Rektor Universitas Malahayati Jadi Narasumber Stadium Generale di Institut Teknologi Sumatera

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dr. Achmad Farich, dr., M.M., menjadi narasumber dalam kegiatan stadium generale yang diadakan Program Studi Teknis Biomedis Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Senin (11/9/2023).

Kegiatan bertema “Trends and Prospects of the Healthcare Industry in Sumatera.” Dihadiri berbagai elemen institusi pendidikan.

Dalam pemaparannya, Rektor Dr. Achmad Farich menyoroti urgensi perkuatan sistem kesehatan sebagai pondasi untuk menciptakan sistem kesehatan yang kuat dan adaptif di tingkat global.

Baca juga: Universitas Malahayati Bandar Lampung Teken Nota Kesepahaman dengan Itera

Dr. Achmad Farich juga mencermati enam pilar utama dalam kerangka kerja sistem kesehatan yang dirancang oleh WHO, yang memiliki relevansi besar dalam konteks industri kesehatan.

Dr. Achmad Farich menggarisbawahi peluang investasi yang menjanjikan di sektor layanan kesehatan, khususnya di Pulau Sumatera, mengingat potensi pasar yang besar dan dukungan pemerintah terhadap layanan kesehatan universal.

Dr. Achmad Farich juga menyoroti peningkatan akses layanan kesehatan yang telah terjadi seiring dengan diterapkannya program layanan kesehatan universal, yang merupakan yang terbesar di dunia.

Baca lainnya: Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dan JTPI ITERA Sepakati Kerjasama, ini Ruang Lingkupnya

Selain itu, Dr. Achmad Farich mencatat bahwa pemerintah telah melakukan upaya untuk meringankan regulasi guna memberikan insentif kepada investor asing untuk berinvestasi dalam industri kesehatan, termasuk dalam produksi bahan mentah obat-obatan dan pengelolaan rumah sakit.

“Industri layanan kesehatan di Indonesia dianggap sebagai peluang investasi yang menarik, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan pengenalan layanan kesehatan universal yang telah meningkatkan permintaan dalam berbagai aspek industri, termasuk rumah sakit, obat-obatan, dan peralatan medis,” jelasnya.

Selain aspek investasi, Dr. Achmad Farich juga menekankan pentingnya pemahaman pasar sebelum memasuki bisnis kesehatan.

Dirinya mencatat bahwa dengan meningkatnya infrastruktur layanan kesehatan, pemerintah berharap dapat mengurangi pengeluaran masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri, terutama ke Singapura dan Malaysia.

“Dengan populasi yang besar dan posisi geografis yang strategis, Pulau Sumatera menjadi target menarik bagi investor lokal dan asing yang ingin mengembangkan pelayanan kesehatan berstandar internasional,” ucap Dr. Achmad Farich.

Pada kesempatan tersebut, juga hadir narasumber lainnya, seperti rektor Universitas Abulyatama Aceh, direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, kepala pusat riset biomedis BRIN, dan direktur PT Gerlink Utama Mandiri. (451/**)

Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dan JTPI ITERA Sepakati Kerjasama, ini Ruang Lingkupnya

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung dan Jurusan Teknologi Produksi dan Industri (JTPI), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersepakat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Gedung Kuliah Utama 1 Itera Lampung, Senin (11/9/2023).

Penandatangan dilakukan langsung oleh dr. Toni Prasetia, Sp.PD., FINASIM Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dan Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., Kepala Jurusan Teknologi Produksi dan Industri (JTPI), ITERA Provinsi Lampung.

Baca juga: Universitas Malahayati Bandar Lampung Teken Nota Kesepahaman dengan Itera

Kerjsama ini bertujuan untuk saling membantu dan mendukung kegiatan di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki kedua perguruan tinggi demi kemajuan bersama.

Ruang lingkup kerjsama diantaranya, Penyelenggaraan pendidikan Dosen Tamu atau Dosen Luar Biasa; Pembimbingan penelitian bersama; Pertukaran mahasiswa Kampus Merdeka.

Selanjutnya, Pengembangan program akademik; Sharing Facility untuk laboratorium; Penyelenggaraan kolaborasi riset, kedaireka, pengembangan sumber daya, dan publikasi bersama dalam Penelitian dan Pengabdian Masyarakat; dan Penyelenggaraan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan lokakarya.

