Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Sosialisasi PHBS, Cetak Agen Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini SDN 1 Gunung Tiga Ulubelu

 

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati menyelenggarakan sosialisasi dan praktik PHBS untuk siswa-siswi SDN 1 Gunung Tiga, dalam rangka menanamkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini, Rabu lalu, (6/8/2025).

Acara yang berlangsung meriah dan interaktif ini diikuti oleh 50 orang peserta dari gabungan kelas 1 hingga 6. Kegiatan tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik sehingga mampu menarik minat dan antusiasme para siswa. Dengan didampingi oleh 20 orang mahasiswa KKL yang bertindak sebagai panitia dan mentor, anak-anak diajak untuk memahami dan mempraktikkan langkah-langkah kecil PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

Acara diisi dengan berbagai sesi, mulai dari pemaparan materi tentang cuci tangan yang benar, menjaga kebersihan lingkungan, hingga pentingnya mengonsumsi makanan bergizi. Siswa juga diajak bermain games dan kuis berhadiah yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Silvia Ika Damayanti, ketua pelaksana, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif seluruh pihak. Ia bersyukur sosialisasi dan praktik PHBS ini berjalan dengan sangat lancar dan sukses. Pihaknya terharu melihat antusiasme adik-adik siswa SD 1 Gunung Tiga.

Ia menjelaskan, tujuan utama adalah untuk menciptakan agen-agen perubahan kecil yang memahami dan mampu mempraktikkan PHBS, dimulai dari diri sendiri dan di lingkungan sekolah mereka. ”Kami berharap, ilmu yang didapat hari ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi kebiasaan baik yang terus diterapkan,” ujarnya.

Salah satu siswa peserta, Fauzi, mengungkapkan kegembiraannya. “Seru banget, tadi diajarin cuci tangan yang bener sama dikasih hadiah. Sekarang aku tahu caranya supaya tidak gampang sakit,” katanya.

Kepala Sekolah Supriyanto juga menyambut positif inisiatif dari mahasiswa KKL ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat sejalan dengan visi misi sekolah dalam mendidik siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga sehat dan berkarakter.

Acara ditutup dengan foto bersama, pembagian hadiah, dan bingkisan untuk seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka selama sosialisasi berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta generasi yang lebih peduli akan kesehatan dan kebersihan di masa depan. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Gelar Workshop Bedah Kurikulum

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (S2 Kesmas) Universitas Malahayati menyelenggarakan Workshop Bedah Kurikulum dalam rangka penyempurnaan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Pascasarjana Universitas Malahayati. Rabu (27/8/2025).

Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan nasional maupun global di bidang kesehatan masyarakat.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah pakar kurikulum dan praktisi kesehatan masyarakat, di antaranya: Prof. Dr. Dyah Wulan Sumekar RW, S.KM., M.Kes (pakar kurikulum kesehatan masyarakat) dan Dr. Noviansyah, M.Kes, perwakilan organisasi profesi IAKMI

Peserta workshop terdiri dari dosen, tendik, mahasiswa, Alumni, Dinas Kesehatan dan mitra eksternal yang berperan aktif dalam memberikan masukan konstruktif. Diskusi difokuskan pada penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah inti dan peminatan, serta integrasi isu-isu strategis kesehatan masyarakat seperti epidemiologi penyakit, kesehatan global, manajemen pelayanan kesehatan, gizi kesmas, kesehatan reproduksi, dan promosi kesehatan berbasis komunitas.

Ketua Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat, Dr. Samino, M.Kes, menyampaikan bahwa hasil dari workshop ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen kurikulum final yang siap diimplementasikan mulai tahun akademik 2025/2026.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan komitmen bersama untuk melaksanakan kurikulum baru yang diharapkan dapat meningkatkan mutu lulusan serta daya saing Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati di tingkat nasional maupun internasional. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 48 Gelar Sosialisasi Pangan Lokal Lewat Beans Cookies untuk Cegah Stunting di Pekon Sampang Turus

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Upaya pencegahan stunting kembali mendapat dukungan dari mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung. Melalui program Kuliah Kerja Lapangan Pengabdian kepada Masyarakat (KKL-PPM), kelompok 48 mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemberdayaan Pangan Lokal melalui Produk Beans Cookies sebagai Solusi Cegah Stunting” di Balai Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Annisa Mayang Soliha, M.Gz., serta diikuti oleh ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan para kader kesehatan desa. Melalui inovasi pangan lokal berbasis kacang hijau yang diolah menjadi beans cookies, mahasiswa memperkenalkan alternatif camilan sehat, bergizi, dan tetap disukai anak-anak.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Pekon Sampang Turus, Bapak Marhawi, bersama istri Ibu Lodema, beserta perangkat pekon. Dalam sambutannya, Pak Marhawi memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan mahasiswa.

