Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Gelar Yudisium, Mahasiswa Didorong Maksimalkan Magang

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung menggelar acara yudisium di Malahayati Career Center, Kamis, 26 September 2024.

Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. Toni Prasetia, dr., Sp.PD., FINASIM, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan tahap pertama pendidikan dokter.

“Selamat atas yudisium yang dilaksanakan hari ini. Satu tahap sudah selesai, dan berikutnya adalah tahap kedua, yakni pendidikan profesi,” ujar Dr. Toni.

Ia mengingatkan bahwa para mahasiswa akan menjalani proses magang selama dua tahun dan harus memanfaatkan waktu tersebut dengan baik.

“Ada waktu dua tahun untuk melaksanakan magang. Gali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, serta persiapkan diri kalian untuk Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD),” tambahnya.

Dr. Toni juga menekankan pentingnya fokus dalam proses magang, mengingat waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama. Ia berpesan agar mahasiswa cermat dalam menjalani masa magang sehingga dapat selesai tepat waktu.

“Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, kalian harus pintar-pintar dalam menjalani proses magang ini. Semoga bisa selesai tepat waktu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dr. Toni mengingatkan bahwa selama magang, mahasiswa dianggap telah menguasai teori dasar penyakit, sehingga tidak perlu lagi bertanya hal-hal yang mendasar.

“Contohnya, terkait kasus jantung koroner. Jangan lagi tanya ke dokter senior apa itu jantung koroner, karena itu pertanyaan yang aneh. Kalian sudah mempelajarinya di kampus. Jadi saat magang, fokuslah pada gejala, tindakan pengobatan, dan analisis hasil rekam medis,” jelasnya.

Kepala Program Studi S1 Pendidikan Dokter, Dr. Tessa Syahrini, dr., M. Kes, dalam kesempatan yang sama, berpesan agar para lulusan selalu menjaga etika kedokteran dan terus disiplin dalam menjalankan tugasnya.

“Suatu saat nanti, kalian akan duduk sebagai pejabat dan memberikan kebanggaan bagi orang tua serta almamater. Tetap jaga etika kedokteran dan selalu disiplin dalam bertugas,” ujar Dr. Tessa. (*)

 

Editor : Asyihin

PKKMB 2024, Kemenkumham Lampung Bekali 1731 Mahasiswa Baru Universitas Malahayati tentang Anti Perundungan

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Sebanyak 1731 mahasiswa baru Universitas Malahayati tahun akademik 2024/2025 mengikuti Pembekalan Kesadaran Hukum tentang anti perundungan dan Bulying  pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 di Graha Bintang Rabu, 25 Agustus 2024, menghadirkan perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Lampung.

Dalam pemaparannya, Muhammad Zuri, S.H., M.H., perwakilan Kemenkumham Provinsi Lampung, menyampaikan pentingnya membangun kepatuhan dan kesadaran hukum di lingkungan kampus. Salah satu topik yang diangkat adalah masalah bullying yang masih menjadi ancaman serius di berbagai perguruan tinggi.

“Bullying di kampus adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan prestasi akademik mahasiswa,” ujar Zuri.

Ia menambahkan bahwa dampak bullying sangat beragam, mulai dari depresi hingga kecemasan, yang sering kali berujung pada penurunan prestasi akademik.

Lebih lanjut, Zuri menjelaskan bahwa mahasiswa yang menjadi korban bullying sering kali merasa terisolasi dan kehilangan kepercayaan diri.

“Korban bullying tidak hanya menderita secara emosional, tetapi juga kehilangan motivasi dalam menjalani kehidupan akademik mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zuri mengajak seluruh mahasiswa baru Universitas Malahayati untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan mendukung.

