Program Studi Manajemen Universitas Malahayati Gelar Rapat Bedah RPS Semester Ganjil 2025

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati menggelar rapat rutin bedah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat, dan dihadiri oleh seluruh dosen pengampu mata kuliah. Selasa (9/9/2025).

 

Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan dokumen RPS dengan pendekatan pembelajaran berbasis capaian pembelajaran lulusan (Outcome-Based Education/OBE) dan memastikan kesesuaian dengan standar nasional pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja.

Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Febrianty,S.E., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan output lulusan.

“Rapat bedah RPS ini menjadi forum penting untuk memastikan setiap mata kuliah memiliki kejelasan tujuan pembelajaran, kesesuaian capaian, serta metode asesmen yang tepat. Kita juga memetakan dengan jelas mana mata kuliah yang telah sepenuhnya menerapkan pendekatan OBE dan mana yang masih dalam tahap penyesuaian (non-OBE),” ujar Dr. Febrianty,S.E., M.Si selaku Ketua Program Studi Manajemen.

Selama rapat, para dosen melakukan pembahasan mendalam terhadap komponen-komponen RPS, mulai dari deskripsi mata kuliah, capaian pembelajaran (CPL dan CPMK), indikator pencapaian, strategi pembelajaran, hingga penilaian. Beberapa masukan strategis juga diberikan untuk memperkuat integrasi soft skills dan digital literacy dalam materi perkuliahan.

Hasil dari rapat ini akan menjadi dasar dalam pelaksanaan perkuliahan semester ganjil mendatang, serta sebagai bagian dari persiapan akreditasi dan audit mutu internal. Program Studi Manajemen Universitas Malahayati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan relevansi kurikulum melalui kegiatan evaluasi dan pembaruan RPS secara berkala. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Rektor Universitas Malahayati Hadiri Peresmian Masjid Raya Al Bakrie Lampung

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH., MH, turut menghadiri momen bersejarah peresmian Masjid Raya Al Bakrie Lampung yang berlangsung khidmat pada Jumat (12/9). Acara ini menjadi simbol kebersamaan, spiritualitas, dan kontribusi nyata keluarga besar Bakrie bagi masyarakat Lampung.

Peresmian masjid megah tersebut dihadiri langsung oleh Anindya Novyan Bakrie, B.Sc., M.B.A, yang juga mewakili keluarga besar Bakrie, bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, serta Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ST., MM. Kehadiran para tokoh nasional dan daerah ini menegaskan besarnya arti masjid sebagai pusat ibadah sekaligus wadah persatuan umat.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, peresmian diawali dengan pembacaan doa bersama dan tausiyah. Kehadiran ribuan jamaah yang memadati kawasan masjid memperlihatkan antusiasme dan kebanggaan masyarakat atas berdirinya rumah ibadah yang modern, kokoh, dan berdaya tampung besar ini.

Masjid Raya Al Bakrie Lampung diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru provinsi, sekaligus destinasi religi yang mampu menarik jamaah dari berbagai daerah. Dengan arsitektur modern yang berpadu nuansa Islami, masjid ini diharapkan semakin memperkuat peran Lampung sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai spiritual dan kebersamaan. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Pembekalan Magang Prodi Akuntansi Universitas Malahayati, Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati menggelar kegiatan Pembekalan Magang bagi mahasiswa tingkat akhir di Ruang 1.13 Universitas Malahayati. Agenda ini menjadi langkah penting untuk membekali mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja melalui program magang di berbagai instansi maupun perusahaan mitra. Sabtu (6/9/2025).

