LPPM Universitas Malahayati Gelar Rapat Koordinasi Bersama BPPM untuk Penguatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) – Universitas Malahayati melalui LPPM Universitas Malahayati menggelar rapat koordinasi strategis bersama BPPM Universitas Malahayati dalam rangka meningkatkan kualitas dan arah pengembangan bidang penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus.

Rapat yang berlangsung dalam suasana penuh sinergi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antarunit, menyelaraskan program kerja, serta mendorong peningkatan capaian kinerja tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola strategis, di antaranya:

Wakil Rektor I Bidang Akademik
Prof. Dr. Dessy Hermawan.,M.Kes
Ketua LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih.,SE.,M.Si.,P.hD
Wakil LPPM Universitas Malahayati, Eka Yudha Chrisanto.,S.Kep.,Ners.,M.Kep
Sekretaris LPPM, Dewi Avianti, SE.,S.Psi

Turut hadir pula Kepala BPPM Universitas Malahayati terpilih, yaitu:
1. Dr. Mala Kurniati, S.Si.,M.Biomed
2. Arif Setiajaya, S.T., M.Si
3. Ana Mariza, S.ST.,M.Kes
4. Dwi Arassy Aprillia RS.,SH.,M.H
5. Muhammad Irfan Pratama, S.E.,M.E

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Dessy Hermawan menekankan pentingnya peningkatan motivasi dan kualitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di setiap program studi. Beliau menyampaikan bahwa seluruh dosen dan civitas akademika harus mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi target kinerja, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap program studi harus memiliki roadmap penelitian yang jelas, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus mampu menjadi solusi atas permasalahan nyata di lapangan serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU),” ujarnya.

Beliau juga mendorong agar kolaborasi antarprodi dan lintas disiplin ilmu terus ditingkatkan, serta memaksimalkan peluang hibah penelitian baik dari tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, kualitas luaran penelitian seperti publikasi ilmiah, HKI, serta inovasi dapat terus meningkat.

Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai strategi peningkatan mutu penelitian, optimalisasi hibah penelitian, serta penguatan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, sinergi antara LPPM dan BPPM juga difokuskan pada peningkatan indikator kinerja utama (IKU) serta persiapan akreditasi institusi dan program studi.

Ketua LPPM menegaskan bahwa kolaborasi lintas unit menjadi kunci dalam mendorong produktivitas dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan penelitian yang inovatif dan pengabdian yang solutif. Sementara itu, Kepala BPPM terpilih menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sistem penjaminan mutu serta mendukung tata kelola penelitian yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta langkah strategis yang terintegrasi guna menjadikan Universitas Malahayati sebagai institusi unggul dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Chandra Fz

Tingkatkan Profesionalisme, Universitas Malahayati Gelar Evaluasi Kinerja Dosen Tersertifikasi 2026

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) – Bidang Akademik Universitas Malahayati menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Evaluasi Kinerja Dosen Tersertifikasi Tahun 2026” pada Selasa (14/4). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan kampus ini bertujuan untuk memperkuat komitmen para dosen dalam menjalankan tugas sesuai dengan regulasi pendidikan tinggi yang berlaku.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan narasumber utama, yakni Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, Romi J Utama SE, M.Sos, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dan Drs. Suharman,M.Pd.,M.Kes. Dalam sesi diskusi, para pimpinan memberikan pengarahan langsung kepada para dosen mengenai pentingnya menjaga integritas dan performa kerja setelah menyandang status dosen tersertifikasi.

“Sebagai dosen yang telah tersertifikasi, tanggung jawab kita bukan hanya sekadar memenuhi administrasi, tetapi juga menjaga kualitas tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan. Melalui kegiatan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh dosen tetap konsisten dalam menjalankan beban kerja sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus terus meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sertifikasi dosen harus menjadi momentum untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan kontribusi nyata dalam pengembangan akademik di Universitas Malahayati,” ujar Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik.

“Kami dari perwakilan yayasan sangat mendukung penuh pelaksanaan evaluasi kinerja dosen tersertifikasi ini sebagai bagian dari upaya menjaga mutu dan marwah institusi. Sertifikasi dosen bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kami berharap seluruh dosen Universitas Malahayati dapat terus menunjukkan dedikasi, integritas, serta kinerja terbaiknya, baik dalam pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, sehingga mampu menciptakan lulusan yang unggul dan berdaya saing,” ujar Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

“Kegiatan ini dilakukan agar para dosen tetap berkomitmen penuh dalam bekerja dan selalu berpijak pada aturan yang ada,” ujar salah satu narasumber di sela-sela kegiatan.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi sorotan:

  • Kepatuhan Regulasi: Memastikan seluruh dosen memahami dan menerapkan aturan terbaru terkait beban kerja dosen (BKD).

