Terlalu Pagi

Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung


Pagi itu ada tamu seorang rekan lama yang tidak memberi berita, tahu-tahu beliau muncul begitu saja. Teman ini punya kebiasaan kalau ada persoalan baru mencari teman, tetapi kalau sedang biasa-biasa saja, beliau tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Jadi begitu muncul sudah pasti dapat ditebak ada persoalan yang sangat serius. Langsung saja ditembak pasti ada masalah yang rumit, berat, dan entah apalagi. Model lamanya tidak berubah beliau nyengir kuda dan bercerita bagaimana susahnya kehidupan sekarang, karena banyak stafnya yang bekerja ingin cepat kaya, sehingga melakukan apa saja agar hasrat tadi tercapai, terlepas dengan metode apa yang dipilih. Dengan kata lain beliau pusing menghadapi staf yang kepagian dalam menyongsong hari, jika kita menggunakan istilah peribahasa dalam sastra.

Atas dasar itu penulis memberikan beberapa advice cara menghadapinya; tetapi penekanan yang diberikan kepada teman tadi bahwa hasrat seperti itu adalah wajar dan normal, serta itu dimiliki oleh banyak orang. Namun yang membedakan adalah ada yang secara terang-terangan dan kencang, ada yang istilah Sumatera Selatan “mati ulo”; maksudnya mati ular; tampak kalem, tetapi begitu mendapat mangsa ditelan habis tanpa sisa. Sementara soal waktu, ada yang kesannya tergesa-gesa sehingga terlalu pagi untuk berharap sesuatu, ada yang terus-menerus tetapi pasti. Soal ini adalah pilihan perorangan dalam memilih waktu dan metode.

Begitu teman tadi pulang, ternyata saat membuka gadget ada berita terbaca bahwa hasil survei dari satu calon pimpinan negeri ini menduduki ranking tertinggi. Berita inilah yang cocoknya diberi judul terlalu pagi, sebab pemilihan masih sangat jauh, pemilih masih tersebar dimana-mana; ada yang di ladang, di sawah, di pasar, di tengah laut dan beragam lagi pekerjaan. Mereka semua tidak hirau mau kapan pemilihan dilakukan, bahkan mau siapa yang mencalon; mereka mementingkan mencari sesuap nasi.

Pada saat ini banyak orang ingin menguasai waktu, sehingga seolah putarannya ingin dipercepat sesuai seleranya. Mereka lupa bahwa waktu itu memiliki durasi, durasi memiliki presisi, presisi memiliki volume, volume berintikan ketetapan; semua itu ada dalam genggaman Sang Pemilik Waktu. Manusia paling tinggi ada pada wilayah volume, sementara ketetapan, yang dalam bahasa filsafat diwakili dengan istilah ke-sahih-an, itu tidak pada ranah mahluk.

Manusia bisa melakukan skenario atas dasar asumsi yang dibangun dengan menggunakan kerja logika, dan sekarang sedang ramai pemodelan pasangan. Akibatnya hiruk-pikuk kontestasi politik dengan mengajukan model pasangan, bahkan tidak jarang mereka lakukan dengan melanggar azaz kepatutan. Mereka lupa bahwa seharusnya justru saat inilah waktunya untuk merebut hati rakyat agar menggunakan hak pilih pada waktunya dengan memilih mereka. Mereka terlalu pagi untuk merasa menang, dan terlalu pagi untuk merasakan “menjadi”.

Pembenaran akan sesuatu yang benar adalah keharusan, tetapi ada syarat di sana yang terlupakan, yaitu waktu; sebab jika waktu kita mengatakan benar itu tidak tepat, justru yang kita peroleh adalah kesalahan. Sebaliknya jika waktu yang kita pakai itu tepat untuk menyatakan sesuatu itu salah, maka kesalahan itu benar adanya.