“Mari kita bersama-sama patuh dan sadar hukum serta saling menjaga agar kampus kita terbebas dari tindakan bullying,” tutupnya. (*)

 Reporter (Pers Mahasiswa) : Nila Aryani

Editor: Asyihin

Tips Dosen Universitas Malahayati Agar Rumah Bersih dan Sehat di Musim Hujan

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dina, mengungkapkan pentingnya menjaga kebersihan rumah untuk menciptakan lingkungan yang sehat, terutama di musim hujan.

Menurutnya, rumah sehat bukan hanya ditentukan oleh kemewahan, tetapi oleh kenyamanan dan keamanan penghuninya. Musim hujan sering kali membawa kelembapan yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu, yang dapat memicu bau tidak sedap serta pertumbuhan jamur di dalam rumah.

“Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Rumah yang bersih dan terawat dapat mencegah berbagai penyakit,” ujarnya.

Dina pun membagikan enam tips mudah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rumah selama musim hujan:

1. Jaga Kondisi Atap dan Dinding
Pastikan tidak ada kebocoran, pecahan genting, atau celah yang dapat menyebabkan air masuk. Dinding yang lembab harus segera ditangani untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

2. Jaga Sirkulasi Udara
Buka jendela dan pintu di pagi hari untuk membiarkan sinar matahari masuk dan meningkatkan sirkulasi udara. Ini membantu mengurangi kelembapan dan mencegah pertumbuhan jamur.

3. Jaga Kebersihan Ruangan
Lakukan pembersihan menyeluruh di seluruh ruangan, termasuk kamar tidur dan dapur, untuk mencegah tumbuhnya jamur dan menjaga kebersihan.

4. Jaga Kebersihan Lingkungan Rumah
Hindari membuang sampah sembarangan, terutama di selokan, untuk mencegah penyumbatan yang dapat mengakibatkan banjir.

5. Jaga Kebersihan Sebelum Masuk Rumah
Biasakan membersihkan diri sebelum masuk rumah, dan gunakan rak khusus untuk menyimpan barang basah seperti payung dan jas hujan.

6. Jaga Kebersihan Diri
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum dan setelah membersihkan rumah untuk menjaga kesehatan pribadi.

Dengan menerapkan tips-tips ini, masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat, serta melindungi keluarga dari berbagai penyakit selama musim hujan. (*)

 

Editor: Asyihin

Rektor Universitas Malahayati Ajak Mahasiswa Baru Siapkan Diri Hadapi Dunia Kerja di Era Digital

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung Periode 2024-2028 yang juga Anggota DPR RI, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H memberikan pemaparan tentang Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 kepada 1.731 mahasiswa baru pada PKKMB 2024 di Graha Bintang, Selasa, 24 September 2024.

Dr. Muhammad Kadafi memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja. Rektor Kadafi menekankan pentingnya memiliki target yang jelas selama masa studi. “Jangan sampai kalian melewati kesempatan untuk meraih kesuksesan. Tentukan apa yang ingin dicapai dan lakukan verifikasi terhadap langkah-langkah yang harus diambil,” ujarnya.

Ia juga berbagi pengalaman pribadi dan mendorong mahasiswa untuk belajar dari kakak tingkat mereka, agar dapat meraih IPK yang memuaskan di semester awal. “Pengalaman adalah guru yang luar biasa, jadi persiapkan diri sebaik mungkin. Hari ini akan menentukan masa depan kalian,” tambahnya.

Dalam pembahasannya, Kadafi menggarisbawahi bahwa di era digital ini, banyak pekerjaan yang tergantikan oleh teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu beradaptasi dengan perubahan. “Indonesia memiliki potensi besar dengan bonus demografi. Jika dimanfaatkan dengan baik, kita dapat menjadi negara yang berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Rektor Kadafi menyebutkan, dengan kemajuan teknologi, sekitar 23 juta jenis pekerjaan telah digantikan oleh otomatisasi. Namun, terdapat pula peluang baru dengan terciptanya 27 hingga 46 juta jenis pekerjaan baru. “Ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri melalui program Kampus Merdeka,” ujarnya.

