Sinergi Kerja Sama Lapas Narkotika Kelas IIA dan FIK UNMAL Perkuat Rehabilitasi WBP

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai upaya penguatan layanan kesehatan dan rehabilitasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Universitas Malahayati pada 22 Desember 2025.

Kegiatan penandatanganan PKS ini dihadiri oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, A.Md.I.P., S.H., M.H., beserta jajaran, yaitu Afan Sulistiono (Kasi Binadik), Ari Julio (Kasubsi Bimkemaswat), Heri Wijaya Sairat (Kasubsi Registrasi), Rama (Staf Bimkemaswat), Ari Tuzmarhafi (Staf Bimkemaswat), serta tiga mahasiswa magang. Dari pihak Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati hadir Dekan FIK Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes., Setiawati, Sp.Kep., Ns., An., M.Kep (Kepala Badan Penjamin Mutu Internal), Asri Mutiara Putri, S.Psi., M.Psi, Psikolog (Ketua Program Studi S1 Psikologi), serta Octa Reni Setiawati, M.Psi., Psikolog (Kepala Unit Kerja Sama).

Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan melibatkan sepuluh program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Melalui kolaborasi ini, dosen dan mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan keilmuan akademik dengan kebutuhan layanan kesehatan di lingkungan Lapas Narkotika.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, A.Md.I.P., S.H., M.H., menyampaikan bahwa:

“Kerjasama ini bukan hanya sekedar formalitas, melainkan kebutuhan strategis untuk menutupi celah yang tidak bisa ditangani sendiri oleh pihak Lapas. Seperti pemenuhan tenaga ahli yang terbatas, dimana dengan adanya pendampingan dari dosen dan mahasiswa untuk membantu pelayanan kesehatan secara umum dan kesehatan jiwa secara khusus; Validitas riset dan pemetaan masalah, dimana Perguruan Tinggi dapat melakukan riset mengenai pola penyakit, tingkat kesehatan mental, atau efektivitas pengobatan di dalam Lapas; Pengabdian Masyarakat, dimana warga binaan membutuhkan edukasi kesehatan yang berkelanjutan sebagai Upaya pencegahan penyakit menular dan tidak menular.”

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes., menyatakan:

“FIK sangat mengapresiasi keterbukaan pihak Lapas Narkotika Kelas IIA untuk bekerjasama dalam bidang kesehatan. Sesuai dengan Visi FIK yaitu Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berorientasi Komunitas. FIK memiliki sepuluh program studi dengan varian keilmuan Psikologi, Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat. Dimana varian keilmuan tersebut relevan untuk belajar dan berkontribusi hingga mendapatkan perspektif baru dalam proses pembelajaran di Lapas Narkotika. Bagi kami, ini adalah bentuk pemanfaatan sumberdaya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk masyarakat.”

Perjanjian kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun dan dilaksanakan dengan mekanisme monitoring serta evaluasi secara berkala oleh kedua belah pihak. Melalui kerja sama ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kerja sama antara Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati dan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi karena menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial dan kesehatan masyarakat secara nyata. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan dampak langsung bagi warga binaan sebagai kelompok yang rentan dan membutuhkan perhatian berkelanjutan. Sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan diharapkan mampu menjadi model kerja sama berkelanjutan yang berorientasi pada pemulihan, kemanusiaan, dan peningkatan kualitas hidup secara holistik.(fkr)

Editor: FadlyKR

UNMAL Resmi Tandatangani PKS dengan Dinkes Kota Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Pada Selasa, 9 Desember 2025, pukul 12.30 WIB, bertempat di Ruang Rapat Lantai 5 Universitas Malahayati, Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (Dinkes Kota Bandar Lampung) terkait pemanfaatan sumber daya dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, S.T., M.Si.

Penandatanganan kerja sama tersebut melibatkan tiga fakultas di lingkungan Universitas Malahayati, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Teknik (FT). Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan Universitas Malahayati, antara lain Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermansyah, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Drs. Nirwanto, M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T., Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., serta Kepala Humas Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.E.

