UKM Mahapala Universitas Malahayati Borong Juara di Dua Ajang Bergengsi

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahapala Universitas Malahayati Bandarlampung raih Juara I Lead Putra, Juara II Speed Classic Putra, Juara II Lead Putri dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Lampung dan Juara I Under-19 Putra dan Harapan III dalam ajang Artala Orientering Nasional Ke-4.

Aditia Arief Firmanto, S.H., M.H selaku pembina UKM Mahapala, bangga atas raihan ini. “Proses latihan, kerja keras selama ini berhasil membuahkan hasil, dan kami telah melaksanakan tugas dengan baik”, kata Aditya.

“Semoga dengan raihan ini dapat mengharumkan nama Universitas Malahayati dan memberikan citra baik untuk Mahapala,” tambahnya.

“Harapannya semoga dengan prestasi ini akan memicu semangat dan menambah raihan juara di ajang-ajang yang bergengsi lainnya,” pungkasnya.

Congratulations Jeriyanse (21120003)

“Saya bangga dengan raihan ini, dalam ajang lomba Pekan Seni Mahasiswa Provinsi Lampung ini memperebutkan tiket menuju POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional), yang hanya diperuntukkan untuk Juara I,” ujar Jeri

Congratularions Maulana Rafiqo Ardiansyah (22130037)

“Prestasi ini sangat berarti untuk saya, jadilah versi terbaikmu, jangan takut untuk jatuh dan jangan ragu untuk bangkit kembali,” ucap Maulana.

Congratulations Dinda Cantika (22370030)

“Ini adalah event pertama yang saya ikuti, Alhamdulilah mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, ini memacu saya untuk terus meraih prestasi,” katanya. (gil/humasmalahayatinews)

6 Mahasiswa Universitas Malahayati Lolos Program Kampus Mengajar Angkatan 6 Tahun 2023

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Selamat kepada Mahasiswa/i Universitas Malahayati Bandarlampung yang berhasil Lolos Dalam Program Kampus Mengajar Angkatan 6 Tahun 2023.

Prodi Manajemen:
1. Tria Lestari NPM 21220017 (Penempatan SD Negeri 2 Keteguhan, Bandar Lampung)

2. Vitha Audya Putri NPM 21220032 (Penempatan SD Negeri Sukawangi, Pringsewu)

3. Novita Yuliana S NPM 21220006 (Penempatan UPT SD Negeri 1 Pagelaran)

4. Delqorini NPM 21220024 (Penempatan SDS IT Nurul Ihsan, Kepulauan Riau, Kota Batam)

5. Azmiarta Rica Rusmana NPM 20220016 (Penempatan SMK Pembina, Tulang Bawang)

Prodi Kesehatan Masyarakat:

1. Rosmayani 21410031 (Penempatan SDN Negeri 3 Perumnas Wayhalim, Bandar Lampung)

Nurliyani, SST., M. Kes selaku Koordinator PT Kampus Mengajar 6 , sekaligus PIC asisten mengajar MBKM Universitas Malahayati mengucapkan Selamat kepada 6 mahasiswa yg telah diterima diprogram kampus mengajar ke 6 ni.

“Saya berharap agar program kampus mengajar yang diikuti oleh mahasiswa dapat membekali mahasiswa dengan beragam keahlian dan ketrampilan dengan menjadi mitra guru dan sekolah dalam pengembangan model pembelajaran,” ujar Nurliyani.

“Selain itu juga menambahkan kreativitas serta inovasi dalam pembelajaran, sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi disekolah,” tandasnya. (gil/humasmalahayatinews)

 

Kesantunan Berbahasa

Oleh: Sudjarwo
Guru Besar Universitas Malahayati, Pemerhati Masalah Sosial dan Pendidikan

Pada beberapa hari lalu negeri ini dihebohkan dengan ucapan dari “orang terkenal” memberi stigma kepada pemimpin negeri ini dengan memakai diksi yang tidak lazim. Akibatnya, publik menjadi meradang. Ada yang tersinggung secara kolektif, kemudian melaporkan yang bersangkutan kepada yang berwajib. Sementara itu,  secara personal pimpinan negeri ini tidak merasa tersinggung,dan tidak melapor ke polisi.