Perjanjian Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, terhitung sejak 21 Juni 2023 sampai dengan 21 Juni 2028. (451/**)

 

 

Universitas Malahayati Bandar Lampung Teken Nota Kesepahaman dengan Itera

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati Bandar Lampung dan Institut Teknologi Sumatera menandatangani nota kesepahaman tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat di Gedung Kuliah Utama 1 Itera, Senin (11/9/2023)

MoU ditandatangani langsung Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, Rektor Institut Teknologi Sumatera dan dan Dr. Achmad Farich, dr., M.M., Rektor Universitas Malahayati.

Baca juga: Universitas Malahayati dan BPJS Kesehatan Bandar Lampung Teken Kerjasama dan Gelar Kuliah Umum

Rektor Universitas Malahayati Dr. Achmad Farich, dr., M.M., memberi apresiasi atas terjalinnya kerjasama Universitas Malahayati Bandar Lampung dan Itera.

Dirinya berharap, kerjasama ini akan terus berlangsung dalam menunjang perkembangan industri ilmu kesehatan.

“kami siap untuk terus menjalin kerjasama terkait pengembangan industri ilmu kesehatan,” ucap rektor.

Kegiatan dirangkai dengan Stadium Generale bertema, ‘ Trends and Prospects of the Healtcare Industry in Sumatera’, di mana Rektor Universitas Malahayati Dr. Achmad Farich, dr., M.M., menjadi salah satu narasumber.

Ruang lingkup kesepakatan meliputi, Penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelatihan; Pengembangan program akademik; Penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya.

Selanjutnya, Penyelenggaraan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan lokakarya; Peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia; dan Kegiatan lain yang disepakati oleh kedua perguruan tinggi.

Selain Universitas Malahayati dalam kesempatan itu hadir juga rektor Universitas Abulyatama Aceh, direktur Rumah sakit Pertamina Bintang Amin, kepala pusat riset biomedis, BRIN, dan direktur PT Gerlink Utama Mandiri yang juga melakukan kesepahaman dengan Itera. (451/**)

Prodi Anafarma Universitas Malahayati Tambah 8 Sertifkat Hak Cipta dari Kemenkumham RI

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati Bandar Lampung kembali menambah 8 koleksi sertifikat hak cipta dosen dan mahasiswa  dari Kemenkumham RI.

Tyan Tasa, S.Kom Kepala Sentra Kekayaan Intelektual Universitas Malahayati mengatakan, sertifikat hak cipta merupakan bukti kepemilikan suatu karya yang diterbitkan Kementrian Hukum dan HAM RI.

“Saat ini total Hki Universitas Malahayati sebanyak 206 sertifikat Hak cipta,” ucap Tyan.

Tyan berharap, ke depan semoga akan terus bertambah sertifikat hak cipta dari karya dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung

“HKI sangat penting untuk terus ditingkatkan karena termasuk indikator Penilaian dalam Akreditasi Perguruan Tinggi dan Beban Kerja Dosen (BKD),” jelasnya.

Sertifikat hak cipta diterbitkan Senin, 4 September 2023, diantaranya, Buku Praktikum KA kualitatif ditulis Diah Astika Winahyu, S.Si., M.Si. dan Radho Al Kausar, S.Si., M.SI., Buku  Praktikum Mikrobiologi ditulis Apt. Agustina Retnaningsih, M.Farm. dan Apt. Shinta Wulandari, M.Farm.

Kemudian, Buku  Praktikum Pengantar Sediaan ditulis Apt. Shinta Wulandari, M.Farm., Buku Praktikum TA Kromatografi ditulis Diah Astika Winahyu, S.Si., M.Si., Buku  Praktikum Fitokimia ditulis Diah Astika Winahyu, S.Si., M.Si. dan Apt. Agustina Retnaningsih, M.Farm.

Selanjutnya, Buku  Praktikum AON ditulis Apt. Agustina Retnaningsih, M.Farm. dan Radho Al Kausar, S.Si., M.SI., Buku  Praktikum AMAMI ditulis Apt. Shinta Wulandari, M.Farm. dan Diah Astika Winahyu, S.Si., M.Si., dan terakhir Buku  Praktikum Kosalkes ditulis Apt. Shinta Wulandari, M.Farm. dan Apt. Agustina Retnaningsih, M.Farm. (451/**)

 

 

Inovasi Dosen Universitas Malahayati Ciptakan Sabun Mandi Berbahan Eucalyptus, ini Manfaatnya

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen Universitas Malahayati Bandar Lampung dipimpin Dwi Marlina Syukri, S.Si., M.BSc., PhD., mengeksplorasi Eucalyptus pellita menjadi bahan pembuatan sabun mandi.