“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat kami. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kesehatan anak-anak di Pekon Sampang Turus dan menjadi motivasi bagi warga untuk lebih peduli terhadap gizi keluarga,” ujarnya.

Selain penyuluhan, kegiatan semakin menarik dengan pembagian beans cookies kepada anak-anak. Suasana terlihat hangat ketika mereka menikmati kudapan bergizi, sementara para ibu tampak antusias mendengarkan materi sekaligus aktif bertanya seputar gizi seimbang, pola makan sehat, dan cara mengolah bahan pangan lokal agar lebih bervariasi.

Mahasiswa kelompok 48 juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan. Protein dari kacang-kacangan, termasuk kacang hijau, disebut sebagai salah satu sumber nutrisi yang mudah didapat dan terjangkau. Dengan metode komunikasi interaktif, kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan masyarakat tetapi juga mendorong perubahan pola hidup yang lebih sehat.

Antusiasme masyarakat menjadi bukti keberhasilan kegiatan ini. Para ibu mengaku senang mendapatkan tambahan ilmu, sementara anak-anak tampak ceria bisa belajar sekaligus menikmati camilan sehat bersama mahasiswa.

Di akhir acara, mahasiswa kelompok 48 menyampaikan harapan agar pengetahuan yang dibagikan dapat menjadi bekal bagi warga Sampang Turus dalam menjaga kesehatan keluarga. Mereka menegaskan bahwa kontribusi kecil seperti pemanfaatan pangan lokal diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan. (gil)

Editor: Gilang Agusman

UKM-U MAHAPALA Universitas Malahayati Raih Penghargaan Wana Lestari Nasional 2025

JAKARTA (malahayati.ac.id): Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Malahayati Bandar Lampung. Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM-U) Malahayati Pencinta Alam (MAHAPALA) sukses meraih Juara II Nasional dalam ajang Apresiasi Wana Lestari 2025 kategori Kelompok Pencinta Alam (KPA) yang digelar oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Senin (18/8/2025).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dalam rangkaian kegiatan Temu Karya Teladan Wana Lestari Tingkat Nasional 2025 yang berlangsung pada 14–18 Agustus 2025 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Sebagai organisasi pencinta alam di tingkat universitas, MAHAPALA Universitas Malahayati tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang kepencintaalaman, tetapi juga konsisten berkontribusi dalam edukasi, konservasi, dan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Dalam ajang bergengsi ini, MAHAPALA mewakili Provinsi Lampung setelah berhasil menembus tiga besar nasional, mengungguli puluhan kelompok pencinta alam lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. 

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan semua pihak. Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal bagi kami untuk terus berkontribusi lebih besar dalam menjaga lingkungan dan hutan Indonesia,” ujar Panji Gani Alif (20110023), Ketua UKM-U MAHAPALA Universitas Malahayati dengan penuh rasa bangga.

Apresiasi Wana Lestari merupakan ajang tahunan Kementerian Kehutanan RI yang memberikan penghargaan kepada perorangan, kelompok, aparatur pemerintah, hingga badan usaha yang dinilai berhasil memberdayakan masyarakat serta menjadi teladan dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi pemerintah pusat maupun daerah terhadap kiprah nyata para penggiat lingkungan dalam melestarikan alam, mengedukasi masyarakat, dan menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, MAHAPALA Universitas Malahayati berhasil meraih Juara II Nasional Kategori Kelompok Pencinta Alam (KPA). Capaian ini menunjukkan bahwa kiprah mahasiswa Lampung di tingkat nasional semakin diperhitungkan.

Kegiatan Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari 2025 juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Momentum ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan hutan lestari demi kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan Asta Cita ke-4 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian Kehutanan RI memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi UKM-U MAHAPALA dan para peserta lainnya. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menekankan bahwa penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi dan teladan bagi generasi muda untuk terus menjaga hutan sebagai warisan berharga bangsa.

