Peresmian Seragam Perawat PSIK UNMAL Angkatan 2024

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar kegiatan Persiapan Seragam Perawat Mahasiswa PSIK Angkatan 2024 pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menandai kesiapan mahasiswa memasuki tahapan praktik profesi keperawatan.

Acara dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, Ns., M.Kes., mewakili Rektor Universitas Malahayati; Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes.; Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan, Aryanti Wardiyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat.; Sekretaris Program Studi Ilmu Keperawatan, Rika Yulendasari, S.Kep., Ns., M.Kep.; Ketua Pelaksana, Dewi Kusumaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep.; dosen-dosen PSIK; narasumber Miranti, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Andoko, S.Kep., Ns., M.Kes.; serta tamu undangan dan seluruh mahasiswa PSIK Angkatan 2024.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta persembahan Tari Japin Melayu oleh mahasiswa PSIK Angkatan 2023 yang menambah kekhidmatan dan nuansa budaya dalam acara.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, Ns., M.Kes., menegaskan bahwa komitmen mahasiswa untuk menekuni bidang keperawatan harus dibangun sejak dini. Menurutnya, penggunaan seragam praktik merupakan langkah penting sebagai wujud kesungguhan mahasiswa dalam memenuhi janji profesi serta menginternalisasi nilai-nilai keperawatan yang menjunjung tinggi kemanusiaan, kedisiplinan, dan pengabdian. Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I secara resmi membuka kegiatan Persiapan Seragam Perawat Mahasiswa PSIK Angkatan 2024.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Aryanti Wardiyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan seragam praktik bukan sekadar kelengkapan administratif, melainkan simbol tanggung jawab, profesionalisme, dan kesiapan mahasiswa dalam menapaki dunia keperawatan. Ia menekankan pentingnya menjaga etika, sikap, serta integritas sebagai calon perawat yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat.

Setelah sambutan, Ketua Pelaksana kegiatan Dewi Kusumaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Persiapan Seragam Perawat Mahasiswa PSIK Angkatan 2024 diikuti oleh 40 mahasiswa, dengan rangkaian acara meliputi penggunaan seragam praktik konservatisme, pemasangan tanda pengenal mahasiswa, pembacaan janji mahasiswa, serta penandatanganan maklumat sebagai bentuk komitmen moral dan profesional mahasiswa keperawatan dalam menjalani pendidikan dan praktik klinik.

Pada kesempatan yang sama, Program Studi Ilmu Keperawatan juga memberikan apresiasi melalui pemilihan Data Perawat Muda Angkatan 2024 kepada mahasiswa yang menunjukkan dedikasi dan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Adapun finalis yang terpilih adalah Duta Perawat Muda Putra Asmuja Agung Bana Pikulun (NPM : 24320006), dengan Duta Perawat Muda Putri Angkatan 2024 diberikan kepada Dinda Anjelika (NPM 24330180).

Sebanyak 40 mahasiswa PSIK Angkatan 2024 secara resmi mengikuti prosesi penggunaan pakaian seragam praktik konservatisme serta pemasangan tanda pengenal mahasiswa Tahun Ajaran 2025/2026 yang dilakukan oleh pimpinan universitas dan fakultas.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan janji mahasiswa, penandatanganan maklumat mahasiswa oleh pimpinan dan perwakilan mahasiswa, foto bersama, foto angkatan, penampilan puisi dan vokal mahasiswa, serta kuliah pakar yang menambah wawasan dan motivasi bagi mahasiswa keperawatan.

Kegiatan ditutup dengan doa dan penampilan vokal persembahan dari mahasiswa PSIK Angkatan 2024 sebagai wujud rasa syukur dan bhakti kepada almamater.

