
Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati melalui Malahayati Career Center (MCC) menyelenggarakan Rapat Persiapan Program Pengembangan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni sebagai langkah strategis menuju pelaksanaan Job Fair Tahun 2027. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 24 Mei 2026, pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Rektorat Lantai 5, dipimpin oleh Satria Wijaya, M.Pd., selaku Ketua MCC dan dihadiri oleh apt. Artha Meithia, S.Si., M.K.M., selaku Sekretaris Bidang Perencanaan dan Evaluasi Program MCC, Koordinator Bidang Bursa Kerja dan Pameran (Amril Samosir, S.Kom., M.Ti.), Koordinator Bidang Hubungan Luar Negeri (Dwi Marlina Syukri, Ph.D.), Koordinator Bidang Tracer Study dan Data Alumni (Nurliyani, S.ST., M.Kes.), Koordinator Bidang Informasi Media dan Layanan Karir Digital (Annisa Mayang Soliha, M.Gz.), Wakil Koordinator Bidang Pelatihan dan Magang Kerja (Ir. Amelia Oktavia, S.T., M.T., CST., CSP.), serta beberapa perwakilan anggota tiap bidang MCC.

Rapat kali ini membahas strategi dan perencanaan program pengembangan kompetensi mahasiswa tingkat akhir dan alumni guna meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja serta memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Adapun Job Fair Universitas Malahayati direncanakan akan diselenggarakan pada awal tahun 2027 sebagai puncak dari rangkaian program pengembangan kompetensi sepanjang tahun 2026.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa akan disusun time table kegiatan tahunan 2026 sebagai roadmap pelaksanaan program secara sistematis, bertahap, dan berkelanjutan. Program ini dirancang mencakup empat aspek utama, yaitu penguatan kompetensi bahasa, pengembangan soft skill, penguatan kompetensi profesional, serta pengembangan kewirausahaan.
Pada aspek penguatan kompetensi bahasa, Universitas Malahayati akan menyelenggarakan program TOEFL Preparation bekerja sama dengan Language Center (LC) Universitas Malahayati. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sebagai salah satu kompetensi dasar dalam menghadapi persaingan global.
Dalam pengembangan soft skill, akan dilaksanakan berbagai pelatihan, antara lain penyusunan Curriculum Vitae (CV), simulasi wawancara kerja dengan menghadirkan praktisi HRD, personal branding, career readiness, public speaking, komunikasi efektif, serta kepemimpinan dan kerja tim.
Sementara itu, penguatan kompetensi profesional akan dilakukan melalui seminar dan pelatihan sesuai bidang keilmuan masing-masing, serta pengenalan dunia industri dan tren pekerjaan terkini. Di sisi lain, program pengembangan kewirausahaan akan difokuskan pada pembekalan dasar kewirausahaan, digital marketing, manajemen bisnis sederhana, dan pengembangan produk, dengan tujuan mendorong mahasiswa menjadi job creator. Dalam hal ini, MCC dapat bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) maupun mitra-mitra kerja sama industri Universitas Malahayati yang sudah berjalan.
Pelaksanaan kegiatan akan dikemas dalam berbagai format, seperti seminar (offline), webinar (online), bootcamp (intensif), dan education series (berkelanjutan), guna memastikan fleksibilitas dan efektivitas pelaksanaan program.
Strategi implementasi program dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain dosen, praktisi industri, HRD perusahaan, serta alumni yang telah berhasil di bidangnya. Selain itu, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas dan keberhasilan program.
Melalui program ini, Malahayati Career Center (MCC) menargetkan tercapainya peningkatan kesiapan kerja mahasiswa dan alumni (selaku peserta yang akan mengikuti program pelatihan MCC) dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, meningkatnya tingkat employability lulusan, serta bertambahnya kepercayaan mitra industri. Program ini juga diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terselenggaranya Job Fair Universitas Malahayati Tahun 2027 secara optimal dan berdampak.
Rapat menyimpulkan bahwa keberhasilan Job Fair 2027 sangat bergantung pada kesiapan program pengembangan kompetensi yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, sejumlah tindak lanjut telah ditetapkan, antara lain penyusunan timeline kegiatan 2026, penguatan kerja sama dengan Language Center, praktisi HRD, dan mitra industri, penyusunan TOR setiap kegiatan, penetapan penanggung jawab program, serta pengembangan sistem evaluasi.
