Sinergi Universitas Malahayati dan IBI, Siap Cetak Bidan Unggul Berkarakter di Era Digital

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ), 6 Juli 2026 – Dalam upaya terus meningkatkan mutu lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan regulasi kesehatan terbaru, Program Studi DIII, Sarjana, dan Profesi Kebidanan Universitas Malahayati menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Stakeholder dari Organisasi Profesi Ikatan Bidan Indonesia (OP IBI). Pertemuan strategis ini berfokus pada penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

‎Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, DRs.Suharman,M.PD.,M.Kes Dalam sambutannya, pak suharman menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan kontribusi aktif pengurus organisasi profesi serta para praktisi lapangan dalam mengawal mutu pendidikan kebidanan di Universitas Malahayati.
‎”Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menuntut kita untuk memastikan bahwa apa yang kita ajarkan di kelas benar-benar termanifestasi dalam kemampuan nyata lulusan saat melayani masyarakat. Melalui FGD ini, kami ingin menyerap aspirasi dari IBI selaku organisasi profesi agar kurikulum kita senantiasa dinamis, adaptif, dan menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern,” ujar Bapak Suharman dalam sambutannya.

‎Dalam forum tersebut, Universitas Malahayati direkomendasikan secara kuat untuk menjadikan persalinan dan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal sebagai kompetensi utama program studi. Menanggapi rekomendasi ini, Bapak Suharman menegaskan komitmen penuh pihak rektorat untuk mendukung implementasi tersebut, baik dari segi kebijakan akademik maupun pemenuhan fasilitas penunjang.

‎”Kami menyambut baik dan siap mengintegrasikan rekomendasi mengenai kekhasan kegawatdaruratan maternal-neonatal ini ke dalam dokumen kurikulum kita. Universitas Malahayati akan memastikan lulusan kebidanan kita memiliki daya saing yang tinggi. Kita tidak ingin lulusan hanya unggul dalam ujian di atas kertas atau teori, tetapi mereka harus terampil, cepat tanggap (responsive), empati, serta memiliki mentalitas yang tangguh saat menghadapi situasi kritis di lahan praktik,” tegas pak Suharman

‎Selain berfokus pada kompetensi klinik esensial seperti Asuhan Persalinan Normal (APN) yang tetap menjadi kekuatan utama bidan, kurikulum baru ini juga akan mengakomodasi tantangan transformasi digital. Mahasiswa kebidanan Universitas Malahayati nantinya akan dibekali dengan literasi digital kesehatan, termasuk penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME), pemanfaatan media sosial profesional untuk edukasi kesehatan masyarakat, hingga wawasan global dan bahasa asing untuk menyiapkan lulusan yang siap bersaing di luar negeri.

‎Tak kalah penting, aspek etika profesi dan pembentukan karakter menjadi sorotan utama. Mahasiswa akan dibekali pemahaman mendalam mengenai batasan kewenangan legal, keselamatan pasien, serta etika penggunaan media sosial agar privasi pasien tetap terjaga. Karakter bidan yang empati, tangguh secara mental, memiliki jiwa kepemimpinan (leadership), serta percaya diri dalam kolaborasi interprofesi menjadi target capaian soft skills utama lulusan.
‎Sebagai bentuk implementasi dari hasil FGD, Universitas Malahayati bersama IBI akan merancang berbagai program prioritas bersama. Salah satunya adalah pemetaan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) dan lahan praktik fasyankes secara selektif guna memastikan kenyamanan, keamanan, serta ketercapaian target kompetensi mahasiswa agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi. Selain itu, program pelatihan pra-lulusan seperti pelatihan kegawatdaruratan, USG dasar, manajemen imunisasi, hingga public speaking akan diintegrasikan secara intensif.

Melalui penyelarasan kurikulum berbasis OBE ini, Universitas Malahayati bersama OP IBI siap bersinergi melahirkan generasi bidan masa depan yang profesional, unggul dalam kegawatdaruratan maternal-neonatal, beretika religius, dan tanggap terhadap kemajuan teknologi kesehatan.
Editor : Chandra fz