Prestasi MAHAPALA Universitas Malahayati ini tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Semangat cinta lingkungan, kepedulian terhadap hutan, serta keberanian untuk bertindak nyata menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat mengambil peran penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Dengan penghargaan ini, UKM-U MAHAPALA Universitas Malahayati semakin mengukuhkan dirinya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya peduli pada lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan nasional dalam menjaga kelestarian alam Indonesia. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Berdayakan UMKM Ikan Asap di Pekon Tegineneng

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Kelompok 1 Pekon Tegineneng melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kunjungan ke dua UMKM pengolahan ikan asap yang telah berkembang, yaitu UMKM Ikan Asap Ceria milik Ibu Sanaria yang berlokasi di Dusun 2, serta UMKM Ikan Asap Bina Usaha milik Bapak Marhidayat. Rabu (20/8/2025).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi, mulai dari pengasapan ikan, penjagaan proses pengasapan, hingga tahap pengemasan dengan sistem vakum. Selain praktik produksi, mahasiswa juga memberikan banner promosi produk sebagai dukungan dalam meningkatkan identitas usaha.

UMKM ikan asap di Pekon Tegineneng ini telah berjalan sejak 2010 dengan dukungan berbagai pelatihan dari Kementerian Perikanan. Kini, produk mereka tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga telah menjangkau luar pekon, luar daerah, hingga luar kabupaten. Dengan izin edar resmi, kedua UMKM ini sudah masuk kategori UMKM berkembang.

Untuk harga, produk ikan asap dijual mulai dari Rp7.500/Pcs , dan tersedia pula dalam bentuk kiloan sesuai kebutuhan konsumen. Dari segi ketahanan, produk ikan asap dapat bertahan 1–2 bulan jika disimpan di freezer, sedangkan pada suhu ruang hanya mampu bertahan 3–4 hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKLPPM Kelompok 1 berharap kehadiran mereka dapat memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran, sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat desa. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa Universitas Malahayati Ciptakan Puding dan Bakso Daun Kelor untuk Pencegahan Stunting di Pekon Dadisari

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Mahasiswa Universitas Malahayati Kelompok 32 KKL-PPM melaksanakan program inovasi pangan sehat di Pekon Dadisari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, dengan membuat makanan tambahan berupa puding dan bakso berbahan dasar daun kelor. Program ini ditujukan sebagai langkah pencegahan stuntin g sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal. Rabu (20/8/2025).

Ketua Kelompok KKL, Juli Firmanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang berfokus pada pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi tinggi. “Daun kelor memiliki kandungan gizi yang luar biasa. Kami ingin mengajak masyarakat untuk mengolahnya menjadi makanan tambahan yang disukai anak-anak, sehingga bisa membantu mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan antara lain: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak. Memberdayakan ibu-ibu agar mampu mengolah bahan lokal bergizi secara mandiri. Mencegah stunting sejak dini, khususnya pada anak-anak dan balita yang berada dalam masa pertumbuhan emas (golden age).

Selain praktik langsung pembuatan puding dan bakso daun kelor, mahasiswa juga memberikan penyuluhan tentang manfaat gizi kelor dan cara pengolahannya agar dapat diterapkan sehari-hari. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga, terutama kalangan ibu-ibu, yang menilai inovasi ini praktis, sehat, dan mudah diaplikasikan di rumah.

Melalui program ini, Kelompok 32 KKL-PPM Universitas Malahayati berharap masyarakat Pekon Dadisari dapat terus memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan anak-anak dan mencegah stunting. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa Universitas Malahayati Gelar Sosialisasi PHBS di Pekon Sampang Turus, Wujudkan Lingkungan Bersih, Sehat, dan Harmonis Bersama DLH Tanggamus

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan – Pengabdian Pada Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati Bandar Lampung terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat. Kelompok 48 KKL-PPM menggelar kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan tema BERSIH di Balai Desa Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanggamus. Rabu (20/8/2025).

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan sekitar, serta menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menyadari bahaya penyakit yang dapat timbul akibat perilaku hidup yang kurang sehat.

Dalam sambutannya, Kepala Pekon Sampang Turus, Marhawi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa Universitas Malahayati dan DLH Tanggamus.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Sosialisasi seperti ini penting agar warga semakin sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KKL-PPM Kelompok 48, Agung Berlian, menekankan bahwa kegiatan BERSIH diharapkan menjadi momentum bersama untuk membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan harmonis. Salah satunya dengan mengelola sampah dengan baik agar tidak menimbulkan masalah kesehatan maupun pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanggamus memberikan materi tentang PHBS dengan menekankan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle):
• Reduce: mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah.
• Reuse: menggunakan kembali barang yang masih layak pakai.
• Recycle: mendaur ulang sampah menjadi produk baru yang bermanfaat.