Ia memberikan contoh inspiratif dari pengusaha sukses, seperti Chairul Tanjung, yang beralih dari latar belakang dokter gigi menjadi pengusaha yang berhasil berkat ketekunan dalam belajar. “Dengan Kampus Merdeka, kalian memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai bidang ilmu baru dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” tambahnya.

Rektor Kadafi juga menekankan pentingnya peran manusia dalam era yang semakin didominasi teknologi. “Robot dan teknologi tidak akan mengalahkan kita jika kita dapat beradaptasi dan berinovasi. Kita perlu belajar untuk melihat dan menciptakan peluang baru,” katanya.

Ia mengingatkan mahasiswa untuk mengubah mindset dari ingin menjadi karyawan menjadi pengusaha atau inovator. “Dengan perubahan dalam ilmu pengetahuan dan inovasi, kalian harus semangat mencari peluang baru. Belajar dan berdiskusi adalah kunci untuk sukses,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu ingat pesan orang tua dan menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan. “Mulailah dewasa dengan tanggung jawab, dan insya Allah, kesuksesan akan datang pada waktunya,” tutupnya. (*)

 

Reporter (Pers Mahasiswa) : Nila Aryani

Editor: Asyihin

PKKMB 2024, Prof. Sudjarwo: Mahasiswa Harus Unggul dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas

Bandar Lampung (malahayati.ac.id):  Sebanyak 1.731 mahasiswa baru Universitas Malahayati mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 di Graha Bintang, Selasa (24/8/2024).

Acara ini menghadirkan Guru Besar Universitas Malahayati, Prof. Sudjarwo, yang memberikan motivasi kepada para peserta.

Dalam orasinya, Prof. Sudjarwo menekankan pentingnya mahasiswa untuk unggul dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Menurutnya, keunggulan tidak hanya dilihat dari prestasi akademik semata, namun juga dari keterlibatan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, kemampuan memimpin, serta kontribusi positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat.

“Mahasiswa yang unggul adalah mereka yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga aktif di kegiatan ekstrakurikuler, memiliki kepemimpinan yang baik, dan mampu berkontribusi positif di lingkungan kampus dan masyarakat. Inilah yang akan membuat kalian menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujar Prof. Sudjarwo.

Ia juga menekankan pentingnya karakter dalam diri seorang mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa berkarakter adalah individu yang memiliki nilai-nilai moral kuat, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan integritas.

“Berkarakter itu penting. Mahasiswa yang berkarakter adalah mereka yang mampu berinteraksi dengan baik, empati terhadap orang lain, dan memiliki sikap positif dalam menghadapi tantangan. Dengan karakter yang kuat, kalian akan siap menghadapi segala perubahan yang ada,” tambahnya.

Prof. Sudjarwo mengajak mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga berprestasi di berbagai bidang seperti olahraga, seni, inovasi teknologi, dan kontribusi sosial. Ia mengingatkan bahwa Indonesia sedang menuju era “Indonesia Emas” di tahun 2045, yang membutuhkan generasi muda yang unggul dan berkarakter untuk membawa bangsa ini mencapai kejayaannya.

“Berprestasi menuju Indonesia Emas adalah visi besar kita. Ini bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi tentang bagaimana kita semua, terutama generasi muda, bisa berkontribusi maksimal dalam membawa kemajuan dan kejayaan bagi Indonesia,” ucap Prof. Sudjarwo.

Mengakhiri orasinya, Prof. Sudjarwo mengingatkan bahwa perubahan adalah satu-satunya hal yang abadi. “Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. Maka, siapkan diri kalian untuk terus beradaptasi dan berinovasi agar bisa terus bertahan dan berkembang di dunia yang selalu berubah ini,” pungkasnya. (*)

Reporter (Pers Mahasiswa) : Nila Aryani

Editor: Asyihin

 

Dr. Muhammad Kadafi Kembali Jabat Rektor Universitas Malahayati Periode 2024-2028

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Dr. Muhammad Kadafi, SH., MH., kembali menjabat sebagai Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung untuk periode 2024-2028. Serah terima jabatan dilakukan, Senin, 23 September 2024, menggantikan Dr. Achmad Farich, dr., MM., yang telah menjabat sebagai Rektor sejak tahun 2019.