Penulis menilai, kegiatan Persiapan Seragam Perawat Mahasiswa PSIK Angkatan 2024 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memiliki makna strategis dalam membentuk karakter dan jati diri mahasiswa keperawatan. Melalui prosesi penggunaan seragam, pembacaan janji, dan penandatanganan maklumat, mahasiswa didorong untuk menanamkan nilai tanggung jawab, profesionalisme, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat sejak dini sebagai calon tenaga kesehatan yang berintegritas. (fkr)

Editor : Fadly KR

Manajemen Expo Day 2: Talk Show Ekonomi Kreatif Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) melalui Program Studi Manajemen Universitas Malahayati menjadikan Talk Show Ekonomi Kreatif sebagai agenda utama pada rangkaian Manajemen Expo Day 2, yang diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika dengan antusiasme tinggi, Selasa (16 Desember 2025).

Talk show ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Hani Siti Soleha, S.Tr.Keb., M.M. (Owner Kitty Hijab sekaligus Content Creator) dan Dr. Tri Umaryani, S.P., M.Si. (Kepala Bappeda Lampung Barat). Kehadiran kedua pemateri tersebut memberikan perspektif akademik dan praktis mengenai perkembangan ekonomi kreatif yang saat ini menjadi salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasional.

Dalam pemaparannya, Hani Siti Soleha, S.Tr.Keb., M.M. menekankan pentingnya peran kreativitas dan inovasi dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Ia menjelaskan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya bertumpu pada ide semata, tetapi juga pada kemampuan mengelola ide tersebut menjadi produk atau jasa yang memiliki daya saing di pasar. Mahasiswa didorong untuk mampu membaca peluang, memahami kebutuhan konsumen, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha.

Sementara itu, Dr. Tri Umaryani, S.P., M.Si. menyampaikan materi terkait strategi pengembangan ekonomi kreatif dari sudut pandang manajerial dan keberlanjutan bisnis. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang efektif, serta penerapan konsep manajemen yang tepat agar usaha kreatif dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Selain itu, ia juga mengulas berbagai tantangan yang kerap dihadapi pelaku ekonomi kreatif beserta solusi yang dapat diterapkan oleh generasi muda.

Sesi talk show berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta. Mahasiswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar peluang usaha kreatif, pengembangan ide bisnis, hingga kesiapan menghadapi persaingan di era digital. Diskusi ini memberikan pengalaman pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa Program Studi Manajemen.

Melalui pelaksanaan Talk Show Ekonomi Kreatif ini, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati berharap mahasiswa memperoleh wawasan, inspirasi, serta motivasi untuk mengembangkan potensi diri dan ide kreatif menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari Manajemen Expo sebagai sarana penguatan kompetensi akademik serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

Talk Show Ekonomi Kreatif pada Manajemen Expo Day 2 menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa dalam memahami dinamika ekonomi kreatif di era digital. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peluang usaha sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan kewirausahaan.(fkr)

Editor : Fadly KR

RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Terima 52 Mahasiswa Profesi Ners UNMAL

KOTAMETRO (malahayati.ac.id): Program Studi Profesi Ners Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi melaksanakan kegiatan penyerahan mahasiswa Profesi Ners kepada RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro sebagai wahana pelaksanaan praktik klinik profesi keperawatan. Sebanyak 52 mahasiswa Profesi Ners mengikuti kegiatan praktik klinik pada tiga stase keperawatan, meliputi Stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB), Stase Keperawatan Gawat Darurat (KGD), dan Stase Manajemen Keperawatan.

Pelaksanaan praktik klinik profesi ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, terhitung mulai 15 Desember 2025 hingga 15 Februari 2026. Penyerahan mahasiswa dilakukan secara resmi sebagai wujud sinergi dan komitmen kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan profesi keperawatan.

Penyerahan mahasiswa Profesi Ners Universitas Malahayati dilakukan oleh Ketua Program Studi Profesi Ners, Aryanti Wardiyah, Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa praktik klinik profesi merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan kompetensi perawat profesional, khususnya dalam penguatan keterampilan klinis, manajemen pelayanan keperawatan, serta penanaman sikap profesional dan etika keperawatan.