Perlu disadari bahwa generasi milenial yang disusul generasi “Z” ini sangat berbeda penanganannya dalam segala hal. Dari segi penguasaan teknologi informasi mereka sangat jago, dari penguasaan bahasa mereka rata-rata sangat mahir, minimal pasif tetapi teknis; sehingga mereka mampu menyebarkan secara masif kesukaan dan ketidaksukaan terhadap sesuatu dengan sangat cepat.

Seorang anak generasi Z bisa menjadi anggota perhimpunan lebih dari lima grup media, dan itu adalah masyarakat mereka. Kalau teori lama masyarakat itu terbagi atas Masyarakat Paguyuban dan Masyarakat Patembayan, sekarang tambah satu lagi Masyarakat Maya yang anggotanya disebut netizen. Mengenal karakteristik mereka ini sangat perlu dan Ilmu Sosial khususnya Sosiologi-Antropologi sedang meramu teori baru guna menemu kenali persoalan masyarakat baru ini.

Semoga para pelaku politik menjadi paham bahwa kontestasi politik untuk 2024 itu sangat berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Jangan terlalu pagi atau terlalu jumawa bahwa anda akan menjadi pemenang, karena antara pemenang dan pecundang bisa jadi beda tipis pada waktunya. Selamat berjuang! (SJ)

KATALOG BUKU ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI

JUDUL BUKU: ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI

PENULIS : YULISTIANA EVAYANTI, SST., BD., M.KES ; RATNA DEWI PUTRI, SST., BD., M.KES

PENERBIT : UNIVERSITAS MALAHAYATI

ISBN: PROSES

SINOPSIS:

BUKU INI TERDIRI DARI 5 BAB
ANTARA LAIN MEMBAHAS KONSEP DASAR NIFAS DAN PERUBAHAN FISIOLOGI PADA MASA NIFAS DAN
LAKTASI, ASPEK PSIKOSOSIAL DAN KULTURAL MASA NIFAS, MASALAH-MASALAH PADA MASA NIFAS,
ADAPTASI IBU DAN PROSES MENYUSUI, DAN PEMERIKSAAN POST NATAL

Katalog Buku Nutrisi Pada Penyakit Saluran Pernafasan

Judul Buku :Nutrisi Pada Penyakit Saluran Pernafasan

Penulis :Yesi Nurmalasari, dr., M.Kes., Sp.KKLP

tebal halaman :61 halaman

tinggi buku :19 cm

Penerbit : Universitas Malahayati

Sinopsis:

Buku dengan judul Nutrisi Pada Penyakit Saluran  Pernafasan merupakan buku ajar yang disusun sebagai media pembelajaran, sumber referensi dan pedoman belajar bagi     mahasiswa. Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: 1). Gangguan Metabolime pada Penyakit Paru, 2).Penyakit Paru Akut, 3). Penyakit Paru Kronik, 4). Metabolisme Protein, 5). Metabolisme Lemak, 6).Prinsip Nutrisi Pada Penyakit Paru, 7). Pengaruh Obat Pada Tubuh, 8). Tujuan Pelayanan Gizi.

Zamzam Abdul Haq, Mahasiswa Universitas Malahayati, Raih Juara 1 di Kejurnas Karate Inkado Open 2023

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Zamzam Abdul Haq, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Malahayati Bandar Lampung meraih juara pertama pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Inkado Open tahun 2023 pada 19 Agustus di Gelanggang Remaja Jakarta Utara.

Atas kemampuan dan ketekunan, Zamzam mampu mengungguli para pesaingnya dan tampil sebagai yang terbaik di kategori yang dilombakan. Ini merupakan kebanggaan bagi Universitas Malahayati dapat melahirkan atlet berbakat seperti Zamzam Abdul Haq.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Muhammad, S. Kom., MM, memberikan ucapan selamat atas pencapaian yang diraih Zamzam Abdul Haq. “Keberhasilan Zamzam Abdul Haq tidak hanya menjadi kebanggaannya sendiri, tetapi juga menjadi kebanggaan Universitas Malahayati. Ini adalah cermin dari dedikasi dan komitmen kami dalam mendukung mahasiswa untuk mencapai prestasi yang gemilang,” ucap Warek 1 Muhammad.