Universitas Malahayati melalui Malahayati Career Center mengajak seluruh jajaran universitas, fakultas, dan prodi untuk terus meningkatkan kualitas lulusan melalui program-program strategis yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Kontak Malahayati Career Center:
Malahayati Career Center (MCC) Universitas Malahayati, Bandar Lampung
Follow Instagram: @malahayaticareercenter
Editor : Chandra fz
UNIVERSITAS MALAHAYATI MELALUI MALAHAYATI CAREER CENTER (MCC) SIAPKAN PROGRAM TERPADU PENGEMBANGAN KOMPETENSI MAHASISWA MENUJU JOB FAIR 2027
Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati melalui Malahayati Career Center (MCC) menyelenggarakan Rapat Persiapan Program Pengembangan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni sebagai langkah strategis menuju pelaksanaan Job Fair Tahun 2027. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 24 Mei 2026, pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Rektorat Lantai 5, dipimpin oleh Satria Wijaya, M.Pd., selaku Ketua MCC dan dihadiri oleh apt. Artha Meithia, S.Si., M.K.M., selaku Sekretaris Bidang Perencanaan dan Evaluasi Program MCC, Koordinator Bidang Bursa Kerja dan Pameran (Amril Samosir, S.Kom., M.Ti.), Koordinator Bidang Hubungan Luar Negeri (Dwi Marlina Syukri, Ph.D.), Koordinator Bidang Tracer Study dan Data Alumni (Nurliyani, S.ST., M.Kes.), Koordinator Bidang Informasi Media dan Layanan Karir Digital (Annisa Mayang Soliha, M.Gz.), Wakil Koordinator Bidang Pelatihan dan Magang Kerja (Ir. Amelia Oktavia, S.T., M.T., CST., CSP.), serta beberapa perwakilan anggota tiap bidang MCC.
Rapat kali ini membahas strategi dan perencanaan program pengembangan kompetensi mahasiswa tingkat akhir dan alumni guna meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja serta memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Adapun Job Fair Universitas Malahayati direncanakan akan diselenggarakan pada awal tahun 2027 sebagai puncak dari rangkaian program pengembangan kompetensi sepanjang tahun 2026.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa akan disusun time table kegiatan tahunan 2026 sebagai roadmap pelaksanaan program secara sistematis, bertahap, dan berkelanjutan. Program ini dirancang mencakup empat aspek utama, yaitu penguatan kompetensi bahasa, pengembangan soft skill, penguatan kompetensi profesional, serta pengembangan kewirausahaan.
Pada aspek penguatan kompetensi bahasa, Universitas Malahayati akan menyelenggarakan program TOEFL Preparation bekerja sama dengan Language Center (LC) Universitas Malahayati. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sebagai salah satu kompetensi dasar dalam menghadapi persaingan global.
Dalam pengembangan soft skill, akan dilaksanakan berbagai pelatihan, antara lain penyusunan Curriculum Vitae (CV), simulasi wawancara kerja dengan menghadirkan praktisi HRD, personal branding, career readiness, public speaking, komunikasi efektif, serta kepemimpinan dan kerja tim.
Sementara itu, penguatan kompetensi profesional akan dilakukan melalui seminar dan pelatihan sesuai bidang keilmuan masing-masing, serta pengenalan dunia industri dan tren pekerjaan terkini. Di sisi lain, program pengembangan kewirausahaan akan difokuskan pada pembekalan dasar kewirausahaan, digital marketing, manajemen bisnis sederhana, dan pengembangan produk, dengan tujuan mendorong mahasiswa menjadi job creator. Dalam hal ini, MCC dapat bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) maupun mitra-mitra kerja sama industri Universitas Malahayati yang sudah berjalan.
Pelaksanaan kegiatan akan dikemas dalam berbagai format, seperti seminar (offline), webinar (online), bootcamp (intensif), dan education series (berkelanjutan), guna memastikan fleksibilitas dan efektivitas pelaksanaan program.