Acara dibuka oleh Muhammad Luthfi, S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapan mental, sikap profesional, dan kemampuan adaptasi mahasiswa saat menjalani magang. Ia menegaskan bahwa magang merupakan jembatan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia industri.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tiga narasumber yang menghadirkan perspektif berbeda namun saling melengkapi.
1. Etika dan Profesionalisme dalam Dunia Kerja – Indah Lia Puspita, S.E., M.Si.
Dalam sesinya, Indah menekankan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme. Mahasiswa diingatkan untuk selalu bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, sekaligus menghormati aturan serta budaya kerja di tempat magang. Profesionalisme juga tercermin dari komunikasi yang baik, sikap proaktif, hingga penampilan yang rapi dan sopan. Menurutnya, sikap tersebut tidak hanya menunjukkan kualitas pribadi, tetapi juga membawa nama baik Universitas Malahayati di mata industri.
2. Kerja Sama Tim untuk Meningkatkan Kinerja dan Produktivitas – Hardini Ariningrum, S.E., M.Ak., CFRS
Hardini menyoroti pentingnya teamwork dalam dunia kerja. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan perusahaan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga kolaborasi tim. Mahasiswa diajak memahami strategi membangun kerja sama yang efektif, mulai dari komunikasi terbuka, menghargai perbedaan, pembagian tugas yang adil, hingga penyelesaian konflik secara konstruktif.
3. Magang Berdampak dan Panduan Penulisan Laporan – Apip Alansori, S.E., M.Ak., CAPM
Apip mengajak mahasiswa untuk menjadikan magang sebagai pengalaman yang berdampak, bukan sekadar formalitas. Mahasiswa didorong memberikan kontribusi nyata melalui ide, semangat, dan kerja sama. Selain itu, ia juga memaparkan panduan teknis penulisan laporan magang, mencakup sistematika, pengumpulan data, analisis kegiatan, hingga penulisan kesimpulan sesuai standar akademik Prodi Akuntansi.

Pembekalan magang ini bertujuan untuk: Membekali mahasiswa dengan pemahaman awal mengenai dunia kerja. Menanamkan nilai etika dan profesionalisme. Mengasah kemampuan kerja sama tim sebagai soft skill yang vital. Mempersiapkan mahasiswa menyusun laporan magang sesuai kaidah akademik.Membantu mahasiswa memahami ekspektasi perusahaan agar mampu memberikan kontribusi positif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Malahayati diharapkan mampu menjalani magang dengan baik, beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional, memberikan kontribusi nyata, serta menyelesaikan laporan magang sesuai standar akademik yang berlaku. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Sinergi Akademisi Universitas Malahayati dan Masyarakat, Arah Baru Pengelolaan Sampah dan Akses Sanitasi di Tanggamus melalui Pelatihan Bank Sampah

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Pelatihan dan penimbangan Bank Sampah di Kapuran ini merupakan tindak lanjut dari pengukuhan bank sampah yang telah dilakukan sebelumnya oleh Dina Dwi Nuryani, SKM., M.Kes., Nova Muhani SST., MKM., Anita, serta tim dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati sebagai bagian dari perwujudan Tri Dharma perguruan tinggi di bidang kesehatan masyarakat serta sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung gerakan sanitasi dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tanggamus.

Acara ini juga dihadiri oleh Camat Kota Agung dan Lurah Pasar Madang yang aktif mendukung setiap program. Pembicara Lisa (Bank Sampah Induk Kabupaten Tanggamus) dan Dwi Apriana (Kementerian Kehutanan) memberikan materi tentang pengelolaan sampah terpadu, strategi pembukuan bank sampah, serta kaitannya dengan peningkatan akses sanitasi.

Program ini melanjutkan hasil penelitian Vera Yulyani (Universitas Malahayati) mengenai pemberdayaan sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak masyarakat belum memiliki jamban. Melalui Bank Sampah Kapuran, diharapkan masyarakat dapat menabung dari sampah untuk membangun jamban sendiri, menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan bebas BABS.

Harapannya, kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran lingkungan, meningkatkan akses sanitasi, dan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan di Kabupaten Tanggamus.