Pihak DLH juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari skala terkecil, yaitu rumah tangga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Dengan demikian, budaya hidup bersih dapat tumbuh secara berkesinambungan.

Sebagai tindak lanjut nyata, mahasiswa KKL-PPM bersama warga melaksanakan gotong royong di tiga dusun yang ada di Pekon Sampang Turus. Lingkungan sekitar Balai Desa, saluran pembuangan, hingga area pemukiman menjadi sasaran utama pembersihan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga meletakkan drum kaleng sampah besar di setiap dusun sebagai simbol kepedulian terhadap kebersihan dan sebagai sarana masyarakat dalam mengelola sampah.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat. Warga terlihat antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari sosialisasi hingga aksi bersih-bersih bersama. Kekompakan ini menunjukkan adanya kepedulian dan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap sehat, bersih, dan harmonis.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Pekon Sampang Turus dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengelola lingkungan dengan lebih bijak. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Fakultas Hukum Universitas Malahayati Jalin Kerja Sama Strategis dengan PKBI Lampung

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Fakultas Hukum Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Kali ini, langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Perjanjian Kerja Sama (MoA) dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung. Kegiatan berlangsung di Hotel Kyria M2 Lampung, pada Kamis (21/8/2025).

Rombongan Fakultas Hukum yang dipimpin langsung oleh Dekan, Aditia Arief Firmanto, SH., MH., didampingi jajaran dosen, disambut hangat oleh Direktur PKBI Lampung, Muhammad Fajar Santoso, SH., MH., beserta timnya. Suasana penuh keakraban sekaligus semangat kolaborasi mewarnai jalannya acara.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Universitas Malahayati menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui MoA ini, kami berharap dapat membuka ruang sinergi yang lebih luas, baik dalam bentuk penelitian bersama, praktik lapangan bagi mahasiswa, maupun program-program pengabdian masyarakat yang bersentuhan langsung dengan isu hukum, kesehatan reproduksi, serta perlindungan hak-hak masyarakat,” ujar Aditia.

Sementara itu, Direktur PKBI Lampung, Muhammad Fajar Santoso, SH., MH., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Universitas Malahayati, khususnya Fakultas Hukum, yang telah menjalin kolaborasi dengan PKBI. Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi akan berfokus pada program nyata yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

“PKBI dan Fakultas Hukum memiliki visi yang sama, yakni memperkuat kesadaran hukum, kesehatan, dan hak-hak masyarakat. Kami yakin sinergi ini akan menghadirkan program yang bermanfaat, terutama dalam mengedukasi generasi muda dan masyarakat luas terkait pentingnya perlindungan hak reproduksi, kesetaraan gender, dan isu-isu sosial yang relevan,” ungkapnya.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari kuliah umum, pelatihan, riset bersama, hingga program advokasi berbasis masyarakat. Diharapkan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malahayati juga dapat terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan PKBI, sehingga memperoleh pengalaman praktis yang memperkuat kompetensi akademik maupun profesional mereka.

Penandatanganan MoA ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Fakultas Hukum Universitas Malahayati dalam memperluas jejaring dengan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi, kependudukan, dan perlindungan hak asasi manusia. Dengan sinergi ini, Universitas Malahayati menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga aktif membangun kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan ini, Aditia Arief Firmanto, SH., MH., menjadi narasumber dalam talkshow yang bertajuk “Diversi yang Memulihkan Sinergi Hukum, Psikologi, dan Kemanusiaan untuk Anak”(gil)

Editor: Gilang Agusman

Universitas Malahayati Kembali Ukir Prestasi, Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D. Raih SK PAK Lektor Kepala

PALEMBANG (malahayati.ac.id): Sebuah pencapaian gemilang kembali diraih oleh Universitas Malahayati. Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Teknik Universitas Malahayati sekaligus Dewan Pengawas Rumah Sakit Bintang Amin, resmi menerima Surat Keputusan (SK) Penetapan Angka Kredit (PAK) Lektor Kepala yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., di Kantor LLDIKTI Wilayah II Palembang, Selasa (19/8/2025).

Acara penuh kebanggaan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Malahayati, di antaranya Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., yang menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut. Turut hadir pula Kepala Bagian Humas dan Protokol, Emil Tanhar, S.Kom., yang mendampingi dalam momen bersejarah ini.