Strategi implementasi program dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain dosen, praktisi industri, HRD perusahaan, serta alumni yang telah berhasil di bidangnya. Selain itu, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas dan keberhasilan program.
Melalui program ini, Malahayati Career Center (MCC) menargetkan tercapainya peningkatan kesiapan kerja mahasiswa dan alumni (selaku peserta yang akan mengikuti program pelatihan MCC) dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, meningkatnya tingkat employability lulusan, serta bertambahnya kepercayaan mitra industri. Program ini juga diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terselenggaranya Job Fair Universitas Malahayati Tahun 2027 secara optimal dan berdampak.
Rapat menyimpulkan bahwa keberhasilan Job Fair 2027 sangat bergantung pada kesiapan program pengembangan kompetensi yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, sejumlah tindak lanjut telah ditetapkan, antara lain penyusunan timeline kegiatan 2026, penguatan kerja sama dengan Language Center, praktisi HRD, dan mitra industri, penyusunan TOR setiap kegiatan, penetapan penanggung jawab program, serta pengembangan sistem evaluasi.
Universitas Malahayati melalui Malahayati Career Center mengajak seluruh jajaran universitas, fakultas, dan prodi untuk terus meningkatkan kualitas lulusan melalui program-program strategis yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Kontak Malahayati Career Center:
Malahayati Career Center (MCC) Universitas Malahayati, Bandar Lampung
Follow Instagram: @malahayaticareercenter
Editor : Chandra fz
Beasiswa KIP 2026
Hallo Adik-adik semuaa…
Ini dia informasi yang udah kalian tunggu-tunggu.
Penerimaan Mahasiswa Baru Uniiversitas Malahayati Bandarlampung JALUR BEASISWA KIP KULIAH tahun 2026 SUDAH DIBUKA..!
Simak Informasinya yang disampaikan oleh Kak Bulan..
Raih masa depan dan cita-cita kamu dengan melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Ayo bergabung di Universitas Malahayati, Kampus terkeren di Lampung Melalui Jalur Beasiswa KIP Kuliah 2026.
Informasi Lengkap BEASISWA KIP KULIAH 2026, Kalian tinggal Scan QR Codenya atau kilk link ini
https://drive.google.com/file/d/1mHGjqyab3XJb0kZkNdV9p8c4L-8wrCrH/view?pli=1
Bagikan informasi ini ke semuaa teman kalian yang membutuhkan yaa…
Sampai ketemu di Unmal..
#universitasmalahayati #malahayati #malahayatilampung #unmal #kip #kipkuliah #beasiswa #lampung
KETIKA LIDAH KEKUASAAN TERGELINCIR, LUKA SUNYI DIHATI PARA GURU
Guru Besar Universitas Malahayati
Pidato seorang pemimpin selalu memiliki daya yang lebih besar daripada sekadar rangkaian kata. Ia bukan hanya suara yang menggema dari podium, melainkan penanda arah harapan jutaan orang. Karena itu, setiap kalimat yang keluar dari mulut seorang pemimpin sesungguhnya membawa konsekuensi moral, sosial, bahkan psikologis. Ketika sebuah ucapan meleset, terlebih menyangkut nasib rakyat kecil, luka yang ditinggalkan tidak berhenti pada kesalahan teknis semata. Ia dapat berubah menjadi rasa kecewa yang dalam, rasa dikhianati, bahkan hilangnya kepercayaan.
Belakangan ini publik dibuat gaduh oleh sebuah pidato singkat pimpinan tertinggi negeri ini, yang memunculkan harapan besar bagi para guru. Dalam pidato tersebut, sang pemimpin sempat menyampaikan bahwa kenaikan gaji hingga ratusan persen diberikan kepada guru. Kalimat itu langsung menyebar cepat, membakar semangat dan harapan jutaan tenaga pendidik yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Namun beberapa saat kemudian, ucapan itu diralat. Ternyata yang dimaksud bukan guru, melainkan profesi lain dalam lembaga hukum negara.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya salah ucap biasa. Hal yang manusiawi. Namun bagi para guru, kesalahan itu terasa jauh lebih menyakitkan. Sebab harapan yang terlanjur dibangunkan mendadak dijatuhkan kembali ke tanah kenyataan.