Pendanaan kegiatan ini didukung oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema PKM dengan judul: “Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Sinergi Pengelolaan Sampah dan Akses Sanitasi untuk STOP BABS di Kabupaten Tanggamus.” angkah kecil, dampak besar!
Pelatihan dan penimbangan di Bank Sampah Kapuran ini merupakan tindak lanjut dari pengukuhan bank sampah yang telah dilakukan sebelumnya oleh Dina Dwi Nuryani, Nova Muhani, Anita, serta tim dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati sebagai bagian dari perwujudan Tri Dharma perguruan tinggi di bidang kesehatan masyarakat.

Pendanaan kegiatan ini didukung oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema PKM dengan judul:
“Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Sinergi Pengelolaan Sampah dan Akses Sanitasi untuk STOP BABS di Kabupaten Tanggamus.” (gil)

Editor: Gilang Agusman

Hari Kedua PKKMB Universitas Malahayati, Prof. Sudjarwo Kupas Peran Pendidikan Tinggi dalam Membangun SDM Unggul

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Malahayati 2025 kembali berlanjut pada hari kedua, Kamis (11/9/2025). Bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, sebanyak 1.296 mahasiswa baru antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menghadirkan materi inspiratif mengenai “Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia.”

Acara dipandu oleh Satria Wijaya, S.Pd., M.Pd sebagai moderator, dengan narasumber utama Prof. Dr. Sudjarwo, MS, Guru Besar Universitas Malahayati yang dikenal sebagai akademisi senior dengan kepakaran dalam bidang pendidikan.

Dalam pemaparannya, Prof. Sudjarwo menekankan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu kunci penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Negara-negara yang berhasil berkembang pesat, kata beliau, selalu menempatkan pendidikan tinggi sebagai prioritas pembangunan.

“Pendidikan tinggi bukan sekadar tempat belajar teori, tetapi juga laboratorium kehidupan yang mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia,” ungkap Prof. Sudjarwo.

Beliau menjelaskan, peran pendidikan tinggi sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global. Tiga poin utama yang menjadi sorotan adalah:
1. Menciptakan tenaga kerja terampil dan adaptif – Mahasiswa dipersiapkan agar mampu bersaing di dunia kerja yang terus berubah.
2. Mendorong inovasi dan riset – Perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
3. Membangun karakter dan kepemimpinan – Pendidikan tinggi harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, visioner, dan siap memimpin.

Selain peluang besar, Prof. Sudjarwo juga menyoroti tantangan global yang dihadapi dunia pendidikan tinggi, mulai dari revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi digital, hingga persaingan tenaga kerja lintas negara. Mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki soft skill, kemampuan komunikasi, dan daya adaptasi yang tinggi.

“Kalian, para mahasiswa baru, adalah aset bangsa. Tantangan global tidak boleh membuat gentar, justru harus menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan membawa nama Indonesia ke kancah dunia,” tegasnya.

Materi ini disambut antusias oleh mahasiswa baru Universitas Malahayati. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, memperlihatkan rasa ingin tahu dan semangat mereka untuk memahami lebih dalam tentang sistem pendidikan tinggi serta perannya bagi masa depan. Kemudian dilanjut pemaparan langsung dari LPPM (Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat) yang dipimpin langsung Kepala LPPM, Prof. Erna Listyaningsih, SE, M.Si., Ph.D.

Universitas Malahayati melalui PKKMB 2025 berkomitmen tidak hanya memperkenalkan kehidupan kampus, tetapi juga menanamkan wawasan yang membekali mahasiswa untuk siap menghadapi tantangan global.

Hari kedua PKKMB ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi bukan hanya ruang akademik, melainkan juga sarana untuk mencetak generasi bangsa yang cerdas, inovatif, dan berkarakter. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Hari Kedua PKKMB Universitas Malahayati, Brigjen TNI Enjang Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Mahasiswa Baru

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Malahayati 2025 kembali berlangsung meriah pada hari kedua, Kamis (11/9/2025). Bertempat di Gedung Graha Bintang, sebanyak 1.296 mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat makna, kali ini dengan tema “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.”