Sebagian orang memberi apresiasi kepada sang pemimpin akan keluhuran budi, dan kebesaran jiwanya. Itu berbanding terbalik dengan yang merasa tokoh pemberi stigma. Wilayah subjektif seperti ini kita diberi kebebasan untuk menafsir. Tampaknya pemimpin tertinggi kita saat ini banyak memposisikan persoalan personalnya pada wilayah ontologis, sehingga pihak lain bebas berpersepsi. Oleh karena itu, jika kita cerdas membacanya, maka tidak sembarang komentar kita lontarkan, sebelum melengkapi fakta objektifnya. Di sinilah diperlukan kesantunan tingkat tinggi bagi mereka yang ingin menangkap esensi persoalan dengan tidak merasa tinggi, apalagi merasa paling pandai, dan oleh karenanya tidak dengan sembarang ucap dan sikap.

Sebelum jauh maka kita tilik terlebih dahulu apa itu kesantunan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kesantunan atau santun adalah halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya); sabar dan tenang; sopan. Jadi, kesantunan berbahasa tercermin dalam tatacara berkomunikasi lewat tanda verbal atau tatacara berbahasa.

Sementara itu Windrasari dari UM Surabaya memberi batasan: kesantunan adalah meminimkan ungkapan yang tidak santun, dalam bertutur perlu memilih kata-kata dan tidak meremehkan status penutur. Kesantunan berbahasa adalah perilaku yang baik saat menggunakan bahasa, khususnya dalam berkomunikasi. Faktor penentu kesantunan adalah segala hal yang dapat mepengaruhi pemakaian bahasa menjadi santun atau tidak santun. Karena ketidaksantunan berucap itu pertanda dari pada strata mana yang bersangkutan berada. Strata dimaksud bukan sebatas strata sosial tetapi lebih kepada strata budi pekerti dan keluhuran budi. Dalam budaya jawa lebih mendekati pada makna “unggah-ungguh”.

Bentuk kesantunan berbahasa terbagi dalam dua bentuk yakni bentuk kesantunan linguistis dan bentuk kesantunan pragmatis. Kajian kesantunan linguistik yang sering dirujuk selama ini yakni Brown dan Levinson, serta Leech mencampurkan norma sosial dan penggunaan sumber daya linguistic. Kesantunan pragmatik adalah salah satu teori dalam kajian pragmatik. Prinsip kesantunan ini berhubungan dengan dua peserta percakapan, yakni diri sendiri (self) dan orang lain (other). Kata santun mempunyai makna yang sangat berbeda dengan kata sopan, meskipun sebagian besar masyarakat menganggapnya sama.

Jika kerangka pikir di atas kita gunakan untuk mengkaji ucapan yang boleh dipakai disaat ada pada wilayah publik; maka tidak salah mereka yang merasa tidak nyaman dengan pilihan diksi yang dipakai oleh pembicara, siapapun dia, jika itu ada pada wilayah yang harus menghormati orang lain sebagai pihak ketiga, keempat atau seterusnya. Manakala ketidak sukaan itu menjadi ketidaksukaan kolektif, tidak menutup kemungkinan akan ada perlawanan publik; terlepas dalam bentuk apa perlawanan itu.

Manakala kebebasan berbicara atau berpendapat dijadikan acuan, maka tidak salah juga pihak yang tersinggung atau terkena akan ucapan tadi, menggunakan hak yang sama untuk menunjukkan ketidaksukaan akan sesuatu yang tidak disukai. Dengan kata lain hak berbicara juga diimbangkan dengan hak menyatakan ketidaksukaan akan pendapat, adalah suatu kesetaraan yang esensial dalam mengemukakan pendapat. Dengan kata lain tidak sependapat juga sama dan sebangun dengan sependapat, hanya dari sudut sisi yang berbeda. Di sini letak kesantunan itu dituntut, baik bagi mereka yang sependapat maupun yang tidak sependapat.

Peringatan dini telah diberikan oleh Yuyun S Surya Sumantri bahwa; Bahasa, Matematika, dan Statistika yang diikat oleh logika, adalah dasar filsafat bagi tumbuhkembangnya ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, jika ada ilmuwan yang tidak mendasarkan dirinya pada ketiganya dalam bertindak, maka sesungguhnya mereka diragukan untuk disebut ilmuwan apalagi filosuf. Dengan katalain semakin seseeorang itu berilmu, maka sikap tawaduk akan semakin kelihatan dalam ucapan, sikap dan tindakannya. Oleh sebab itu, tidak salah jika ada diantara kita mengatakan “saya sependapat dengan pendapatnya, tetapi saya tidak sependapat dengan caranya mengemukakan pendapat” adalah bentuk keagungan dan kedalaman budi teman tadi dalam menjalani kehidupan; dan itulah sebenarnya hakekat dari kematangan budi yang bersangkutan.

