saya tentang pentingnya inovasi dan kerja keras dalam bidang teknologi. Semoga ke depan saya bisa terus berprestasi dan membawa nama baik Universitas Malahayati di kancah nasional maupun internasional,” ujar Arjun.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain di Universitas Malahayati untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan berani berkompetisi di berbagai bidang, khususnya teknologi dan inovasi yang kini semakin berkembang pesat. (gil)
Editor: Gilang Agusman
Prodi Profesi Ners Universitas Malahayati Awali Tahun Ajaran Baru dengan Stase Pra Kepaniteraan Klinik
BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Mengawali tahun ajaran baru 2025/2026, Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati menyelenggarakan Stase Pra Kepaniteraan Klinik selama 16 – 19 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di laboratorium OSCE Universitas Malahayati dan diikuti oleh 53 mahasiswa baru Profesi Ners.

Dalam stase ini, mahasiswa diuji pada 21 keterampilan keperawatan dasar hingga lanjutan yang menjadi bekal penting sebelum memasuki wahana praktik di rumah sakit. Keterampilan tersebut mencakup tindakan invasif dan non-invasif, seperti memandikan pasien, pemasangan infus, pemasangan kateter, hingga komunikasi terapeutik.
Koordinator Stase Pra Kepaniteraan Klinik, Riska Wandini, Ns., M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai tahapan penting untuk mengasah kembali kemampuan mahasiswa sebelum menghadapi dunia praktik sesungguhnya.
“Stase ini sangat penting untuk me-recall kemampuan mahasiswa, agar lebih siap dan percaya diri ketika masuk ke wahana praktik klinik di rumah sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Profesi Ners, Rika Yulendasari, Ns., M.Kep, menekankan pentingnya kedisiplinan mahasiswa dalam mengikuti seluruh tahapan praktik profesi.
“Mahasiswa harus hadir 100% selama praktik profesi Ners. Kehadiran dan keseriusan mereka menjadi kunci agar benar-benar menguasai keterampilan yang dibutuhkan,” tegasnya.
Antusiasme juga datang dari mahasiswa baru. Evi Astuti, salah satu peserta, mengaku merasakan tantangan sekaligus motivasi dalam menjalani ujian keterampilan di laboratorium OSCE.
“Saya sangat antusias dan terstimulus untuk belajar mandiri. Metode ujian di lab OSCE menuntut kami untuk bertanggung jawab penuh pada diri sendiri dalam menghadapi setiap keterampilan. Hal ini membuat kami semakin siap untuk menjadi lulusan Ners yang kompeten nantinya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Profesi Ners Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan perawat profesional yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab, empati, dan kompetensi yang tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan. (gil)
Editor: Gilang Agusman
Universitas Malahayati Gelar Upacara HUT RI ke-80, Rektor Ajak Sivitas Akademika Kokohkan Semangat Kebangsaan
BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Suasana khidmat dan penuh nasionalisme menyelimuti pelataran Gedung Rektorat Universitas Malahayati pada Minggu (17/8/2025). Seluruh sivitas akademika Universitas Malahayati, mahasiswa, serta tamu undangan dari Rumah Sakit Buntang Amin bersama-sama mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Upacara ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH., MH. sebagai inspektur upacara. Di bawah terik matahari pagi, seluruh peserta tampak berbaris rapi dengan penuh rasa hormat, menyanyikan lagu kebangsaan, dan mengheningkan cipta untuk para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 harus menjadi pengingat bagi seluruh insan akademisi untuk terus menumbuhkan semangat kebangsaan, inovasi, dan pengabdian bagi bangsa.
“Alhamdulillah, pagi ini kita dapat bersama-sama melaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Hari ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan momentum untuk merenungkan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa kita, ujar Rektor.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari kerja keras, keberanian, dan pengorbanan luar biasa. Maka, tugas kita sebagai generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan ini dengan karya, ilmu pengetahuan, dan dedikasi terbaik untuk negeri,” tegasnya.
“Universitas Malahayati, sebagai lembaga pendidikan, memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berjiwa nasionalis. Saya mengajak seluruh sivitas akademika untuk memperkuat komitmen, memperkokoh persatuan, dan terus berinovasi dalam menjawab tantangan bangsa di era globalisasi ini, lanjutnya.
“Semoga semangat kemerdekaan senantiasa menjadi energi positif bagi kita semua, untuk bekerja lebih keras, belajar lebih giat, dan mengabdi dengan sepenuh hati. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Mari kita wujudkan Indonesia Emas 2045 dengan semangat kerja, kolaborasi, dan cinta tanah air,” tandasnya.
Upacara berlangsung dengan khidmat hingga penghujung acara. Para peserta, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga tamu undangan, tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian prosesi.
Universitas Malahayati berharap, peringatan HUT RI ke-80 ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana memperkuat jati diri bangsa, menumbuhkan nasionalisme di kalangan generasi muda, sekaligus mengingatkan pentingnya peran dunia pendidikan dalam menjaga persatuan dan mewujudkan cita-cita bangsa. (gil)
Editor: Gilang Agusman
Universitas Malahayati Gelar Sosialisasi KKL-PPM 2025: Angkat Tema “Gerakan Kampus Berdampak pada Penanganan Stunting Tanggamus 2025”
BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati menggelar kegiatan Sosialisasi Kuliah Kerja Lapangan – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Tahun 2025 dengan mengangkat tema “Gerakan Kampus Berdampak pada Penanganan Stunting Tanggamus 2025”. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di Graha Bintang Universitas Malahayati.