Eucalyptus pellita merupakan salah satu varietas Eucalyptus yang melimpah di Lampung, Indonesia.

Tim peneliti telah mengungkapkan potensi luar biasa dari sabun mandi Eucalyptus dalam merawat kulit dan melindunginya dari bahaya bakteri.

Dwi Marlina Syukri mengatakan, sabun mandi Eucalyptus ini tidak hanya berfungsi sebagai pembersih kulit yang efektif, menghilangkan kotoran, keringat, dan sebum, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melawan bakteri yang berada di permukaan kulit.

Baca juga : Inovasi Dosen Universitas Malahayati Ubah Kulit Pisang Jadi Kerupuk Kulipang, Ini Manfaatnya

Ini terjadi berkat senyawa bioaktif yang ditemukan dalam tanaman Eucalyptus, seperti flavonoid, tannin, dan alkaloid.

Penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji antibakteri dengan menggunakan bakteri Staphylococcus aureus, di mana sabun mandi Eucalyptus menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan sabun biasa tanpa Eucalyptus. Selain itu, sabun mandi ini juga memiliki kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

“Sabun mandi Eucalyptus ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk merawat kulit tubuh dan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap bakteri berbahaya,” ungkap Dwi.

Dengan berlimpahnya Eucalyptus pellita di Lampung, sabun mandi Eucalyptus memiliki potensi untuk menjadi produk perawatan kulit yang inovatif dan ramah lingkungan.

Selain Dwi Marlina Syukri, S.Si., M.BSc., PhD., anggota tim penelitian lainnya adalah Dr. Dr. Mala Kurniati, S.Si., M.Biomed, Dr. Tessa Sjahriani, dr. M.kes, serta mahasiswa FK, Riski Puspita Sari, Ratna Kirani, Niken Ira Herlianti, Nita Shafia Istiana, dan Syifa Palmita. (451/**)

Inovasi Dosen Universitas Malahayati Ubah Kulit Pisang Jadi Kerupuk Kulipang, Ini Manfaatnya

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Lampung, salah satu daerah penghasil pisang terbesar di Indonesia, telah menghadirkan inovasi yang menarik dalam upaya peningkatan nilai gizi makanan lokal.

Masyarakat Lampung umumnya mengkonsumsi buah pisangnya saja, sementara kulitnya seringkali dibuang sebagai limbah.

Namun, penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa kulit pisang mengandung berbagai nutrisi berharga seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan.

Dwi Marlina Syukri, S.Si., M.BSc., PhD selaku Dosen Universitas Malahayati Bandar Lampung yang juga ketua tim peneliti telah berhasil mengubah kulit pisang menjadi bahan tambahan yang berharga dalam pembuatan kerupuk Kulipang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk Kulipang memiliki kadar protein sebesar 0.24%, tidak berbeda secara signifikan dari kerupuk udang sebagai kontrol (p > 0.05).

“Selain protein, kerupuk Kulipang juga kaya akan kalsium, zat besi, vitamin B & C, serta antioksidan tinggi,” kata Dwi.

Dwi Marlina Syukri menjelaskan, Inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai gizi kerupuk, tetapi juga memiliki dampak positif dalam mengurangi limbah kulit pisang, memberikan dorongan ekonomi, dan mengembangkan penggunaan bahan pangan lokal untuk pasar global.

“Kerupuk Kulipang memiliki potensi sebagai bahan makanan yang dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti stunting dan kanker, berkat kandungan gizi yang tinggi dari kulit pisang,” ucapnya.

Inovasi kerupuk Kulipang berbahan kulit pisang menjadi contoh nyata bagaimana pengolahan limbah dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kesehatan masyarakat lokal.

Tim peniliti diantaranya, Dwi Marlina Syukri, S.Si., M.BSc., PhD selaku ketua, dan anggota diantaranya, Dr. Mala Kurniati, S.Si., M.Biomed, Dr. Tessa Sjahriani, dr. M.kes (451/**)

Universitas Malahayati Terus Tingkatkan Kerjasama untuk Pendidikan Berkualitas

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati Bandar Lampung terus memperkuat jaringan kerjasamanya dengan berbagai pihak.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan tinggi di perguruan tinggi tersebut.

