Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa berfokus pada optimalisasi penggunaan jahe merah sebagai analgesik kewanitaan dalam bentuk dried ginger. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung, Kamis (24/7/2025).  

Program PkM ini merupakan bagian dari hibah yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Hibah tersebut didasarkan pada pengumuman pendanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Tahun Anggaran 2025 dengan nomor 0070/C3/AL.04/2025.

Tim pelaksana kegiatan berasal dari dua program studi, yaitu Kebidanan dan Farmasi. Dari Prodi Kebidanan hadir dosen Ana Mariza, S.ST., M.Kes., dan Sunarsih, S.SiT., Bdn., M.Kes., sementara dari Prodi Farmasi hadir apt. Annisa Primadianti, S.Farm., M.Sc. Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa, yakni Arin Anida (Prodi Kebidanan) dan Anissa Fitriani (Prodi Farmasi).

Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Kelurahan Kebon Jeruk. Ketua pelaksana, Ana Mariza, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka dismenorea yang cukup tinggi di wilayah tersebut. Data menunjukkan, terdapat 198 perempuan usia subur atau sekitar 54% dari jumlah populasi yang mengalami dismenorea.

“Padahal, 50% masyarakat sudah menanam jahe merah, namun pemanfaatannya sebagai terapi nonfarmakologi masih sangat minim. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan alternatif pengobatan alami sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jahe merah menjadi produk bernilai guna,” jelas Ana.

Dalam kegiatan ini, Prodi Kebidanan memberikan sosialisasi mengenai dismenorea, disertai pengukuran tingkat nyeri menggunakan kuesioner NRS (Numeric Rating Scale). Sementara itu, tim dari Prodi Farmasi yang dipimpin apt. Annisa Primadianti, menyampaikan materi tentang kandungan dan manfaat jahe merah sebagai terapi nonfarmakologi dismenorea.

 

Selain itu, masyarakat juga diberikan pelatihan inovatif berupa pengolahan jahe merah menjadi dried ginger menggunakan teknologi sederhana. Proses ini melibatkan mesin pencuci dan pengupas jahe, mesin pengiris, serta Food Dehydrator Machine. Dengan cara ini, jahe merah dapat diolah menjadi bentuk kering yang praktis, tahan lama, dan bisa dikonsumsi kapan saja saat dibutuhkan.

“Pemanfaatan dried ginger ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada obat-obatan kimia dalam jangka panjang, yang berisiko menimbulkan efek samping,” ungkap Annisa.

Lurah Kebon Jeruk dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Malahayati yang menghadirkan solusi praktis dan edukatif bagi masyarakat. “Selama ini, belum pernah ada sosialisasi tentang pemanfaatan jahe merah secara tepat. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesehatan perempuan di wilayah kami,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PKK Kelurahan Kebon Jeruk. Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tetapi juga keterampilan untuk memanfaatkan tanaman obat keluarga. “Kami berharap ibu-ibu PKK dapat mengaplikasikan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pengobatan dismenorea bisa dilakukan dengan cara yang lebih aman, murah, dan mudah,” ucapnya.

Atas terselenggaranya kegiatan ini, tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Direktorat Riset dan Pengembangan melalui kontrak nomor 198/LL2/DT.05.00/PM/2025, LPPM Universitas Malahayati, serta Kelompok PKK Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung yang telah mendukung penuh keberhasilan program. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Semarak Festival Senam SKJ 2025, Universitas Malahayati Bersama Kemenpora Bangun Kebugaran, Eratkan Persatuan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sukses menggelar “Festival Senam SKJ 2025” dengan tema Sehat, Kompak, Jaya (SKJ). Kegiatan ini berlangsung meriah di pelataran Rektorat Universitas Malahayati pada Minggu (31/8), dan diikuti dengan penuh antusias oleh sekitar 400 mahasiswa Universitas Malahayati.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya olahraga bersama sebagai wadah memperkuat kebersamaan di tengah mahasiswa sekaligus menjaga kebugaran jasmani.

“Senam SKJ bukan sekadar gerakan olahraga, tetapi juga simbol kekompakan dan semangat persatuan. Kami berharap kegiatan ini menjadi rutinitas positif yang memupuk rasa kebersamaan sekaligus menjaga kesehatan civitas akademika Universitas Malahayati,” ujar Suharman.