Dalam sambutan pertamanya, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermansyah, S.Kep., Ns., M.Kes., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa keterlibatan lintas fakultas menjadi kekuatan utama UNMAL dalam memberikan kontribusi nyata, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Dessy Hermansyah menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan pelayanan kesehatan di Kota Bandar Lampung.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Malahayati atas terjalinnya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam pemanfaatan sumber daya manusia dan pengembangan inovasi di bidang kesehatan.

Muhtadi A. Temenggung juga berharap agar kerja sama ini dapat mendukung program-program kesehatan yang sedang dan akan dijalankan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.

Turut hadir pula para dekan yang menandatangani perjanjian kerja sama, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Dr. Lolita Sary, M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes. , dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Malahayati Dr. Weka Indra Dharmawan, S.T., M.T. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, di antaranya Nensiria Tarigan, S.Si., Apt., M.Kes. selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Anik Listiyorini, S.KM., M.M. selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), serta drg. Susi, Kepala Puskesmas Rajabasa Indah.

Kerja sama antara UNMAL dan Dinkes Kota Bandar Lampung ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, baik dari sisi tenaga ahli, fasilitas, maupun pengembangan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi lintas fakultas tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bandar Lampung.

Melalui penandatanganan PKS ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan daerah serta memperkuat kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat. (fkr)

Editor: Fadly KR

Peringati Hari Toilet Sedunia 2025, Mahasiswa UNMAL Bangun Jamban Sehat di Kelurahan Pesawahan

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Dalam rangka memperingati Hari Toilet Sedunia 2025, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat semester VII Universitas Malahayati (UNMAL) melaksanakan pembangunan jamban sehat dan tangki septik di fasilitas umum Perpustakaan Ceria Pesawahan, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, pada 17–28 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Teknologi Kesehatan Lingkungan yang bertujuan mendorong mahasiswa menerapkan teknologi tepat guna di masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi antara Universitas Malahayati, YSC Indonesia Foundation, serta Pemerintah Kelurahan Pesawahan..

Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati, Nova Muhani, SST., MKM menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir secara strategis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan yang berkelanjutan. “Kampus perlu terus berinovasi dan berkontribusi secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Dosen pengampu mata kuliah Teknologi Kesehatan Lingkungan, Iffah Rachmi, menyampaikan bahwa sanitasi aman, khususnya toilet dan tangki septik, merupakan teknologi sederhana namun krusial dalam mencegah pencemaran lingkungan akibat kontaminasi tinja manusia. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teknologi tepat guna untuk mendukung kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pembangunan tangki septik dengan sistem cetakan serta penggunaan toilet hemat air,” ujarnya.

Apresiasi turut disampaikan oleh Musa Saleh, Lurah Pesawahan. Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi Universitas Malahayati dalam mendukung peningkatan sanitasi di wilayahnya. “Ini merupakan proses belajar bersama antara masyarakat dan mahasiswa. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi warga,” ujarnya.

Koordinator kegiatan mahasiswa, Ari Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan jamban sehat ini berlangsung pada 17–28 November 2025. Mahasiswa terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan teknis pembangunan. YSC Indonesia Foundation turut memfasilitasi mahasiswa dalam penyusunan desain teknis.

“Jamban yang dibangun menggunakan toilet hemat air jenis SATO, yang mampu menghemat penggunaan air hingga 80 persen dibandingkan toilet konvensional. Hal ini disesuaikan dengan kondisi wilayah pesisir yang kerap mengalami keterbatasan air,” jelas Ari. Selain itu, tangki septik dibangun dalam kondisi kedap, dilengkapi dengan sumur resapan, serta menggunakan cetakan tangki septik dari puskesmas setempat untuk mencegah pencemaran tanah dan sumber air.