Acara dipandu oleh Satria Wijaya, S.Pd., M.Pd selaku moderator, dan menghadirkan narasumber istimewa, Brigadir Jenderal TNI Enjang, S.I.P., M.Han, Inspektur Daerah Militer (IRDAM) XXI/ Radin Inten.

Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Enjang menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bangsa dan negara. Menurutnya, kehidupan berbangsa dan bernegara bukan hanya sekadar identitas formal, tetapi juga pengamalan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

“Bangsa yang besar bukan hanya karena kekayaan alamnya, tetapi karena rakyatnya memiliki jati diri, cinta tanah air, dan kesadaran untuk membela negaranya,” tegas Brigjen Enjang di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Ia mengingatkan bahwa jati diri bangsa Indonesia berpijak pada Pancasila sebagai ideologi, UUD 1945 sebagai konstitusi, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan, dan NKRI sebagai bentuk final negara. Mahasiswa, sebagai generasi penerus, diharapkan mampu menjaga keempat pilar tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk arus globalisasi, degradasi moral, hingga penyalahgunaan teknologi.

Brigjen TNI Enjang menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya berarti angkat senjata, melainkan bisa diwujudkan dalam banyak hal, seperti:  belajar dengan tekun dan berprestasi, menjaga persatuan dan kerukunan, taat hukum dan berdisiplin, serta berkontribusi nyata di masyarakat.

“Kesadaran bela negara adalah kewajiban seluruh warga negara, termasuk mahasiswa. Dengan menanamkan disiplin, etika, dan kepedulian, kita semua bisa menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa tampak antusias menggali pandangan narasumber tentang peran generasi muda di tengah kondisi bangsa saat ini. Brigjen Enjang menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan solusi, bukan hanya menjadi penonton.

Universitas Malahayati sendiri meneguhkan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Hari kedua PKKMB ini menjadi momentum berharga untuk memperkokoh pemahaman mahasiswa baru tentang pentingnya berbangsa, bernegara, serta kesiapan mereka dalam membangun negeri. Dengan semangat bela negara, Universitas Malahayati berharap para mahasiswa mampu menjadi generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan. (gil)

Editor: Gilang Agusman

PKKMB Universitas Malahayati 2025, Rektor Beri Pesan Inspiratif dan Sukses untuk Generasi Baru

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dipenuhi semangat dan antusiasme ribuan mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Sebanyak 1.296 mahasiswa baru secara resmi disambut oleh Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH., MH, yang memberikan sambutan dan arahan inspiratif untuk memulai perjalanan akademik mereka.

 

Dalam pidatonya, Rektor menekankan pentingnya membangun karakter mahasiswa yang disiplin, kreatif, kolaboratif, dan tangguh. Menurutnya, keempat nilai ini merupakan pondasi penting untuk menghadapi dinamika dunia kampus sekaligus persaingan global di masa depan.

“Kedisiplinan melatih tanggung jawab, kreativitas membuka ruang inovasi, kolaborasi menumbuhkan kekuatan kebersamaan, sementara ketangguhan menjadi bekal menghadapi tantangan hidup,” ujar Rektor.

Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar selalu menjaga nama baik almamater Universitas Malahayati, baik di dalam maupun di luar kampus. Ia menegaskan bahwa setiap mahasiswa adalah duta kampus yang membawa citra universitas di tengah masyarakat. “Nama baik almamater ada di pundak kalian. Jadilah pribadi yang berintegritas, santun, dan membanggakan keluarga serta kampus tercinta ini,” tegas Dr. Muhammad Kadafi.

Selain itu, beliau mengimbau seluruh mahasiswa baru agar memiliki komitmen penuh dalam perkuliahan, termasuk hadir tepat waktu, fokus dalam belajar, serta tekun mengembangkan diri. “Komitmen itu penting. Jangan sia-siakan waktu, manfaatkan masa kuliah sebaik-baiknya. Karena dari situlah kesuksesan kalian akan dibangun menuju masa depan yang gemilang,” tambahnya.