  • Penguatan Komitmen: Memotivasi tenaga pendidik agar tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga meningkatkan kualitas pengajaran.

  • Akselerasi Akademik: Mendorong dosen tersertifikasi untuk lebih produktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat.

Melalui evaluasi ini, Universitas Malahayati berharap standar kualitas pendidikan di lingkungan kampus tetap terjaga, sehingga mampu mencetak lulusan yang kompetitif. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama sebagai simbol sinergi antara manajemen akademik dan para pengajar.

Editor : Chandra Fz

Sosialisasi Instrumen Monitoring dan Evaluasi memastikan pelaksanaan Kalender Akademik sesuai jadwal

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) : Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) telah melaksanakan kegiatan sosialisasi instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai langkah awal dalam memastikan pelaksanaan kalender akademik berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan fakultas, program studi, serta unit terkait di lingkungan universitas. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai instrumen Monev yang akan digunakan, termasuk indikator penilaian, mekanisme pelaksanaan, serta sistem pelaporan yang terintegrasi.

Dalam kegiatan tersebut, LPMI menekankan pentingnya kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan akademik dengan kalender akademik yang telah ditetapkan. Instrumen Monev yang disosialisasikan dirancang untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan unit kerja terhadap jadwal perkuliahan, ujian, dan kegiatan akademik lainnya secara sistematis dan terukur.

Ketua LPMI Dr. M. Arifki Zainaro menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan tahap krusial sebelum pelaksanaan Monev di lapangan. Dengan pemahaman yang sama terhadap instrumen yang digunakan, diharapkan seluruh unit dapat berpartisipasi aktif dan memberikan data yang akurat serta objektif.

“Melalui kegiatan ini, LPMI berharap proses Monitoring dan Evaluasi yang akan dilaksanakan selanjutnya dapat berjalan efektif, transparan, dan mampu memberikan rekomendasi yang konstruktif dalam meningkatkan kedisiplinan pelaksanaan kalender akademik.”

Sebagai tindak lanjut, kegiatan Monev akan segera dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, guna memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan tetap terjaga dan berkelanjutan.

Editor : Chandra Fz

Yudisium ke-40 Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati: Mencetak Sarjana Unggul dan Berdaya Saing Global

Bandar Lampung, 10 April 2026 – Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Yudisium ke-40 bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi mereka. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung MCC Universitas Malahayati dan menjadi momentum penting dalam menandai kelulusan akademik mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional. Mahasiswa yang di yudisium sejumlah 133, yang terdiri dari 129 orang dari Prodi S1 Manajemen, 2 orang dari Prodi S1 Akuntansi, dan 2 orang dari Prodi Akuntansi Program Pasca.

Acara yudisium ini dihadiri oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Dr. Rahyono, S.Sos., M.M. Turut hadir pula sejumlah pejabat universitas lainnya, antara lain Ketua LPPM, Ketua LPMI Dr. M. Arifki Zainaro, S.Kep., Ns., M.Kep, Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Tessa Sjahriani, M.Kes, dan Kepala UPT Perpustakaan, Nowo Hadiyanto, S.Sos.
Mengusung tema “Dari Kampus ke Dunia: Sarjana Fakultas Ekonomi Unggul dan Berdaya Saing Global”, kegiatan ini menegaskan komitmen Fakultas Ekonomi dan Manajemen dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.


Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya dengan baik. Selanjutnya, Wakil Rektor 1 juga menegaskan pentingnya adaptasi, integritas, dan kemampuan inovasi sebagai bekal utama dalam memasuki dunia kerja maupun kewirausahaan.


Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Dr. Rahyono, S.Sos., M.M., menyampaikan harapannya agar para lulusan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat serta mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa perkuliahan.


Acara berlangsung dengan penuh rasa bangga dan haru, di mana para peserta yudisium secara resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana dan magister. Momen Yudisium ke-40 ini menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk melangkah dari dunia akademik menuju dunia profesional dengan semangat baru.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Malahayati kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing global.

Editor : Chandra Fz

Soroti Tantangan Farmasi Global, Universitas Malahayati Sukses Gelar International Online Lecture

BANDAR LAMPUNG  ( malahayati.ac.id ) – Universitas Malahayati kembali menunjukkan taringnya di kancah akademik internasional melalui penyelenggaraan Online Lecture Series 2nd. Acara yang diinisiasi oleh SLMIOP ini mengangkat topik krusial bagi masa depan industri kesehatan dunia: kepatuhan halal pada produk farmasi.