Perwakilan YSC Indonesia Foundation, Cindy Dwi Islami, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif dalam meningkatkan akses sanitasi di fasilitas umum. YSC Indonesia juga memberikan edukasi terkait perawatan tangki septik dan toilet sehat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Peringatan Hari Toilet Sedunia yang diperingati setiap 19 November bertujuan meningkatkan kesadaran global akan pentingnya akses sanitasi yang layak dan aman. Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan lingkungan sekaligus mengimplementasikan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Dengan hadirnya jamban sehat dan tangki septik kedap di lingkungan Perpustakaan Ceria Pesawahan, masyarakat kini memiliki akses sanitasi yang lebih layak. Kolaborasi antara mahasiswa, mitra, dan pemerintah kelurahan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Kegiatan pembangunan jamban sehat ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui aksi nyata. Inisiatif mahasiswa Universitas Malahayati dalam memperingati Hari Toilet Sedunia 2025 menjadi contoh baik bagaimana edukasi, kepedulian sosial, dan kolaborasi lintas sektor dapat berjalan seiring untuk menjawab persoalan kesehatan lingkungan. Jika kegiatan serupa terus dikembangkan secara berkelanjutan, maka kontribusi kampus terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat akan semakin terasa dan berdampak luas. (fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Gelar Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025 Lepas 894 Lulusan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025. Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan hari ini, Sabtu (13/12/2025), bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah menyelesaikan proses pendidikan tinggi pada berbagai jenjang dan program studi. Selain sebagai penanda keberhasilan akademik mahasiswa, prosesi wisuda juga mencerminkan peran institusi pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda yang dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan siang, diikuti oleh ratusan wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas. Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, orang tua dan keluarga wisudawan, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi titik balik penting dalam kehidupan para lulusan untuk memasuki babak baru yang lebih menantang.

Dr. H. Muhammad Kadafi menyampaikan bahwa ijazah yang diterima para wisudawan dan wisudawati merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya mencerminkan kecerdasan akademik, tetapi juga ketekunan, kesabaran, doa, serta dukungan orang tua dan keluarga. Oleh karena itu, pencapaian tersebut harus dimaknai sebagai amanah yang mengandung tanggung jawab moral, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

Rektor Universitas Malahayati juga menekankan bahwa di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, kemajuan teknologi, dan kompetisi global yang semakin terbuka, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan beriman. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya oleh orang-orang pintar, melainkan oleh generasi yang memiliki nilai moral dan akhlak yang kuat.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen Universitas Malahayati untuk tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi juga membentuk manusia seutuhnya, yakni lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam akhlak, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang jujur, disiplin, dan peduli di mana pun mereka mengabdikan diri.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah wisudawan dan wisudawati pada periode ini mencapai 894 peserta yang berasal dari lima fakultas di lingkungan Universitas Malahayati.

Rincian lulusan tersebut terdiri atas Fakultas Kedokteran sebanyak 116 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Kedokteran. Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan berbagai jenjang pendidikan, antara lain Magister Kesehatan Masyarakat 58 orang, Profesi Bidan 136 orang, Profesi Ners 35 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat 36 orang, Sarjana Psikologi 21 orang, Sarjana Farmasi 85 orang, DIII Analisis Farmasi dan Makanan 47 orang, Sarjana Keperawatan 70 orang, DIII Kebidanan 14 orang, serta Sarjana Kebidanan 126 orang.

Dari Fakultas Teknik, Universitas Malahayati mewisuda lulusan Sarjana Teknik Sipil 15 orang, Teknik Lingkungan 25 orang, Teknik Industri 8 orang, dan Teknik Mesin 8 orang. Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Manajemen meluluskan 2 orang Magister Akuntansi, 31 orang Sarjana Akuntansi, dan 37 orang Sarjana Manajemen. Adapun Fakultas Hukum meluluskan 24 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Ilmu Hukum.

Prof. Dessy Hermawan juga menyampaikan bahwa wisudawan termuda pada periode ini berusia 20 tahun atas nama Intan Fadilah dari Program Studi DIII Kebidanan, sedangkan wisudawan tertua berusia 68 tahun atas nama R. Eni Haryanti dari Program Studi Profesi Kebidanan. Dengan bertambahnya lulusan pada hari ini, Universitas Malahayati secara keseluruhan telah meluluskan 18.679 alumni yang kini telah tersebar dan terserap di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Malahayati Nomor: 3000.10.401.12.25, turut diumumkan para wisudawan dan wisudawati berprestasi dengan predikat cumlaude tingkat program studi, baik pada sesi pagi maupun sesi siang.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bandar Lampung, Drs. Sukarma Wijaya, menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Malahayati serta berharap para lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung.

Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili oleh Win Honaini, S.H., M.Si. Ia mengapresiasi Universitas Malahayati yang telah berhasil melahirkan banyak guru besar dan profesor serta terus menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah II akan terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan Universitas Malahayati dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Prosesi wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili Win Honaini, S.H., M.Si; Rektor Universitas Abulyatama Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D; Wakil Rektor IV Universitas Teknokrat Indonesia Lampung Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng; Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang diwakili dr. Edy Ramdani, M.H; Direktur RS Bintang Amin dr. Rachmawati, M.PH; Ketua KADIN Provinsi Lampung yang diwakili Romi Junanto Utama, S.E., M.Sos; Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Lampung H. Ardiansyah, S.H; Pimpinan Tribun Lampung Domi; serta Sekretaris Yayasan Alih Teknologi Eli Zuana, MARS.

Prosesi wisuda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para lulusan oleh Rektor Universitas Malahayati untuk Periode ke-39 Tahun 2025, sebagai penanda resmi kelulusan dan kesiapan para alumni untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Malahayati dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Gelar Yudisium dan Sumpah Profesi FIK Bertema “Serving With Heart, Inspiring With Integrity”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati resmi menggelar acara yudisium dan sumpah profesi bagi lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan. Acara berlangsung di di Gedung Graha Bintang, dihadiri oleh pimpinan universitas, jajaran dekanat FIK, dosen, tenaga kependidikan menandai titik puncak perjalanan akademik para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Kamis (25/12/2025)

Peserta yudisium berasal dari berbagai program studi di FIK — meliputi Sarjana, Diploma, dan Program Profesi — dan secara resmi diumumkan kelulusannya oleh senat akademik. Momen ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan, sekaligus sebagai awal pengabdian mereka di dunia kesehatan, untuk membawa ilmu dan tanggung jawab sosial ke tengah masyarakat.

Dalam sambutannyaWakil Rektor II, Drs. Nirwanto mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi para lulusan sekaligus menegaskan harapan besar universitas terhadap mereka:

“Selamat kepada seluruh lulusan. Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai tenaga kesehatan. Ilmu dan keterampilan yang kalian peroleh jangan berhenti di sini — teruslah asah dan perbarui pengetahuan kalian sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Jadilah profesional yang punya empati, integritas, dan siap melayani dengan hati.”

Beliau menekankan bahwa dunia kesehatan menuntut lebih dari sekadar pengetahuan — tetapi juga etika, dedikasi, dan rasa kemanusiaan. Di masa mendatang, lulusan FIK diharap mampu menjadi agen perubahan, membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan turut serta dalam pembangunan kesehatan di daerah maupun nasional.

Sementara itu, Dekan FIK, Dr. Lolita Sary, menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada seluruh wisudawan dan mengajak mereka untuk menjadikan momen ini sebagai awal pengabdian nyata:

“Ijazah dan gelar hanyalah awal; yang paling penting adalah bagaimana kalian dapat mengabdikan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat. Dunia kesehatan membutuhkan dedikasi, empati, dan komitmen. Semoga kalian bukan hanya sukses secara akademis, tapi juga menjadi individu yang bermanfaat, peduli, dan mampu memberikan kontribusi nyata — memperbaiki derajat kesehatan keluarga, komunitas, dan bangsa.”

Dengan penuh harapan, beliau menyerukan agar para lulusan menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai integritas dan profesionalisme, serta terus semangat berkontribusi dalam bidang kesehatan — baik melalui praktik klinis, edukasi masyarakat, maupun riset dan pengembangan kesehatan.

Acara yudisium dan sumpah profesi bukan sekadar seremoni — melainkan penegasan bahwa para mahasiswa telah melewati serangkaian proses akademik yang ketat: perkuliahan, praktik, modul profesi, hingga berbagai evaluasi.