Dalam pesannya, Rektor juga menyampaikan harapan besar kepada generasi muda Malahayati. “Kita melihat semangat luar biasa dari mahasiswa baru tahun ini. Mari kita doakan mereka bisa lulus tepat waktu, menjaga amanah orang tua, serta tumbuh menjadi insan cerdas dalam ilmu pengetahuan dan religius dalam sikap. Jadilah seperti pohon yang selalu memberikan kebaikan-kebaikan bagi masyarakat sekitar,” ucapnya penuh makna.

Acara pembukaan PKKMB ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, serta seluruh pejabat di lingkungan Universitas Malahayati, yang bersama-sama memberikan dukungan penuh dalam menyambut mahasiswa baru.

PKKMB 2025 pun menjadi momentum penting, bukan hanya sebagai pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga sebagai langkah awal membangun generasi unggul yang siap berkontribusi bagi bangsa, masyarakat, dan dunia. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H, Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Keberkahan Umat, Bangsa, dan Negara

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Umat Islam di seluruh penjuru dunia tengah merayakan hari penuh makna, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah. Peringatan ini bukan sekadar momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk menumbuhkan kembali kecintaan, menghidupkan teladan akhlak mulia, serta memperkuat ukhuwah dalam membangun umat, bangsa, dan negara.

Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa menghadirkan pesan spiritual yang mendalam. Kelahiran beliau membawa cahaya bagi peradaban, menjadi rahmat bagi semesta alam, dan menjadi sumber inspirasi bagi umat manusia dalam meniti jalan kebenaran. Nilai-nilai luhur seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, serta kepedulian sosial adalah warisan agung Rasulullah SAW yang senantiasa relevan dalam kehidupan modern saat ini.

Universitas Malahayati mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, baik sivitas akademika maupun masyarakat luas. Momen penuh makna ini menjadi pengingat akan kelahiran junjungan besar Nabi Muhammad SAW, yang hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam dan teladan utama bagi umat manusia.

Semoga peringatan Maulid ini semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, menginspirasi kita untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, serta meneguhkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang penuh dengan nilai keadilan, persaudaraan, dan kasih sayang.

Selain itu, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga diharapkan mampu menjadi energi spiritual yang menggerakkan umat untuk lebih berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, umat Islam dapat berperan aktif dalam mewujudkan negara yang penuh keberkahan, maju, serta berdaya saing di kancah global.

Mari jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini sebagai pengingat sekaligus pendorong untuk memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, dan memperkokoh komitmen kita dalam menebar manfaat bagi sesama. Dengan meneladani ajaran dan akhlak Rasulullah SAW, insyaAllah kita akan meraih keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa berfokus pada optimalisasi penggunaan jahe merah sebagai analgesik kewanitaan dalam bentuk dried ginger. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung, Kamis (24/7/2025).  

Program PkM ini merupakan bagian dari hibah yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Hibah tersebut didasarkan pada pengumuman pendanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Tahun Anggaran 2025 dengan nomor 0070/C3/AL.04/2025.

Tim pelaksana kegiatan berasal dari dua program studi, yaitu Kebidanan dan Farmasi. Dari Prodi Kebidanan hadir dosen Ana Mariza, S.ST., M.Kes., dan Sunarsih, S.SiT., Bdn., M.Kes., sementara dari Prodi Farmasi hadir apt. Annisa Primadianti, S.Farm., M.Sc. Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa, yakni Arin Anida (Prodi Kebidanan) dan Anissa Fitriani (Prodi Farmasi).

Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Kelurahan Kebon Jeruk. Ketua pelaksana, Ana Mariza, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka dismenorea yang cukup tinggi di wilayah tersebut. Data menunjukkan, terdapat 198 perempuan usia subur atau sekitar 54% dari jumlah populasi yang mengalami dismenorea.

