Tanamkan Budaya Hidup Sehat Sejak Dini, Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Edukasi PHBS di SD Negeri 8 Metro Barat

Metro Barat ( malahayati.ac.id ) – Komitmen Universitas Malahayati dalam membangun masyarakat yang sehat diwujudkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 51 yang menggelar kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri 8 Metro Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Debi Arivo, S.Si., M.Si., ini mengangkat tema Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular di lingkungan sekolah.

Sejak kegiatan dimulai, suasana kelas dipenuhi semangat dan keceriaan. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias, mulai dari pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga praktik langsung enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan. Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, waktu-waktu yang tepat untuk mencuci tangan, serta manfaat kebiasaan tersebut dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Penyuluhan dikemas secara menarik dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak sehingga pesan kesehatan dapat diterima dengan baik. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat yang diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Kelompok 51 KKL-PPM Universitas Malahayati beranggotakan 21 mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Program Studi Pendidikan Dokter, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Akuntansi, Manajemen, Teknik Sipil, Teknik Industri, dan Hukum. Sinergi lintas program studi tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan kegiatan pengabdian yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi multidisiplin.

Turut mendampingi kegiatan, Dr. Debi Arivo, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa edukasi kesehatan sejak usia sekolah merupakan investasi penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkarakter. Menurutnya, KKL-PPM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di bangku kuliah sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengaplikasikan ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan perilaku hidup sehat kepada masyarakat sejak usia dini. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dapat memberikan dampak besar dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup,”ungkap Dr. Debi Arivo.Melalui program edukasi PHBS ini, Universitas Malahayati kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh para siswa dapat menjadi kebiasaan positif yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ditularkan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati tidak hanya memberikan pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui edukasi, kolaborasi, dan semangat pengabdian yang berkelanjutan.

Editor : Chandra fz

Hebat! Kolaborasi Tim Kedokteran, Keperawatan, Farmasi & LPMI Bawa Universitas Malahayati Raih Bantuan PP-PTS 2026

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id )  — Universitas Malahayati Bandar Lampung kembali mengukir prestasi tingkat nasional dengan berhasil lolos sebagai penerima bantuan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Reguler Skema B Tahun 2026.

Universitas Malahayati di bawah naungan Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung  berhasil meraih hibah ini untuk tiga program studi unggulan di bidang kesehatan, yaitu S1 Pendidikan Dokter, S1 Ilmu Keperawatan, dan S1 Farmasi.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep, Ns., M.Kes., menyampaikan rasa syukur mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan hingga pengawalan proposal.

“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Penyusun dari Prodi Kedokteran, Prodi Keperawatan, dan Prodi Farmasi, serta Tim LPMI (Lembaga Penjaminan Mutu Internal) yang telah mengawal proses ini dengan sangat baik hingga meraih hasil optimal,” ujar Prof. Dessy.

Beliau juga menegaskan bahwa raihan hibah PP-PTS Skema B Tahun 2026 ini akan difokuskan untuk memperkuat mutu akademik, sarana pembelajaran, serta peningkatan standar kualitas lulusan di rumpun ilmu kesehatan.

“Pencapaian ini menjadi motivasi besar bagi Universitas Malahayati untuk terus meningkatkan mutu tata kelola akademis, kapasitas laboratorium, dan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Kami berkomitmen agar keberhasilan ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya saing lulusan dan penguatan standar mutu pendidikan tinggi di kampus kita,” tambahnya.

Keberhasilan meraih hibah nasional ini makin mengokohkan posisi Universitas Malahayati sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta terkemuka yang terus berkomitmen dalam pengembangan kualitas pendidikan unggul di Indonesia.

Editor : Chandra fz

Perkuat Relevansi Lulusan dan Kurikulum OBE, Prodi Kesmas Universitas Malahayati Gelar FGD Bersama Stakeholder dan IAKMI

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ) – Program Studi (Prodi) Sarjana (S1) dan Magister (S2) Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) eksternal dan organisasi profesi Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, bertempat di Ruang Abdul Qasim Az-Zahrawi, Lantai 5 Gedung Rektorat Universitas Malahayati.