Dalam sambutan dan prosesi resmi, pihak kampus juga mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir melainkan titik awal. Dunia kesehatan terus berubah, tantangan semakin kompleks — sehingga lulusan dituntut untuk terus belajar, meng-upgrade ilmu, serta responsif terhadap dinamika kebutuhan Masyarakat. (fkr)

Editor: Fadly KR

 

Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 Farmasi UNMAL Bahas Optimalisasi Obat Herbal di Era Revolusi Industri 4.0

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Farmasi dan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Obat Herbal di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 24 November 2025 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dan diikuti oleh 390 peserta, baik secara luring maupun daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Seminar Nasional Pharmacopi 2.0 menghadirkan dua narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu:

  1. apt. Nely Suryani Nopi, S.Si., M.Farm. — Tim Sertifikasi Balai Besar POM Provinsi Lampung
  2. apt. Martianus Perangin Angin, M.Farm.Klin. — Dosen Program Studi Farmasi Universitas Malahayati, Ketua HISFARSI PD Lampung, sekaligus Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Immanuel Bandar Lampung

Kedua narasumber memaparkan perkembangan terkini obat herbal, regulasi, sertifikasi, hingga pemanfaatannya dalam konteks digital. Mereka menekankan bahwa pemanfaatan obat herbal tidak lagi hanya menyoal khasiat dan keamanan, tetapi juga integrasi dengan teknologi modern dalam proses penelitian, standardisasi, pengawasan, hingga edukasi publik.

Dalam penyampaiannya, para narasumber menjelaskan bahwa Revolusi Industri 4.0 membuka peluang besar dalam pengembangan fitofarmaka dan herbal terstandar berbasis bukti ilmiah. Penggunaan big data, digital monitoring, dan teknologi laboratorium modern memungkinkan proses penelitian herbal menjadi lebih akurat dan terukur.

Standarisasi mutu, keamanan pasien, serta sistem verifikasi digital menjadi aspek penting yang harus dioptimalkan oleh tenaga farmasi untuk menghadapi persaingan global.

Total 390 peserta yang mengikuti kegiatan ini, baik secara luring di Graha Bintang maupun daring, mencerminkan tingginya minat terhadap perkembangan teknologi obat herbal dan pemanfaatannya di era modern. Peserta terdiri dari mahasiswa farmasi, tenaga kesehatan, akademisi, serta praktisi industri obat tradisional.

Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, regulator, dan praktisi untuk memperkuat pengembangan produk herbal yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui Seminar Nasional Pharmacopi 2.0, diharapkan mahasiswa dan seluruh peserta dapat:

  • Memperluas wawasan mengenai pengembangan obat herbal berbasis ilmiah
  • Memahami regulasi dan standar sertifikasi obat herbal
  • Meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan farmasi di era digital
  • Mendorong inovasi dan kolaborasi dalam riset herbal modern

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen Program Studi Farmasi Universitas Malahayati dalam mendorong pengembangan ilmu farmasi yang adaptif, inovatif, dan sesuai tuntutan zaman.

Seminar Pharmacopi 2.0 tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka ruang diskusi ilmiah yang penting bagi mahasiswa farmasi. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memperkuat kontribusi dunia akademik dalam pengembangan obat herbal berbasis teknologi. (fkr)

 

 

Universitas Malahayati dan Universiti Putra Malaysia Kunjungi Green House Ketahanan Pangan Desa Hajimena

LAMPUNGSELATAN(Malahayati.ac.id): Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kolaborasi internasional, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati bersama Universiti Putra Malaysia (UPM) melakukan kunjungan ke Green House Ketahanan Pangan Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kamis (30/10/2025).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Community Health Service bertema “Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Pemanfaatan Ovitrap” yang dilaksanakan di desa tersebut. Tujuan kunjungan ini adalah untuk melihat langsung inovasi dan praktik ketahanan pangan berbasis masyarakat yang dikembangkan di Desa Hajimena, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat lokal.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sari, SKM., M.Kes., didampingi para Kaprodi dan dosen FIK, serta Plt. Kepala International Office, Syafik Arisandi, S.S., M.Kes. Dari pihak Desa Hajimena, kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung Komisi IV, Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., M.H., Ketua PKK Desa Hajimena, Rosni Abu Bakar, serta sejumlah kader kesehatan dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Universitas Malahayati dan Universiti Putra Malaysia berkeliling melihat berbagai hasil budidaya yang dikembangkan di Green House, mulai dari tanaman hortikultura hingga sayuran organik yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa.