Kesimpulan sementara yang dapat kita ambil adalah “katakanlah kebenaran itu dengan cara yang benar” atau tegakkanlah kebenaran itu dengan cara yang benar, karena bisa jadi kebenaran yang kita suarakan atau tegakkan dengan cara yang tidak benar, tidak jarang berakhir dengan ketidakbenaran. Manakala kita masih berhubungan dengan mahluk berlabel manusia, maka di sana ada tatacara yang harus kita patuhi, dan itulah akhlakulkharimah yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya. Oleh karena itu, jika kita menunjukkan perilaku atau sikap yang mengingkari kodrat kita sebagai manusia, maka akan tampak jelas kelas kita ada di mana. (SJ)

Selamat ngopi pagi

Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung Prof. Taruna Ikrar Beri Kuliah Umum di President University

BEKASI (Malahayati.ac.id): Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D menjadi pemateri dalam acara Kuliah Tamu yang bertajuk “How to Be World Class Researchers” di selenggarakan Universitas President, Bekasi, Senin (7/8/2023).

Prof. Taruna menyampaikan berbagai pengalamannya selama menempuh pendidikan sampai dengan memperoleh guru besar.

Prof. Taruna juga menjelaskan jika transformasi riset tidak bisa dilepaskan dari pendidikan. “Universitas harus menentukan framework dan bidang keunggulan yang akan di kembangkan ke depannya di masing-masing lokasi kampus sehingga muncul kelebihan atau spesialisasi dari setiap kampus,” ucapnya.

Baca juga : Ketua KKI, Guru Besar Prof. Taruna Ikrar Bekali 24 Calon Dokter Umum Universitas Malahayati

Lanjut Prof. Taruna, untuk menghasilkan inovasi pastinya diperlukan suatu proses, begitu pun menjadi World Class University perlu adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dan strategi.Pada kesempatan itu, Prof. Taruna juga menyampaikan bahwa potensi dosen, mahasiswa, dan peran alumni harus lebih dimaksimalkan.

“Universitas juga harus bisa menghasilkan research output dalam bentuk scientific publication sehingga akan menghasilkan karya yang berdampak pada banyak orang. Hal tersebut akan membuat universitas dapat semakin dipercaya oleh masyarakat,” tuturnya, dikutip dari tribunhealth.

Menurut Prof. Taruna, Universitas President mempunyai sumber daya manusia, serta fasilitas yang sangat memadai untuk terus berkembang ke depannya.

Dalam Kuliah Tamu dihadiri Rektor Universitas, Wakil Rektor II Bidang Riset, Pengembangan dan Inovasi, Dekan Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Prof. Dr. Budi, Sp.A (K), Pendiri Presiden University, Dr. Sudomo, dan ratusan civitas Akademik President University. (451/**)

Sumber photo : Tribunhealth

 

Program Studi Psikologi Gelar Workshop Kompetensi Perancang Fasilitator Pengembang Komunitas

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Psikologi Universitas Malahayati Bandaralampung mendapatkan hibah Kampus Merdeka dari program Pemerintah. Salah satu kegiatannya adalah bekerjasama dengan ikatan psikologi sosial dengan menyelenggarakan kegiatan workshop kopetensi perancang dan fasilitator pengembang komunitas.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Universitas Malahayati secara offline dan online, pada Sabtu (5/8/2023).

Octa Reni Setiawati, M.Psi Psikolog selaku Ka.Prodi Psikologi mengatakan kegiatan ini bertujuan menunjang kompetensi untuk melanjutkan sertifikasi para dosen dibidang komunitas.

“Kompetensi ini merupakan kekhasan yang dimiliki Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati,” ujarnya. (gil/humasmalahayatinews)

Menangkap Makna

Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati

 

Bandar Lampung : Sore itu jam dinding menunjukkan waktu pukul lima belas empat puluh saat masuk ke rumah pulang dari mushala. Entah mengapa tergerak hati untuk mencermati alat perlengkapan yang masih ada di dalam peti, hasil dari pembersihan ruang kantor yang telah cukup lama ditempati. Ada benda yang agak unik terlihat dan selama ini terlepas dari perhatian, yaitu himpunan guntingan koran atau kliping dari berbagai media, yang selama ini menerbitkan tulisan-tulisan. Salah satu tulisan itu berjudul “Rumah Tempat Kembali” karya redaktur harian yang kita baca ini; dengan setting latar rumah kediaman pada masa itu, berbentuk setengah joglo model rumah jawa.