Prof. Dr. Dessy Hermawan menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian Ir. R. Agung Efriyo Hadi, Ph.D. ““Saya mengucapkan selamat atas capaian Lektor Kepala yang diraih. Semoga pencapaian ini membawa keberkahan bagi beliau dan juga Universitas Malahayati. Semoga pula menjadi inspirasi bagi rekan-rekan dosen lainnya untuk terus bersemangat meningkatkan jabatan akademik, tidak hanya berhenti di Lektor Kepala, tetapi hingga mencapai Guru Besar/Profesor.”

Lebih lanjut, Prof. Dessy berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lain di Universitas Malahayati untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan penelitian, dan mengejar jenjang akademik yang lebih tinggi hingga meraih jabatan Guru Besar.

Dengan penuh rasa syukur, Ir. R. Agung Efriyo Hadi, Ph.D mengungkapkan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Yayasan Universitas Malahayati, Rektorat, Dekanat, serta seluruh rekan-rekan di Universitas Malahayati yang selalu memberikan dukungan. Begitu juga kepada LLDIKTI Wilayah II yang telah memberikan kepercayaan dan pengakuan atas kerja keras saya,” ujarnya.

Ir. R. Agung Efriyo Hadi, Ph.D  juga berharap pencapaiannya ini dapat menjadi pemicu semangat bagi sivitas akademika Universitas Malahayati untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian, serta bersama-sama berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Capaian Ir. R. Agung Efriyo Hadi, Ph.D dalam meraih SK PAK Lektor Kepala ini menjadi salah satu tonggak penting bagi Universitas Malahayati dalam memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Universitas Malahayati optimistis langkah ini akan semakin memantapkan perannya dalam mencetak generasi unggul yang berkompetensi tinggi serta mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Universitas Malahayati Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik Lewat Program SAPA BUMI di Pekon Kandang Besi

TANGGAMUS (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati terus menegaskan komitmennya dalam mendukung pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Hal ini tercermin dari kunjungan jajaran pimpinan universitas ke Pekon Kandang Besi, Kabupaten Tanggamus, pada Sabtu (16/8/2025), dalam rangka monitoring dan evaluasi program Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM).

Turut hadir dalam agenda tersebut Wakil Rektor II Universitas Malahayati, Drs. Nirwanto, M.Kes, didampingi Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dekan Fakultas Hukum, Ketua KKL-PPM, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep.,Ns.,M.Kep serta Kepala Humas dan Protokol Universitas Malahayati. Kehadiran rombongan ini disambut hangat oleh masyarakat dan perangkat pekon.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Dina Dwi Maryani, SKM., M.Kes yang mendampingi 21 mahasiswa kelompok 20 yang sedang melaksanakan pengabdian masyarakat di lokasi tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II Universitas Malahayati, Drs. Nirwanto, M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan KKL-PPM bukan hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga bukti nyata kontribusi universitas dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Universitas Malahayati berkomitmen agar setiap program pengabdian mahasiswa dapat memberikan solusi nyata terhadap permasalahan di tengah masyarakat, termasuk isu lingkungan yang saat ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Kandang Besi, Muktar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Universitas Malahayati dan ide-ide kreatif mahasiswa.

“Kami sangat berterima kasih, mahasiswa tidak hanya hadir tetapi juga membawa gagasan yang bermanfaat, salah satunya program pengolahan sampah plastik menjadi paving blok. Ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat kami untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ungkapnya.

Salah satu kontribusi nyata mahasiswa Universitas Malahayati melalui kelompok 25 KKL-PPM adalah menghadirkan program SAPA BUMI (Sampah Plastik untuk Paving Bersih untuk Bumi). Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap masalah pencemaran plastik sekaligus upaya memberdayakan masyarakat melalui inovasi ramah lingkungan.

Mengapa sampah plastik diolah?
• Mengurangi pencemaran lingkungan akibat plastik.
• Memanfaatkan limbah menjadi produk bermanfaat.
• Menghemat sumber daya alam untuk bahan bangunan.

Apa itu SAPA BUMI?
Program ini mengolah berbagai jenis sampah plastik – mulai dari botol, kantong plastik, sedotan, tutup botol, ember rusak, hingga sisa kemasan makanan – menjadi paving blok yang kokoh, tahan lama, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan.

Manfaat SAPA BUMI bagi masyarakat:
• Lingkungan lebih bersih dan sehat.
• Mengurangi polusi plastik.
• Paving blok berkualitas tinggi.
• Membuka peluang ekonomi baru.
• Mendukung program pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara universitas, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan. Universitas Malahayati berharap, melalui program seperti SAPA BUMI, lahir solusi-solusi kreatif yang dapat diaplikasikan secara berkelanjutan di berbagai daerah. (gil)

Editor: Gilang Agusman