Dr. Lolita Sari, SKM., M.Kes., menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas dan kemandirian masyarakat Desa Hajimena yang mampu mengelola sumber daya lokal menjadi program ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh masyarakat Hajimena. Program Green House ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menunjukkan kesadaran tinggi terhadap lingkungan sehat dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan semangat pengabdian masyarakat dan pemberdayaan komunitas yang kami dorong di Universitas Malahayati,” ujar Dr. Lolita.

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara Universitas Malahayati, Universiti Putra Malaysia, dan pemerintah Desa Hajimena. Selain menjadi ajang pertukaran pengetahuan, kegiatan ini juga menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan ketahanan pangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi lintas negara tidak hanya menghasilkan manfaat akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat—menjadikan Desa Hajimena sebagai model desa yang sehat, produktif, dan berdaya secara mandiri. (gil)

Editor: Gilang Agusman

FIK Universitas Malahayati dan Universiti Putra Malaysia Gelar Pengabdian Masyarakat, Sosialisasi Pencegahan DBD Melalui Pemanfaatan Ovitrap di Desa Hajimena

LAMPUNGSELATAN (Malahayati.ac.id): Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Community Health Service atau Pengabdian Masyarakat. Kali ini, FIK Universitas Malahayati berkolaborasi dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam kegiatan bertema “Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Pemanfaatan Ovitrap” yang dilaksanakan di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak dari lingkungan akademik, pemerintahan desa, serta tenaga kesehatan. Dari Universitas Malahayati, hadir Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Lolita Sari, SKM., M.Kes., para Kaprodi dan dosen FIK, serta Plt. Kepala International Office, Syafik Arisandi, S.S., M.Kes.

Sementara itu, dari pihak Desa Hajimena, hadir Anggota DPRD Provinsi Lampung Komisi IV, Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., M.H., Ketua PKK Desa Hajimena, Rosni Abu Bakar, Kepala UPTD Puskesmas Hajimena yang diwakili oleh Sri Wahyuni, S.ST selaku Pengelola Program DBD, serta Bidan Desa dan Kader Kesehatan Desa Hajimena.

Dalam sambutannya, Dr. Lolita Sari, SKM., M.Kes., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pengabdian masyarakat kolaboratif ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional antara Universitas Malahayati dan Universiti Putra Malaysia, khususnya dalam bidang kesehatan komunitas.

“Kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga ajang berbagi ilmu lintas negara. Melalui sinergi akademisi dan masyarakat, kita berharap dapat menekan angka kasus DBD dengan cara yang inovatif, salah satunya melalui pemanfaatan Ovitrap sebagai alat sederhana namun efektif dalam mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti,” ujar Dr. Lolita dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, baik dari Universitas Malahayati maupun Universiti Putra Malaysia, untuk memahami langsung kondisi lapangan serta tantangan dalam upaya pencegahan penyakit menular di masyarakat.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Hajimena, Rosni Abu Bakar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Universitas Malahayati dan Universiti Putra Malaysia terhadap masyarakat Hajimena.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Sosialisasi dan pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kader kesehatan dan masyarakat. Dengan pemanfaatan Ovitrap, masyarakat dapat turut serta aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran DBD secara mandiri,” ungkap Rosni.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga masyarakat Desa Hajimena semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Posyandu ILP Sidorejo untuk melakukan pelatihan pembuatan Ovitrap. Dalam sesi ini, masyarakat diajarkan cara membuat dan menggunakan Ovitrap dengan bahan sederhana yang mudah didapat, namun efektif dalam memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., M.H., yang menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pengabdian masyarakat tersebut.

