Selamat Ulang Tahun Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Kami sivitas akademika Universitas Malahayati mengucapkan Selamat ulang tahun kepada Bapak Rektor, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. Semoga panjang umur, diberikan kesehatan, kekuatan, selalu dalam lindungan Allah SWT, dan semakin sukses serta bijaksana dalam memimpin Universitas Malahayati untuk terus bertransformasi menjadi yang terbaik! (gil)

Editor: Gilang Agusman

Dosen Universitas Malahayati, Dwi Marlina Syukri, Ph.D, Pukau Thailand dengan Inovasi Benang Bedah Berlapis Biogenic Silver Nanoparticle

THAILAND (malahayati.ac.id): Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Malahayati. Dosen sekaligus peneliti unggulan, Dwi Marlina Syukri, Ph.D, menjadi sorotan dalam kuliah umum internasional di Walailak University, Nakhonsrithammarat, Thailand, setelah memaparkan hasil riset inovatifnya terkait pengembangan benang bedah dengan lapisan Biogenic Silver Nanoparticle. Senin (22/9/2025).

Kuliah umum tersebut menarik perhatian luas dari mahasiswa, dosen, serta praktisi kesehatan yang hadir. Dalam paparannya, Dwi Marlina menjelaskan bahwa benang bedah inovatif ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi nanopartikel perak yang bersifat antimikroba alami, sehingga mampu mengurangi resiko infeksi pascaoperasi secara signifikan.

“Penggunaan biogenic silver nanoparticle tidak hanya memberikan perlindungan dari mikroorganisme penyebab infeksi, tetapi juga ramah lingkungan dan mudah diaplikasikan dalam berbagai prosedur pembedahan,” ungkap Dwi Marlina dalam presentasinya.

Lebih lanjut, Dwi Marlina menuturkan bahwa riset ini berangkat dari kebutuhan klinis akan bahan medis yang lebih aman dan efisien, sekaligus mendukung perkembangan biomaterial modern yang bekelanjutan. Kombinasi antara ilmu bioteknologi dan prinsip geen chemistry menjadi landasan utama inovasi ini.

Keberhasilan penelitian ini semakin istimewa karena telah mendapat pengakuan internasional melalui perlindungan kekayaan intelektual (paten) di Thailand, dengan nomor 2003001900 (Thai Petty Patent). Pengakuan ini membuktikan bahwa hasil karya anak bangsa mampu bersain dan diakui secara global dalam bidang riset dan inovasi kesehatan.

 

Antusiasme peserta kuliah umum pun begitu terasa. Mereka menilai bahwa riset yang dilakukan oleh Dwi Marlina Syukri, Ph.D tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi dunia akademik, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri alat kesehatan berbasis bioteknologi di Indonesia dan Asia Tenggara.

Rektor Universitas Malahayati turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut, menegaskan bahwa kehadiran dosen-dosen berprestasi di panggung internasional menjadi bukti komitmen universitas dalam mencetak peneliti unggul dan berdaya saing global.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lahir lebih banyak peneliti muda yang terinspirasi untuk berinovasi dan menghasilkan riset aplikatif yang membawa manfaat luas bagi masyarakat. Dwi Marlina menutup kuliahnya dengan pesan inspiratif:

“Inovasi bukan hanya tentang menemukan hal baru, tetapi tentang bagaimana ilmu yang kita kembangkan dapat memberi dampak nyata bagi kehidupan manusia.”

Kehadiran Dwi Marlina Syukri, Ph.D di Thailand tak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas negara dalam menguatkan peran Indonesia di kancah riset global. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Optimalisasi Sampah Organik Jadi Sabun Disinfektan Ramah Lingkungan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Malahayati Gelar Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Pesawahan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati kembali hadir di tengah masyarakat dengan program inovatif yang tak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berdampak ekonomi. Bertempat di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, mereka menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Sampah Organik Berbasis Ekoenzim Sebagai Sabun Disinfektan Pembersih Lantai Ramah Lingkungan”. Senin (29/9/2025).

Program ini terselenggara atas dukungan DPPM Kemdikbudristek Tahun 2025 melalui Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Nomor Kontrak 334/C3/DT.05.00/PM-BATCH III/2025 tertanggal 10 September 2025.

Tim pengabdian masyarakat berasal dari kolaborasi tiga prodi Hadirkan Inovasi “ECORIND”yakni Farmasi, Teknik Lingkungan, dan Ekonomi. Mereka terdiri dari: apt. Ade Maria Ulfa., M.Kes (Prodi Farmasi), Natalina, S.T., M.T (Prodi Teknik Lingkungan), Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D (Prodi Ekonomi). Tim ini juga dibantu dua mahasiswa, Galih Bimantara dan Muhammad Putra Pratama.