Dalam acara serah terima jabatan yang berlangsung di gedung rektorat Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi memberikan penghargaan atas kepemimpinan Dr. Achmad Farich yang telah banyak membawa inovasi selama lima tahun terakhir.

Selain penggantian Rektor, beberapa pejabat struktural universitas juga mengalami pergantian, berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung, di antaranya:

1. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., NS., M.Kes menggantikan Dr. Muhammad, S.Kom., MM sebagai Wakil Rektor I Universitas Malahayati.

2. Nirwanto, S.Pd., M.Kes menggantikan Dr. Harmani Harun, SE., Ak., MM sebagai Pelaksana Tugas (PIt) Wakil Rektor II Universitas Malahayati.

3. Ahmad Iqbal, S.Sbmenggantikan Tarmizi, SE., M.Ak sebagai Kepala Bagian Administrasi Akademik Universitas Malahayati. Sebelumnya, Ahmad Iqbal menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (P3T), yang kini dijabat oleh Reni Tania.

4. Harmani Harun, SE., Ak., MM menggantikan Tarmizi, SE., M.Ak sebagai Kepala Bagian Administrasi Umum Universitas Malahayati.

5. Yunizar, SE menggantikan Dr. Muhammad, S.Kom., MM sebagai Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Malahayati.

Pergantian jabatan ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mencapai target-target strategis Universitas Malahayati ke depan. Semua pejabat yang baru dilantik diharapkan dapat bekerja sama dalam memajukan visi universitas menuju peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan mahasiswa.

Serah terima jabatan ini disaksikan seluruh civitas akademika dan pengurus Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung (*)

Redaktur : Asyihin

PKKMB 2024, Rumah Sakit RSPBA Jadi Sarana Pembelajaran Mahasiswa Universitas Malahayati

 

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) berkomitmen untuk mendukung pengembangan pendidikan di Universitas Malahayati.

Hal ini disampaikan langsung Wakil Direktur RSPBA, Riyanti, M.Kes, dalam pemaparan yang diberikan kepada mahasiswa baru pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Malahayati, Senin, 23 September 2024.

Riyanti menegaskan bahwa RSPBA, yang berlokasi di Jalan Pramuka No. 27, Kelurahan Kemiling Raya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, bisa menjadi sarana pembelajaran yang ideal, tidak hanya bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan, tetapi juga bagi mahasiswa dari program studi non-kesehatan.

“Rumah Sakit Bintang Amin bisa menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan, bahkan mahasiswa dari non-kesehatan pun bisa masuk ke RSPBA karena sudah mendukung program Kampus Merdeka,” jelas Riyanti.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa RSPBA menjadi salah satu ikon Universitas Malahayati di masyarakat luas. Selain mahasiswa yang dapat mengakses layanan kesehatan di rumah sakit ini, keluarga atau teman mahasiswa juga bisa mendapatkan layanan yang sama.

“Keuntungannya, mahasiswa dapat magang di RSPBA selama 6 bulan dalam program Kampus Merdeka, tidak terbatas pada jurusan kesehatan saja, tetapi juga jurusan lainnya,” tambah Riyanti.

Pada kesempatan ini, pihak RSPBA juga memaparkan visi dan misi rumah sakit, yang dinilai penting untuk diketahui oleh mahasiswa Universitas Malahayati, terutama yang akan terlibat dalam berbagai kegiatan akademik maupun magang di rumah sakit tersebut. (**)

Reporter (Pers Mahasiswa) : Nila Aryani

Editor: Asyihin

PKKMB 2024, Mahasiswa Baru Universitas Malahayati Dibekali Informasi Kehumasan dan Kerjasama

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Malahayati 2024, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai informasi kehumasan dan kerjasama, Senin, (23/09/2024).