Kepala Bagian Kerjasama Universitas Malahayati, Wahid Wahyudi, S. Kep.,Ns.,M. Kes, mengatakan semua kerjasama di dalamnya telah mencukup pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, selain itu juga sebagai komitmen untuk memberikan pendidikan yang lebih baik kepada mahasiswa.

Wahid yang juga dosen di prodi keperawatan, menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam menghadirkan perubahan positif di dunia pendidikan.

“Kerjasama dengan berbagai pihak, seperti industri, swasta, pemerintah, lembaga penelitian, dan institusi pendidikan lainnya, menjadi fondasi penting dalam memajukan kualitas pendidikan tinggi.

Kami percaya bahwa sinergi ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam dan relevan bagi mahasiswa kami,” terang Wahid, Rabu (6/9/2023).

Wahid menuturkan, diantara langkah konkret yang telah dilakukan Universitas Malahayati diantaranya menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan terkemuka untuk memberikan kesempatan magang, pelatihan, dan kerja sama penelitian kepada mahasiswa serta peningkatan kapasitas untuk dosen dan tenaga pendidik.

“Hal ini membantu mahasiswa memahami dunia kerja dan mempersiapkan mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan, serta mendapatkan sertifikat kompetensi,” ujarnya.

Selain itu, Universitas Malahayati juga melakukan penelitian bersama, berkolaborasi dengan lembaga penelitian dan universitas lain baik nasional maupun internasional telah menghasilkan penelitian-penelitian unggulan yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selanjutnya, pengabdian masyarakat, di mana Universitas Malahayati juga aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk program-program sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Wahid menjelaskan, dalam menghadapi era perubahan yang cepat, Universitas Malahayati Bandar Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama guna menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi dalam masyarakat.

“Semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi akan terus menjadi fokus utama Universitas Malahayati,” ungkap Wahid. (451/**)

Hadiri Seminar Nasional dan Pelantikan, Universitas Malahayati dan FAME Lampung Sepakati Kerjasama

Bandar Lampung (malahayati.ac.id): Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung Dr. dr. Achmad Farich, M.M menghadiri acara Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus Forum Akuntansi Manajemen dan Ekonomi (FAME) DPW Lampung di GSG Polinela, Selasa (5/9/2023).

Seminar bertema “Penguatan Tata Kelola Dan Digitalisasi Desa Menuju Indonesia Emas 2045”, dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara FAME dan Universitas Malahayati, Polinela, dan beberapa perguruan tinggi di Lampung.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung Dr. dr. Achmad Farich, M.M mengatakan, FAME merupakan forum akademisi dan praktisi yang professional, konsisten dan berintegritas di bidang akuntansi, manajemen dan ekonomi dan untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dan mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

“FAME perlu memiliki peran dalam meningkatkan kebermanfaatannya melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang bersifat ilmiah seperti pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, dan seminar, baik yang bersifat nasional maupun internasional,” kata rektor.

Rektor Achmad Farich berharap seluruh pengurus FAME DPW Lampung dapat bersinergi dan bekerja sama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dan berkontribusi untuk masyarakat Lampung pada khususnya dan Indonesia serta dunia pada umumnya.

Direktur Politeknik Negeri Lampung Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si. dalam sambutannya mengucapkan, terima kasih atas kehadiran para rektor, tamu undangan dan pengurus FAME ke Politeknik Negeri Lampung.

“Saya sungguh bahagia karena Politeknik Negeri Lampung ketempatan kegiatan seminar nasional dan juga pelantikan pengurus Forum Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi DPW Lampung periode 2003 – 2005,” ucap direktur.

Prof. Sarono mengatakan Polinela merupakan Politeknik Pendidikan Vokasi di mana saat ini mahasiswa Politeknik Negeri Lampung sebanyak 6.029 dan dosen 314 orang.

“Jika bapak dan Ibu ingin belajar tentang pertanian bisa datang langsung ke Politeknik Negeri Lampung,” imbaunya.

Prof. Sarono mengucapkan selamat kepada pengurus FAME Lampung yang akan dilantik, dan mendoakan apa yang dihasilkan dari kegiatan di Polinela akan bernilai ibadah.

Sedangkan, Ketua Umum FAME Indonesia Dr. Danny Amrul Ichdan, S.E., M.Sc. menjelaskan FAME merupakan satu-satunya organisasi yang menyatukan akuntansi dan manajemen. Di mana misi besarnya membuat produk unggulan dari para anggotanya, bukan hanya wadah berkumpul, asosiasi yang hanya menggelar seminar workshop, tapi bagaimana seminar dan workshop itu dapat menghasilkan karya.