Guru di negeri ini sudah terlalu lama hidup dalam paradoks. Mereka disebut pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi sering diperlakukan tanpa penghargaan yang layak. Mereka diminta mencetak generasi unggul, tetapi banyak yang bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Di ruang kelas, mereka mengajarkan cita-cita besar kepada anak-anak bangsa, sementara di rumah mereka harus menghitung pengeluaran dengan cemas setiap akhir bulan.
Karena itulah janji kesejahteraan selalu terdengar sangat berarti bagi para guru. Dalam masa kampanye, publik mendengar berbagai komitmen tentang peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satu yang paling membekas adalah janji tambahan penghasilan yang dianggap mampu memberi sedikit napas bagi kehidupan para guru. Janji itu hidup dalam ingatan kolektif karena lahir di tengah kondisi ekonomi yang semakin berat.
Maka ketika pidato itu terdengar menyebut kenaikan fantastis bagi guru, banyak hati yang seketika berbunga. Barangkali ada yang diam-diam mulai membayangkan bisa melunasi utang. Ada yang berharap dapat memperbaiki rumah. Ada pula yang membayangkan akhirnya mampu menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi tanpa rasa khawatir berlebihan. Namun harapan itu ternyata hanya berlangsung beberapa detik.
Kesalahan ucapan dari seorang pemimpin tidak pernah berdiri sendiri. Ia menjadi cermin tentang bagaimana kekuasaan memandang penting atau tidaknya sebuah persoalan. Ketika isu kesejahteraan guru bisa terlontar secara keliru lalu diralat begitu saja, publik menangkap kesan bahwa nasib para pendidik belum benar-benar menjadi perhatian utama.
Lebih menyakitkan lagi, koreksi itu seolah menegaskan hierarki penghargaan dalam negeri ini. Bahwa ada profesi yang dianggap lebih mendesak untuk disejahterakan dibanding mereka yang setiap hari membangun fondasi moral dan intelektual bangsa. Padahal semua orang tahu, tidak ada hakim, pejabat, pengusaha, ilmuwan, ataupun pemimpin yang lahir tanpa sentuhan seorang guru. Dari tangan merekalah manusia belajar membaca, memahami dunia, dan mengenal nilai kehidupan. Guru adalah akar yang bekerja dalam diam. Mereka mungkin tidak selalu tampil di layar televisi atau mendapatkan sorotan megah, tetapi mereka memegang peranan paling mendasar dalam perjalanan sebuah bangsa.
Sayangnya, negeri ini sering kali hanya pandai memuliakan guru dalam slogan. Setiap Hari Pendidikan, pidato-pidato indah kembali dibacakan. Kata-kata seperti “ujung tombak bangsa” dan “penentu masa depan negara” kembali diulang. Namun setelah seremoni selesai, banyak guru tetap harus menjalani hidup yang jauh dari kata sejahtera.
Makin ironis lagi adalah cara komunikasi para elite yang kerap tidak hati-hati. Dalam era digital, satu kalimat dapat menyebar dalam hitungan detik dan membentuk persepsi publik secara masif. Karena itu seorang pemimpin seharusnya memahami bahwa berbicara di depan rakyat bukan sekadar soal spontanitas atau gaya komunikasi. Ada tanggung jawab besar untuk memastikan setiap ucapan akurat, jelas, dan tidak melukai harapan masyarakat.
Pidato tanpa teks mungkin dianggap lebih natural dan menunjukkan kedekatan emosional. Namun jika tidak disertai ketelitian, spontanitas justru dapat berubah menjadi bumerang. Kesalahan kecil dari rakyat biasa mungkin hanya berdampak pada lingkaran terbatas. Tetapi kesalahan kecil dari seorang pemimpin bisa mengguncang jutaan hati sekaligus.
Peristiwa ini semestinya menjadi pelajaran penting bahwa empati harus hadir dalam setiap komunikasi kekuasaan. Rakyat bukan sekadar audiens yang bisa diberi janji lalu diminta memahami setiap kekeliruan. Mereka adalah manusia yang menggantungkan harapan pada kata-kata pemimpinnya.