Turut hadir dalam kegiatan ini para pimpinan kampus, di antaranya Wakil Rektor II, Drs. Nirwanto, M.Kes., Wakil Rektor III, Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., Kepala Biro, serta Kepala Bagian Universitas Malahayati. Kehadiran para pejabat kampus ini menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya membangun pola hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi.

Suasana festival semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize menarik dan hiburan yang menambah keceriaan peserta. Mahasiswa yang hadir tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan senam, sambil sesekali bersorak riang saat nomor undian doorprize diumumkan.

Dengan semangat “SKJ: Sehat, Kompak, Jaya”, Universitas Malahayati bersama Kemenpora berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi wahana mempererat persaudaraan antar mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, bugar, dan penuh energi positif. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Sosialisasi PHBS, Cetak Agen Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini SDN 1 Gunung Tiga Ulubelu

 

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati menyelenggarakan sosialisasi dan praktik PHBS untuk siswa-siswi SDN 1 Gunung Tiga, dalam rangka menanamkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini, Rabu lalu, (6/8/2025).

Acara yang berlangsung meriah dan interaktif ini diikuti oleh 50 orang peserta dari gabungan kelas 1 hingga 6. Kegiatan tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik sehingga mampu menarik minat dan antusiasme para siswa. Dengan didampingi oleh 20 orang mahasiswa KKL yang bertindak sebagai panitia dan mentor, anak-anak diajak untuk memahami dan mempraktikkan langkah-langkah kecil PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

Acara diisi dengan berbagai sesi, mulai dari pemaparan materi tentang cuci tangan yang benar, menjaga kebersihan lingkungan, hingga pentingnya mengonsumsi makanan bergizi. Siswa juga diajak bermain games dan kuis berhadiah yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Silvia Ika Damayanti, ketua pelaksana, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif seluruh pihak. Ia bersyukur sosialisasi dan praktik PHBS ini berjalan dengan sangat lancar dan sukses. Pihaknya terharu melihat antusiasme adik-adik siswa SD 1 Gunung Tiga.

Ia menjelaskan, tujuan utama adalah untuk menciptakan agen-agen perubahan kecil yang memahami dan mampu mempraktikkan PHBS, dimulai dari diri sendiri dan di lingkungan sekolah mereka. ”Kami berharap, ilmu yang didapat hari ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi kebiasaan baik yang terus diterapkan,” ujarnya.

Salah satu siswa peserta, Fauzi, mengungkapkan kegembiraannya. “Seru banget, tadi diajarin cuci tangan yang bener sama dikasih hadiah. Sekarang aku tahu caranya supaya tidak gampang sakit,” katanya.

Kepala Sekolah Supriyanto juga menyambut positif inisiatif dari mahasiswa KKL ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat sejalan dengan visi misi sekolah dalam mendidik siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga sehat dan berkarakter.

Acara ditutup dengan foto bersama, pembagian hadiah, dan bingkisan untuk seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka selama sosialisasi berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta generasi yang lebih peduli akan kesehatan dan kebersihan di masa depan. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Gelar Workshop Bedah Kurikulum

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (S2 Kesmas) Universitas Malahayati menyelenggarakan Workshop Bedah Kurikulum dalam rangka penyempurnaan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Pascasarjana Universitas Malahayati. Rabu (27/8/2025).

Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan nasional maupun global di bidang kesehatan masyarakat.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah pakar kurikulum dan praktisi kesehatan masyarakat, di antaranya: Prof. Dr. Dyah Wulan Sumekar RW, S.KM., M.Kes (pakar kurikulum kesehatan masyarakat) dan Dr. Noviansyah, M.Kes, perwakilan organisasi profesi IAKMI

Peserta workshop terdiri dari dosen, tendik, mahasiswa, Alumni, Dinas Kesehatan dan mitra eksternal yang berperan aktif dalam memberikan masukan konstruktif. Diskusi difokuskan pada penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah inti dan peminatan, serta integrasi isu-isu strategis kesehatan masyarakat seperti epidemiologi penyakit, kesehatan global, manajemen pelayanan kesehatan, gizi kesmas, kesehatan reproduksi, dan promosi kesehatan berbasis komunitas.