“Dengan banyak karya, siapa nanti yang akan support tentu perusahaan, di sinilah bagaimana seminar-seminar dapat menghasilkan karya, serta bagaimana dosen dapat magang dan masuk dalam perencanaan di sebuah perusahaan,” katanya

Pembicara seminar diantaranya, Dr. Ivanovich Agusta, S.P., M.Si. (Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Desa Tertinggal, dan Transmigrasi), Prastowo (Kepala Desa Sidodadi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran), dan Dr. Khairudin, M.S.Ak. (Dosen dan Praktisi Universitas Bandar Lampung).

Hadir mendampingi Rektor Universitas Malahayati, Wakil Rektor 4 bidang kerjasama Unversitas Malahayati Drs. Suharman, M.Pd, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajamen Universitas Malahayati Dr. Rahyono, S. Sos., MM, Kepala Humas Emil Tanhar, S.E. (451/**)

Pelayanan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Beasiswa KIP Kuliah Masih Dibuka

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Halo sahabat Unmal..Universitas Malahayati Bandarlampung masih membuka pendaftaran beasiswa KIP Kuliah Tahun 2023

Segera daftarkan diri anda bergabung menjadi mahasiswa Universitas Malahayati dengan Beasiswa KIP KULIAH. Universitas Malahayati membuka beberapa Program Studi yang dapat ditempuh dengan beasiswa KIP KULIAH, antara lain :

1. Prodi S1 AKUNTANSI
3. Prodi S1 TEKNIK SIPIL
4. Prodi S1 TEKNIK LINGKUNGAN
5. Prodi S1 TEKNIK MESIN
6. Prodi S1 TEKNIK INDUSTRI

Informasi Lengkap Beasiswa KIP Kuliah 2023 dapat menghubungi, Ricko Gunawan, M. Kes (0852-7990-0901). Rudi Winarno, S.Kep.,ns.,M.Kes (0822-8210-8899)

Semua Bisa Kuliah ! (gil/humasmalahayatinews)

Kesehatan dan Pendidikan

Oleh: Sudjarwo

Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung

Kesehatan dan pendidikan. Dua kata itu tampaknya bagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi dan memaknai satu sama lain.Tulisan ini memberi batasan pendidikan menggunakan konsep Ki Hadjar Dewantara yaitu: mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani.

Sedangkan kesehatan atau sehat menggunakan batasan Fertman, & Allensworth. Yakni, kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan. Dengan kata lain, memanusiakan manusia itu tidak hanya berpendidikan tetapi juga harus sehat jasmani rohani. Manusia yang sehat jasmani rohani itu diperoleh dari mereka yang pendidikannya baik, sehingga menyadari perlunya sehat. Mereka yang sehat jasmani dan rohani; akan memerlukan pendidikan yang baik.

Kesehatan dan pendidikan adalah dwitunggal dalam kehidupan manusia yang tidak dapat dilepaskan satu dengan yang lain. Hal ini juga ditekankan dalam undang-undang; bahwa kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Semua itu adalah pendukung kesiapan seseorang untuk menerima proses pendidikan di dalam dirinya. Internalisasi nilai inilah yang melatarbelakangi dasar pandangan bahwa pendidikan itu berlangsung sepanjang hayat, yang juga berarti manusia butuh sehat sepanjang hayat.

Karena kesehatan dan pendidikan adalah dasar kehidupan; maka tidak salah jika rakyat akan menuntut kepada negara akan terjamin keduanya dalam kehidupan mereka. Dengan kata lain layanan kesehatan gratis, layanan pendidikan gratis itu bukan program unggulan akan tetapi program keharusan dari negara untuk rakyatnya. Hanya karena ini merupakan makanan empuk untuk para politisi, maka keduanya dijadikan amunisi untuk menjual diri menarik simpati; sehingga mendapat keuntungan menangguk suara bagi kepentingan diri dan kelompoknya.

Atas dasar kerangka pemikiran di atas, sebentar lagi kontestasi politik di negeri ini akan berlangsung. Pesta rakyat akan digelar dalam rangka memilih wakil mereka di parlemen dan pemimpin tertinggi negeri ini. Tidaklah salah jika tolok ukur Kesehatan dan Pendidikan dijadikan pendulum guna mengukur tingkat kesungguhan mereka untuk mensejahterakan rakyat.