Para guru mungkin tidak turun ke jalan dengan kemarahan besar. Mereka terbiasa memendam kecewa dalam diam. Namun diamnya guru sering kali jauh lebih menyedihkan daripada teriakan protes. Sebab di balik senyum mereka di depan murid-murid, ada rasa lelah yang terus dipikul sendirian.
Negeri yang besar bukan hanya ditentukan oleh megahnya infrastruktur atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Ia juga ditentukan oleh cara negara menghargai para pendidiknya. Ketika guru terus dikecewakan, sesungguhnya yang sedang dilukai bukan hanya profesi tertentu, melainkan masa depan bangsa itu sendiri. Dan luka akibat harapan yang dipatahkan sering kali lebih sulit sembuh dibanding kemiskinan itu sendiri. Salam Waras
Dukung Keberlanjutan, HMTS Universitas Malahayati Gelar Seminar Nasional Infrastruktur Transportasi Rendah Karbon
BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) — Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan Seminar Nasional “Civil in Innovation x Dies Natalis HMTS” pada Kamis, 21 Mei 2026. Acara yang digagas oleh Program Studi Teknik Sipil ini mengusung tema “Strategi Pembangunan Infrastruktur Transportasi Rendah Karbon Berbasis Material dan Teknologi Hijau”. Momentum seminar nasional ini dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Dies Natalis Teknik Sipil Universitas Malahayati yang ke-32 tahun, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian utama agenda besar CIVIL IN INNOVATION x DIES NATALIS HMTS Vol. II.
Forum ilmiah ini digelar secara hybrid, berpusat secara luring di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dan disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan yang dibuka untuk umum ini mendapatkan antusiasme tinggi dengan dihadiri oleh mahasiswa teknik sipil dari berbagai wilayah di Indonesia, serta para praktisi sektor konstruksi dan akademisi.
Momentum ulang tahun ke-32 ini juga menjadi pemantik semangat bagi internal kampus. Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Malahayati, Ibu Devi Oktarina, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan pesan motivasi mendalam bagi para peserta didik. “Saya berharap mahasiswa kita tidak pernah merasa rendah diri. Kualitas, kreativitas, dan daya juang mahasiswa Teknik Sipil Universitas Malahayati tidak kalah saing dan sejajar dengan kampus-kampus ternama lainnya yang ada di Indonesia. Harapan saya ke depan, semoga semakin banyak lulusan kita yang sukses berkarir di perusahaan-perusahaan ternama serta lahir para peneliti andal di bidang sipil yang mampu melahirkan inovasi teknologi hijau,” tegasnya.
Sesi pemaparan materi diawali oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Lampung yang diwakili oleh Wakil Ketua PII Lampung, Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T. Dalam penjelasannya, Dr. Hery memberikan pandangan strategis mengenai peran vital transportasi dalam mendukung pembangunan daerah dan penguatan konektivitas nasional. Mengingat Lampung berada di jalur ALKI I sebagai pusat logistik, PII mendorong optimalisasi integrasi moda dan pengembangan Pelabuhan Panjang sebagai hub logistik Sumatera Bagian Selatan guna menekan biaya distribusi dan memicu pertumbuhan ekonomi baru.
Melanjutkan diskusi tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Ir. Muhammad Ali Duhari, S.T., M.T., memberikan wawasan terkait kebijakan dan strategi pemerintah dalam penerapan pembangunan jalan berkelanjutan. Di tengah tantangan ketimpangan kualitas jalan daerah, beliau mengungkapkan bahwa pemerintah kini mulai masif menerapkan penggunaan material hijau (green material) dalam konstruksi jalan di Indonesia, seperti pemanfaatan aspal karet, aspal plastik, serta teknologi perkerasan daur ulang (recycled asphalt pavement) yang ramah lingkungan. Ir. Muhammad Ali Duhari menekankan urgensi transformasi menuju transportasi hijau guna menekan emisi gas rumah kaca melalui penerapan sistem transportasi cerdas, serta pemanfaatan potensi besar Lampung sebagai pusat biofuel nasional berbasis tebu, singkong, dan kelapa sawit demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sebagai penutup diskusi panel, Ir. Arief Yeri Krisnanto, S.T., selaku Kepala Regional Sumbagsel Divisi Operasi dan Pengelolaan Jalan Tol PT Hutama Karya (Persero), membawakan materi bertajuk “Implementasi Konstruksi Hijau dan Berkelanjutan dalam Proses Pembangunan, Operasi, dan Pemeliharaan Jalan Tol”. Beliau menegaskan bahwa konstruksi modern harus menerapkan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) untuk mereduksi emisi karbon. Di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), implementasi teknologi hijau diwujudkan lewat penggunaan pile slab dan geofoam, PJU berbasis solar panel, serta pembangunan infrastruktur ramah biodiversitas seperti jalur khusus gajah dan primata.
