Jalan-Jembatan Seiring Sejalan, Bukan Jalan Jadi Siring, Sudah Mimpi Kereta Gantung

Oleh: Sudjarwo
Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung

SEJARAH jalan dan jembatan sangat erat kaitannya dengan perkembangan peradaban manusia. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam mobilitas, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.

Berikut adalah gambaran singkat sejarah jalan dan jembatan dari masa ke masa berdasarkan referensi digital:

A. SEJARAH JALAN

Jalan Prasejarah
Manusia purba menggunakan jalur alami seperti jalan setapak di hutan atau dataran. Jalur pertama kemungkinan besar terbentuk dari kebiasaan hewan dan manusia yang berjalan berulang kali di rute yang sama.

Jalan Kuno
Mesopotamia dan Mesir sekitar 4000 SM. Peradaban Mesopotamia membangun jalan tanah untuk perdagangan. Bangsa Mesir menggunakan batu untuk jalan di sekitar piramida.

Jalan Romawi
Kekaisaran Romawi 500 SM – 476 M membangun jalan dengan teknik canggih menggunakan batu besar, pasir, dan kerikil. Beberapa jalan Romawi masih bertahan hingga sekarang.

Jalan Sutra
Jalur perdagangan 200 SM – 1400 M yang menghubungkan Tiongkok, Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Eropa.

Revolusi Industri
Pembangunan jalan dengan teknik baru seperti penggunaan batu makadam oleh John Loudon McAdam antar thun 1700-1800-an.
Jalan Modern pada Abad ke-20 sudah berkembang pesat menggunakan aspal dan beton.
Pada Abad ke-21, jalan tol, jalan layang, dan sistem jalan pintar berbasis teknologi mulai digunakan.

B. SEJARAH JEMBATAN

Jembatan Primitif
Awalnya berupa batang kayu atau batu yang diletakkan melintasi sungai. Manusia purba juga menggunakan akar pohon yang tumbuh alami sebagai jembatan gantung sederhana.

Jembatan Kuno.
Jembatan Batu Mesopotamia sekitar 3000 SM dibangun dengan batu bata lumpur dan kayu.

Jembatan Romawi
Jembatan yang menggunakan batu dan beton tahan air sekira 500 SM – 500 M. Contoh jembatan yang terkenal pada era ini adalah Jembatan Alcántara di Spanyol.

Jembatan Gantung Inca
Jembatan gantung yang dibuat dari serat alami seperti rumput dan digunakan di Pegunungan Andes pada tahun 1400-an.

Jembatan Revolusi Industri
Jembatan Abad Pertengahan dan Revolusi Industri ini telah menggunakan besi pada 1779 di Inggris. Jembatan Iron Bridge di Shropshire, Inggris, adalah jembatan pertama dari besi tuang.

Jembatan Rel
Jembatan Era Kereta Api pada tahun 1800-an terbuat dari besi dan baja yang dibangun untuk mendukung transportasi kereta api.

Jembatan Modern
Jembatan gantung muncul mulai tahun 1900-an sampai sekarang contohnya Golden Gate Bridge di Amerika Serikat dan Jembatan Akashi-Kaikyō di Jepang.

Jembatan Kabel
Cable-Stayed Bridge mulai pada tahun 1950-an sampai sekarang misalnya Jembatan Suramadu di Indonesia).

Jembatan Berteknologi Tinggi
Jembatan yang muncul pada Abad ke-21 menggunakan material ringan dan teknologi anti-gempa.

Jalan dan jembatan terus berkembang dengan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan daya tahan. Infrastruktur ini tetap menjadi tulang punggung transportasi global.

Berarti, jalan dan jembatan adalah pasangan ideal yang tak terpisahkan. Dengan kata lain jalannya harus bagus jembatannya juga bagus.

Yang kemudian menjadi persoalan, banyak jalan yang rusak sementara mau membangun jembatan kabel atau kereta gantung.

Pemikiran yang seperti ini jika ada pada kepala pemimpin, seyogyanya yang bersangkutan minum obat terlebih dahulu sehingga bisa berfikir jernih.

Pemimpin jangan menjadi pemimpi, walau kedua diksi ini hanya selisih satu huruf maknanya menjadi sangat jauh berbeda. Mimpi dalam pengertian visioner kedepan itu berbeda dengan mimpi dalam tidur; apalagi menjadi sangat berbeda lagi mimpinya sebelum tidur. Salam Waras (SJ)

Editor: Gilang Agusman