Ketua Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat, Dr. Samino, M.Kes, menyampaikan bahwa hasil dari workshop ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen kurikulum final yang siap diimplementasikan mulai tahun akademik 2025/2026.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan komitmen bersama untuk melaksanakan kurikulum baru yang diharapkan dapat meningkatkan mutu lulusan serta daya saing Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati di tingkat nasional maupun internasional. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 48 Gelar Sosialisasi Pangan Lokal Lewat Beans Cookies untuk Cegah Stunting di Pekon Sampang Turus

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Upaya pencegahan stunting kembali mendapat dukungan dari mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung. Melalui program Kuliah Kerja Lapangan Pengabdian kepada Masyarakat (KKL-PPM), kelompok 48 mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemberdayaan Pangan Lokal melalui Produk Beans Cookies sebagai Solusi Cegah Stunting” di Balai Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Annisa Mayang Soliha, M.Gz., serta diikuti oleh ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan para kader kesehatan desa. Melalui inovasi pangan lokal berbasis kacang hijau yang diolah menjadi beans cookies, mahasiswa memperkenalkan alternatif camilan sehat, bergizi, dan tetap disukai anak-anak.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Pekon Sampang Turus, Bapak Marhawi, bersama istri Ibu Lodema, beserta perangkat pekon. Dalam sambutannya, Pak Marhawi memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan mahasiswa.

“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat kami. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kesehatan anak-anak di Pekon Sampang Turus dan menjadi motivasi bagi warga untuk lebih peduli terhadap gizi keluarga,” ujarnya.

Selain penyuluhan, kegiatan semakin menarik dengan pembagian beans cookies kepada anak-anak. Suasana terlihat hangat ketika mereka menikmati kudapan bergizi, sementara para ibu tampak antusias mendengarkan materi sekaligus aktif bertanya seputar gizi seimbang, pola makan sehat, dan cara mengolah bahan pangan lokal agar lebih bervariasi.

Mahasiswa kelompok 48 juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan. Protein dari kacang-kacangan, termasuk kacang hijau, disebut sebagai salah satu sumber nutrisi yang mudah didapat dan terjangkau. Dengan metode komunikasi interaktif, kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan masyarakat tetapi juga mendorong perubahan pola hidup yang lebih sehat.

Antusiasme masyarakat menjadi bukti keberhasilan kegiatan ini. Para ibu mengaku senang mendapatkan tambahan ilmu, sementara anak-anak tampak ceria bisa belajar sekaligus menikmati camilan sehat bersama mahasiswa.

Di akhir acara, mahasiswa kelompok 48 menyampaikan harapan agar pengetahuan yang dibagikan dapat menjadi bekal bagi warga Sampang Turus dalam menjaga kesehatan keluarga. Mereka menegaskan bahwa kontribusi kecil seperti pemanfaatan pangan lokal diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan. (gil)

Editor: Gilang Agusman

UKM-U MAHAPALA Universitas Malahayati Raih Penghargaan Wana Lestari Nasional 2025

JAKARTA (malahayati.ac.id): Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Malahayati Bandar Lampung. Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM-U) Malahayati Pencinta Alam (MAHAPALA) sukses meraih Juara II Nasional dalam ajang Apresiasi Wana Lestari 2025 kategori Kelompok Pencinta Alam (KPA) yang digelar oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Senin (18/8/2025).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dalam rangkaian kegiatan Temu Karya Teladan Wana Lestari Tingkat Nasional 2025 yang berlangsung pada 14–18 Agustus 2025 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Sebagai organisasi pencinta alam di tingkat universitas, MAHAPALA Universitas Malahayati tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang kepencintaalaman, tetapi juga konsisten berkontribusi dalam edukasi, konservasi, dan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Dalam ajang bergengsi ini, MAHAPALA mewakili Provinsi Lampung setelah berhasil menembus tiga besar nasional, mengungguli puluhan kelompok pencinta alam lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. 

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan semua pihak. Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal bagi kami untuk terus berkontribusi lebih besar dalam menjaga lingkungan dan hutan Indonesia,” ujar Panji Gani Alif (20110023), Ketua UKM-U MAHAPALA Universitas Malahayati dengan penuh rasa bangga.

Apresiasi Wana Lestari merupakan ajang tahunan Kementerian Kehutanan RI yang memberikan penghargaan kepada perorangan, kelompok, aparatur pemerintah, hingga badan usaha yang dinilai berhasil memberdayakan masyarakat serta menjadi teladan dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi pemerintah pusat maupun daerah terhadap kiprah nyata para penggiat lingkungan dalam melestarikan alam, mengedukasi masyarakat, dan menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, MAHAPALA Universitas Malahayati berhasil meraih Juara II Nasional Kategori Kelompok Pencinta Alam (KPA). Capaian ini menunjukkan bahwa kiprah mahasiswa Lampung di tingkat nasional semakin diperhitungkan.