Berkelebat bayangan anggota keluarga yang ramai, tidak kurang dari delapan orang dalam kondisi keseharian berteduh di bawah atap rumah tembok berornamen jawa. Maksud dan tujuan dibangun rumah besar itu karena memiliki anggota keluarga cukup besar, maka harus disiapkan yang besar, luas dan menyenangkan. Itu tangkapan makna dibangunnya rumah berukuran seribu meter dan berhalaman luas, bertanaman hijau, ada rambutan, duku, kelapa gading, alpokat, durian dan kurma. Karena sebelumnya tidak kurang selama sembilan belas tahun hidup di rumah baris bagai barak PLO yang cukup sumpek untuk ukuran waktu itu.

Beberapa puluh tahun kemudian, ternyata rumah besar itu ditinggalkan satu persatu penghuninya dengan berbagai alasan. Ada yang ikut suami karena telah menikah, ada yang harus mengurus rumah istri karena terbengkalai; dan yang paling menyedihkan adalah ditinggal pulang oleh tiang penyanggah rumah itu ke alam kelanggengan. Semua tampak suram kehilangan cahaya, seiring dengan meredubnya sinar kehidupan secara perlahan tapi pasti; ternyata tangkapan makna yang dulu itu menuai salah di ujungnya. Kini harus meninggalkan itu semua kemudian menepi di pinggir kota untuk berkontemplasi agar saat menyusul tiang penyangga nanti, diri ini sudah lebih bersih lagi.

Pada peristiwa lain yang merupakan bagian dari seting kehidupan di dalam rumah besar tadi; saat muda berkarya ingin membangun negeri, bila perlu bergerak sendiri. Gagah berani untuk menegakkan panji-panji agar lembaga disegani. Tikus-tikus gudang ditendang, meja dibentang, proposal dilayangkan untuk mewujudkan impian menjadi lembaga berkelas di negeri ini.
Riak gelombang diikuti, perbedaan dihadang bila perlu ditantang, hanya satu yang ada di benak bagaimana marwah negeri tetap terpateri. Penjara Polisi hampir dihampiri karena fitnahan keji dari teman yang tidak pemberani ditambah lagi busuk hati. Halang rintang tidak terbilang, tetapi semangat juang tak pernah padam. Cita-cita mengisi negeri agar lebih baik lagi.

Lembaga menjadi berjaya di kelas negeri, menghimpun kaum yang sejalan, membentuk ikatan kokoh guna berjuang bersama menyuarakan kehendak bersama anak negeri, tanpa harus saling menyakiti apalagi melukai. Membimbing yang muda, menggandeng yang sebaya, mendahulukan yang tua; adalah prinsip kebersamaan untuk meniti karpet merah menuju masa depan yang lebih baik. “malang tak dapat di tolak, untung tak dapat diraih” pesan orang bijak pada yang paham akan akhlak. Sang waktu adalah pedang yang siap memenggal apapun yang menghalang, demikian juga dengan usia, generasi harus berganti, agar posisi harus terisi; setiap waktu ada orangnya, setiap orang ada waktunya.

Namun sayang, tidaklah semua telur akan menetas, bahkan ada yang membusuk bagai bangkai menyengat, dan itu adalah kodrat. Generasi penerus ternyata tidak semuanya tulus, bahkan tidak juga semua ikhlas untuk berbagi nikmat. Tidak sedikit yang jadi bulus, dan ada yang zalim kepada negeri, tidak tanggung juga kepada para pendiri.

Diberi petunjuk seolah tuli, diberi nasehat seolah hebat, diberi pendapat diajak debat; akhirnya pendiri harus menepi mencari posisi untuk duduk menikmati sisa usia yang tak lama lagi. Hanya doa yang dapat dipanjatkan semoga negeri tidak kena tsunami, karena itu menyakitkan hati bagi mereka yang masih punya hati nurani.

Selamat berpisah teman-teman sekalian, kita ada pada jalan yang berbeda; kalaulah ada hati yang luka mohon disiram dengan maaf, kalau ada hati tersakiti mohon diobati dengan salam maaf sepuluh jari. Karena selembar kertas kita seharusnya tidak perlu beradu punggung, karena setarik garis seharusnya tidak perlu mengikis semua yang telah kita lukis.