Melalui sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan teknologi tepat guna, para ibu PKK Kelurahan Pesawahan dibekali keterampilan dalam pemilahan sampah organik rumah tangga (khususnya kulit buah), proses fermentasi ekoenzim, hingga pembuatan produk inovatif berupa sabun disinfektan pembersih lantai “ECORIND” (ECO = Ekoenzim Ramah Lingkungan, RIND = Kulit Buah).

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Ade Maria Ulfa menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengurangi timbulan sampah di Kelurahan Pesawahan. Dengan pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga dapat mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, disentri, dan malaria.

“Pemanfaatan kulit buah sebagai bahan dasar ekoenzim akan menghasilkan sabun disinfektan ramah lingkungan yang ekonomis dan bahkan bernilai jual,” ujarnya.

Lurah Pesawahan, Musa Shaleh., S.I.Kom, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurutnya, Kelurahan Pesawahan memiliki 117 kepala keluarga, dengan 80% di antaranya termasuk keluarga miskin. Data tahun 2024 mencatat bahwa wilayah ini menghasilkan sampah sebanyak 227 kg per hari, dengan 60% berasal dari sampah rumah tangga.

“Selama ini sampah rumah tangga belum dimanfaatkan secara maksimal. Kehadiran program pengabdian masyarakat ini tentu sangat membantu warga, khususnya ibu-ibu PKK, untuk mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan uji coba produk sabun disinfektan ECORIND, demonstrasi cara pemakaian yang tepat, serta diskusi terbuka mengenai strategi pemasaran, termasuk melalui platform digital agar produk dapat dikenal lebih luas.

Dengan adanya inovasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi baru dari pemanfaatan limbah organik rumah tangga. (gil)

Editor: Gilang Agusman

BEM FK Universitas Malahayati Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Bunut, Gelar Penyuluhan, Pemeriksaan Gratis, hingga Donor Darah

PESAWARAN (malahayati.ac.id): Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati bekerjasama dengan Ikatan Alumni (IKA) FK Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Klinik Bunut Raya Medistra, Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.

Program ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat, mulai dari penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan laboratorium gratis (gula darah, asam urat, dan kolesterol), skrining katarak, hingga donor darah. Kegiatan disambut antusias oleh warga, terbukti dengan kehadiran lebih dari 110 peserta yang berasal dari Desa Bunut dan Desa Wates, Kecamatan Way Ratai, Padang Cermin.

Ketua BEM FK Unmal, M. Irham, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja BEM FK Unmal periode 2024–2025. “Kami ingin menunjukkan kepedulian nyata mahasiswa kedokteran terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Desa Bunut dan Wates. Semoga keberadaan kami bisa memberikan manfaat dan membantu masyarakat menjaga kesehatan,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Camat Way Ratai, Kepala Desa Bunut, Ketua IKA FK Unmal dr. Dian A., AIFO, Wakil Dekan Non Akademik FK Unmal Dr. dr. Hidayat, SpPK., Subsp. P.I (K), jajaran dokter, serta pengurus BEM FK Universitas Malahayati.

Camat Way Ratai dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah. “Masih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan seperti ini. Kami berharap Universitas Malahayati bisa terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di Kecamatan Way Ratai,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua IKA FK Unmal, dr. Dian A., AIFO, yang juga pemilik Klinik Bunut Raya Medistra, menyampaikan rasa bangga dan antusiasnya. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga kontribusi nyata dalam mempererat hubungan antara alumni, mahasiswa, dan masyarakat. “Kami ingin kegiatan ini membawa nama baik Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dan menunjukkan bahwa alumni memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di Lampung,” ucapnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, alumni, dan civitas akademika Universitas Malahayati dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Semangat gotong royong, kepedulian, dan dedikasi para mahasiswa kedokteran diharapkan dapat terus menjadi inspirasi untuk melahirkan program-program bermanfaat lainnya di masa mendatang. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Dosen dan Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Edukasi Pasien dalam Peringatan World Patient Safety Day 2025

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dalam rangka memperingati World Patient Safety Day atau Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2025, dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati menggelar kegiatan edukasi kesehatan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, Bandar Lampung.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 20–24 September 2025, ini menyasar pasien ibu hamil dan balita di ruang kandungan, ruang anak, poli anak, dan poli kandungan. Sebanyak 51 responden turut serta dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk penyuluhan interaktif.