Warek 1 Muhammad menuturkan, dengan raihan prestasi ini, Zamzam Abdul Haq telah membuktikan bahwa kerja keras, tekad, dan dedikasi yang tinggi mampu membawa dirinya meraih puncak kesuksesan. Prestasi ini diharapkan akan memotivasi dan menginspirasi mahasiswa lainnya di Universitas Malahayati untuk berusaha meraih prestasi serupa di berbagai bidang.

“Saya ucapkan selamat juga kepada Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Dekan Ekonomi dan Manajemen, dan Kaprodi Manajemen yang telah berhasil memberikan pembinaan kepada mahasiswanya sehingga banyak melahirkan mahasiswa berprestasi di Fakultas Ekonomi dan Manajemen,” ucap Warek 1 Muhammad. (451/**)

Merdeka

Oleh: Sudjarwo

Mahasiswa Universitas Malahayati, Nathania Raih Prestasi di Ajang International Contest Miss Ultra Universe 2023

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandarlampung, Nathania Rajagukguk (22310109) telah berhasil mendapatkan 3rd Runner Up In The Beauty Pageant In The International Contest Miss Ultra Universe 2023 In Sao Paulo Brazil, 09-02-2023.

Dalam ajang ini juga Nathania sukses menyabet gelar : The Best Face, Miss Favorite, dan Miss Social Media

“Tentunya merasa sangat bangga dan bersyukur dapat mengharumkan nama Indonesia serta Universitas Malahayati di kancah internasional,” ungkap Natahania.

“Dan saya berharap melalui jejak prestasi saya ini, dapat menjadi motivasi & semangat bagi Mahasiswa/i lainnya untuk dapat terus mengembangkan potensi diri baik dari segi akademik maupun non akademik,” tandasnya. (gil/humasmalahayatinews)

UPT Balai Bahasa Universitas Malahayati Undang Ahli Bahasa Diaspora Diskusi Komparasi Kurikulum

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dalam upaya pemutakhiran kurikulum program wajib Matrikulasi Bahasa Inggris, UPT Balai Bahasa Universitas Malahayati mengundang pemateri yang kompeten dan berpengalaman untuk memberikan seminar dan konsultasi terkait pengajaran Bahasa Inggris di tingkat perguruan tinggi. Pemateri yang diundang kali ini ialah Kristian Adi Putra, S.Pd., M.A., Ph.D. Dosen Bahasa Inggris di dua kampus, yaitu Prince Satam bin Abdulaziz University di Arab Saudi dan Universitas Sebelas Maret di Surakarta-Indonesia. Seminar ini berjudul The Teaching of ESP in Indonesia, Saudi Arabia, and USA : Are we on the right direction ?

Didalam kegiatan ini yang menjadi focus pembahasan yaitu bagaimana kurikulum pengajaran Bahasa Inggris pada level perguruan tinggi di tiga Negara yaitu Indonesia, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan karena Kristian berpengalaman mengajar di tiga Negara tersebut. Di Amerika Serikat, Kristian pernah menjadi pengajar di Montana University dan ia pernah belajar di Arizona University. Di Arab Saudi saat ini ia aktif di kampus Prince Satam bin Abdulaziz University tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga coordinator Teacher Development dan sebagai Testing Manager. Kemudian Kristian juga berpengalaman mengajar di beberapa kampus negeri maupun swasta di Indonesia. Dengan pengalaman tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki.