Ia berharap mahasiswa Profesi Ners Universitas Malahayati dapat memanfaatkan kesempatan praktik klinik ini dengan sebaik-baiknya, menjunjung tinggi etika profesi, menjaga nama baik institusi, serta mampu beradaptasi dengan budaya kerja dan sistem pelayanan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pembelajaran berbasis praktik di lahan klinik menjadi sarana strategis dalam mengintegrasikan teori dan praktik, sekaligus sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja sebagai perawat profesional.

Sementara itu, dari pihak RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, penerimaan mahasiswa Profesi Ners diwakili oleh dr. Meli, Sp.KKLP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Malahayati yang telah menjadikan RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro sebagai wahana pendidikan klinik profesi keperawatan.

Pihak rumah sakit menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pembelajaran klinik serta berharap mahasiswa dapat berperan aktif, disiplin, dan mampu bekerja sama dengan seluruh tim kesehatan selama menjalani praktik.

Melalui pelaksanaan praktik klinik profesi ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam mencetak perawat profesional yang kompeten, beretika, dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan pelayanan kesehatan.

Pelaksanaan praktik klinik Profesi Ners di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro menunjukkan komitmen Universitas Malahayati dalam menghadirkan pendidikan keperawatan yang berorientasi pada mutu dan kebutuhan layanan kesehatan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi klinis dan sikap profesional sebagai fondasi dalam mencetak perawat yang siap terjun ke dunia kerja.(fkr)

Editor : Fadly KR

UNMAL Resmi Tandatangani PKS dengan Dinkes Kota Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Pada Selasa, 9 Desember 2025, pukul 12.30 WIB, bertempat di Ruang Rapat Lantai 5 Universitas Malahayati, Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (Dinkes Kota Bandar Lampung) terkait pemanfaatan sumber daya dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, S.T., M.Si.

Penandatanganan kerja sama tersebut melibatkan tiga fakultas di lingkungan Universitas Malahayati, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Teknik (FT). Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan Universitas Malahayati, antara lain Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermansyah, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Drs. Nirwanto, M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T., Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., serta Kepala Humas Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.E.

Dalam sambutan pertamanya, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermansyah, S.Kep., Ns., M.Kes., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa keterlibatan lintas fakultas menjadi kekuatan utama UNMAL dalam memberikan kontribusi nyata, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Dessy Hermansyah menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan pelayanan kesehatan di Kota Bandar Lampung.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Malahayati atas terjalinnya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam pemanfaatan sumber daya manusia dan pengembangan inovasi di bidang kesehatan.

Muhtadi A. Temenggung juga berharap agar kerja sama ini dapat mendukung program-program kesehatan yang sedang dan akan dijalankan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.

Turut hadir pula para dekan yang menandatangani perjanjian kerja sama, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Dr. Lolita Sary, M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes. , dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati Dr. Weka Indra Dharmawan, S.T., M.T. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, di antaranya Nensiria Tarigan, S.Si., Apt., M.Kes. selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Anik Listiyorini, S.KM., M.M. selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), serta drg. Susi, Kepala Puskesmas Rajabasa Indah.

Kerja sama antara UNMAL dan Dinkes Kota Bandar Lampung ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, baik dari sisi tenaga ahli, fasilitas, maupun pengembangan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi lintas fakultas tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bandar Lampung.

Melalui penandatanganan PKS ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan daerah serta memperkuat kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat. (fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Gelar Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025 Lepas 894 Lulusan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025. Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan hari ini, Sabtu (13/12/2025), bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah menyelesaikan proses pendidikan tinggi pada berbagai jenjang dan program studi. Selain sebagai penanda keberhasilan akademik mahasiswa, prosesi wisuda juga mencerminkan peran institusi pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda yang dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan siang, diikuti oleh ratusan wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas. Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, orang tua dan keluarga wisudawan, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi titik balik penting dalam kehidupan para lulusan untuk memasuki babak baru yang lebih menantang.