Selama ini kesehatan dan pendidikan gratis secara jujur harus kita evaluasi bersama, apakah sudah sesuai dengan azaz yang sesungguhnya. Berdasarkan studi lapangan kesehatan gratis belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. Beberapa layanan dasar kesehatan masih harus perlu dievaluasi menyeluruh. Kendala administrative, pengadaan obat-obatan, sampai dengan manajemen pelayanan; masih banyak yang centangperenang. Ini dibuktikan ada rumah sakit daerah justru tidak mampu melayani warganya dengan baik karena manajemennya tidak baik. Padahal rumah sakit plat merah adalah garda depan pada aspek pelayanan bagi seluruh warga wilayahnya.

Pendidikan yang didengungkan gratis, ternyata di lapangan sekalipun lembaga pendidikan diberi subsidi, ternyata uang sekolah/kuliah harganya selangit. Perekrutan siswa baru atas nama kemiskinan, ternyata mematikan sekolah-sekolah swasta. Seharusnya subsidi siswa miskin tidak dimaknai harus sekolah di sekolah negeri.

Kerakusan perguruan tinggi negeri dalam menerima mahasiswa baru, sampai-sampai membunuh perguruan tinggi swasta. Rasio dosen dan mahasiswa sudah bukan lagi menjadi pertimbangan rasional. Program dibuat begitu beragam, ternyata hanya untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya atas nama pemerataan pendidikan, tidak pernah menghitung beban kerja guru/dosen. Rasio dosen dan mahasiswa tidak pernah dijadikan dasar pengambil kebijakkan, karena ada jalan gratis sementara yang selalu dipakai yaitu program dosen kontrak. Sehingga, pendidikan di lembaga-lembaga negeri seolah-olah merupakan penjelmaan kapitalis baru yang dilindungi negara. Sementara perguruan swasta harus berjuang ekstra keras, sebab harus menempa bahan baku yang tersisa agar menjadi produk utama. Untung di sana banyak “malaikat-malaikat juru selamat” yang memberi bantuan, sehingga mereka sedikit agak tertolong.

Secara jujur harus diakui bahwa program kesehatan dan pendidikan pemerintahan sekarang belum menunjukkan performa yang diharapkan. Kondisi covid yang baru saja berlalu ternyata meneguhkan kekurangan yang kita miliki terutama pada bidang pengelolaan anggaran. Tidak ada yang terbebas dari penyimpangan penggunaan anggaran dari kedua program utama tadi. Sampai-sampai ada kepala dinas kesehatan yang harus bolak-balik dipanggil lembaga anti rasuah.

Kita masih perlu memperbaiki regulasi ke depan untuk bidang kesehatan dan pendidikan; kita memerlukan pemimpin yang punya komitmen untuk memperbaiki sumberdaya manusia melalui kedua bidang tad i. Kita memerlukan rakyat yang sehat dan berpendidikan baik; oleh sebab itu tidak salah kedua kriteria ini menjadi bahan pertimbangan dalam memilih pemimpin masa depan.

Kesehatan dan pendidikan tidak lagi cukup dimaknai dengan label gratis karena itu memang perintah undang-undang, akan tetapi perlu dimaknai merata yang berkeadilan, dan berkualitas. Merata saja tidak berkeadilan, maka seperti saat ini banyak subsidi silang menjadi salah sasaran. Seharusnya berkualitas bukan dimaknai mahal, sebab berkualitas tidak selamanya mahal manakala negara bisa hadir ditengah sebagai regulator pendorong agar pendidikan dan kesehatan betul-betul seperti apa yang kita kehendaki di atas.

Tulisan ini tidak menafikan bahwa sudah banyak infrastruktur dibangun, ekonomi terjaga dari gempuran inflasi; namun perlu diingat bahwa semua itu ke depan untuk mengelola dan menjaganya memerlukan orang yang sehat dan berpendidikan. Jika kedua hal itu tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh, terutama aspek kualitas dan pemerataannya, maka apa yang kita capai hari ini dalam waktu singkat akan menjadi monument tanpa makna.

Tidak salah jika sebagian kita nanti akan berpikir dalam pemilihan apapun, akan melihat programnya apakah mereka peduli pendidikan dan kesehatan. Jika tidak, mereka tidak sudi memilih adalah risiko yang harus dibayar. Hanya yang bersangkutan dan Tuhan yang mengetahui saat ada dalam bilik suara. (SJ)