FGD ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk mengevaluasi dan menyempurnaan kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan terbaru di bidang kesehatan masyarakat. Pertemuan ini memfokuskan pembahasan pada lima aspek utama, yaitu profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan IPTEK, etika serta profesionalisme, hingga penguatan kerja sama kemitraan.

Dalam Sambutan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes. menegaskan bahwa keterlibatan aktif dari organisasi profesi seperti IAKMI dan para pemangku kepentingan (stakeholder) dari dinas kesehatan maupun rumah sakit merupakan pilar utama dalam menjaga relevansi pendidikan tinggi.

“FGD ini adalah langkah taktis kami di FIK Universitas Malahayati untuk merespons kebutuhan riil di dunia kerja. Kami sangat berterima kasih atas berbagai rekomendasi operasional dari IAKMI dan para mitra strategis. Catatan mengenai penguatan kompetensi manajerial di tingkat pelayanan primer, manajemen mitigasi bencana, hingga integrasi kecerdasan buatan (AI) dan analisis spasial untuk isu kesehatan kawasan pesisir akan langsung kami formulasikan ke dalam kurikulum berbasis OBE di Prodi S1 maupun S2 Kesehatan Masyarakat. Komitmen kami jelas, yaitu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi siap menjadi problem solver yang andal sejak hari pertama mereka lulus,” ungkap Dr. Lolita Sary

Acara diawali dengan pemaparan dari Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Malahayati, Dr. M. Arifki Zainaro, S.Kep, Ns, M.Kep, yang memperkenalkan profil program studi, fakultas, serta berbagai program kuliah dan beasiswa yang tersedia di lingkungan universitas.


Selanjutnya, pemaparan mengenai implementasi kurikulum OBE serta profil CPL masing-masing prodi disampaikan oleh Dr. Samino selaku perwakilan Kaprodi S2 Kesmas, dan Nova Muhani, SST., MKM selaku Kaprodi S1 Kesmas
.

Dalam sesi diskusi intensif, perwakilan organisasi profesi dan praktisi kesehatan memberikan berbagai masukan konstruktif untuk mempertajam tujuh profil lulusan kesehatan masyarakat, yakni sebagai Manager, Educator, Researcher, Advisor, Consultant, Leader, dan Entrepreneur.

Ketua IAKMI Provinsi Lampung, Noviansyah, menekankan pentingnya penguatan kompetensi manajerial pada level pelayanan kesehatan primer. Sementara itu, Sekretaris IAKMI, Trio, bersama praktisi dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan berbagai RSUD menyoroti pentingnya mencetak peneliti serta analis data kesehatan yang adaptif terhadap pemanfaatan teknologi informasi (IT) dan Artificial Intelligence (AI). Penguatan khusus terkait analisis spasial (Geographic Information System/GIS) untuk pemetaan risiko penyakit di kawasan pesisir dan endemik juga menjadi rekomendasi utama dari para mitra strategis.

Selain aspek teknis akademis, FGD ini juga melahirkan rekomendasi kuat terkait penguatan soft skill, etika profesi, serta motivasi mahasiswa. Ismen Muchtar dari GETAR Lampung mendorong kampus untuk memberikan pengalaman nyata melalui perluasan jejaring, pelibatan mahasiswa dalam pilot project, serta pengenalan organisasi profesi sejak dini. Ditekankan pula pentingnya metode pembelajaran terintegrasi antara kelas dan lapangan agar mahasiswa benar-benar siap sebelum terjun ke dunia kerja.