Kepala UPT Balai Bahasa Universitas Malahayati,  Muhammad Rudy M.Pd. mengungkapkan kurikulum yang sedang berlaku di instansi yang ia pimpin saat ini merupakan kurikulum tahun2007 yang disempurnakan di tahun 2018. Namun perkembangan pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat menuntut pembaruan dan penyesuaian agar proses pembelajaran dan output bisa menjawab kebutuhan mahasiswa di masa yang akan datang. Para pengajar UPT Balai Bahasa Universitas Malahayati diwajibkan mengikuti kegiatan ini agar informasi yang diperoleh dari seminar ini bisa lebih mudah cepat dan mudah diterapkan.

Dalam seminar ini, Kristian mengungkapkan bahwa dari apa yang sudah dijalani di UPT Balai Bahasa sudah sesuai dengan standar yang sudah dijalani di Arab Saudi dan Amerika Serikat dimana mahasiswa diajar berjenjang dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan. Mahasiswa pada awal semester diajarkan Bahasa Inggris Umum kemudian pada semester lanjutan diajarkan Bahasa Inggris Profesi atau English for Specific Purposes (ESP). Kristian bangga dengan upaya yang sudah dilakukan oleh UPT Balai Bahasa Universitas Malahayat idimana tidak banyak kampus di Indonesia yang concern dengan pengajaran Bahasa Inggris sedemikian rupa.

Rekomendasi yang dihasilkan dari seminar ini yaitu perhatian lebih mesti diberikan kepada buku teks bahan ajar yang sudah tersedia belum tentu bisa semuanya diambil. Buku ajar meskipun berasal dari penerbit ternama sering ada bagian yang memang perlu disesuaikan dengan kebutuhan profesi mahasiswa dimasa mendatang dan kemampuan mahasiswa yang diajar. Ia menceritakan beberapa materi ajar di Arab Saudi yang diimpor dari penerbit terkenal tidak semuanya bisa digunakan. Para pengajar sering membuat bahan ajar tambahan atau mengganti dari sumber lain. Hal ini dilakukan agar mahasiswa belajar sesuai fase dan kebutuhan.

Ekpektasi kampus yaitu Universitas Malahayati juga harus disingkronkan dengan tujuan pembelajaran, proses, dan pengujian. Jangan sampai terjadi pembelajaran yang dijalankan tidak sesuai dengan pengajaran. Kristian mencontohkan saat tujuan dan proses pembelajaran agar mahasiswa bisa menulis paragraph maka ujianpun harus berupa ujian menulis paragraph, bukan menguji pemahaman membaca paragraph atau teori menulis. Oleh karenanya komunikasi yang intens harus dijalankan dengan baik.

Rija Dwiono, M.Pd. salah satu pengajar program matrikulasi menyampaikan, ia akan terus memperhatikan materi yang ia ajar dan mempersiapkan bahan ajar semaksimal mungkin agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan maksimal. Ia menambahkan ia akan semaksimal mungkin mempraktikan penggunaan Bahasa Inggris dengan cara pengulangan dengan frekuensi praktik yang lebih banyak. Hal ini diharapkan bisa membuat mahasiswa terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, seperti yang disarankan Kristian dimana pembelajaran sebaiknya tiga sampai empat kali dalam sepekan. (gil/humasmalahayatinews)

Percepat Prodi Dokter Gigi, Rektor Universitas Malahayati Tinjau Lab Preklinik Poltekes Tanjung Karang

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rektor Universitas Malahayati Bandarlampung Dr. Achmad Farich, dr., MM meninjau laboratorium preklinik pada jurusan teknik gigi Poltekes Tanjung Karang, Jumat (18/8/2023).

