Literasi Keuangan hingga E-Commerce, Prodi Akuntansi UNMAL Edukasi Siswa SMA N 1 Tulang Bawang Tengah

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Sebagai penutup semester ganjil Tahun Akademik 2025–2026, Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati (UNMAL) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengenalkan Program Studi Akuntansi kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan lima kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari lima mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh dua dosen Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati, yaitu Apip Alansori, S.E., M.Ak., CAPM dan Hardini Ariningrum, S.E., M.Ak., CFRS.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi edukatif yang dikemas dalam lima tema utama, meliputi:

  1. Literasi keuangan
  2. E-commerce
  3. Sistem informasi akuntansi
  4. Bullying
  5. Sistem akuntansi manajemen

Materi-materi tersebut disampaikan melalui pendekatan aplikatif dan praktik sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik siswa di era digital, khususnya Generasi Z.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi serta memberikan pemahaman dasar mengenai ilmu akuntansi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati kepada siswa SMA sebagai bagian dari pengenalan dunia pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah memperoleh wawasan baru, khususnya dalam bidang keuangan dan akuntansi, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi secara bijak di era digital.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati ini merupakan langkah positif dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman akuntansi siswa SMA di era digital. Melalui penyampaian materi yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepedulian sosial, sehingga diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas.(fkr)

Editor: Fadly KR

Matematika di Balik Jaringan Modern, Dibahas di Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menyelenggarakan forum ilmiah bertaraf internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengangkat tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan pakar matematika nasional maupun internasional untuk mendiskusikan peran penting matematika dalam menjawab tantangan numerasi serta penerapannya dalam berbagai persoalan nyata, termasuk pengembangan infrastruktur dan sistem jaringan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Wamiliana dari Universitas Lampung (UNILA), pakar di bidang Optimization, dengan topik “The Constrained Spanning Tree Problem: Balancing Cost and Constraints.” Dalam paparannya, Prof. Wamiliana membahas pengembangan konsep Minimum Spanning Tree (MST) dalam teori graf dengan memasukkan berbagai kendala nyata yang sering ditemui dalam perencanaan jaringan.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik, desain jaringan tidak hanya mempertimbangkan biaya minimum, tetapi juga harus memperhitungkan berbagai batasan seperti derajat simpul, diameter jaringan, keterbatasan anggaran, hingga periode waktu pembangunan. Beberapa varian penting yang dibahas antara lain Constrained MST, Degree-Constrained MST, Multi-Period Degree-Constrained MST, serta Minimum Routing Cost Spanning Tree, yang banyak diaplikasikan dalam bidang telekomunikasi, transportasi, dan pembangunan infrastruktur.

Lebih lanjut, Prof. Wamiliana menyoroti tantangan komputasi dari permasalahan tersebut yang bersifat NP-hard, sehingga tidak selalu dapat diselesaikan secara eksak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan solusi alternatif melalui algoritma aproksimasi, metode heuristik, serta pemrograman integer untuk memperoleh solusi yang efisien dan mendekati optimal.

Dalam pernyataannya, Prof. Wamiliana menegaskan bahwa permasalahan jaringan di dunia nyata tidak cukup diselesaikan dengan optimasi biaya semata. “Pendekatan matematika dan algoritma optimasi modern memungkinkan kita memodelkan berbagai kendala secara sistematis, sehingga solusi yang dihasilkan lebih realistis, efisien, dan aplikatif untuk pembangunan infrastruktur berskala besar,” ujarnya.

Pemaparan ini mendapat perhatian peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam perencanaan dan pengembangan sistem jaringan modern. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus menegaskan komitmennya dalam mendorong diskusi akademik berkualitas serta memperkuat peran matematika sebagai fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

(fkr)
Editor: Fadly KR

Mengapa Aljabar Linear Jadi Kunci Pemecahan Masalah Dunia Nyata? Ini Jawabannya di Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali memperkuat perannya sebagai pusat diskusi akademik internasional melalui penyelenggaraan International Professor Summit yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ilmiah ini menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk membahas peran strategis pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi, khususnya melalui penguatan pemahaman konseptual dan penerapan matematika dalam permasalahan dunia nyata.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Jumat Bin Sulaiman dari Universiti Malaysia Sabah (UMS), pakar di bidang Numerical Analysis, dengan topik “From Linear Algebra to Optimization: Reconnecting Linear Solvers with Real-World Problems.” Dalam paparannya, Prof. Jumat mengulas keterkaitan erat antara aljabar linear, sistem persamaan linear, dan penerapannya dalam berbagai permasalahan optimasi serta komputasi di dunia nyata.

