Universitas Malahayati Perkuat Sinergi dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk Pengembangan Pendidikan dan Kemitraan Strategis

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) 4 Juli 2026– Universitas Malahayati mengadakan FGD dan menggelar pertemuan silaturahmi bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan bidang kefarmasian. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama antara dunia pendidikan tinggi dan organisasi profesi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung, Ketua IAI Provinsi Lampung beserta jajaran pengurus, Ketua IAI dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, Stakeholder dan Alumni yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan pelayanan kefarmasian.

Sambutan Rektor Universitas Malahayati disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Lolita Sary, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Universitas Malahayati terus berkomitmen membangun kolaborasi yang erat dengan organisasi profesi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia kesehatan, serta penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI), Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep., Wakil Kepala LPMI, serta panitia pelaksana Forum Group Discussion (FGD) Organisasi Profesi yang turut memfasilitasi jalannya diskusi dan penjajakan kerja sama.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai program unggulan Universitas Malahayati. Tim Universitas mempromosikan lebih dari 20 program studi yang dimiliki, dengan penekanan pada program-program di Fakultas Kedokteran, Program Studi S1 Farmasi, serta Program Studi D3 Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma) yang terus berkembang dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Magister Kesehatan Masyarakat (S2 Kesmas) sebagai alternatif bagi tenaga kesehatan yang telah memiliki pengalaman profesional untuk melanjutkan studi melalui mekanisme rekognisi capaian pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Universitas Malahayati turut menyampaikan berbagai informasi mengenai program beasiswa yang disediakan bagi calon mahasiswa baru sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Beragam skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat dan bidang keahlian.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Para peserta memberikan berbagai masukan mengenai peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian, kegiatan ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, penelitian bersama, hingga penguatan jejaring antara perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah, dan dunia kerja.

Melalui pertemuan ini, Universitas Malahayati berharap hubungan yang telah terjalin dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dapat terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, serta mendukung pembangunan sektor kesehatan di Provinsi Lampung dan Indonesia
Editor : Chandra fz