“Padahal, 50% masyarakat sudah menanam jahe merah, namun pemanfaatannya sebagai terapi nonfarmakologi masih sangat minim. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan alternatif pengobatan alami sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jahe merah menjadi produk bernilai guna,” jelas Ana.

Dalam kegiatan ini, Prodi Kebidanan memberikan sosialisasi mengenai dismenorea, disertai pengukuran tingkat nyeri menggunakan kuesioner NRS (Numeric Rating Scale). Sementara itu, tim dari Prodi Farmasi yang dipimpin apt. Annisa Primadianti, menyampaikan materi tentang kandungan dan manfaat jahe merah sebagai terapi nonfarmakologi dismenorea.

 

Selain itu, masyarakat juga diberikan pelatihan inovatif berupa pengolahan jahe merah menjadi dried ginger menggunakan teknologi sederhana. Proses ini melibatkan mesin pencuci dan pengupas jahe, mesin pengiris, serta Food Dehydrator Machine. Dengan cara ini, jahe merah dapat diolah menjadi bentuk kering yang praktis, tahan lama, dan bisa dikonsumsi kapan saja saat dibutuhkan.

“Pemanfaatan dried ginger ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada obat-obatan kimia dalam jangka panjang, yang berisiko menimbulkan efek samping,” ungkap Annisa.

Lurah Kebon Jeruk dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Malahayati yang menghadirkan solusi praktis dan edukatif bagi masyarakat. “Selama ini, belum pernah ada sosialisasi tentang pemanfaatan jahe merah secara tepat. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesehatan perempuan di wilayah kami,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PKK Kelurahan Kebon Jeruk. Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tetapi juga keterampilan untuk memanfaatkan tanaman obat keluarga. “Kami berharap ibu-ibu PKK dapat mengaplikasikan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pengobatan dismenorea bisa dilakukan dengan cara yang lebih aman, murah, dan mudah,” ucapnya.

Atas terselenggaranya kegiatan ini, tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Direktorat Riset dan Pengembangan melalui kontrak nomor 198/LL2/DT.05.00/PM/2025, LPPM Universitas Malahayati, serta Kelompok PKK Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung yang telah mendukung penuh keberhasilan program. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Semarak Festival Senam SKJ 2025, Universitas Malahayati Bersama Kemenpora Bangun Kebugaran, Eratkan Persatuan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sukses menggelar “Festival Senam SKJ 2025” dengan tema Sehat, Kompak, Jaya (SKJ). Kegiatan ini berlangsung meriah di pelataran Rektorat Universitas Malahayati pada Minggu (31/8), dan diikuti dengan penuh antusias oleh sekitar 400 mahasiswa Universitas Malahayati.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya olahraga bersama sebagai wadah memperkuat kebersamaan di tengah mahasiswa sekaligus menjaga kebugaran jasmani.

“Senam SKJ bukan sekadar gerakan olahraga, tetapi juga simbol kekompakan dan semangat persatuan. Kami berharap kegiatan ini menjadi rutinitas positif yang memupuk rasa kebersamaan sekaligus menjaga kesehatan civitas akademika Universitas Malahayati,” ujar Suharman.

Turut hadir dalam kegiatan ini para pimpinan kampus, di antaranya Wakil Rektor II, Drs. Nirwanto, M.Kes., Wakil Rektor III, Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., Kepala Biro, serta Kepala Bagian Universitas Malahayati. Kehadiran para pejabat kampus ini menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya membangun pola hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi.

Suasana festival semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize menarik dan hiburan yang menambah keceriaan peserta. Mahasiswa yang hadir tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan senam, sambil sesekali bersorak riang saat nomor undian doorprize diumumkan.

Dengan semangat “SKJ: Sehat, Kompak, Jaya”, Universitas Malahayati bersama Kemenpora berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi wahana mempererat persaudaraan antar mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, bugar, dan penuh energi positif. (gil)

Editor: Gilang Agusman