Melalui pelaksanaan FGD yang dipandu oleh tim notulis Annisa Mayang Soliha, S.Gz., M.Gz dan Marita Pratami, SSiT., MKM ini, seluruh masukan yang terjaring dipastikan akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses rekonstruksi kurikulum. Langkah ini diharapkan dapat terus mendongkrak mutu lulusan Universitas Malahayati agar senantiasa selaras dengan visi, misi, dan dinamika kebutuhan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Editor : Chandra fz

Sinergi Universitas Malahayati dan IBI, Siap Cetak Bidan Unggul Berkarakter di Era Digital

BANDAR LAMPUNG ( malahayati.ac.id ), 6 Juli 2026 – Dalam upaya terus meningkatkan mutu lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan regulasi kesehatan terbaru, Program Studi DIII, Sarjana, dan Profesi Kebidanan Universitas Malahayati menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Stakeholder dari Organisasi Profesi Ikatan Bidan Indonesia (OP IBI). Pertemuan strategis ini berfokus pada penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

‎Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, DRs.Suharman,M.PD.,M.Kes Dalam sambutannya, pak suharman menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan kontribusi aktif pengurus organisasi profesi serta para praktisi lapangan dalam mengawal mutu pendidikan kebidanan di Universitas Malahayati.
‎”Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menuntut kita untuk memastikan bahwa apa yang kita ajarkan di kelas benar-benar termanifestasi dalam kemampuan nyata lulusan saat melayani masyarakat. Melalui FGD ini, kami ingin menyerap aspirasi dari IBI selaku organisasi profesi agar kurikulum kita senantiasa dinamis, adaptif, dan menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern,” ujar Bapak Suharman dalam sambutannya.

‎Dalam forum tersebut, Universitas Malahayati direkomendasikan secara kuat untuk menjadikan persalinan dan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal sebagai kompetensi utama program studi. Menanggapi rekomendasi ini, Bapak Suharman menegaskan komitmen penuh pihak rektorat untuk mendukung implementasi tersebut, baik dari segi kebijakan akademik maupun pemenuhan fasilitas penunjang.

‎”Kami menyambut baik dan siap mengintegrasikan rekomendasi mengenai kekhasan kegawatdaruratan maternal-neonatal ini ke dalam dokumen kurikulum kita. Universitas Malahayati akan memastikan lulusan kebidanan kita memiliki daya saing yang tinggi. Kita tidak ingin lulusan hanya unggul dalam ujian di atas kertas atau teori, tetapi mereka harus terampil, cepat tanggap (responsive), empati, serta memiliki mentalitas yang tangguh saat menghadapi situasi kritis di lahan praktik,” tegas pak Suharman

‎Selain berfokus pada kompetensi klinik esensial seperti Asuhan Persalinan Normal (APN) yang tetap menjadi kekuatan utama bidan, kurikulum baru ini juga akan mengakomodasi tantangan transformasi digital. Mahasiswa kebidanan Universitas Malahayati nantinya akan dibekali dengan literasi digital kesehatan, termasuk penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME), pemanfaatan media sosial profesional untuk edukasi kesehatan masyarakat, hingga wawasan global dan bahasa asing untuk menyiapkan lulusan yang siap bersaing di luar negeri.

‎Tak kalah penting, aspek etika profesi dan pembentukan karakter menjadi sorotan utama. Mahasiswa akan dibekali pemahaman mendalam mengenai batasan kewenangan legal, keselamatan pasien, serta etika penggunaan media sosial agar privasi pasien tetap terjaga. Karakter bidan yang empati, tangguh secara mental, memiliki jiwa kepemimpinan (leadership), serta percaya diri dalam kolaborasi interprofesi menjadi target capaian soft skills utama lulusan.
‎Sebagai bentuk implementasi dari hasil FGD, Universitas Malahayati bersama IBI akan merancang berbagai program prioritas bersama. Salah satunya adalah pemetaan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) dan lahan praktik fasyankes secara selektif guna memastikan kenyamanan, keamanan, serta ketercapaian target kompetensi mahasiswa agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi. Selain itu, program pelatihan pra-lulusan seperti pelatihan kegawatdaruratan, USG dasar, manajemen imunisasi, hingga public speaking akan diintegrasikan secara intensif.

