Dukung Keberlanjutan, HMTS Universitas Malahayati Gelar Seminar Nasional Infrastruktur Transportasi Rendah Karbon

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) — Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Seminar Nasional “Civil in Innovation x Dies Natalis HMTS” pada Kamis, 21 Mei 2026. Acara yang digagas oleh Program Studi Teknik Sipil ini mengusung tema “Strategi Pembangunan Infrastruktur Transportasi Rendah Karbon Berbasis Material dan Teknologi Hijau”. Momentum seminar nasional ini dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Dies Natalis Teknik Sipil Universitas Malahayati yang ke-32 tahun, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian utama agenda besar CIVIL IN INNOVATION x DIES NATALIS HMTS Vol. II.
Forum ilmiah ini digelar secara hybrid, berpusat secara luring di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dan disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan yang dibuka untuk umum ini mendapatkan antusiasme tinggi dengan dihadiri oleh mahasiswa teknik sipil dari berbagai wilayah di Indonesia, serta para praktisi sektor konstruksi dan akademisi.
Momentum ulang tahun ke-32 ini juga menjadi pemantik semangat bagi internal kampus. Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Malahayati, Ibu Devi Oktarina, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan pesan motivasi mendalam bagi para peserta didik. “Saya berharap mahasiswa kita tidak pernah merasa rendah diri. Kualitas, kreativitas, dan daya juang mahasiswa Teknik Sipil Universitas Malahayati tidak kalah saing dan sejajar dengan kampus-kampus ternama lainnya yang ada di Indonesia. Harapan saya ke depan, semoga semakin banyak lulusan kita yang sukses berkarir di perusahaan-perusahaan ternama serta lahir para peneliti andal di bidang sipil yang mampu melahirkan inovasi teknologi hijau,” tegasnya.

Sesi pemaparan materi diawali oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Lampung yang diwakili oleh Wakil Ketua PII Lampung, Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T. Dalam penjelasannya, Dr. Hery memberikan pandangan strategis mengenai peran vital transportasi dalam mendukung pembangunan daerah dan penguatan konektivitas nasional. Mengingat Lampung berada di jalur ALKI I sebagai pusat logistik, PII mendorong optimalisasi integrasi moda dan pengembangan Pelabuhan Panjang sebagai hub logistik Sumatera Bagian Selatan guna menekan biaya distribusi dan memicu pertumbuhan ekonomi baru.

Melanjutkan diskusi tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Ir. Muhammad Ali Duhari, S.T., M.T., memberikan wawasan terkait kebijakan dan strategi pemerintah dalam penerapan pembangunan jalan berkelanjutan. Di tengah tantangan ketimpangan kualitas jalan daerah, beliau mengungkapkan bahwa pemerintah kini mulai masif menerapkan penggunaan material hijau (green material) dalam konstruksi jalan di Indonesia, seperti pemanfaatan aspal karet, aspal plastik, serta teknologi perkerasan daur ulang (recycled asphalt pavement) yang ramah lingkungan. Ir. Muhammad Ali Duhari menekankan urgensi transformasi menuju transportasi hijau guna menekan emisi gas rumah kaca melalui penerapan sistem transportasi cerdas, serta pemanfaatan potensi besar Lampung sebagai pusat biofuel nasional berbasis tebu, singkong, dan kelapa sawit demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sebagai penutup diskusi panel, Ir. Arief Yeri Krisnanto, S.T., selaku Kepala Regional Sumbagsel Divisi Operasi dan Pengelolaan Jalan Tol PT Hutama Karya (Persero), membawakan materi bertajuk “Implementasi Konstruksi Hijau dan Berkelanjutan dalam Proses Pembangunan, Operasi, dan Pemeliharaan Jalan Tol”. Beliau menegaskan bahwa konstruksi modern harus menerapkan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) untuk mereduksi emisi karbon. Di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), implementasi teknologi hijau diwujudkan lewat penggunaan pile slab dan geofoam, PJU berbasis solar panel, serta pembangunan infrastruktur ramah biodiversitas seperti jalur khusus gajah dan primata.
Lebih lanjut, Ir. Arief menjelaskan inovasi pemeliharaan jalan tol lewat pemanfaatan kembali material kupasan aspal hasil scrapping, penerapan teknologi digital (BIM dan IoT), serta pengawasan truk ODOL menggunakan sistem Weigh in Motion (WIM). Dimensi sosial dan lingkungan juga diterapkan di rest area melalui penyediaan fasilitas inklusif bagi perempuan dan disabilitas, serta sistem pengelolaan sampah zero waste berbasis ekonomi sirkular lewat budidaya maggot.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, output utama yang diharapkan adalah meningkatnya wawasan peserta mengenai penerapan inovasi konstruksi berkelanjutan, baik dari sisi regulasi maupun dunia industri. Selain menjadi sarana bertukar gagasan, perayaan ini berhasil menciptakan jaringan kolaborasi baru antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan praktisi konstruksi. Dari sisi akademik, kegiatan ini sukses memotivasi mahasiswa teknik sipil untuk mengembangkan inovasi penelitian teknologi hijau, yang menjadi langkah nyata dalam mendukung terciptanya pembangunan infrastruktur daerah yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang
Editor : Chandra fz