Dr. H. Muhammad Kadafi menyampaikan bahwa ijazah yang diterima para wisudawan dan wisudawati merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya mencerminkan kecerdasan akademik, tetapi juga ketekunan, kesabaran, doa, serta dukungan orang tua dan keluarga. Oleh karena itu, pencapaian tersebut harus dimaknai sebagai amanah yang mengandung tanggung jawab moral, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

Rektor Universitas Malahayati juga menekankan bahwa di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, kemajuan teknologi, dan kompetisi global yang semakin terbuka, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan beriman. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya oleh orang-orang pintar, melainkan oleh generasi yang memiliki nilai moral dan akhlak yang kuat.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen Universitas Malahayati untuk tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi juga membentuk manusia seutuhnya, yakni lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam akhlak, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang jujur, disiplin, dan peduli di mana pun mereka mengabdikan diri.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah wisudawan dan wisudawati pada periode ini mencapai 894 peserta yang berasal dari lima fakultas di lingkungan Universitas Malahayati.

Rincian lulusan tersebut terdiri atas Fakultas Kedokteran sebanyak 116 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Kedokteran. Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan berbagai jenjang pendidikan, antara lain Magister Kesehatan Masyarakat 58 orang, Profesi Bidan 136 orang, Profesi Ners 35 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat 36 orang, Sarjana Psikologi 21 orang, Sarjana Farmasi 85 orang, DIII Analisis Farmasi dan Makanan 47 orang, Sarjana Keperawatan 70 orang, DIII Kebidanan 14 orang, serta Sarjana Kebidanan 126 orang.

Dari Fakultas Teknik, Universitas Malahayati mewisuda lulusan Sarjana Teknik Sipil 15 orang, Teknik Lingkungan 25 orang, Teknik Industri 8 orang, dan Teknik Mesin 8 orang. Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Manajemen meluluskan 2 orang Magister Akuntansi, 31 orang Sarjana Akuntansi, dan 37 orang Sarjana Manajemen. Adapun Fakultas Hukum meluluskan 24 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Ilmu Hukum.

Prof. Dessy Hermawan juga menyampaikan bahwa wisudawan termuda pada periode ini berusia 20 tahun atas nama Intan Fadilah dari Program Studi DIII Kebidanan, sedangkan wisudawan tertua berusia 68 tahun atas nama R. Eni Haryanti dari Program Studi Profesi Kebidanan. Dengan bertambahnya lulusan pada hari ini, Universitas Malahayati secara keseluruhan telah meluluskan 18.679 alumni yang kini telah tersebar dan terserap di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Malahayati Nomor: 3000.10.401.12.25, turut diumumkan para wisudawan dan wisudawati berprestasi dengan predikat cumlaude tingkat program studi, baik pada sesi pagi maupun sesi siang.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bandar Lampung, Drs. Sukarma Wijaya, menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Malahayati serta berharap para lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung.

Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili oleh Win Honaini, S.H., M.Si. Ia mengapresiasi Universitas Malahayati yang telah berhasil melahirkan banyak guru besar dan profesor serta terus menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah II akan terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan Universitas Malahayati dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Prosesi wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili Win Honaini, S.H., M.Si; Rektor Universitas Abulyatama Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D; Wakil Rektor IV Universitas Teknokrat Indonesia Lampung Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng; Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang diwakili dr. Edy Ramdani, M.H; Direktur RS Bintang Amin dr. Rachmawati, M.PH; Ketua KADIN Provinsi Lampung yang diwakili Romi Junanto Utama, S.E., M.Sos; Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Lampung H. Ardiansyah, S.H; Pimpinan Tribun Lampung Domi; serta Sekretaris Yayasan Alih Teknologi Eli Zuana, MARS.