“Program seperti ini sangat baik karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi perlu peran aktif masyarakat. Saya mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi lokal dan internasional yang membawa dampak nyata bagi desa,” ujar Wahrul. (gil)

Editor: Gilang Agusman

 

Kaderisasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan 2025 Angkat Tema “Menciptakan Generasi Emas FIK yang Masif dan Progresif”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan kegiatan Kaderisasi Mahasiswa FIK 2025 yang berlangsung di lingkungan kampus Universitas Malahayati, dari tanggal 6 hingga 19 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Ilmu Kesehatan angkatan 2025 dan mengusung tema “Menciptakan Generasi Emas FIK yang Masif dan Progresif.”

Kaderisasi merupakan salah satu agenda penting dalam proses pembentukan karakter dan identitas mahasiswa baru. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarahkan untuk memahami peran strategisnya sebagai agen perubahan, khususnya di bidang kesehatan yang terus berkembang dinamis.

Gubernur BEM FIK, M. Richo Noventa (22380089), menjelaskan bahwa kegiatan kaderisasi ini menjadi wadah pembinaan bagi mahasiswa baru agar siap berproses dan berkontribusi aktif dalam kehidupan kampus.

“Kaderisasi FIK adalah pembinaan bagi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Kami menyadari bahwa mahasiswa merupakan poros perubahan bangsa, sehingga perlu ruang pembinaan yang bertujuan mempersiapkan kader FIK menjadi mahasiswa yang siap berporses dan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Richo.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kaderisasi FIK tahun ini tidak menggunakan metode perpeloncoan, melainkan mengedepankan pendekatan ilmiah, edukatif, dan demokratis.

Adapun materi yang diberikan meliputi sejarah mahasiswa, kepemimpinan, organisasi, mental, attitude, dan kekeluargaan. Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kritis, berani mengambil keputusan, serta memiliki solidaritas dan rasa saling memiliki di antara sesama mahasiswa FIK.

“Kami ingin setelah kegiatan ini, lahir kader FIK yang aktif, beretika, berintelektual, dan berjiwa kepemimpinan sesuai dengan semangat tema tahun ini: Menciptakan Generasi Emas FIK yang Masif dan Progresif,” tambahnya.

Presiden Mahasiswa Universitas Malahayati, Muhammad Kamal (22220213), turut memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan civitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan atas terselenggaranya kegiatan Kaderisasi Mahasiswa FIK 2025,” ujar Kamal.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era sekarang, di mana kemampuan kepemimpinan, kerja sama, dan profesionalitas menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.”

Kamal menambahkan bahwa kaderisasi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah pembentukan karakter, mental, dan kepemimpinan mahasiswa baru agar siap menjadi bagian dari roda organisasi dan penggerak kemajuan fakultas.

“Saya melihat kegiatan ini sejalan dengan semangat Universitas Malahayati dalam mencetak generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial, integritas, dan semangat kolaborasi yang tinggi. Saya berharap melalui kegiatan ini akan lahir kader-kader FIK yang solid, berdaya saing, dan siap menjadi motor penggerak perubahan positif bagi fakultas, universitas, dan masyarakat luas,” tutupnya.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes., memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan kaderisasi ini. Menurutnya, kaderisasi menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa FIK agar memiliki nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial yang tinggi.

“Kegiatan kaderisasi ini merupakan langkah awal dalam membentuk mahasiswa baru yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan rasa tanggung jawab terhadap profesinya di bidang kesehatan,” ujar Dr. Lolita.

Beliau menambahkan, melalui kegiatan seperti ini, diharapkan muncul generasi emas FIK yang mampu berpikir visioner, bekerja kolaboratif, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Fakultas Ilmu Kesehatan selalu berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan progresif. Saya berharap seluruh peserta kaderisasi dapat mengambil nilai-nilai positif dari setiap rangkaian kegiatan dan menerapkannya dalam kehidupan perkuliahan serta organisasi,” tutupnya. (gil)

Editor: Gilang Agusman