Ia menjelaskan sejumlah metode numerik yang banyak digunakan dalam penyelesaian masalah nilai batas, pemrosesan citra, hingga optimasi skala besar, seperti finite difference, full-sweep, half-sweep, dan quarter-sweep. Selain itu, Prof. Jumat juga memaparkan hasil berbagai penelitian terapan yang menunjukkan bahwa metode iteratif dan pemodelan matematis mampu meningkatkan efisiensi komputasi sekaligus kualitas solusi pada bidang teknik, ekonomi, dan sains terapan.

Dalam pernyataannya, Prof. Jumat menegaskan bahwa penguasaan konsep dasar aljabar linear merupakan fondasi penting dalam menyelesaikan persoalan optimasi modern. Integrasi antara metode matematis klasik dan pendekatan komputasi yang efisien dinilai mampu menghasilkan solusi yang lebih cepat, akurat, dan berdampak langsung pada pengembangan teknologi serta pengambilan keputusan berbasis data.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena relevansinya dengan kebutuhan dunia industri dan pengembangan riset terapan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus mendorong penguatan literasi numerasi dan pengembangan ilmu matematika yang aplikatif sebagai kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global di bidang pendidikan dan teknologi.(fkr)


Editor: Fadly KR

Benarkah AI Berasal dari Matematika? Ini Penjelasannya di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan tersebut menghadirkan para profesor dan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk berbagi gagasan serta hasil kajian ilmiah.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norihan Md Arifin dari Universiti Putra Malaysia (UPM), pakar di bidang Numerical Method, dengan topik “From Equations to Intelligence: Mathematical Modeling and AI Competitions.” Dalam paparannya, Prof. Noribah menjelaskan bahwa pemodelan matematika memiliki peran penting sebagai jembatan antara persamaan matematis dan pengembangan kecerdasan buatan.

Ia menguraikan bagaimana model matematika digunakan untuk memahami, memprediksi, dan mengoptimalkan berbagai fenomena kehidupan nyata. Selain itu, Prof. Norihan juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, ketika persamaan matematis tidak dapat dirumuskan secara eksplisit, pendekatan berbasis data dapat digunakan untuk membangun model yang representatif.

Lebih lanjut, Prof. Norihan memperkenalkan model cerdas seperti Artificial Neural Network (ANN) yang mampu mempelajari pola-pola kompleks dari data. Menurutnya, penguatan literasi matematika menjadi fondasi penting dalam pengembangan AI, termasuk dalam berbagai kompetisi sains dan teknologi yang mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda.

Dalam pernyataannya, Prof. Norihan menegaskan bahwa kecerdasan buatan pada hakikatnya merupakan matematika yang mampu belajar dari data. “Dengan membekali pelajar pemahaman pemodelan matematika sejak dini, mereka tidak hanya mampu memahami kehidupan secara kuantitatif, tetapi juga siap menghadapi tantangan teknologi masa depan melalui pemikiran yang logis, analitis, dan inovatif,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan teknologi masa depan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan literasi numerasi dan integrasi matematika dengan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi pendidikan berdaya saing global.(fkr)


Editor: Fadly KR

Mengapa Data Tak Pernah Berbohong? Peran Statistika Dibahas di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum akademik ini menjadi wadah diskusi strategis dalam membahas peran pendidikan matematika dan statistika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professor Summit menghadirkan para profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi gagasan, riset, dan pemikiran keilmuan berbasis data.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Mustopa Usman dari Universitas Lampung (UNILA) dengan topik “Peran Statistika dalam Komunikasi Pemikiran Keilmuan.” Dalam paparannya, Prof. Mustopa menjelaskan bahwa statistika memiliki peran penting sebagai sarana berpikir ilmiah sekaligus alat utama dalam mengomunikasikan pemikiran keilmuan secara objektif dan sistematis.