Fokus edukasi meliputi informasi penting mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat serta tata cara penggunaan obat yang benar. Topik ini dipilih untuk meningkatkan pemahaman pasien dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga, sekaligus mendorong penerapan prinsip keselamatan pasien sesuai tema kampanye global World Patient Safety Day 2025.

Nova Muhani, SST., MKM, selaku Kaprodi S1 Kesehatan Masyarakat, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini bukan hanya sebatas kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi ajang untuk mengasah kompetensi mereka di bidang promosi kesehatan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pasien lebih memahami pentingnya keselamatan pasien, khususnya dalam hal gizi serta pemberian obat yang sesuai. Edukasi seperti ini penting agar pengetahuan bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi positif dari pasien maupun tenaga kesehatan di RS Pertamina Bintang Amin. Mereka menilai bahwa informasi yang diberikan sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran akan keselamatan pasien, terutama terkait pola makan balita dan keamanan penggunaan obat.

Sebagai tindak lanjut, Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati berencana memperluas kegiatan serupa di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Upaya ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung kampanye global keselamatan pasien serta memperkuat peran akademisi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Universitas Malahayati Buka Rekrutmen Dosen Tetap, Kesempatan Emas bagi Profesional

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali membuka peluang berkarier bagi para profesional di bidang kesehatan untuk bergabung sebagai Dosen Tetap. Kesempatan ini ditujukan bagi tenaga ahli yang memiliki dedikasi tinggi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat guna mencetak generasi unggul serta berdaya saing global.

Adapun formasi yang dibuka meliputi: Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Urologi, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, Dokter Magister Biomedik (Anatomi), Dokter Magister Biomedik (Fisiologi), Dokter Magister Biomedik (Histologi), Dokter Magister Biomedik (Parasitologi Klinis), Dokter Magister Biomedik (Biokimia)

Calon dosen tetap diharapkan memiliki kualifikasi minimal pendidikan S3, dengan syarat umum sebagai berikut:
• Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00
• Memiliki STR aktif
• Bertanggung jawab, mampu bekerja sama dalam tim, serta memiliki integritas tinggi
• Sehat jasmani dan rohani
• Tidak berstatus sebagai PNS atau bekerja di instansi lain
• Belum memiliki NIDN/NUPTK
• Bersedia melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat)

Bagi para kandidat yang memenuhi kualifikasi, lamaran ditujukan kepada:

Rektor Universitas Malahayati
Cq. Kepala Kepegawaian
Email: hrd@malahayati.ac.id

Universitas Malahayati mengajak para tenaga profesional untuk bergabung dalam lingkungan akademik yang dinamis, inovatif, dan berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Bergabunglah bersama Universitas Malahayati untuk menjadi bagian dari tenaga pendidik profesional yang berperan aktif mencetak lulusan unggul, berdaya saing global, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Dosen Universitas Malahayati Adhitya Rizky Prabowo Resmi Sandang Gelar Doktor

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Malahayati. Salah satu dosen terbaik Fakultas Hukum, Dr. Adhitya Rizky Prabowo, S.H., M.H., resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka program doktor ilmu hukum di Universitas Lampung, Rabu (17/9/2025).

Dalam sidang terbuka yang berlangsung khidmat tersebut, Dr. Adhitya Rizky Prabowo memaparkan hasil penelitiannya dengan judul “Keabsahan Formil Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan dalam Menjamin Keadilan Hukum”. Penelitian ini menyoroti aspek penting keabsahan hukum dalam praktik pemberian hak tanggungan, yang berperan besar dalam menjamin kepastian dan keadilan hukum, khususnya di bidang perjanjian utang-piutang dan kredit perbankan.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh para guru besar dan pakar hukum dari Universitas Lampung dengan susunan dewan penguji sebagai berikut:
1. Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. – Ketua Penguji
2. Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum. – Sekretaris Penguji
3. Dr. Rani Sri Agustina, S.H., M.H. – Penguji Eksternal
4. Dr. M. Fakih, S.H., M.S. – Penguji Internal
5. Prof. Dr. FX. Sumarja, S.H., M.Hum. – Penguji Internal
6. Dr. Ahmad Zazili, S.H., M.H. – Penguji Internal
7. Prof. Dr. I Gede A.B. Wiranata, S.H., M.H. – Promotor
8. Dr. Sunaryo, S.H., M.Hum. – Ko-Promotor

Melalui paparannya, Dr. Adhitya menegaskan bahwa aspek formil dalam surat kuasa membebankan hak tanggungan serta akta pemberian hak tanggungan seringkali menjadi titik krusial dalam praktik hukum di Indonesia. Disertasinya memberikan kontribusi penting untuk memperkuat fondasi keadilan hukum, baik bagi kreditur maupun debitur.