Kegiatan ini dalam rangka percepatan pembukaan program studi kedokteran gigi di Universitas Malahayati Bandarlampung. Kunjungan rektor didampingi oleh Dr. Eng. Rina Febrina, ST., MT (Wakil Rektor III), Andoko M.Kes (Ka.Lab. Universitas Malahayati), Dr. drg. Torry Duet Irianto, M.M., M.Kes, dan Emil Tanhar, S.Kom (Ka. Humas)

Kunjungan diterima langsung oleh drg. Suryani Catur Suprapti, M.Kes selaku Ketua Jurusan Teknik Gigi, dan didampingi Sri Murwaningsih, SKM., M.Kes, Rani Helmira, SKM.,M.Kes, Sepriana Urianti, SKM., M.Kes. (gil/humasmalahayatinews)

Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung Pimpin Upacara HUT RI ke-78

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Dalam rangka dirgahayu Republik Indonesia yang ke-78, Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dr. Achmad Farich, dr., MM, menjadi Inspektur Upacara di Halaman Rektorat kampus, Kamis (17/8/223).

Rektor Achmad Farich menegaskan pentingnya semangat persatuan dan gotong royong yang telah mewarnai perjalanan Indonesia selama 78 tahun. Ia juga menekankan peran penting generasi muda dalam meneruskan tongkat estafet pembangunan, ilmu pengetahuan, dan inovasi demi keberlangsungan bangsa dan negara.

“Universitas Malahayati selama ini mengisi kemerdekaan dengan turut berperan aktif dalam membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air, berpendidikan, berwawasan kebangsaan, religius, dan siap berkontribusi dalam berbagai bidang akademik dan keilmuan,” ucap rektor.

Dalam kesempatan ini, Rektor Achmad Farich menyampaikan ucapan selamat dirgahayu Republik Indonesia ke-78. Semoga semangat kemerdekaan terus membara dan menginspirasi setiap langkah perjalanan bangsa ke arah kemajuan dan kejayaan.

Upacara peringatan HUT RI ke-78 di Universitas Malahayati turut dihadiri oleh para pimpinan fakultas, dosen, karyawan, serta mahasiswa.(451/**)

Yudisium Fakultas Teknik, Rektor Universitas Malahayati: Manfaatkan Teknologi Informasi untuk Akses Peluang Kerja

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati Bandar Lampung Ir. Yan Juansyah, DEA mengukuhkan 21 Mahasiswa dalam acara yudisium periode 34 di Gedung MCC, Rabu (16/7/2023).

21 Mahasiswa yang dikukuhkan resmi menyandang gelar Sarjana Teknik (ST).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati Bandar Lampung Ir. Yan Juansyah, DEA mengatakan yudisium adalah agenda paling penting bagi mahasiswa sebagai momen pengukuhan pada mahasiswa setelah menempuh studi selama ini yang akhirnya menyandang gelar sarjana.

“Saya mewakili para dosen fakultas teknik mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa yudisium yang telah dikukuhkan pada hari ini, saya berharap hari ini menjadi bekal untuk memperluas manfaat di luar baik yang ingin terjun ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang S2,” ucap dekan.

Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung Dr. Achmad Farich, dr., MM yang turut hadir mengatakan, tuntutan di luar lebih besar karena menghadapi tuntutan dunia kerja dan lingkungan sosial masyarakat, sehingga banyak hal yang lulusan harus persiapkan, tapi jangan takut lulusan akan bisa menghadapi tantangan tersebut apabila lulusan terus menjalin kerja sama yang baik sesama alumni, dengan program studi, dan dengan pihak universitas untuk terus mendapatkan informasi.

“Manfaatkan semua fasilitas informasi baik sosial media, jaringan, website untuk memudahkan pilihan anda setelah ini akan memilih kerja di mana.

Anda tidak boleh puas hanya belajar cukup di sini (kampus), tapi terus belajar sepanjang hayat untuk meningkatkan kemampuan diri,” pesan rektor.

Hadir juga dalam acara, Ketua Malahayati Career Center, Kaprodi Teknik Sipil, Kaprodi Teknik Lingkungan, Kaprodi Teknik Mesin, Kaprodi Teknik Industri, serta seluruh civitas pengajar Fakultas Teknik Universitas Malahayati Bandar Lampung. (451/**)