Prosesi wisuda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para lulusan oleh Rektor Universitas Malahayati untuk Periode ke-39 Tahun 2025, sebagai penanda resmi kelulusan dan kesiapan para alumni untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Malahayati dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (fkr)

Editor: Fadly KR

Bersyukur Tanpa Henti, Bersabar Tanpa Tepi

Oleh: Sudjarwo
Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung

Seorang teman lama, adik kelas pada waktu ngangsu kawruh di Bumi Sriwijaya yang sekarang menjadi saudagar sekaligus ulama di jantung Lumbung Pangan Sumatera Selatan, rajin berkirim tulis, terutama berkaitan dengan persoalan langit. Bahasanya enak, sederhana khas santri, dan mudah dicerna. Kali ini beliau berkirim warta tentang bagaimana perlunya bersyukur dan bersabar yang semua tak memiliki tepi. Tentu tulisannya berdasarkan perintah-perintah langit yang menjadi ciri khas beliau. Tulisan ini mencoba melengkapi pemikiran itu; akan tetapi dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari kacamata Filsafat Kontemporer.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, penuh dengan ketidakpastian, perubahan teknologi yang masif, serta krisis identitas dan makna yang seringkali menyelimuti kehidupan manusia modern, pertanyaan tentang bagaimana seharusnya manusia hidup kembali mencuat dengan relevansi yang tinggi. Tema “Bersyukur Tanpa Henti, Bersabar Tanpa Tepi” seakan menjadi seruan eksistensial yang memanggil individu untuk menyelami kembali makna dasar keberadaan mereka di dunia ini. Dari kacamata filsafat kontemporer, tema ini dapat dibaca sebagai usaha manusia untuk tetap menjaga keutuhan eksistensialnya di tengah gelombang realitas yang tidak menentu.

Pada kerangka berpikir kontemporer, manusia tidak lagi dipandang semata sebagai makhluk rasional yang terikat pada struktur mutlak atau nilai-nilai absolut. Sebaliknya, manusia adalah subjek yang terus-menerus membentuk dan didefinisikan ulang melalui pengalaman, relasi sosial, dan konteks budaya dimana dia berada. Dalam konteks ini, bersyukur dan bersabar bukan hanya bentuk ekspresi moral atau keagamaan semata, melainkan juga sikap eksistensial yang mencerminkan kesadaran akan keterbatasan diri serta pengakuan terhadap kompleksitas dunia.
Bersyukur tanpa henti, dalam pemahaman kontemporer, bukan sekadar pengucapan terima kasih kepada Tuhan, melainkan suatu bentuk perlawanan terhadap kecenderungan nihilistik yang kerap hadir dalam masyarakat modern; sehingga capaian-capaian statistik sering menjadi ukuran.

Dunia saat ini sangat terobsesi dengan produktivitas, pencapaian, dan perbandingan. Rasa cukup seolah menjadi barang langka. Dalam atmosfer semacam ini, syukur menjadi tindakan radikal; sebuah penegasan bahwa hidup ini, meskipun tidak sempurna, tetap layak dijalani dan dihargai. Bersyukur berarti menerima realitas sebagaimana adanya, bukan dengan pasrah yang fatalistik, melainkan dengan keterbukaan akan kemungkinan makna yang bisa ditemukan bahkan dalam hal-hal paling biasa.

Syukur adalah pernyataan bahwa keberadaan itu sendiri adalah anugerah. Dalam dunia yang sering kali memaksa manusia untuk merasa kurang, untuk terus mengejar lebih banyak lagi, sikap bersyukur menjadi semacam pemberontakan sunyi terhadap narasi kekurangan. Dengan bersyukur, manusia membebaskan dirinya dari ilusi bahwa nilai dirinya hanya tergantung pada apa yang ia miliki atau capai. Ia kembali pada kesadaran bahwa eksistensinya sendiri sudah mengandung nilai yang tak terhingga.