Digelar pada Selasa, 7 April 2026, diskusi ini menghadirkan pakar farmasi kenamaan, Dr. Saddam Husein, S.Si., M.Sc., sebagai dosen tamu spesial. Mengangkat tema “The Urgency of Halal Compliance in Pharmaceutical Products: Global Challenges and Opportunities”, sesi ini membedah bagaimana standar halal menjadi faktor penentu kualitas obat-obatan di pasar global.

Dalam pemaparannya yang mendalam, Dr. Saddam Husein menekankan bahwa industri farmasi halal bukan lagi sekadar pasar ceruk (niche market), melainkan pilar utama industri kesehatan masa depan. Beliau menyatakan:

“Halal pharmaceuticals ensure medicines comply with Islamic standards, and their importance is rising due to growing demand despite challenges such as regulatory differences and limited halal ingredients, ultimately creating strong opportunities for global growth and innovation.”

(Farmasi halal memastikan obat-obatan mematuhi standar Islami, dan urgensinya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan permintaan meskipun terdapat tantangan seperti perbedaan regulasi dan terbatasnya bahan baku halal, yang pada akhirnya menciptakan peluang kuat bagi pertumbuhan dan inovasi global.)

Kuliah internasional yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting ini di ikuti oleh mahasiswa SLMIOP India dan mahasiswa Universitas Malahayati, dan dihadiri oleh jajaran akademisi dari Universitas Malahayati yang turut aktif dalam sesi diskusi, antara lain: apt. Iwang Davi Setiawan, M.Farm. apt. Yovita Endah Lestari, M.Farm. apt. Kurnia Eryani, M.Farm.Klin. dan Dwi Marlina Syukri, S.Si., M. BSc., PhD.

Diskusi berlangsung dinamis, menyoroti bagaimana Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dapat mengambil peran strategis dalam mengatasi keterbatasan bahan baku halal melalui inovasi riset.

Melalui agenda ini, Universitas Malahayati berharap dapat melahirkan lulusan dan praktisi kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki pemahaman etis dan regulasi terhadap standar halal global. Langkah ini mempertegas visi Universitas Malahayati untuk terus berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan secara universal.

Editor : Chandra Fz

LPMI UNIVERSITAS MALAHAYATI LAKUKAN PERSIAPAN MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) PERIODE I SEMESTER GENAP T.A. 2025/2026

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) – Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan persiapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Periode I Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sebagai bagian dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berkelanjutan.

Kegiatan persiapan ini diawali dengan pelaksanaan Silaturahmi Tim Mutu Universitas Malahayati yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Ketua Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) di tingkat fakultas, meliputi Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Fakultas Hukum, serta Fakultas Teknik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Ruang LPMI Universitas Malahayati.

Kepala LPMI Universitas Malahayati, Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep., dalam arahannya menyampaikan bahwa Monitoring dan Evaluasi merupakan tahapan penting dalam siklus SPMI, khususnya pada aspek evaluasi dan pengendalian terhadap ketercapaian standar mutu yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan Monev bukan hanya sebagai bentuk pengawasan, namun juga sebagai upaya sistematis dalam mengidentifikasi capaian kinerja, menemukan kesenjangan, serta merumuskan langkah-langkah peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ungkap beliau.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan Monev sangat bergantung pada sinergi antara LPMI dengan BPMI di tingkat fakultas, serta keterlibatan aktif seluruh program studi dalam menyediakan data dan informasi yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam forum FGD, dilakukan pembahasan secara komprehensif terkait penyusunan timeline pelaksanaan SPMI dan kesiapan menghadapi Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Selain itu, turut dibahas penyesuaian instrumen Monev, indikator kinerja yang akan digunakan, serta mekanisme pelaksanaan dan pelaporan hasil evaluasi.

Partisipasi aktif dari Ketua BPMI fakultas dalam forum ini memberikan kontribusi penting berupa masukan dan rekomendasi strategis berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Monev pada periode sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan Monev pada periode berjalan.

Melalui kegiatan ini, LPMI Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa seluruh proses penjaminan mutu berjalan secara terencana, terukur, dan berkesinambungan. Pelaksanaan Monev Periode I Semester Genap T.A. 2025/2026 diharapkan mampu memberikan gambaran objektif terkait capaian mutu institusi sekaligus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan untuk peningkatan kualitas di masa yang akan datang.