Acara ini menghadirkan Kepala Bagian Kerjasama Wahid Tri Wahyudi, Kepala Humas Universitas Malahayati Emil Tanhar, SE, Kepala Kerjasama Internasional Universitas Malahayati, Selamet Widodo, serta Kepala UPT Balai Bahasa Universitas Malahayati, Syafik Arisandi, S.S., M.Kes.

Dalam pemaparannya, Wahid Tri Wahyudi menekankan pentingnya kerjasama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Walaupun kalian berasal dari berbagai daerah, suku, dan agama, saat ini kalian sudah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Malahayati. Bagian kerjasama kami bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, mengembangkan riset dan inovasi, serta memperkuat jaringan nasional dan global,” ungkap Wahid.

Wahid berharap mahasiswa baru bisa ikut berperan dalam mengangkat nama Universitas Malahayati ke tingkat nasional maupun internasional melalui prestasi akademik dan non-akademik.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memiliki wawasan yang luas, tidak hanya terbatas di dalam kampus. “Kalian harus memiliki pandangan yang luas, terutama dalam menghadapi prospek dunia kerja di masa depan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa kuliah di Universitas Malahayati tidak hanya terbatas pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi mahasiswa juga didorong untuk belajar di luar kelas melalui delapan jenis kegiatan seperti magang atau praktik industri, mengajar di sekolah, proyek desa, pertukaran pelajar, proyek kemanusiaan, wirausaha, studi atau proyek independen, hingga penelitian bersama.

Selain itu, Wahid juga memaparkan mengenai program ‘Merdeka Belajar’ yang memungkinkan mahasiswa Universitas Malahayati untuk mengikuti pertukaran mahasiswa di kampus-kampus nasional maupun internasional selama satu semester. “Kesempatan ini terbuka untuk semua mahasiswa, manfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wahid juga menyampaikan bahwa bagian humas berperan penting dalam mendukung kegiatan akademik dan non-akademik mahasiswa.

“Semua capaian prestasi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, akan dipromosikan dan dipublikasikan melalui media sosial dan website resmi Universitas Malahayati,” kata Wahid.

Dengan adanya dukungan dari Bagian Kerjasama dan Humas, diharapkan mahasiswa baru Universitas Malahayati dapat lebih percaya diri dan siap bersaing di dunia global, sekaligus mempromosikan prestasi mereka ke kancah yang lebih luas. (*)

Editor: Asyihin

Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Malahayati 2024 Dimulai

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun akademik 2024-2025 resmi dimulai, Senin (23/09/2024).

Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, hingga 28 September 2024, dan diikuti 1.731 mahasiswa baru. Ketua PKKMB 2024, Aditia Arief Firmanto, SH, MH, mengungkapkan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Menjadi Mahasiswa Unggul Berkarakter dan Berprestasi Menuju Indonesia Emas,” sebagai bentuk komitmen universitas dalam mencetak generasi berkualitas.

Acara PKKMB dilaksanakan di Gedung Graha Bintang dan area kampus Universitas Malahayati, dengan peserta dari berbagai program studi. Berdasarkan data registrasi panitia, mahasiswa baru terdiri dari berbagai jurusan, antara lain: D3 Analisis Farmasi dan Makanan (22 mahasiswa), D3 Kebidanan (7 mahasiswa), S1 Akuntansi (178 mahasiswa), S1 Farmasi (156 mahasiswa), Prodi Ilmu Hukum ( 150 mahasiswa), S1 Ilmu Keperawatan (83 mahasiswa).