Ia menguraikan bahwa statistika berfungsi untuk menjelaskan fenomena alam dan sosial melalui proses penalaran induktif yang meliputi pengumpulan data, pemodelan, pengujian hipotesis, hingga interpretasi hasil. Melalui pendekatan tersebut, data mentah dapat diolah menjadi informasi ilmiah yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Sebagai contoh penerapan, Prof. Mustopa memaparkan pemodelan migrasi penduduk di Indonesia menggunakan pendekatan proses stokastik dan Markov Chain. Model tersebut menunjukkan bagaimana pola perpindahan penduduk dapat dianalisis secara matematis sehingga menghasilkan gambaran yang lebih jelas dan terukur mengenai dinamika sosial kependudukan.

Dalam pernyataannya, Prof. Mustopa menegaskan bahwa statistika bukan sekadar alat hitung, melainkan merupakan bahasa ilmiah yang menjembatani data dan pemahaman keilmuan. “Melalui statistika, fenomena yang kompleks dapat dikomunikasikan secara objektif, terstruktur, dan dapat diuji. Hal ini sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan ilmiah serta pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis data,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian peserta karena menegaskan pentingnya literasi statistika dalam dunia akademik dan penelitian. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus berkomitmen mendorong diskusi ilmiah berkualitas dan memperkuat peran matematika serta statistika dalam mendukung pembangunan ilmu pengetahuan dan peningkatan numerasi nasional.(fkr)


Editor: Fadly KR

Dari Matematika ke Forensik, Cara Baru Mengungkap Identitas Manusia

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menghadirkan diskusi akademik berskala internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Salah satu materi yang dipaparkan dalam forum ilmiah tersebut adalah “Mathematical Modeling in the Field of Odontology Forensic Identification (Detro-Malay Sub-Race)” yang disampaikan oleh Prof. Sudradjat Supian dari Universitas Padjadjaran (UNPAD). Materi ini menyoroti peran strategis pemodelan matematika dalam pengembangan ilmu odontologi forensik, khususnya dalam proses identifikasi individu.

Dalam pemaparannya, Prof. Sudradjat menjelaskan penerapan pemodelan matematika pada rugae palatina (lipatan langit-langit mulut) sebagai identitas biometrik alternatif pada sub-ras Deutero-Melayu. Penelitian ini mengadaptasi formulasi matematis yang selama ini digunakan dalam sistem identifikasi sidik jari, kemudian diterapkan untuk menyusun parameter unik rugae palatina setiap individu.

Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa peluang kesamaan pola rugae palatina antarindividu sangat kecil, sehingga metode ini dinilai efektif dan memiliki tingkat akurasi tinggi. Pendekatan ini menjadi sangat relevan, terutama dalam konteks identifikasi korban bencana, ketika metode identifikasi primer seperti sidik jari atau data gigi mengalami keterbatasan.

Dalam pernyataan berita acara, para pemateri menegaskan bahwa rugae palatina memiliki potensi besar sebagai metode identifikasi forensik berbasis matematika yang akurat dan stabil. Metode ini dapat menjadi pelengkap yang kuat bagi teknik identifikasi forensik konvensional, sekaligus memperluas penerapan matematika dalam bidang kesehatan dan forensik.

Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis matematika yang aplikatif. Forum ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan riset dan solusi ilmiah terhadap tantangan global.(fkr)


Editor: Fadly KR

Rahasia Pembelajaran Efektif Matematika dan Sains Dibongkar di Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 kembali menghadirkan pemateri internasional. Salah satu materi disampaikan oleh Professor Ts. Dr. Mohd Rashid bin Abd Hamid dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMP), pakar di bidang Applied Mathematics, pada Rabu (7/1/2026) di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Dalam presentasinya yang berjudul “Multiple Intelligences: Transforming Statistical, Mathematics and Sciences Knowledge into Real World Breakthroughs”, Prof. Rashid memaparkan pentingnya penerapan Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang dikemukakan oleh Howard Gardner dalam dunia pendidikan, khususnya pada bidang matematika, statistika, dan sains.

Ia menjelaskan bahwa kecerdasan tidak bersifat tunggal, melainkan multidimensi. Teori tersebut mencakup kecerdasan linguistik, logis-matematis, visual-spasial, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, hingga naturalis. Menurutnya, pemahaman terhadap ragam kecerdasan ini menjadi kunci dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.

Prof. Rashid menekankan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan gaya belajar yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang selaras dengan kecerdasan dominan peserta didik akan membantu mereka memahami konsep-konsep sains dan matematika secara lebih mendalam dan aplikatif.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penerapan teori multiple intelligences mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia nyata. Melalui pendekatan ini, pembelajaran matematika dan sains tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta pemecahan masalah kontekstual.