Lebih lanjut, Ir. Arief menjelaskan inovasi pemeliharaan jalan tol lewat pemanfaatan kembali material kupasan aspal hasil scrapping, penerapan teknologi digital (BIM dan IoT), serta pengawasan truk ODOL menggunakan sistem Weigh in Motion (WIM). Dimensi sosial dan lingkungan juga diterapkan di rest area melalui penyediaan fasilitas inklusif bagi perempuan dan disabilitas, serta sistem pengelolaan sampah zero waste berbasis ekonomi sirkular lewat budidaya maggot.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, output utama yang diharapkan adalah meningkatnya wawasan peserta mengenai penerapan inovasi konstruksi berkelanjutan, baik dari sisi regulasi maupun dunia industri. Selain menjadi sarana bertukar gagasan, perayaan ini berhasil menciptakan jaringan kolaborasi baru antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan praktisi konstruksi. Dari sisi akademik, kegiatan ini sukses memotivasi mahasiswa teknik sipil untuk mengembangkan inovasi penelitian teknologi hijau, yang menjadi langkah nyata dalam mendukung terciptanya pembangunan infrastruktur daerah yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang
Editor : Chandra fz
Universitas Malahayati Gelar Coaching Clinic HKI Luaran Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Bandar Lampung — Universitas Malahayati melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic HKI Luaran Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Ruang 1.13 Gedung Rektorat Universitas Malahayati.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Universitas Malahayati dalam meningkatkan kualitas luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penguatan pemahaman terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi dosen dan civitas akademika.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, Ns., M.Kes., yang menyampaikan pentingnya peningkatan budaya riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa hasil penelitian dan pengabdian masyarakat tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, namun juga perlu diarahkan menjadi luaran yang memiliki nilai manfaat dan perlindungan hukum melalui HKI.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., yang mengajak seluruh dosen untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian serta memanfaatkan peluang pendaftaran HKI sebagai bentuk apresiasi terhadap karya ilmiah dan inovasi yang dihasilkan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., yang memberikan materi mengenai strategi pengelolaan dan pengajuan HKI pada luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya perlindungan karya intelektual, tahapan pendaftaran HKI, hingga strategi meningkatkan kualitas luaran penelitian agar memiliki daya saing dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Sementara itu, kegiatan dipandu oleh moderator Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Wakil Ketua LPPM Universitas Malahayati. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dan berkonsultasi terkait proses pengajuan HKI terhadap karya penelitian maupun pengabdian yang telah dilakukan.
Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, Universitas Malahayati berharap dapat meningkatkan pemahaman serta motivasi dosen dalam menghasilkan luaran penelitian dan pengabdian yang inovatif, berkualitas, dan memiliki perlindungan hukum melalui Hak Kekayaan Intelektual. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu akademik serta daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Chandra fz
Dukung UMKM Lokal, Prodi manajemen Universitas Malahayati Gelar Pelatihan Digital Marketing untuk Perajin Ecoprint Siger Mandiri
BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) — Dalam upaya mendorong digitalisasi dan peningkatan daya saing pelaku usaha lokal, Program Study Manajemen Universitas Malahayati menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan bertajuk “Digital Marketing Perajin UMKM Eco Siger Mandiri”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Kebun Raya Itera.
Pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Hibah DPPM KEMENDIKTISAINTEK RI dengan mengangkat tema program: “Hilirisasi limbah daun melalui revitalisasi produksi dan digital marketing pada perajin UMKM Ecoprint Siger Mandiri”. Program ini dirancang untuk membantu para perajin mengoptimalkan potensi limbah daun menjadi produk bernilai ekonomi tinggi serta memperluas jangkauan pasarnya melalui ekosistem digital.
