Penandatanganan Kerja Sama FK Universitas Malahayati dan PDKKI Lampung Perkuat Kompetensi SDM Kesehatan

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) — Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati resmi menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Indonesia (PDKKI) Cabang Lampung melalui kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama yang digelar pada 4 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya di lingkungan Universitas Malahayati.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, dr. Tesa Syahriani, dr., M.Kes., serta Ketua PDKKI Cabang Lampung, Dr. Aila Karyus, dr., M.Kes., Sp.KKLP. Kehadiran kedua pimpinan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengembangkan kualitas pendidikan kedokteran yang lebih adaptif dan profesional.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah dosen dan perwakilan institusi, di antaranya Dr. Nita Sahara, dr., M.Kes. selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter; Sri Maria Puji Lestari, dr., M.Pd.Ked. sebagai dosen; Dalfian Adnan, dr., M.Kes., Sp.KKLP sebagai dosen pembimbing Kedokteran Keluarga FK; Dr. (Can) Wahid Tri Wahyudi, S.Kep., M.Kes. dari bagian kerja sama universitas; serta Emil Tanhar, S.Kom selaku Kepala Humas.
Dalam sambutannya, dr. Tesa Syahriani, dr., M.Kes., menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,
“Kerja sama ini bukan hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan kedokteran. Kami berharap kolaborasi ini mampu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, sehingga lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati semakin kompeten, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan layanan kesehatan di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDKKI Cabang Lampung, Dr. Aila Karyus, dr., M.Kes., Sp.KKLP, menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan dalam mencetak tenaga medis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki pendekatan holistik dalam pelayanan kesehatan keluarga.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan kompetensi dokter, khususnya dalam bidang kedokteran keluarga, dapat berjalan secara berkesinambungan dan berorientasi pada pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi sharing atau diskusi santai antar peserta yang membahas peluang implementasi kerja sama ke depan. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjalin kolaborasi yang berkelanjutan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat tercipta program-program inovatif yang mampu meningkatkan kualitas lulusan serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan kesehatan di masyarakat.
Editor : Chandra Fz








BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dalam upaya memperluas akses informasi, meningkatkan kualitas layanan, serta mengoptimalkan sumber daya perpustakaan, UPT. Perpustakaan Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan jejaring antarperpustakaan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mengikuti Rapat Kerja Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Lampung, sekaligus menjalin kerjasama formal melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Melalui penandatanganan MoU ini, antarperpustakaan di Lampung bersepakat untuk membangun sinergi dalam pengelolaan sumber daya informasi, pertukaran koleksi, serta pelaksanaan program peningkatan literasi informasi bagi sivitas akademika masing-masing institusi.
Bagi para pustakawan, kolaborasi ini menjadi wadah untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan kompetensi profesional. Dengan adanya pertukaran praktik terbaik dan pelatihan bersama, kualitas layanan perpustakaan diharapkan akan meningkat secara signifikan.
BANDARLAMPUNG
Dalam sambutannya, Aditia Arief Firmanto, SH., MH menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malahayati tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung di lapangan. Kerja sama dengan LBH Bandar Lampung adalah jembatan penting agar para mahasiswa dapat memahami dinamika hukum masyarakat secara konkret, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian persoalan hukum di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam sesi wawancara, Emil Tanhar, S.Kom, selaku Kepala Humas dan Protokol Universitas Malahayati, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam menjalin kemitraan strategis lintas sektor, baik dengan pemerintah, lembaga hukum, maupun organisasi masyarakat sipil. “Kami percaya bahwa kolaborasi semacam ini sangat penting untuk memperkaya ekosistem pembelajaran. Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa akan melihat bagaimana hukum bekerja dalam realitas sosial, tidak hanya dalam ruang kelas. Ini sejalan dengan visi Universitas Malahayati sebagai kampus yang adaptif, kolaboratif, dan relevan terhadap kebutuhan zaman,” ungkapnya.
Dengan adanya MoU dan MoA ini, Universitas Malahayati membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Fakultas Hukum untuk terlibat dalam kegiatan magang, advokasi, hingga riset-riset berbasis pengabdian masyarakat. Harapannya, kerja sama ini tak hanya mempererat hubungan institusional, tetapi juga menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan memiliki sensitivitas sosial yang tinggi dalam penegakan keadilan di masyarakat.
BANDARLAMPUNG
Dalam sambutannya, Muhammad Muhyi, S.Sos.I menyampaikan apresiasi dan antusiasme atas kerja sama yang dibangun bersama Universitas Malahayati.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Malahayati, Aditia Arief Firmanto, SH., MH, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang sebelumnya telah dijalin antara kedua pihak. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari kerja sama ini, khususnya dalam memberikan ruang magang dan pembelajaran langsung bagi mahasiswa.
Penandatanganan MoU dan MoA ini tidak hanya menjadi simbol kolaborasi, tetapi juga menjadi tonggak awal dari berbagai program bersama yang akan datang, termasuk penyuluhan hukum, riset kolaboratif, pelatihan kepemiluan, hingga pengembangan kapasitas mahasiswa dalam pengawasan partisipatif pemilu.
BANDARLAMPUNG
Dr. Achmad Farich, dr., MM selaku Rektor Universitas Malahayati, dengan bangga menyambut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sistem Kekayaan Intelektual antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung dengan Universitas Malahayati. “Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memperkuat pemahaman dan pelayanan di bidang kekayaan intelektual, serta akan memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di Provinsi Lampung,” ujar Rektor.