Kegiatan Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari 2025 juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Momentum ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan hutan lestari demi kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan Asta Cita ke-4 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian Kehutanan RI memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi UKM-U MAHAPALA dan para peserta lainnya. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menekankan bahwa penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi dan teladan bagi generasi muda untuk terus menjaga hutan sebagai warisan berharga bangsa.

Prestasi MAHAPALA Universitas Malahayati ini tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Semangat cinta lingkungan, kepedulian terhadap hutan, serta keberanian untuk bertindak nyata menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat mengambil peran penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Dengan penghargaan ini, UKM-U MAHAPALA Universitas Malahayati semakin mengukuhkan dirinya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya peduli pada lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan nasional dalam menjaga kelestarian alam Indonesia. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Berdayakan UMKM Ikan Asap di Pekon Tegineneng

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Kelompok 1 Pekon Tegineneng melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kunjungan ke dua UMKM pengolahan ikan asap yang telah berkembang, yaitu UMKM Ikan Asap Ceria milik Ibu Sanaria yang berlokasi di Dusun 2, serta UMKM Ikan Asap Bina Usaha milik Bapak Marhidayat. Rabu (20/8/2025).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi, mulai dari pengasapan ikan, penjagaan proses pengasapan, hingga tahap pengemasan dengan sistem vakum. Selain praktik produksi, mahasiswa juga memberikan banner promosi produk sebagai dukungan dalam meningkatkan identitas usaha.

UMKM ikan asap di Pekon Tegineneng ini telah berjalan sejak 2010 dengan dukungan berbagai pelatihan dari Kementerian Perikanan. Kini, produk mereka tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga telah menjangkau luar pekon, luar daerah, hingga luar kabupaten. Dengan izin edar resmi, kedua UMKM ini sudah masuk kategori UMKM berkembang.

Untuk harga, produk ikan asap dijual mulai dari Rp7.500/Pcs , dan tersedia pula dalam bentuk kiloan sesuai kebutuhan konsumen. Dari segi ketahanan, produk ikan asap dapat bertahan 1–2 bulan jika disimpan di freezer, sedangkan pada suhu ruang hanya mampu bertahan 3–4 hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKLPPM Kelompok 1 berharap kehadiran mereka dapat memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran, sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat desa. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa Universitas Malahayati Ciptakan Puding dan Bakso Daun Kelor untuk Pencegahan Stunting di Pekon Dadisari

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Mahasiswa Universitas Malahayati Kelompok 32 KKL-PPM melaksanakan program inovasi pangan sehat di Pekon Dadisari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, dengan membuat makanan tambahan berupa puding dan bakso berbahan dasar daun kelor. Program ini ditujukan sebagai langkah pencegahan stuntin g sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal. Rabu (20/8/2025).

Ketua Kelompok KKL, Juli Firmanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang berfokus pada pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi tinggi. “Daun kelor memiliki kandungan gizi yang luar biasa. Kami ingin mengajak masyarakat untuk mengolahnya menjadi makanan tambahan yang disukai anak-anak, sehingga bisa membantu mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan antara lain: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak. Memberdayakan ibu-ibu agar mampu mengolah bahan lokal bergizi secara mandiri. Mencegah stunting sejak dini, khususnya pada anak-anak dan balita yang berada dalam masa pertumbuhan emas (golden age).

Selain praktik langsung pembuatan puding dan bakso daun kelor, mahasiswa juga memberikan penyuluhan tentang manfaat gizi kelor dan cara pengolahannya agar dapat diterapkan sehari-hari. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga, terutama kalangan ibu-ibu, yang menilai inovasi ini praktis, sehat, dan mudah diaplikasikan di rumah.

Melalui program ini, Kelompok 32 KKL-PPM Universitas Malahayati berharap masyarakat Pekon Dadisari dapat terus memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan anak-anak dan mencegah stunting. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa Universitas Malahayati Gelar Sosialisasi PHBS di Pekon Sampang Turus, Wujudkan Lingkungan Bersih, Sehat, dan Harmonis Bersama DLH Tanggamus

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan – Pengabdian Pada Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati Bandar Lampung terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat. Kelompok 48 KKL-PPM menggelar kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan tema BERSIH di Balai Desa Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanggamus. Rabu (20/8/2025).