Dengan keberhasilan ini, Universitas Malahayati semakin meneguhkan posisinya sebagai kampus yang konsisten melahirkan akademisi dan peneliti berkualitas. Fakultas Hukum pun menambah daftar panjang dosen bergelar doktor yang diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian di bidang hukum.

Atas capaian ini, keluarga besar Universitas Malahayati menyampaikan ucapan selamat dan kebanggaan. “Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi pengembangan ilmu hukum, tetapi juga dalam praktik hukum untuk masyarakat luas,” demikian harapan yang disampaikan civitas akademika.

Keberhasilan Dr. Adhitya Rizky Prabowo menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus berprestasi serta berkontribusi dalam dunia akademik maupun profesional. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Ubah Limbah Jadi Berkah, Dosen Universitas Malahayati Transformasikan Cangkang Kerang Hijau Jadi Pupuk dan Pakan di Pulau Pasaran

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Potensi pesisir Lampung tak hanya terletak pada hasil lautnya yang melimpah, tetapi juga pada limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan. Di Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, masyarakat kini mendapat harapan baru melalui inovasi pengolahan limbah cangkang kerang hijau menjadi pupuk dan pakan ternak, yang mampu membangkitkan nilai tambah ekonomi warga setempat.

Program ini hadir berkat inisiatif tim dosen Universitas Malahayati yang memberikan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga penerapan teknologi tepat guna melalui Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) DPPM Kemdikbudristek Tahun 2025 dengan Nomor Kontrak 205/C3/DT.05.00/PM II/2025 tertanggal 23 Juli 2025.

Kerang hijau (Perna viridis) banyak ditemukan di perairan dangkal seperti batu karang, pelabuhan, dan struktur pantai. Di berbagai daerah, termasuk Teluk Jakarta, Pantai Utara Pulau Jawa, Sumatera bagian timur, Kalimantan, hingga Sulawesi pesisir, keberadaan kerang hijau melimpah.

Namun, di Pulau Pasaran, limbah cangkang kerang hijau yang menumpuk sering kali hanya dijadikan timbunan tanah di sekitar rumah warga. Selain merusak estetika lingkungan, limbah ini belum memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, tim dosen Universitas Malahayati yang dipimpin Euis Mufahamah, S.E., M.Ak bersama Anita, S.E., M.E dan Adi Prastyo, S.T., M.T menggagas pelatihan teknis pengolahan limbah cangkang kerang hijau menjadi produk bernilai guna.

Tak hanya sebatas produksi, program ini juga mengajarkan digitalisasi pemasaran melalui e-katalog Likerau, serta menghadirkan alat produksi modern yang dapat membantu masyarakat mengolah limbah secara lebih efektif. Mitra PKM dalam kegiatan ini adalah kelompok Pengrajin Kerambah Kerang Hijau Pulau Pasaran.

“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan limbah cangkang kerang hijau yang sebelumnya hanya menumpuk menjadi produk bermanfaat, baik untuk pupuk maupun pakan. Selain ramah lingkungan, tentu ini juga bisa menjadi peluang usaha baru,” jelas Euis Mufahamah.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada DPPM Kemdikbudristek yang telah memberikan dukungan pendanaan penuh untuk program PKM tahun anggaran 2025.

Program ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan asta cita pembangunan desa pesisir, dengan mengedepankan kemandirian ekonomi masyarakat. Nelayan Pulau Pasaran yang selama ini menggantungkan hidup pada hasil laut kini didorong agar mampu menangkap peluang baru dari pengolahan limbah yang ada di sekitar mereka.

Dengan dukungan teknologi produksi modern dan strategi pemasaran yang terintegrasi, inovasi ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Serah Terima, Ucap Janji, dan Orientasi Dokter Muda Universitas Malahayati di RSUD Jend. A. Yani Metro

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati resmi menggelar serah terima, pengucapan janji, sekaligus pembukaan Orientasi Dokter Muda (Co-ass) di RSUD Jend. A. Yani Metro. Acara berlangsung khidmat di Aula Diklat rumah sakit pada Rabu (17/9/2025), diikuti sebanyak 57 mahasiswa yang akan menjalani masa praktik klinik di rumah sakit tersebut.

Hadir langsung dalam acara ini, Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH., MH, bersama jajaran Wakil Rektor I, II, III, IV, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran, Ketua Program Studi Profesi dan Pendidikan, Sekretar

is, Ketua PMB, serta Kepala Humas dan Protokoler Universitas Malahayati.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH., MH dalam sambutannya, menekankan bahwa profesi dokter bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa yang mulia.