Sebagai bagian dari upaya penguatan budaya mutu, LPMI terus mendorong seluruh unit kerja di lingkungan Universitas Malahayati untuk berperan aktif dalam implementasi SPMI, sehingga tercipta tata kelola pendidikan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berdaya saing.

Editor : Chandra Fz

Kasus Campak di Lampung Melonjak Drastis, Akademisi Beberkan Penyebab dan Solusi

 

Bandar lampung ( malahayati.ac.id ) – Tingginya kasus suspek campak di Provinsi Lampung dalam kurun waktu tiga bulan pertama pada 2026 mendapat sorotan tajam dari kalangan akademisi.

Berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga 30 Maret 2026, tercatat ada sekitar 591 kasus suspek campak. Dari total tersebut, di mana sebanyak 52 kasus di antaranya telah resmi terkonfirmasi positif oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menanggapi situasi ini, akademisi sekaligus dosen epidemiologi Universitas Malahayati, Agung Aji Perdana, menilai bahwa lonjakan ini harus disikapi dengan serius karena peningkatannya mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Agung mengungkap, terdapat dua faktor risiko utama yang menyebabkan penyakit menular ini merebak cepat di Lampung.

“Penyebab utama daripada campak ini adalah virus. Virus campak ini bisa menyebar kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memang tidak diimunisasi campak,” ujar Agung dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Selain itu, ia menilai penyebab lainnya yakni karena rendahnya angka cakupan anak yang telah diimunisasi campak di Lampung.

“Data yang saya ketahui, bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap kita di Provinsi Lampung itu mencapai 81 persen tahun 2025, di mana targetnya itu seharusnya 95 persen,” jelasnya.

Gap atau jarak 14 persen itulah yang menyebabkan meningkatnya kasus campak di Provinsi Lampung karena kekebalan imun kelompok tidak terbentuk dengan baik.

“Kalau kita bedah di semua Kabupaten Kota, kemungkinan besar pasti ada wilayah yang cakupan imunisasinya bahkan berada di bawah 80 persen,” kata dia.

Selain masalah imunisasi, Agung menilai pola penularan virus ini di masyarakat juga menjadi pemicu utama lainnya.

“Yang kedua faktor risikonya itu adalah terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS,” kata dia.

Sama seperti Covid-19, ia menyebut campak ini menular melalui droplet atau percikan dari bersin dan batuk penderita suspek campak, penderita campak.

“Maka pencegahannya mirip dengan Covid, Pak. Kalau kita dulu mengenal 3M atau 5M itu, nah itulah salah satu upaya pencegahan dan juga sekaligus faktor risiko yang kedua setelah cakupan imunisasi,” imbuhnya.

Agung mengingatkan, meskipun virus campak secara umum bisa menginfeksi semua golongan umur, ada kelompok rentan dengan potensi bahaya luar biasa.

“Secara umum semua orang bisa tertular daripada virus campak, tapi yang paling rentan terkena daripada virus campak ini adalah bayi balita terutama yang tidak imunisasi, ibu hamil, dan juga para lansia kita,” bebernya.

Editor : Chandra Fz

Universitas Malahayati Matangkan Persiapan Program KKLPPM Tahun 2026 sebagai Wujud Pengabdian Nyata kepada Masyarakat

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id )  – Universitas Malahayati Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKLPPM) sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan persiapan ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian program KKLPPM berjalan optimal, terarah, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian. Persiapan meliputi koordinasi panitia, pembekalan mahasiswa, penyusunan program kerja, hingga sinkronisasi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait.

Program KKLPPM merupakan kegiatan akademik yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan, edukasi, dan pendampingan komunitas. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi LPPM Universitas Malahayati sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat.

Ketua LPPM Universitas Malahayati menyampaikan bahwa persiapan yang matang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan KKLPPM agar mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.

“Melalui KKLPPM, mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan masyarakat serta meningkatkan kompetensi sosial, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas disiplin.”
Dalam tahap persiapan ini, mahasiswa akan mendapatkan pembekalan terkait etika bermasyarakat, pemetaan masalah wilayah, penyusunan program kerja berbasis kebutuhan masyarakat, serta teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan. Pembekalan menjadi langkah penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi pengabdian.

Program KKLPPM Universitas Malahayati selama ini berfokus pada berbagai isu strategis masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, serta upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Berbagai program sebelumnya menunjukkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan dampak positif berkelanjutan.