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan sekitar, serta menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menyadari bahaya penyakit yang dapat timbul akibat perilaku hidup yang kurang sehat.

Dalam sambutannya, Kepala Pekon Sampang Turus, Marhawi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa Universitas Malahayati dan DLH Tanggamus.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Sosialisasi seperti ini penting agar warga semakin sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KKL-PPM Kelompok 48, Agung Berlian, menekankan bahwa kegiatan BERSIH diharapkan menjadi momentum bersama untuk membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan harmonis. Salah satunya dengan mengelola sampah dengan baik agar tidak menimbulkan masalah kesehatan maupun pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanggamus memberikan materi tentang PHBS dengan menekankan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle):
• Reduce: mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah.
• Reuse: menggunakan kembali barang yang masih layak pakai.
• Recycle: mendaur ulang sampah menjadi produk baru yang bermanfaat.

Pihak DLH juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari skala terkecil, yaitu rumah tangga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Dengan demikian, budaya hidup bersih dapat tumbuh secara berkesinambungan.

Sebagai tindak lanjut nyata, mahasiswa KKL-PPM bersama warga melaksanakan gotong royong di tiga dusun yang ada di Pekon Sampang Turus. Lingkungan sekitar Balai Desa, saluran pembuangan, hingga area pemukiman menjadi sasaran utama pembersihan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga meletakkan drum kaleng sampah besar di setiap dusun sebagai simbol kepedulian terhadap kebersihan dan sebagai sarana masyarakat dalam mengelola sampah.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat. Warga terlihat antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari sosialisasi hingga aksi bersih-bersih bersama. Kekompakan ini menunjukkan adanya kepedulian dan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap sehat, bersih, dan harmonis.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Pekon Sampang Turus dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengelola lingkungan dengan lebih bijak. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Fakultas Hukum Universitas Malahayati Jalin Kerja Sama Strategis dengan PKBI Lampung

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Fakultas Hukum Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Kali ini, langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Perjanjian Kerja Sama (MoA) dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung. Kegiatan berlangsung di Hotel Kyria M2 Lampung, pada Kamis (21/8/2025).

Rombongan Fakultas Hukum yang dipimpin langsung oleh Dekan, Aditia Arief Firmanto, SH., MH., didampingi jajaran dosen, disambut hangat oleh Direktur PKBI Lampung, Muhammad Fajar Santoso, SH., MH., beserta timnya. Suasana penuh keakraban sekaligus semangat kolaborasi mewarnai jalannya acara.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Universitas Malahayati menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui MoA ini, kami berharap dapat membuka ruang sinergi yang lebih luas, baik dalam bentuk penelitian bersama, praktik lapangan bagi mahasiswa, maupun program-program pengabdian masyarakat yang bersentuhan langsung dengan isu hukum, kesehatan reproduksi, serta perlindungan hak-hak masyarakat,” ujar Aditia.

Sementara itu, Direktur PKBI Lampung, Muhammad Fajar Santoso, SH., MH., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Universitas Malahayati, khususnya Fakultas Hukum, yang telah menjalin kolaborasi dengan PKBI. Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi akan berfokus pada program nyata yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

“PKBI dan Fakultas Hukum memiliki visi yang sama, yakni memperkuat kesadaran hukum, kesehatan, dan hak-hak masyarakat. Kami yakin sinergi ini akan menghadirkan program yang bermanfaat, terutama dalam mengedukasi generasi muda dan masyarakat luas terkait pentingnya perlindungan hak reproduksi, kesetaraan gender, dan isu-isu sosial yang relevan,” ungkapnya.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari kuliah umum, pelatihan, riset bersama, hingga program advokasi berbasis masyarakat. Diharapkan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malahayati juga dapat terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan PKBI, sehingga memperoleh pengalaman praktis yang memperkuat kompetensi akademik maupun profesional mereka.

Penandatanganan MoA ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Fakultas Hukum Universitas Malahayati dalam memperluas jejaring dengan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi, kependudukan, dan perlindungan hak asasi manusia. Dengan sinergi ini, Universitas Malahayati menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga aktif membangun kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan ini, Aditia Arief Firmanto, SH., MH., menjadi narasumber dalam talkshow yang bertajuk “Diversi yang Memulihkan Sinergi Hukum, Psikologi, dan Kemanusiaan untuk Anak”(gil)

Editor: Gilang Agusman