Namun, syukur yang sejati tidak bisa dipisahkan dari kesabaran. Bersabar tanpa tepi bukan berarti menyerah pada keadaan, melainkan justru menunjukan kekuatan batin untuk terus bertahan, berproses, dan melangkah walaupun jalan hidup sering kali tidak sesuai harapan. Kesabaran dalam kerangka kontemporer adalah bentuk keberanian untuk tinggal bersama ketidakpastian tanpa tergesa-gesa mencari jawaban yang instan. Ini adalah cara manusia menjaga dirinya tetap utuh di tengah krisis dan perubahan.

Ketika syukur dan sabar dipadukan, keduanya membentuk semacam siklus dialektika eksistensial. Syukur memberi makna pada apa yang sudah dan sedang dimiliki, sementara sabar memberi ruang bagi apa yang belum dan mungkin tak akan pernah tercapai. Keduanya saling menopang: syukur mencegah kesabaran berubah menjadi keputusasaan, sedangkan kesabaran menjaga syukur tetap hidup meski dalam kondisi yang sulit. Dalam pandangan filsafat kontemporer, yang sangat menekankan pada ketidaktentuan dan keterbukaan, kedua nilai ini justru menjadi fondasi untuk hidup yang autentik.

Manusia kontemporer sering kali merasa terasing; dari orang lain, dari lingkungan, bahkan dari dirinya sendiri. Dalam keterasingan ini, syukur dan sabar bisa menjadi jembatan yang menyambungkan kembali manusia dengan dunia dan dengan dirinya. Syukur menghubungkan manusia dengan momen kini, mengajak dia hadir secara penuh dalam kehidupan yang sedang berlangsung, sedangkan sabar membuka jalan menuju masa depan tanpa ketergesaan, tanpa keputusasaan.

Dari sudut pandang ini, tema “Bersyukur Tanpa Henti, Bersabar Tanpa Tepi” bukanlah sebuah slogan pasif atau pelarian dari realitas. Sebaliknya, ini adalah undangan untuk memasuki dimensi terdalam dari keberadaan manusia, di mana makna hidup tidak lagi dicari di luar, tetapi ditemukan di dalam diri kita sendiri. Dalam dunia yang serba relatif, bersyukur dan bersabar menjadi poros utama yang bisa menuntun manusia untuk tetap utuh dan bermartabat.

Kehidupan hari ini tidak pernah memberikan jaminan, dan masa depan tidak pernah bisa diprediksi dengan pasti. Namun, dengan bersyukur dan bersabar, manusia tidak lagi terombang-ambing oleh angin zaman. Ia memiliki akar yang tertanam dalam makna, bukan dalam pencapaian. Ia hidup tidak untuk menguasai dunia, tapi untuk hadir secara otentik di dalamnya.

Pada akhirnya, bersyukur tanpa henti dan bersabar tanpa tepi adalah pilihan sadar untuk hidup dengan utuh, untuk merangkul hidup dengan segala paradoks dan ketidaksempurnaannya. Ini adalah panggilan bagi manusia modern untuk keluar dari alienasi yang diciptakan oleh sistem nilai yang menyesatkan, dan kembali pada kedalaman eksistensial yang otentik. Dalam syukur, kita menemukan keindahan dari hal-hal kecil yang selama ini sering luput. Dalam sabar, kita membangun kekuatan untuk tetap berjalan dan tegar, walau perlahan, menuju hidup yang lebih bermakna. Salam Waras (SJ)

Editor: Gilang Agusman

Selamat Ulang Tahun Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Kami sivitas akademika Universitas Malahayati mengucapkan Selamat ulang tahun kepada Bapak Rektor, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. Semoga panjang umur, diberikan kesehatan, kekuatan, selalu dalam lindungan Allah SWT, dan semakin sukses serta bijaksana dalam memimpin Universitas Malahayati untuk terus bertransformasi menjadi yang terbaik! (gil)

Editor: Gilang Agusman