Ternyata Gurindam Dua Belas karya Sutan Ali Haji dari Pulau Penyengat itu jika kita narasikan dengan suasana kekinian jadi menarik; seperti model di atas, walau sekilas tampaknya keluar dari pakem. Namun sayang tidak banyak lagi anak negeri yang mau menggeluti karya besar buatan sendiri. Mohon pamit untuk undur diri; kita berpisah di jalan yang sama, tetapi berada pada posisi yang berbeda. Kemaren dulu di Unila sekarang di Malahayati. Namun semua tetap mengabdi untuk kemaslahatan anak negeri. (SJR)

Perkuat Kemitraan dan Kerjasama, Universitas Malahayati Bandar Lampung Teken MoU dengan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun

 

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati Bandar Lampung dan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun Jawa Timur menyepakati kesepahaman terkait pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dan penyelenggaraan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penandatangan MoU dilakukan di Kampus Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun, Senin (7/8/2023). Kesepakatan berlaku selama kurun waktu lima tahun.

Ruang lingkup dari MoU meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat; penyelenggaraan MBKM; pengembangan SDM; serta bidang-bidang lain yang disepakati bersama.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Achmad Farich, dr., MM menyampaikan terima kasih atas kesempatan penjajakan kerja sama yang terjalin dengan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. Rektor berharap dengan kerjasama ini diharapkan dapat membawa kemajuan bersama.

Universitas Malahayati merupakan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu, tetapi juga para mahasiswa dibekali kedisiplinan, etika, dan religi. Universitas Malahayati memiliki 5 fakultas dengan 20 Program studi (Prodi) dengan mayoritas bidang ilmu kesehatan.

Baca juga : Laksanakan Tridarma Perguruan Tinggi dan MBKM, Universitas Malahayati dan Universitas Sebelas Maret Teken MoU

Ketua Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun, Zaenal Abidin mengucapkan banyak berterima kasih atas kesempatan dalam membangun sinergi dan kerja sama dengan Universitas Malahayati, sehingga dengan banyaknya jejaring yang terjalin maka link and match untuk berbagai program kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.

“Stikes BHM masih perlu belajar banyak untuk mendapatkan infromasi khususnya di bidang humas dan kerjasama dari Universitas Malahayati, sehingga ke depannya secara bersama-sama dapat meningkatkan dan  menjadikan kampus sebagai mercusuar bagi masyarakat untuk pengembangan dan pelaksanaan tri dharma Pendidikan,” ucapnya.

Hadir dari Universitas Malahayati Bandar Lampung Rektor Universitas Malahayati Dr. Achmad Farich, dr., MM, Kepala Bagian Kerja Sama Universitas Malahayati, Wahid Tri Wahyudi, S.Kep., Ners., M.Kes., dan Kepala Humas Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.Kom.

Sedangkan dari Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun hadir, Ketua Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun  Zaenal Abididn, S.KM.,M.Kes mewakili Stikes BHM, Waka III Humas dan Kemahasiswaan Agustinus Kusdwiadji, SE.,MM dan Waka I Bidang Akademik Riska Ratnawati, S.KM.,M.Kes. (451/**)

 

Tiga Jurnal Universitas Malahayati Naik Peringkat pada SINTA

BANDARLAMPUNG (Malahayati.ac.id): Universitas Malahayati Bandar Lampung menambah satu Jurnal yakni Jurnal Hukum Malahayati yang terakreditasi secara nasional di basis data SINTA (Science and Technology Index). Jurnal Hukum Malahayati memperoleh Peringkat 5 dan berlaku sampai tahun 2025.

Selain itu, beberapa jurnal yang telah terakreditasi sebelumnya turut naik peringkat berdasarkan surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia nomor 79/E/KPT/2023.

Jurnal naik peringkat diantaranya, Jurnal Riset Akuntansi Dan Manajemen dari peringkat 6 ke peringkat 5 sampai tahun 2027, Holistik Jurnal Kesehatan dari peringkat 4 ke peringkat 3 sampai tahun 2027 dan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science dari peringkat 4 ke peringkat 3 sampai tahun 2026

Ketua Pengelola Jurnal Universitas Malahayati Teguh Pribadi, M. Sc mengatakan, Universitas Malahayati terus meningkatkan kualitas jurnal ilmiah dan terus mendorong untuk terakreditasi dan sistem jurnal SINTA (Science and Technology Index).

“Jurnal agar bisa lolos, harus punya ISSN dan nomor seri dari publikasi. Kemudian websitenya nanti akan disusun dengan rapih, setelah itu baru terbit ISSN. Setelah terbit dua tahun, baru bisa terakreditasi dan diterbitkan ke SINTA Indonesia,” kata Teguh.

