Prodi Manajemen Siap Sambut Semester Genap 2025/2026 dengan Transformasi Metode Pengajaran Berbasis Teknologi dan Inovasi

Pembukaan awal semester menjadi ajang pembaharuan dalam menyambut tahun ajaran baru Genap 2025/2026 dan Prodi Manajemen sukses menyelenggarakan kegiatan pembukaan awal semester pada hari Selasa 10 Februari 2026, dengan mengangkat tema “Transformation of Teaching Methods: Innovation, Technology, and Student-Centered Learning.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Prodi Manajemen agar dapat dijadikan momentum strategis dalam menyelaraskan arah pembelajaran dengan tuntutan era digital serta penguatan pendekatan outcome-based education.Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana, Harold Kevin Alfredo, S.E., M.BA., yang menegaskan bahwa transformasi metode pengajaran merupakan keniscayaan dalam menjawab perubahan lanskap pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

Paparan Materi: Transformasi Paradigma dan Praktik, Pemateri pertama, Dr. Febrianty, S.E., M.Si., menyampaikan materi berjudul “Paradigma Metode Pengajaran Perguruan Tinggi di Era Digital dan Outcome-Based Education.” Beliau menekankan pentingnya pergeseran dari teacher-centered learning menuju pembelajaran berbasis capaian (OBE) yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri. Penekanan juga diberikan pada penyusunan RPS berbasis learning outcomes serta asesmen autentik yang mampu mengukur kompetensi secara komprehensif.
Selanjutnya, Dr. Yuni Ekawati, S.E., M.M., ACPA., membawakan materi “Metode Pengajaran Terkini dan Praktik Terbaik.” Ia memaparkan pendekatan seperti case-based learning, project-based learning, dan integrasi learning management system sebagai bagian dari strategi meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Menurutnya, praktik terbaik dalam pengajaran harus berorientasi pada efektivitas pembelajaran, bukan sekadar penggunaan teknologi.
Sebagai pemateri ketiga, Ayu Nursari, S.E., M.E., mengangkat tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa transformasi pembelajaran juga harus diiringi dengan penciptaan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Sosialisasi mekanisme pelaporan serta pemahaman regulasi PPKS menjadi bagian penting dalam membangun budaya kampus yang sehat.
Sesi Diskusi Interaktif dan Reflektif
Setelah pemaparan materi ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung dinamis dan interaktif. Para dosen dan peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai implementasi metode pembelajaran inovatif di kelas masing-masing.
Diskusi berkembang pada isu-isu strategis seperti tantangan penerapan outcome-based education, efektivitas asesmen berbasis proyek, hingga integrasi nilai-nilai etika dan keamanan kampus dalam proses pembelajaran. Beberapa peserta juga menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi dosen agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembelajaran.
Sesi ini tidak hanya menjadi ruang tanya jawab, tetapi juga forum refleksi kolektif untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar dosen dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada mahasiswa.
Komitmen Menuju Pembelajaran Transformatif

Melalui rangkaian kegiatan ini, Program Studi Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran, memanfaatkan teknologi secara strategis, serta memastikan terciptanya lingkungan akademik yang aman dan inklusif.
Pembukaan semester ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi akademik menuju sistem pembelajaran yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik. Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, Prodi Manajemen optimis mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berintegritas di tengah dinamika global.
Editor : Chandra faza