Sosialisasi ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan para mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Tanggamus, dalam upaya mendukung program nasional penurunan angka stunting. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I, II, III, dan IV, seluruh kepala lembaga, ketua program studi, serta para dosen pembimbing lapangan (DPL). Kegiatan KKL-PPM ini sendiri berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati.
Hadir sebagai tamu undangan penting dalam sosialisasi ini antara lain: Ir. Doni Sengaji Berisang, S.T., M.M (Kepala Bapperida Kabupaten Tanggamus), Soetriningsih, S.Sos., M.Si (Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung), Ani Fatimah Isfarjanti, S.Si., Apt., M.H (Kepala Balai Besar POM Lampung), M. Nuh (Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Lampung), Faradillah, S.E., M.M (Account Representative BPJS Ketenagakerjaan), IPTU Wahyu Nata (Perwakilan Polsek Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus).
Acara ini juga menghadirkan lima narasumber utama yang memberikan pemahaman strategis kepada mahasiswa mengenai isu-isu utama di lokasi pengabdian. Diskusi dipandu secara menarik oleh Satria Wijaya, M.Pd, dosen Bahasa Indonesia Universitas Malahayati.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, selaku Wakil Rektor I Universitas Malahayati, menyampaikan bahwa kegiatan KKL-PPM bukan hanya bentuk kewajiban akademik, namun juga manifestasi nyata tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

“Mahasiswa Universitas Malahayati harus mampu hadir sebagai agen perubahan. Melalui program ini, kalian tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga turut memberikan dampak, khususnya dalam isu stunting yang menjadi perhatian nasional. Manfaatkan kesempatan ini untuk melatih kepekaan sosial dan kolaboratif di tengah masyarakat,” ujar Prof. Dessy dalam arahannya.
Ketua Pelaksana KKL-PPM 2025, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 1.420 mahasiswa akan diterjunkan ke 5 kecamatan dan 70 pekon (desa) yang tersebar di Kabupaten Tanggamus.

“KKL-PPM adalah bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. Ini bukan sekadar program akademik, tetapi bentuk kolaborasi nyata antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan desa,” ungkap Eka.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, khususnya Bupati Tanggamus yang telah membuka pintu selebar-lebarnya bagi mahasiswa Universitas Malahayati. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh narasumber dari Bapperida, BKKBN, BPOM, BPJS, hingga perwakilan Polsek Cukuh Balak yang telah memberikan arahan, gambaran, dan kesiapan kolaboratif di lapangan.
Selama menjalankan program KKL-PPM, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program kerja terstruktur yang telah disusun bersama dosen pembimbing lahan (DPL), mulai dari edukasi gizi dan kesehatan ibu-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, pelatihan sanitasi, hingga pendampingan administrasi desa dan sosial budaya masyarakat.
“Kami sadar bahwa kegiatan ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu, kami sangat mengharapkan bimbingan, arahan, dan partisipasi dari kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga pekon agar program ini dapat berjalan sukses dan memberi manfaat jangka panjang,” lanjut Eka.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadikan setiap interaksi dan kontribusi di masyarakat sebagai laboratorium pembelajaran yang sesungguhnya—di mana teori bertemu realita, dan ilmu menjadi solusi.
Sosialisasi ini menjadi tonggak awal dari komitmen Universitas Malahayati dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui tema besar “Gerakan Kampus Berdampak”, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Universitas Malahayati percaya bahwa gerakan kecil dari kampus dapat membawa dampak besar di tengah masyarakat.
KEGIATAN KEAGAMAAN MAHASISWA
Universitas Malahayati setiap tahun melaksanakan kegiatan Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) bagi yang beragama Islam dan kegiatan keagamaan lain yang beragama lain. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai komitmen perguruan tinggi Universitas Malahayati dalam mewujudkan visi etika religius dilingkungan akademik.Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahamahan keagamaan, karakter, moral, serta integritas sebagai mahasiswa. Kegiatan PPAI dan keagamaan lain seperti mahasiswa yang menganut agama Kristiani maupun Hindu yang melibatkan mahasiswa tidak hanya sebagai satu kegiatan seremonial saja, tetapi sebagai program strategis untuk menanamkan nilai-nilai spiritual yang selaras dengan Tridharma perguruan Tinggi. Melalui berbagai kegiatan rangkaian materi seperti penguatan akidah, etika dalam kehidupan kampus, hingga praktik ibadah bagi mahasiswa yang beragama Islam, serta kegiatan penanaman nilai keagamaan bagi mahasiswa beragama kristiani dengan kegiatan retreat dan kegiatan kerohanian yang diselenggarakan oleh Himakris Unmal, serta penguatan nilai keagamaan bagi yang beragama Hindu yang dilaksanakan dikampus maupun diluar kampus. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan bagi mahasiswa yang beragama Islam tapi juga seluruh mahasiswa dari agama yang berbeda, dan materi yang disampaikan disesuaikan dengan agama masing-masing. Dengan harapan dapat membangun pondasi moral yang kuat dalam menjalani proses akademik.


Kegiatan PPAI menghadirkan narasumber dari kalangan dosen maupun praktisi keagamaan yang menyampaikan kegiatan secara interaktif, begitupula untuk agama yang lain. Suasana diskusi dan Tanya jawab menjadi hal yang penting bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai peran nilai-nilai religious dalam membentuk budaya akademik yang beretika, inklusif, dan berintegritas.