“Masa Co-ass adalah fase penting yang akan menguji ketangguhan, integritas, dan empati kalian terhadap pasien dan masyarakat. Ikuti orientasi ini dengan sungguh-sungguh, jalin komunikasi yang baik dengan para pembimbing, dan jagalah etika profesi. Ingatlah, kalian bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga almamater dan bangsa,” ujar Kadafi.

Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan mahasiswa Universitas Malahayati di Metro diharapkan bisa berkontribusi pada visi dan misi Kota Metro sebagai kota pendidikan dan kota sehat. “Bulan Oktober nanti, kita juga akan menyambut mahasiswa dari Universitas Putra Malaysia. Ini menjadi momentum kolaborasi internasional di bidang kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Jend. A. Yani Metro, dr. Fitri Agustina, M.K.M, menyambut hangat kehadiran para dokter muda.

“Setelah menempuh teori di bangku kuliah, kini saatnya adik-adik terjun langsung dalam pengabdian. Anggaplah rumah sakit ini sebagai rumah kedua. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi. Setiap pasien yang kalian temui adalah guru terbaik,” tuturnya.

Orientasi ini akan berlangsung selama dua hari, 17–18 September 2025. Para peserta akan dibekali berbagai materi penting, mulai dari pengenalan visi-misi rumah sakit, etika profesi, PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien), pelayanan prima, pencegahan dan pengendalian infeksi, komunikasi efektif, hingga praktik penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

 

Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, juga hadir memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Metro dan Universitas Malahayati.

“Orientasi ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bentuk nyata sinergi kita dalam membangun kesehatan masyarakat. Kehadiran dokter muda di RSUD Metro akan memperkuat layanan medis sekaligus menghidupkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap, mahasiswa dokter muda Universitas Malahayati mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk tidak hanya mengasah keterampilan medis, tetapi juga memahami dinamika sosial kesehatan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Metro.

Rangkaian acara ditutup dengan pengucapan janji dokter muda sebagai simbol kesiapan mereka mengabdi. Suasana penuh khidmat dan semangat terlihat dari para peserta yang kini resmi memasuki fase penting perjalanan menuju profesi dokter.

Dengan orientasi ini, 57 dokter muda Universitas Malahayati siap mengawali perjalanan klinisnya di RSUD Jend. A. Yani Metro. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi tenaga medis yang kompeten, tetapi juga hadir sebagai insan kesehatan yang humanis, berintegritas, dan berdedikasi tinggi bagi bangsa dan masyarakat. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Prodi Manajemen Universitas Malahayati Sambut Semester Ganjil 2025/2026 dengan Beragam Pembekalan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Manajemen Universitas Malahayati menggelar kegiatan pembukaan awal semester ganjil 2025/2026 yang dipenuhi dengan rangkaian pembekalan bagi dosen. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 10 September 2025, di Ruang Pasca Kesehatan Masyarakat lantai 5 Universitas Malahayati.

Acara ini menjadi momentum penting untuk menyambut perkuliahan semester baru yang akan dimulai pada 15 September 2025. Hadir seluruh dosen Prodi Manajemen, dengan berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Agenda diawali dengan sambutan PIC kegiatan, Hamida Nur Rahmawati, S.Pd., M.Pd., dilanjutkan sambutan Kepala Program Studi Manajemen, Dr. Febrianty, S.E., M.Si. Suasana semakin produktif ketika tiga narasumber menyampaikan materi pembekalan.

Narasumber pertama, Ayu Nursari, S.E., M.E., mengangkat tema Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKTP). Materi ini menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas kemahasiswaan dan pengajar agar kualitas program studi terus meningkat.

Selanjutnya, Euis Mufahamah, S.E., M.Ak., membawakan materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, bermartabat, serta berlandaskan integritas dan akhlak mulia.

Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Febrianty, S.E., M.Si., yang membahas Quantum Learning. Metode pembelajaran ini dinilai mampu menciptakan suasana kuliah yang lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa sekaligus kualitas mengajar para dosen.

Kegiatan pembukaan awal semester ini diharapkan mampu memberi semangat baru dan menumbuhkan motivasi bagi para dosen Prodi Manajemen. Dengan bekal pembekalan tersebut, diharapkan proses pembelajaran berjalan lebih optimal dan dapat menciptakan suasana positif bagi mahasiswa untuk meraih keberhasilan akademik maupun pengembangan diri di luar kelas. (gil)

Editor: Gilang Agusman