“Penerapan teori multiple intelligences dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pendidikan dan membantu mentransformasikan pengetahuan matematika, statistika, dan sains menjadi solusi nyata bagi permasalahan di dunia nyata,” tegas Prof. Rashid.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian luas dari peserta karena menawarkan perspektif inovatif dalam pengembangan pendidikan matematika dan sains. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis riset dan praktik pembelajaran inovatif guna menjawab tantangan pendidikan di era global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Bisakah Matematika Memprediksi Ledakan Penduduk? Ini Jawabannya di International Professors Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 menghadirkan sejumlah profesor nasional dan internasional untuk membahas isu strategis di bidang matematika dan sains terapan. Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Dr. Syamsuddin Toaha dari Universitas Hasanuddin dengan topik Pemodelan Matematika dalam Dinamika Populasi.

Dalam paparannya, Prof. Syamsuddin menjelaskan bahwa pemodelan matematika memiliki peran penting dalam memahami dan menganalisis dinamika populasi melalui pendekatan persamaan diferensial. Ia menguraikan dua model pertumbuhan populasi yang umum digunakan, yakni model Malthus (eksponensial) dan Verhulst (logistik). Menurutnya, model eksponensial efektif digunakan untuk memprediksi pertumbuhan populasi dalam jangka pendek, namun memiliki keterbatasan ketika diterapkan pada jangka panjang karena tidak mempertimbangkan faktor pembatas lingkungan.

Lebih lanjut, Prof. Syamsuddin memaparkan tahapan dalam pemodelan matematika, mulai dari formulasi masalah, penetapan asumsi, penyelesaian model, hingga proses validasi menggunakan data populasi nyata. Salah satu contoh yang disampaikan adalah penerapan model logistik pada data populasi Republik Rakyat Cina, yang menunjukkan hasil prediksi lebih akurat karena mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Ia menegaskan bahwa pemilihan model matematika harus disesuaikan dengan kondisi nyata agar hasil analisis dan prediksi dapat dimanfaatkan secara optimal. “Pemodelan matematika merupakan alat penting dalam menganalisis dan memprediksi dinamika populasi. Oleh karena itu, pemilihan model yang tepat sangat diperlukan agar hasil kajian dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang ilmiah dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Pemaparan ini mendapat perhatian peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam menjawab persoalan kependudukan dan perencanaan pembangunan. Melalui forum International Professors Summit, Universitas Malahayati terus mendorong diskusi akademik lintas disiplin dan negara sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dan riset berdaya saing global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Malahayati Yearfest 2026 Hadirkan Kompetisi SMA/MA/SMK, Pameran Prodi, dan UMKM

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas generasi muda melalui penyelenggaraan Malahayati Yearfest Competition 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 dan akan berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di lingkungan Universitas Malahayati.

Malahayati Yearfest Competition 2026 dirancang sebagai ajang perlombaan bergengsi bagi pelajar SMA/MA/SMK se-Provinsi Lampung, yang memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta kemampuan komunikasi dan seni. Selain berkompetisi, peserta juga berkesempatan mengenal lebih dekat dunia perkuliahan dan lingkungan akademik Universitas Malahayati.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan dalam Malahayati Yearfest Competition 2026 meliputi:

  • Solo Pop
  • Solo Dangdut
  • Baca Puisi
  • Speech
  • Story Telling
  • Video Promosi Universitas Malahayati

Selain kompetisi lomba, rangkaian kegiatan Malahayati Yearfest 2026 juga dimeriahkan dengan:

  • Bazar kuliner,
  • Pameran program studi, dan
  • Pameran produk UMKM.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan inspirasi bagi pelajar serta masyarakat umum.

Yang menjadi daya tarik utama Malahayati Yearfest Competition 2026 adalah hadiah istimewa berupa beasiswa pendidikan hingga 100 persen di Universitas Malahayati bagi para pemenang lomba. Beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi atas prestasi peserta sekaligus wujud nyata komitmen Universitas Malahayati dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang berprestasi dan berpotensi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati berharap dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, inovatif, dan berdaya saing, serta memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan masyarakat.

