Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Jalin Kerja Sama Strategis dengan Hong Sheng Biotech di Taipei untuk Persiapan Pabrik Silver Nanoparticle Patch di Lampung

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dalam upaya memperkuat kolaborasi riset dan teknologi di bidang bioteknologi medis, Dwi Marlina Syukri, Ph.D, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, melakukan kunjungan kerja ke Hong Sheng Biotech Co., Ltd., Taipei, Taiwan pada 10–14 November 2025. Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam persiapan pendirian pabrik produksi Biogenic Silver Nanoparticle Patch di Bandar Lampung.
Kegiatan dimulai dengan pertemuan resmi bersama jajaran manajemen dan tim peneliti Hong Sheng Biotech. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas perkembangan teknologi produksi biogenic silver nanoparticles untuk aplikasi medis, mekanisme kerja antibakteri, serta standardisasi formula dan stabilitas produk untuk produksi skala industri. Pembahasan ini menjadi landasan penting dalam menyelaraskan kebutuhan industri dengan temuan riset akademik.
Sebagai perwakilan akademisi, Dwi Marlina Syukri, Ph.D memberikan pandangan mengenai aspek klinis serta potensi penggunaan silver nanoparticle patch dalam praktik kedokteran, mulai dari penyembuhan luka akut dan kronis hingga pencegahan infeksi. Pertemuan kemudian berlanjut pada pembahasan teknis pendirian fasilitas produksi di Bandar Lampung, mencakup rencana (Technology Transfer), kebutuhan infrastruktur berstandar Good Manufacturing Practices (GMP), spesifikasi peralatan produksi, alur pengembangan produk, hingga strategi pembentukan rantai pasok bahan baku lokal.
Kedua pihak juga menyusun tahapan implementasi yang meliputi:
- Pilot production dan validasi proses
- Penyusunan dokumen registrasi BPOM
- Perencanaan uji klinis tahap awal di Indonesia
- Penyusunan MoU dan dokumen kerja sama resmi sebagai dasar keberlanjutan proyek
Kunjungan ditutup dengan tur fasilitas laboratorium Hong Sheng Biotech untuk melihat langsung teknologi dan proses produksi yang menjadi acuan pada pendirian pabrik di Indonesia. Dalam kesempatan ini, disepakati pula komitmen untuk mempercepat persiapan pendirian pabrik Biogenic Silver Nanoparticle Patch di Bandar Lampung dan memperluas kerja sama riset antara kedua institusi.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Malahayati diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong inovasi bioteknologi medis nasional dan menghadirkan produk nanopartikel yang efektif, aman, serta berdaya saing.
Kunjungan ini bukan hanya langkah teknis, tetapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri mampu membuka peluang besar bagi kemajuan riset dan teknologi kesehatan di Indonesia. (fkr)



BANDAR LAMPUNG
Di tengah suasana bahagia dan haru, dr. Vionita mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih. Ia mengaku perjalanan menuju gelar dokter bukan hal mudah, namun penuh pembelajaran dan pengalaman berharga.
Sementara itu, dr. Bagas Surya Atmaja menuturkan bahwa pencapaian yang diraihnya bukan semata hasil kerja pribadi, melainkan juga buah dari kerja sama dan semangat saling mendukung di antara rekan-rekan sejawat.
BANDARLAMPUNG
Perjalanan Ferdinand menuju gelar dokter dimulai ketika ia berhasil meraih beasiswa dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua. Beasiswa tersebut membuka jalan baginya untuk menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia yang dikenal memiliki komitmen kuat dalam menghasilkan tenaga medis berkualitas dan berintegritas.
Dalam sesi waancara bersama humasmalahayatinews Ferdinand menceritakan berbagai tahap pembelajaran mulai dari perkuliahan teori di kampus hingga praktik klinik di berbagai rumah sakit pendidikan.
Apresiasi tinggi hadir dari Universitas Malahayati, Kepala Biro Administrasi Akademik Universitas Malahayati, Ahmad Iqbal, S.S, turut menyampaikan apresiasinya atas pencapaian dr. Ferdinand. Ia menilai, kisah perjuangan Ferdinand merupakan contoh nyata dari semangat belajar tanpa batas yang selaras dengan nilai-nilai Universitas Malahayati.
BANDARLAMPUNG
Prosesi sumpah dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Dr. dr. Tessa Sjahriani, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dokter dengan penuh dedikasi.
Mewakili Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. Dalam sambutannya, ia memberikan pesan mendalam mengenai nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh seorang dokter.
Prosesi sumpah ditutup dengan pembacaan janji dokter dan penandatanganan berita acara sumpah yang disaksikan oleh para pejabat yang hadir. Para dokter baru kemudian menerima pin dan sertifikat sumpah sebagai simbol resmi pengukuhan profesi mereka.
BANDARLAMPUNG
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peserta yudisium. Ia menekankan bahwa gelar dokter bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. Tessa Syahrini, dr., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan rasa haru sekaligus bangganya kepada para lulusan yang berhasil melewati setiap tahapan dengan penuh dedikasi. Ia menilai, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga yang tak pernah surut.
Yudisium Profesi Dokter ke-74 ini menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dalam mencetak dokter-dokter profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. Dengan semangat pengabdian, para lulusan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. (gil)
METRO
Sementara itu, dr. Ade Utia Detty, M.Kes, selaku Kaprodi Profesi Dokter, dalam sambutannya berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
Kegiatan serah terima ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Malahayati dalam mencetak lulusan dokter yang kompeten, beretika, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Melalui kerja sama dengan berbagai rumah sakit pendidikan, termasuk RSUD Ahmad Yani Metro, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman klinis yang beragam dan mendalam.