Sedangkan, S1 Kebidanan (20 mahasiswa), S1 Kesehatan Masyarakat (236 mahasiswa), S1 Manajemen (224 mahasiswa), Pendidikan Dokter (129 mahasiswa), S1 Psikologi (114 mahasiswa), Teknik Industri (136 mahasiswa), S1 Teknik Lingkungan (102 mahasiswa). mahasiswa), S1 Teknik Mesin (78 mahasiswa), dan S1 Teknik Sipil (94 mahasiswa). Secara keseluruhan, peserta berjumlah 1.731, dengan 595 laki-laki dan 1.136 perempuan.

Aditia menjelaskan, berbagai materi penting akan disampaikan kepada mahasiswa baru selama PKKMB ini. “Beberapa materi yang akan disampaikan meliputi pengenalan sistem akademik, sistem pelayanan dan keuangan, kegiatan kemahasiswaan, organisasi mahasiswa, serta layanan mahasiswa. Selain itu, juga ada motivasi dan pelatihan karakter, materi bela negara, serta latihan kedisiplinan,” kata Aditia.

PKKMB tahun ini juga menghadirkan sumber daya dari berbagai instansi. Kami akan mendatangkan tamu dari Korem 043 Garuda Hitam untuk memberikan materi bela negara, serta dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung yang akan membahas kampus sehat tanpa narkoba. Ada juga materi dari Kementerian Hukum dan HAM terkait isu perundungan dan bullying, serta dari Bank Mandiri dan DPR RI Komisi 10 bidang pendidikan yang akan membahas sistem pendidikan tinggi,” tambahnya.

Aditia juga berpesan kepada para siswa baru untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. “Saya berpesan agar kalian mengikuti proses PKKMB ini dengan berproses dan progres, serta selalu beretika dalam setiap langkah,” tutupnya. (*)

Redaktur : Asyihin

Wakil Rektor 1 Universitas Malahayati Bagi Tips IPK 4.0 pada Maba di PKKMB 2024

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Wakil Rektor 1 Universitas Malahayati, Dr. Muhammad, S. Kom., MM., mengenalkan proses kehidupan kampus dan layanan akademik dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 di Graha Bintang, Senin (23/09/2024).

Sebanyak 1.731 mahasiswa baru antusias mengikuti acara yang bertujuan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi di Universitas Malahayati.

Dr. Muhammad menjelaskan bahwa penting bagi mahasiswa baru untuk memahami aturan kampus agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

“Mahasiswa harus disiplin dan mengikuti seluruh aturan yang berlaku di Universitas Malahayati agar bisa lulus tepat waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berbagi tips untuk meraih IPK sempurna, 4.00. “Ada beberapa hal yang perlu kalian lakukan untuk mencapai IPK maksimal, aktif bertanya di kelas, kenali tipe dosen, kerjakan tugas dengan maksimal, ikuti semua penilaian, pahami kriteria penilaian, belajar dan berdiskusi bersama teman, serta rajin membaca buku dan jurnal,” jelas Dr. Muhammad.

Selain itu, ia juga memperkenalkan program ‘Kampus Merdeka’ yang memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran di luar kampus.

“Mahasiswa baru bisa terlibat dalam berbagai kegiatan seperti magang atau praktik industri, mengajar di sekolah, proyek desa, pertukaran pelajar, proyek kemanusiaan, wirausaha, studi atau proyek independen, hingga penelitian riset,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Akademik, Tarmizi, SE., M.Ak., turut mengingatkan mahasiswa agar serius dalam menempuh perkuliahan.

“Perkuliahan di Universitas Malahayati ini bukan sekadar mencari identitas sebagai mahasiswa, tapi kalian harus disiplin dan bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Jangan sampai menyelesaikan kuliah lebih dari empat tahun karena itu dianggap kurang berprestasi. Kalau kalian lulus tepat waktu, kalian punya peluang lebih baik saat mencari pekerjaan,” kata Tarmizi. (*)

Editor: Asyihin