Informasi lengkap mengenai pendaftaran, ketentuan lomba, persyaratan peserta, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme penilaian dapat diakses dengan memindai QR Code yang tersedia pada flayer resmi kegiatan. Panitia juga membuka layanan informasi melalui contact person Nurliyani, M.Kes di nomor +62 822-8295-9113.

Dengan cabang lomba yang variatif serta hadiah beasiswa 100 persen, Malahayati Yearfest Competition 2026 diharapkan menjadi salah satu ajang kompetisi pelajar paling diminati dan bergengsi di Provinsi Lampung.(fkr)

Editor: Fadly KR

Usai International Professors Summit, Universitas Malahayati Hadirkan Profesor Internasional ke 3 Sekolah Unggulan Di Bandar Lampung

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Setelah sukses menyelenggarakan International Professors Summit pada 7 Januari 2026 dengan tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, Universitas Malahayati melanjutkan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-32 melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Professors Go to School” pada Kamis, 8 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di tiga sekolah menengah atas di Kota Bandar Lampung, yakni SMAN 5 Bandar Lampung, SMAN 2 Bandar Lampung, dan SMAN 9 Bandar Lampung. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Malahayati dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sekaligus memperluas dampak International Professors Summit hingga ke tingkat sekolah.

Melalui kegiatan Professors Go to School, Universitas Malahayati menghadirkan para profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, statistika, optimasi, analisis numerik, dan sains terapan untuk memberikan sesi inspiratif dan edukatif kepada siswa. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan numerasi, motivasi belajar, serta pemahaman bahwa matematika memiliki peran penting dan aplikatif dalam kehidupan nyata.

Di SMA Negeri 5 Bandar Lampung, kegiatan diikuti oleh para siswa dengan menghadirkan profesor dari dalam dan luar negeri, di antaranya Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor di bidang Medical Mathematics serta Prof. Mohd Rashid Abd Hamid dari Universiti Malaysia Pahang (UMP) di bidang Applied Mathematics. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Malahayati, Nirwanto, S.Pd., M.Kes, sebagai bentuk dukungan pimpinan universitas terhadap penguatan literasi numerasi di tingkat sekolah. Sesi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab yang mendorong siswa lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan matematika.

Sementara itu, di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, kegiatan ini menghadirkan para profesor dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor yang membahas Medical Mathematics, Prof. Sudradjat Supian dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta Prof. Syamsuddin Toaha dari Universitas Hasanuddin di bidang Applied Mathematics. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dan Wakil Rektor III Universitas Malahayati, Dr. Eng Rina Febrina, S.T., M.T., sebagai bentuk komitmen pimpinan universitas dalam mendukung penguatan literasi numerasi di tingkat pendidikan menengah. Para narasumber menekankan pentingnya literasi numerasi, statistika, dan matematika terapan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun di SMAN 9 Bandar Lampung, para siswa mendapatkan materi dari Prof. Ismail Bin Mohd dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT) di bidang Global Optimization, Prof. Noribah Md Arifin dari Universiti Putra Malaysia (UPM) di bidang Numerical Method, serta Prof. Jumat Bin Sulaiman dari Universiti Malaysia Sabah (UMS) di bidang Numerical Analysis.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Dwi Marlina Syukri, S.Si., M.BSc., PhD, serta dihadiri oleh Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap penguatan literasi numerasi di lingkungan sekolah menengah. Para profesor menekankan bahwa matematika tidak hanya berkutat pada rumus, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, pengembangan teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta perwakilan pimpinan Universitas Malahayati. Selanjutnya, sesi inspiratif dan edukatif profesor berlangsung selama lebih dari satu jam, dilanjutkan dengan diskusi interaktif, refleksi, serta penyampaian pesan kunci tentang pentingnya numerasi bagi generasi muda.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, aktif bertanya, dan terlibat dalam diskusi. Selain menambah pemahaman konsep matematika, kegiatan ini juga memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta membuka wawasan tentang peluang studi dan kolaborasi internasional.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cenderamata dari Universitas Malahayati kepada pihak sekolah sebagai simbol kerja sama dan apresiasi, serta sesi foto bersama antara profesor, guru, panitia, dan siswa.

Melalui kegiatan Professors Go to School, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik di tingkat universitas, tetapi juga aktif berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin dalam mendukung penguatan literasi dan numerasi generasi muda Indonesia.(fkr)
Editor: Fadly KR