SINTA merupakan sebuah sistem informasi penelitian berbasis web yang menawarkan akses yang cepat dan mudah ke jurnal yang dipublikasikan oleh pendidikan tinggi dan institusi penelitian di Indonesia dan sekaligus mengukur tingkat performanya.

Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya berusaha mendongkrak hasil-hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah untuk dipublikasikan secara global (internasional). Artikel ilmiah yang dapat diakses oleh pengguna internet di dunia merupakan sebuah aset negara yang sangat penting, karena tingkat peradaban sebuah negara saat ini yang dilihat adalah jumlah publikasinya. Makanya, kini setiap negara saling memperebutkan peringkat tertinggi dalam publikasi ilmiah. (451/**)

 

Laksanakan Tridarma Perguruan Tinggi dan MBKM, Universitas Malahayati dan Universitas Sebelas Maret Teken MoU

JAWA TENGAH (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati Bandar Lampung dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU)  tentang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan penyelenggaraan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Gedung dr. Prakosa UNS, Senin (7/8/2023).

Penandatanganan MoU berlaku dalam jangka waktu 5 tahun. MoU ini bertujuan untuk menyinergikan dan mengoptimalkan potensi dan sumber daya kedua belah pihak dalam rangka pengembangan kelembagaan dan pengembangan SDM.

Ruang lingkup dari MoU antara Universitas Malahayati dan UNS meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat; penyelenggaraan MBKM; pengembangan SDM; serta bidang-bidang lain yang disepakati para pihak. Kedepannya, MoU ini akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNS dan Universitas Malahayati.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Achmad Farich, dr., MM menyampaikan terima kasih atas kesempatan penjajakan kerja sama yang terjalin dengan UNS. Sejumlah SDM Universitas Malahayati dikirimkan untuk studi lanjut demi peningkatan mutu.

“Kami berterima kasih dan tentunya ke depan kita tidak berhenti di MoU saja tapi kita tindak lanjuti dengan kerja sama,” tutur Dr. Achmad Farich.

Rektor menuturkan, Universitas Malahayati adalah lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu, tetapi juga para mahasiswa dibekali kedisiplinan, etika, dan religi. Universitas Malahayati memiliki 5 fakultas dengan 20 Program studi (Prodi) dengan mayoritas bidang ilmu kesehatan.

Dalam waktu yang sama, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., berterima kasih atas kehadiran Universitas Malahayati di UNS. Dirinya mengatakan, penandatanganan MoU ini berguna untuk meningkatkan mutu SDM dan pendidikan di kedua belah pihak. Ke depannya, kedua belah pihak akan mengadakan kerja sama yang secara khusus bergerak pada lingkup ilmu kesehatan dan kedokteran.

“Khususnya kerja sama pada bidang SDM dari Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati yang studi lanjut di UNS. Semuanya adalah untuk meningkatkan SDM dan pendidikan pada kedua belah pihak,” ujar Prof. Yunus.

Acara penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., dan Rektor Universitas Malahayati,  Dr. Achmad Farich, dr., M.M. Penandatanganan MoU turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Prof. Dr. Reviono, dr. Sp.P(K)., Koordinator Direktorat Kerja Sama Internasionalisasi UNS, Dr. Dimas Rahadian A. M., S.T.P., M.Sc., Koordinator Direktorat Kerja Sama, Pengembangan, dan Internasionalisasi UNS, Giyatno, S.IP., M.Si., Kepala Bagian Kerja Sama Universitas Malahayati, Wahid Tri Wahyudi, S.Kep., Ners., M.Kes., dan Kepala Humas Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.Kom. (451/**)

 

Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Malahayati Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aroma Terapi

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan, Universitas Malahayati Bandar Lampung memberika edukasi pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah kepada warga Pekon Kebumen, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (5/8/2023).

Kepala Prodi Teknik Lingkungan Universitas Malahayati, Natalina, S.T., M.Si, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai tim edukasi.

“Tujuannya memberi pengetahuan kepada warga Pekon Kebumen Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus untuk memanfaatkan minyak goreng jelantah untuk menjadi lilin,” kata Natalina.

Natalina menuturkan, minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan, dan dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) karena dapat merusak lingkungan dan dapat menimbulkan sejumlah penyakit.

“Dengan dibuat lilin aroma terapi, minyak jelantah ini selain dapat berguna untuk kesehatan juga jadi nilai tambah di bidang ernegi (penerangan_lilin) dan aroma terapi (pengharum ruangan),” jelasnya. (451/**)