Melalui penyelarasan kurikulum berbasis OBE ini, Universitas Malahayati bersama OP IBI siap bersinergi melahirkan generasi bidan masa depan yang profesional, unggul dalam kegawatdaruratan maternal-neonatal, beretika religius, dan tanggap terhadap kemajuan teknologi kesehatan.
Editor : Chandra fz

Universitas Malahayati Perkuat Sinergi dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk Pengembangan Pendidikan dan Kemitraan Strategis

Bandar Lampung ( malahayati.ac.id ) 4 Juli 2026– Universitas Malahayati mengadakan FGD dan menggelar pertemuan silaturahmi bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan bidang kefarmasian. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama antara dunia pendidikan tinggi dan organisasi profesi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung, Ketua IAI Provinsi Lampung beserta jajaran pengurus, Ketua IAI dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, Stakeholder dan Alumni yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan pelayanan kefarmasian.

Sambutan Rektor Universitas Malahayati disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Lolita Sary, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Universitas Malahayati terus berkomitmen membangun kolaborasi yang erat dengan organisasi profesi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia kesehatan, serta penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI), Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep., Wakil Kepala LPMI, serta panitia pelaksana Forum Group Discussion (FGD) Organisasi Profesi yang turut memfasilitasi jalannya diskusi dan penjajakan kerja sama.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai program unggulan Universitas Malahayati. Tim Universitas mempromosikan lebih dari 20 program studi yang dimiliki, dengan penekanan pada program-program di Fakultas Kedokteran, Program Studi S1 Farmasi, serta Program Studi D3 Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma) yang terus berkembang dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Magister Kesehatan Masyarakat (S2 Kesmas) sebagai alternatif bagi tenaga kesehatan yang telah memiliki pengalaman profesional untuk melanjutkan studi melalui mekanisme rekognisi capaian pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Universitas Malahayati turut menyampaikan berbagai informasi mengenai program beasiswa yang disediakan bagi calon mahasiswa baru sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Beragam skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat dan bidang keahlian.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Para peserta memberikan berbagai masukan mengenai peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian, kegiatan ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, penelitian bersama, hingga penguatan jejaring antara perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah, dan dunia kerja.

Melalui pertemuan ini, Universitas Malahayati berharap hubungan yang telah terjalin dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dapat terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, serta mendukung pembangunan sektor kesehatan di Provinsi Lampung dan Indonesia
Editor : Chandra fz

Rapat Persiapan Gelar FGD Universitas Malahayati Bersama IAI dan IBI untuk Penguatan Mutu Kurikulum Berbasis Kebutuhan Profesi

Bandar Lampung ( Malahayati.ac.id ) – Universitas Malahayati menggelar rapat persiapan pelaksanaan Final Focus Group Discussion (FGD) bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang akan dilaksanakan tanggal 4 Juli 2026 dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tanggal 6 Juli 2026. Rapat ini merupakan langkah awal dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan FGD berjalan optimal sebagai bagian dari upaya penguatan mutu kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia profesi dan perkembangan pelayanan kesehatan.

Rapat dipimpin oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Malahayati, Dr. M. Arifki Zainaro, dan dihadiri oleh Dr. Lolita Sary selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Wakil Kepala LPMI, Ketua Program Studi S1 Kebidanan, Profesi Bidan, D3 Kebidanan, S1 Farmasi, D3 Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma), serta tim penyelenggara kegiatan.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek teknis dan substansi pelaksanaan FGD, mulai dari penyusunan agenda, mekanisme diskusi, materi yang akan dipresentasikan, hingga pembagian tugas masing-masing program studi dan unit pendukung. Selain itu, dilakukan finalisasi daftar peserta yang akan melibatkan perwakilan IAI dan IBI sebagai mitra strategis dalam memberikan masukan terhadap penyempurnaan kurikulum.