Sinergi Akademisi dan Pelaku Usaha Acara dibuka dengan sambutan (Welcome Speech) oleh Ayu Nursari, S.E., M.E., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah Lampung.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya:
Pemateri 1: Reza Hardian Pratama, S.E., M.M
Pemateri 2: Amril Samosir, S.Kom., M.T.I
Para pemateri membagikan strategi praktis mengenai pengelolaan bisnis, penguatan strategi branding, hingga pemanfaatan alat-alat digital (digital marketing tools) agar produk Ecoprint Siger Mandiri dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Fokus pada Hilirisasi dan Ekologi
Selain berfokus pada aspek pemasaran digital, esensi dari program ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai konsep green economy melalui hilirisasi limbah daun. Melalui revitalisasi proses produksi, produk kerajinan kain ataupun produk turunan bermotif ecoprint diharapkan tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki standar mutu yang siap bersaing secara nasional maupun internasional.
Dengan adanya dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek RI serta pendampingan intensif dari Universitas Malahayati, diharapkan UMKM Eco Siger Mandiri dapat segera naik kelas, mandiri secara finansial, dan melek teknologi digital.
Mahasiswa Psikologi Universitas Malahayati Raih Prestasi di Ajang Internasional I-Sciwrite 2026
Mahasiswa Universitas Malahayati, Ghina Aliya Mufidah (22370040) dari Program Studi Psikologi, berhasil meraih predikat 5th Winner dalam ajang International Scientific Writing Competition (I-Sciwrite) 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UIN Raden Intan Lampung pada 6 Mei 2026 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Turki
Dalam kompetisi tersebut, Ghina mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “The Influence of Socio-Economic Status and Internalizing and Externalizing Behavior on the Subjective Well-Being of High School Students”.
Karya tersebut dinilai langsung oleh panel dewan juri pakar lintas negara, yaitu Prof. Rena Latifa, M.Psi., Psikolog dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Prof. Dr. Melati Binti Sumari dari University of Malaya, Malaysia.
Universitas Malahayati Hadiri Undangan Kementerian Hukum Lampung dalam Penguatan Sentra Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi
Bandar Lampung, 12 Mei 2026 – Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem Kekayaan Intelektual (KI) di lingkungan perguruan tinggi dengan menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Provinsi Lampung.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor M.HH-6.OT.01.01 Tahun 2026 tentang Pembentukan dan Penguatan Pengelolaan Sentra Kekayaan Intelektual. Acara ini juga menjadi bagian dari agenda nasional What’s Up Campus Calls Out yang bertujuan memperkuat pengelolaan KI di perguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Malahayati diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si, Ph.D. Kehadiran beliau mewakili Universitas Malahayati dalam penandatanganan PKS sebagai bentuk dukungan institusi terhadap upaya peningkatan perlindungan dan pemanfaatan hasil karya intelektual civitas akademika.
Prof. Erna Listyaningsih menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan Sentra Kekayaan Intelektual merupakan langkah strategis dalam mendorong dosen, mahasiswa, dan peneliti untuk menghasilkan inovasi yang memiliki nilai manfaat dan perlindungan hukum.
“Universitas Malahayati terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui perlindungan kekayaan intelektual. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan proses pendampingan pendaftaran HKI dapat berjalan lebih optimal,” ujar Prof. Erna Listyaningsih.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Provinsi Lampung, baik secara langsung maupun daring.
Penandatanganan PKS ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kementerian Hukum dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Universitas Malahayati semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mendukung budaya riset, inovasi, serta perlindungan hukum terhadap hasil karya intelektual.
Dokumentasi Kegiatan
Kegiatan: Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi
Waktu: Selasa, 12 Mei 2026
Tempat: Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Provinsi Lampung
Perwakilan Universitas Malahayati: Prof. Erna Listyaningsih, S.E., M.Si, Ph.D. (Ketua LPPM)
Semoga kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat inovasi dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Universitas Malahayati.
editor : Chandra fz
Finalisasi Dokumen Penilaian RPL Universitas Malahayati Digelar 25 Mei 2026
Bandar Lampung — Universitas Malahayati menggelar kegiatan Finalisasi Dokumen Penilaian Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan penyempurnaan sistem akademik di lingkungan universitas. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Lantai 5 (Ruang Tengah) Universitas Malahayati.