Universitas Malahayati Melalui persiapan yang komprehensif ini, Universitas Malahayati berharap pelaksanaan KKLPPM tahun 2026 berjalan dapat berlangsung efektif, memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan masyarakat.

Program KKLPPM menjadi bukti komitmen Universitas Malahayati dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan berkontribusi langsung bagi bangsa dan masyarakat.

Editor : Chandra fz

LPPM Universitas Malahayati Laksanakan Monev dan Berikan Apresiasi kepada Prodi Berprestasi dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

 

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pencapaian luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Malahayati.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, LPPM juga memberikan penilaian serta apresiasi kepada program studi yang menunjukkan kinerja terbaik dalam Capaian Luaran Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat selama periode penilaian Tahun 2025.

Berdasarkan hasil evaluasi, tiga program studi dengan capaian luaran penelitian terbaik Tahun 2025 yaitu:

1. Program Studi Manajemen sebagai terbaik pertama.
2. Program Studi Pendidikan Dokter sebagai terbaik kedua.
3. Program Studi Kesehatan Masyarakat sebagai terbaik ketiga.

Sementara itu, untuk kategori capaian luaran Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2025, tiga program studi terbaik yaitu:

1. Program Studi Manajemen sebagai terbaik pertama.
2. Program Studi Kesehatan Masyarakat sebagai terbaik kedua.
3. Program Studi Teknik Lingkungan sebagai terbaik ketiga.

Penghargaan dan apresiasi kepada program studi berprestasi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, M.Kes, serta Wakil Rektor III, Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T.

Ketua LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Malahayati.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua LPPM Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ns., M.Kep, Sekretaris LPPM Dewi Avianti, S.E., S.Psi, Ketua LPMI Universitas Malahayati, serta para dosen di lingkungan Universitas Malahayati.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh program studi dapat terus meningkatkan kinerja dalam menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. Apresiasi yang diberikan juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika Universitas Malahayati untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat.

# Lppm Unggul
# Riset Unggul
# PKm Berdampak

Editor : Chandra faza

Silaturahmi dan Buka Bersama, Universitas Malahayati Perkuat Kebersamaan di Bulan Ramadan.

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadan, keluarga besar Universitas Malahayati menggelar kegiatan Silaturahmi dan Buka Bersama yang diikuti oleh dosen dan karyawan. Acara tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Swiss-Belhotel Lampung.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika untuk berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan kampus. Acara ini di hadiri oleh : Rektor Universitas Malahayati : Dr. H. Muhammad Kadafi, SH,. MH, Rektor Abulyatama : Bapak R. Agung Efrio Hadi,  Sekertaris Yayasan : Ibu Eli Zuana, MARS., Wakil Kadin Lampung : Bapak Irfan Ghani,  Ketua MUI Pesawaran : KH.Ahmad Ruydi Ubaidillah Abror Spd., Wakil Rektor 1, Bapak Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep.,Ns.,M.Kes., Wakil Rektor 2, Bapak Drs Nirwanto, M.Kes., Wakil Rektor 3, Ibu Dr. Eng. Rina Febrina, ST.,MT., Wakil Rektor 4, Bapak Drs Suharman, M.Pd.,M.Kes.

Dalam sambutannya, Rektor Dr. H. Muhammad Kadafi, SH,. MH,  menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk mempererat hubungan antar sesama serta memperkuat semangat bekerja dengan niat ibadah.

Beliau menekankan pentingnya menjaga nilai kekeluargaan, semangat kebersamaan, dan keberkahan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas di lingkungan universitas.

“Momentum Ramadan ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat dalam bekerja, serta berharap keberkahan dari Allah SWT dalam setiap langkah yang kita lakukan,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan, sehingga semangat tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan universitas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah keagamaan oleh H.Ahmad Ruydi Ubaidillah Abror Spd, yang menyampaikan pesan tentang pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan, terutama di bulan suci Ramadan. Dalam tausiah tersebut disampaikan bahwa Ramadan merupakan kesempatan bagi setiap muslim untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

 

Para peserta diajak untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, serta menanamkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan semakin terasa ketika menjelang waktu berbuka puasa, di mana seluruh peserta bersama-sama menikmati hidangan berbuka dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan bersalaman dan saling memaafkan antar sesama dosen dan karyawan sebagai bentuk mempererat silaturahmi serta menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang bersih dan penuh kebersamaan.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan Universitas Malahayati serta membawa keberkahan bagi seluruh civitas akademika dalam menjalankan aktivitas di bulan suci Ramadan.

Editor : Chandra Faza