Dr. Lolita Sary selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi profesi dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum merupakan bagian penting untuk memastikan lulusan Universitas Malahayati memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar profesi, kebutuhan pengguna lulusan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

Sementara itu, Kepala LPMI, Dr. M. Arifki Zainaro, menegaskan bahwa pelaksanaan FGD merupakan implementasi komitmen Universitas Malahayati dalam menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui pelibatan pemangku kepentingan eksternal. Masukan dari organisasi profesi diharapkan menjadi dasar dalam penyempurnaan dokumen kurikulum sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Melalui rapat persiapan ini, seluruh peserta berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan FGD sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan kurikulum di Program Studi S1 Kebidanan, Profesi Bidan, D3 Kebidanan, S1 Farmasi, dan D3 Analisis Farmasi dan Makanan. Sinergi antara Universitas Malahayati dengan IAI dan IBI diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan tinggi kesehatan serta menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Editor : Chandra fz

Kegiatan Pengisian LKPS dan LED Program Studi Psikologi Instrumen BAN-PT

Dalam rangka persiapan akreditasi Program Studi Psikologi, telah dilaksanakan kegiatan pengisian Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) berdasarkan instrumen akreditasi BAN-PT. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan, kesesuaian, dan validitas data serta dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses akreditasi program studi.

Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur pimpinan dan tim terkait, yaitu Dekan dan Wakil Dekan, Ketua dan Wakil Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI), Ketua Program Studi Psikologi, serta Tim Akreditasi Program Studi Psikologi. Seluruh peserta secara aktif melakukan pembahasan dan verifikasi data pada setiap kriteria akreditasi guna memastikan bahwa informasi yang disajikan dalam LKPS dan LED mencerminkan kondisi riil serta capaian Program Studi Psikologi.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan menegaskan pentingnya kerja sama dan komitmen seluruh pihak dalam menyusun dokumen akreditasi yang berkualitas sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Ketua LPMI juga memberikan arahan terkait pemenuhan indikator kinerja, kesesuaian data pendukung, serta strategi penyusunan narasi evaluasi diri yang komprehensif dan berbasis bukti.

Melalui kegiatan ini diharapkan proses penyusunan LKPS dan LED Program Studi Psikologi dapat berjalan secara optimal, sehingga dokumen yang dihasilkan memenuhi standar BAN-PT dan mampu menggambarkan kinerja serta kualitas penyelenggaraan pendidikan secara objektif. Hasil kegiatan akan menjadi dasar dalam finalisasi dokumen akreditasi yang akan diajukan kepada BAN-PT sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan daya saing Program Studi Psikologi.

Editor : Chandra fz

LPMI UNMAL Sampaikan Imbauan Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Malahayati (UNMAL) mengingatkan seluruh fakultas di lingkungan universitas untuk segera melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga serta meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Malahayati.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat resmi Nomor: 032.72.401.12.25 perihal Surat Permohonan Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Kepala LPMI Universitas Malahayati, Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep., pada 15 Desember 2025. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh Dekan Fakultas serta Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Fakultas di lingkungan Universitas Malahayati.

Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada rentang pertemuan ke-13 hingga pertemuan ke-15 perkuliahan. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mengacu pada prinsip PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) guna memastikan seluruh kegiatan akademik dan non-akademik berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan Monev ini, LPMI menargetkan tersusunnya laporan hasil monitoring dan evaluasi yang memuat temuan, rekomendasi, serta rencana tindak lanjut sebagai dasar perbaikan dan peningkatan berkelanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam surat tersebut, BPMI Fakultas ditegaskan memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan pelaksanaan Monev di tingkat fakultas, mulai dari proses pengumpulan data, pendampingan unit terkait, hingga penyusunan dan penyampaian laporan hasil Monev kepada LPMI Universitas Malahayati. Mekanisme dan bentuk laporan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh LPMI.

“Monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan upaya sistematis untuk memastikan seluruh proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terlaksana sesuai dengan standar mutu terbaik,” ujar Dr. M. Arifki Zainaro.

LPMI Universitas Malahayati mengapresiasi komitmen serta kerja sama seluruh fakultas dan BPMI Fakultas dalam menjaga dan memperkuat budaya mutu yang konsisten, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan instrumen penting dalam menjaga kualitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui proses Monev yang terstruktur dan berkelanjutan, Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Sinergi antara LPMI, fakultas, dan BPMI diharapkan mampu menghasilkan evaluasi yang objektif serta mendorong perbaikan nyata dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.(fkr)

Editor : Fadly KR