Undangan kegiatan tersebut tertuang dalam surat bernomor 1430.48.414.05.26 tertanggal 22 Mei 2026 yang ditandatangani oleh Ketua RPL Universitas Malahayati, Nurhusnaini, S.ST., M.Kes.
Kegiatan finalisasi ini melibatkan berbagai unsur pimpinan dan pengelola akademik di lingkungan Universitas Malahayati, di antaranya Wakil Rektor I, Ketua dan Wakil Ketua LPMI, para dekan fakultas, ketua program studi terkait, serta admin RPL. Kehadiran para peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan penyelarasan dokumen penilaian RPL sesuai standar mutu pendidikan tinggi.
Adapun program studi yang turut dilibatkan meliputi S1 Teknik Sipil, S1 Akuntansi, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, S1 Kesehatan Masyarakat, serta S2 Kesehatan Masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Universitas Malahayati dalam mendukung implementasi sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau yang berkualitas, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi pendidikan tinggi. Selain itu, finalisasi dokumen penilaian RPL diharapkan mampu memperkuat tata kelola akademik serta memberikan pengakuan yang tepat terhadap capaian pembelajaran dan pengalaman kerja peserta didik.
Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dan memperluas akses pendidikan tinggi melalui mekanisme RPL yang profesional dan terstandar.
Estafet Kepemimpinan Menwa Radin Intan Lampung, Rudi Winarno Resmi Jabat Kepala Staf Periode 2026–2029
BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) — Resimen Mahasiswa (Menwa) Radin Intan Lampung sukses menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Staf Resimen Mahasiswa Radin Intan Lampung Periode 2026–2029. Prosesi sakral yang menandai estafet kepemimpinan baru ini berlangsung khidmat di Gedung MCC Bawah, Batalyon 207 Universitas Malahayati, pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Jabatan Kepala Staf Resimen Mahasiswa Radin Intan Lampung resmi diserahterimakan dari pejabat lama, Geo Galadra Binangkit, S.T. (Periode 2019–2026), kepada pejabat baru, Rudi Winarno, S.Kep., Ns., M.Kes. (Periode 2026–2029). Upacara sertijab ini dipimpin langsung oleh Komandan Resimen Mahasiswa Radin Intan Lampung, AKBP Vicky Dzulkarnain S.Ag., M.M.
Sesuai dengan semboyan Menwa, “Widya Castrena Dharma Sidha” (Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Olah Keprajuritan), pergantian pengurus ini mengusung visi “Satu Komando, Satu Tekad, Membangun Menwa Radin Intan yang Profesional dan Berdedikasi”.
Dihadiri Unsur Pimpinan Daerah, Pembina, dan Struktur Komando
Acara penting ini turut dihadiri oleh jajaran komando, dewan penasihat, serta tamu undangan penting yang tercatat dalam struktur strategis Resimen Mahasiswa Radin Intan Lampung.
Selain itu, barisan struktur komando operasional dan staf ahli juga tampak memadati ruangan upacara, meliputi jajaran Wakil Komandan (Wadan 1 s.d Wadan 4), Perwira Staf Ahli, para Asisten Komando (Asisten 1 sampai Asisten 7), Kepala Polisi Menwa, Kepala Kesekretariatan, Komandan Detasemen Markas, Komandan Detasemen Siaga Operasi, hingga Kepala Pusat Penerangan.
Tidak hanya dari internal Menwa, acara ini juga dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan Universitas Malahayati. Sinergi antara korps Menwa dengan para ketua lembaga kemahasiswaan kampus ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, bela negara, serta kondusivitas aktivitas akademik di dalam kampus.
Dengan resminya pelantikan ini, Resimen Mahasiswa Radin Intan Lampung siap melangkah ke era baru, memperkuat peran pengabdian masyarakat, serta mencetak kader-kader intelektual yang memiliki kedisiplinan dan jiwa patriotisme tinggi.
Editor : Chandra Fz